Breaking News
light_mode

Gus Miftah Berceramah di Hadapan Ratusan Pekerja Karaoke Pati

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
  • visibility 256

PATI – Dai kondang Gus Miftah memberikan ceramah di hadapan ratusan Lady Companion (LC) atau pemandu karaoke di Kabupaten Pati, Selasa (29/4/2025).

Acara yang bertajuk “Pengajian Tombo Ati bersama Gus Miftah” ini digelar di Cafe & Karaoke Permata, Puri, Kecamatan Pati, dan dihadiri oleh ratusan LC dan pekerja karaoke lainnya. Suasana pengajian semakin meriah dengan kehadiran pelawak Cak Percil yang turut meramaikan acara dengan guyonan khasnya.

Gus Miftah, dalam ceramahnya, menyatakan bahwa “dunia malam” telah menjadi medan dakwahnya sejak awal. Ia bahkan berkelakar menyebut tempat hiburan malam sebagai “Pusat Kesenangan Mas-Mas” (Puskesmas).

“Karakter dakwah kami. Pertama, kebangsaan. Kedua, basic saya sejak awal ketika terjun ke dunia dakwah adalah di wilayah yang dianggap marjinal. Alhamdulillah saya kembali ada waktu untuk menjumpai sahabat-sahabat kita di tempat seperti ini. Kebetulan hari ini rezekinya di Pati,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, Gus Miftah mengambil hikmah dari kisah sahabat Nabi, Nu’aiman, seorang sahabat yang dekat dengan Nabi namun gemar bermaksiat.

“Nu’aiman adalah sahabat yang sangat dekat dengan Nabi, tapi dia suka mabuk. Dia ahli maksiat, tapi mencintai Allah dan Nabi Muhammad. Para sahabat Nabi yang lain melaknat Nu’aiman karena menganggap dia fasik, orang yang rusak agamanya. Kepada para sahabat Nabi justru berkata, janganlah kalian melaknat Nu’aiman. Karena hatinya sangat mencintai Allah dan Rasulullah,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa maksiat memang salah, namun hal itu tidak seharusnya mengurangi rasa cinta kepada Allah dan Nabi.

“Iman seseorang itu hilang bukan karena maksiat, melainkan karena kesombongan. Maka kalau hari ini kamu masih suka mabuk, jangan pernah menjadikan hatimu jauh dari Allah dan Rasulullah,” tegasnya.

Gus Miftah juga mengungkapkan ungkapannya, “cukuplah bodimu yang bermaksiat, hatimu jangan,” yang menurutnya sering disalahpahami. Intinya, meski bermaksiat, seseorang tidak boleh kehilangan Allah di dalam hatinya.

Sebagai analogi, Gus Miftah menceritakan pengalamannya melihat pelelangan batu bacan bertuliskan lafaz Allah seharga Rp 3 miliar di TMII.

“Ketika itu ada batu bacan, di dalamnya ada lafaz Allah. Waktu itu dilelang, kalau tidak salah laku Rp 3 miliar. Padahal batu itu benda mati. Ketika di dalamnya ada kalimat Allah, laku semahal itu. Coba Anda bayangkan ketika dalam hatimu ada Allah. Berapa nilainya? Tak terhingga!” tuturnya.

Usai pengajian, Gus Miftah menjelaskan bahwa dakwahnya di tempat hiburan malam seperti rem kendaraan.

“Yang sering kita lupa, ketika berada di dunia seperti ini, yang orang bilang dugem, dunia gemerlap, kita biasanya lepas kontrol. Ini yang saya bilang terlena. Bahwa dunia malam ketika tidak ada rem, orang akan terlena. Kewajiban kita mengingatkan kembali agar mereka tidak terlena,” katanya.

Ia juga mencontohkan kasus mahasiswi di Jogja yang bekerja di dunia malam untuk membiayai kuliah namun lupa dengan kuliahnya setelah mendapatkan uang.

“Ada banyak mbak-mbak yang bekerja di tempat seperti ini alasannya untuk mencukupi kebutuhan anak, tapi begitu punya uang, lupa dengan anaknya. Begitu juga yang punya alasan untuk menafkahi orang tuanya. Maka fungsi pengajian itu tidak hanya meningkatkan keimanan, melainkan juga manajemen keuangan, bagaimana agar mereka tidak meninggalkan niat awalnya,” jelasnya.

Gus Miftah menegaskan komitmennya untuk terus berdakwah di dunia malam dan mempertahankan gaya dakwahnya yang khas.

“Karakter mau diubah bagaimana? Kalau saya berperilaku lebih santun di tempat seperti ini, mungkin malah mereka tidak mau mendengarkan saya. Jangan berubah lah,” tandasnya.

