Breaking News
light_mode

Gus Miftah Berceramah di Hadapan Ratusan Pekerja Karaoke Pati

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
  • visibility 227

PATI – Dai kondang Gus Miftah memberikan ceramah di hadapan ratusan Lady Companion (LC) atau pemandu karaoke di Kabupaten Pati, Selasa (29/4/2025).

Acara yang bertajuk “Pengajian Tombo Ati bersama Gus Miftah” ini digelar di Cafe & Karaoke Permata, Puri, Kecamatan Pati, dan dihadiri oleh ratusan LC dan pekerja karaoke lainnya. Suasana pengajian semakin meriah dengan kehadiran pelawak Cak Percil yang turut meramaikan acara dengan guyonan khasnya.

Gus Miftah, dalam ceramahnya, menyatakan bahwa “dunia malam” telah menjadi medan dakwahnya sejak awal. Ia bahkan berkelakar menyebut tempat hiburan malam sebagai “Pusat Kesenangan Mas-Mas” (Puskesmas).

“Karakter dakwah kami. Pertama, kebangsaan. Kedua, basic saya sejak awal ketika terjun ke dunia dakwah adalah di wilayah yang dianggap marjinal. Alhamdulillah saya kembali ada waktu untuk menjumpai sahabat-sahabat kita di tempat seperti ini. Kebetulan hari ini rezekinya di Pati,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, Gus Miftah mengambil hikmah dari kisah sahabat Nabi, Nu’aiman, seorang sahabat yang dekat dengan Nabi namun gemar bermaksiat.

“Nu’aiman adalah sahabat yang sangat dekat dengan Nabi, tapi dia suka mabuk. Dia ahli maksiat, tapi mencintai Allah dan Nabi Muhammad. Para sahabat Nabi yang lain melaknat Nu’aiman karena menganggap dia fasik, orang yang rusak agamanya. Kepada para sahabat Nabi justru berkata, janganlah kalian melaknat Nu’aiman. Karena hatinya sangat mencintai Allah dan Rasulullah,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa maksiat memang salah, namun hal itu tidak seharusnya mengurangi rasa cinta kepada Allah dan Nabi.

“Iman seseorang itu hilang bukan karena maksiat, melainkan karena kesombongan. Maka kalau hari ini kamu masih suka mabuk, jangan pernah menjadikan hatimu jauh dari Allah dan Rasulullah,” tegasnya.

Gus Miftah juga mengungkapkan ungkapannya, “cukuplah bodimu yang bermaksiat, hatimu jangan,” yang menurutnya sering disalahpahami. Intinya, meski bermaksiat, seseorang tidak boleh kehilangan Allah di dalam hatinya.

Sebagai analogi, Gus Miftah menceritakan pengalamannya melihat pelelangan batu bacan bertuliskan lafaz Allah seharga Rp 3 miliar di TMII.

“Ketika itu ada batu bacan, di dalamnya ada lafaz Allah. Waktu itu dilelang, kalau tidak salah laku Rp 3 miliar. Padahal batu itu benda mati. Ketika di dalamnya ada kalimat Allah, laku semahal itu. Coba Anda bayangkan ketika dalam hatimu ada Allah. Berapa nilainya? Tak terhingga!” tuturnya.

Usai pengajian, Gus Miftah menjelaskan bahwa dakwahnya di tempat hiburan malam seperti rem kendaraan.

“Yang sering kita lupa, ketika berada di dunia seperti ini, yang orang bilang dugem, dunia gemerlap, kita biasanya lepas kontrol. Ini yang saya bilang terlena. Bahwa dunia malam ketika tidak ada rem, orang akan terlena. Kewajiban kita mengingatkan kembali agar mereka tidak terlena,” katanya.

Ia juga mencontohkan kasus mahasiswi di Jogja yang bekerja di dunia malam untuk membiayai kuliah namun lupa dengan kuliahnya setelah mendapatkan uang.

“Ada banyak mbak-mbak yang bekerja di tempat seperti ini alasannya untuk mencukupi kebutuhan anak, tapi begitu punya uang, lupa dengan anaknya. Begitu juga yang punya alasan untuk menafkahi orang tuanya. Maka fungsi pengajian itu tidak hanya meningkatkan keimanan, melainkan juga manajemen keuangan, bagaimana agar mereka tidak meninggalkan niat awalnya,” jelasnya.

Gus Miftah menegaskan komitmennya untuk terus berdakwah di dunia malam dan mempertahankan gaya dakwahnya yang khas.

“Karakter mau diubah bagaimana? Kalau saya berperilaku lebih santun di tempat seperti ini, mungkin malah mereka tidak mau mendengarkan saya. Jangan berubah lah,” tandasnya.