Musyafak, pengusaha karaoke yang menjadi inisiator pengajian, mengungkapkan bahwa keinginan untuk mengundang Gus Miftah sudah ada sejak dua tahun lalu.

“Namun saat ini kami diprakarsai oleh staf-staf utusan khusus presiden. Sehingga beliau mau hadir di Karaoke Permata ini. Kami sudah mencoba menawarkan pengajian bersama insan karaoke ini di GOR maupun di lapangan namun beliau tetap memilih di tempat karaoke ini,” jelasnya.

Sekitar 1.200 LC di Kabupaten Pati mendaftar, namun hanya ratusan yang dapat hadir karena keterbatasan tempat. Musyafak berharap pengajian serupa dapat dilakukan secara berkala.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persijap Tutup Putaran Pertama Liga 2 dengan Kemenangan, Jaga Peluang ke Babak 8 Besar

    Persijap Tutup Putaran Pertama Liga 2 dengan Kemenangan, Jaga Peluang ke Babak 8 Besar

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 365
    • 0Komentar

    SOLO – Persijap Jepara meraih kemenangan dengan skor 1-0 atas tuan rumah Adhyaksa FC di Stadion Sriwedari Solo, Sabtu (26/10/2024). Kemenangan ini menutup putaran pertama Liga 2 musim 2024/2025. Kemenangan ini sangat penting untuk menjaga asa Laskar Kalinyamat lolos ke babak 8 besar. Di Liga 2 musim ini target naik kasta ke Liga 1 diharapkan […]

  • Kebijakan Cerdas Bupati Kudus Larang Penggunaan Sound Horeg Saat Takbir Keliling

    Kebijakan Cerdas Bupati Kudus Larang Penggunaan Sound Horeg Saat Takbir Keliling

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 406
    • 0Komentar

      KUDUS – Kebijakan cerdas diambil Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam menyikapi aturan kegiatan takbir keliling pada malam Idulfitri mendatang. Sam’ani mengimbau masyarakat untuk mematuhi larangan penggunaan sound horeg (sound system keliling) selama kegiatan takbir keliling menjelang Idul Fitri Larangan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan menghindari potensi bahaya di tengah perayaan malam takbiran. Daripada […]

  • Ipan dan Ipin Ditangkap Polisi Setelah Melarikan Diri dari Kasus Pengeroyokan

    Ipan dan Ipin Ditangkap Polisi Setelah Melarikan Diri dari Kasus Pengeroyokan

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 881
    • 0Komentar

    PATI – Sepasang saudara kembar yang bernama Ipan dan Ipin ditangkap oleh polisi setelah buron selama tiga bulan. Kedua pria berusia 21 tahun itu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) unit Reskrim Polsek Sukolilo Polresta Pati atas kasus pengeroyokan terhadap Ikhsanudin Ilham Affandi (23), seorang warga Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo. Kejadian pengeroyokan tersebut terjadi pada Sabtu […]

  • Bupati Pati Diduga Terlibat Korupsi, KPK: Ada Aliran Commitment Fee

    Bupati Pati Diduga Terlibat Korupsi, KPK: Ada Aliran Commitment Fee

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 356
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa Bupati Pati, Sudewo (SDW), diduga terlibat dalam praktik korupsi terkait suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. “Ya, benar. Saudara SDW merupakan salah satu pihak yang diduga juga menerima aliran commitment fee terkait proyek pembangunan jalur kereta,” ujar Juru […]

  • Tim KKN UGM Slungkep Tanam 701 Pohon untuk Rayakan 701 Tahun Kabupaten Pati

    Tim KKN UGM Slungkep Tanam 701 Pohon untuk Rayakan 701 Tahun Kabupaten Pati

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 275
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-701 Kabupaten Pati, Tim KKN UGM Slungkep telah menyelenggarakan acara penanaman 701 pohon di Desa Slungkep, Kecamatan Kayen. Acara ini dimulai dengan pertemuan di Balai Desa Slungkep dan dilanjutkan dengan penanaman pohon di enam lokasi berbeda di desa tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Slungkep Fest yang […]

  • Pati Bergelora, Ribuan Massa Dukung Ganjar-Mahfud di Kampanye Akbar

    Pati Bergelora, Ribuan Massa Dukung Ganjar-Mahfud di Kampanye Akbar

    • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 346
    • 0Komentar

    PATI – Kampanye akbar untuk pasangan capres-cawapres 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, yang digelar di Lapangan Kayen, Pati. Kampanye yang diadakan pada siang kemarin (29/01/2024) berhasil menarik ribuan massa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati. Lapangan Kayen dipenuhi oleh atribut berwarna merah, bendera, dan poster yang dibawa oleh para peserta kampanye. Peserta kampanye juga […]

expand_less