Musyafak, pengusaha karaoke yang menjadi inisiator pengajian, mengungkapkan bahwa keinginan untuk mengundang Gus Miftah sudah ada sejak dua tahun lalu.

“Namun saat ini kami diprakarsai oleh staf-staf utusan khusus presiden. Sehingga beliau mau hadir di Karaoke Permata ini. Kami sudah mencoba menawarkan pengajian bersama insan karaoke ini di GOR maupun di lapangan namun beliau tetap memilih di tempat karaoke ini,” jelasnya.

Sekitar 1.200 LC di Kabupaten Pati mendaftar, namun hanya ratusan yang dapat hadir karena keterbatasan tempat. Musyafak berharap pengajian serupa dapat dilakukan secara berkala.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim GSI Kabupaten Pati Raih Peringkat Ketiga dalam Kompetisi GSI Provinsi Jawa Tengah 2024

    Tim GSI Kabupaten Pati Raih Peringkat Ketiga dalam Kompetisi GSI Provinsi Jawa Tengah 2024

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 268
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Tim Gala Siswa Indonesia (GSI) Kabupaten Pati berhasil meraih peringkat ketiga bersama tim Kabupaten Cilacap dalam kompetisi GSI Provinsi Jawa Tengah 2024. Tim Kabupaten Pati kalah dengan skor 0-1 dari tim Kabupaten Kudus dalam semifinal yang berlangsung di lapangan Balasuga, Semarang, pada Jumat (19/7/2024), Meskipun dominan dalam dua babak pertandingan, tim yang dilatih […]

  • Membangun Budaya Keselamatan di Negeri Rawan Bencana

    Membangun Budaya Keselamatan di Negeri Rawan Bencana

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.232
    • 0Komentar

    LINGKARMURIA.COM – Indonesia adalah negeri dengan keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga salah satu wilayah paling rawan bencana di dunia. Letak geografis yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik, kondisi tropis, serta dinamika cuaca ekstrem menjadikan gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, dan erupsi gunung api sebagai bagian dari siklus alam yang tidak dapat dihindari. […]

  • Bupati dan Wakil Bupati Kudus meninjau perbaikan jalan.

    Bupati Kudus Tinjau Perbaikan Jalan R. Agil Kusumadya, 1.500 Titik Jalan Rusak Sudah Tertangani

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 1.665
    • 0Komentar

    KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton meninjau langsung proses perbaikan ruas Jalan R. Agil Kusumadya, Selasa (20/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan infrastruktur jalan rusak di wilayah Kabupaten Kudus. Dalam kesempatan itu, Bupati Sam’ani menyampaikan bahwa dari total 3.570 titik jalan rusak di Kudus, sekitar 1.500 […]

  • Pengaspalan Jalan Regaloh–Tlogosari Mulai Dikerjakan, Penanganan Capai Sekitar 1,6 Kilometer

    Pengaspalan Jalan Regaloh–Tlogosari Mulai Dikerjakan, Penanganan Capai Sekitar 1,6 Kilometer

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.732
    • 0Komentar

    LingkarMuria, PATI — Pekerjaan rehabilitasi Jalan Regaloh–Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, mulai memasuki tahap pengaspalan. Proses pekerjaan terlihat berlangsung di ruas jalan yang sebelumnya telah melalui tahapan persiapan dan pemadatan badan jalan. Aktivitas pengaspalan dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk menggelar material aspal pada badan jalan. Petugas di lapangan kemudian melakukan perataan dan pemadatan agar […]

  • DPRD Pati Tekankan Pentingnya Digital Marketing untuk Perluas Jangkauan Pasar UMKM

    DPRD Pati Tekankan Pentingnya Digital Marketing untuk Perluas Jangkauan Pasar UMKM

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.818
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong para pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menguasai keterampilan digital marketing sebagai langkah strategis dalam memperluas jangkauan pemasaran produk mereka. Langkah ini dipercaya krusial untuk menghadapi dinamika era digital serta meningkatkan daya saing usaha lokal di tingkat nasional bahkan internasional. Narso, anggota DPRD […]

  • Kopi Pati yang Mencuri Hati

    Kopi Pati yang Mencuri Hati

    • calendar_month Ming, 10 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Tumbuh di lereng Pegunungan Muria bagian timur, biji-biji kopi Pati disebut memiliki keistimewaan tersendiri. Kehadiran pabrik kopi Jollong milik Belanda menjadi bukti nyata. Kopi dari Kabupaten Pati tidak kalah nikmatnya. Produk kopi telah menjadi komoditas andalan di Bumi Mina Tani. Kabupaten Pati memiliki lahan kopi yang cukup luas, sekitar 2.000 hektare. Per tahun kapasitas produksinya […]

expand_less