Breaking News
light_mode

Analisa Peluang Promosi Persijap Jepara ke Liga 1 : Cuma Butuh Dua Kemenangan Saja!

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
  • visibility 320

JEPARA – Situasi sulit dialami Persijap Jepara untuk menjaga asa promosi ke Liga 1. Ada berlapis rintangan yang harus disingkirkan sendiri. Tanpa mengharap “bantuan” dari pihak lain.

Ya itulah yang dialami oleh tim berjuluk Laskar Kalinyamat jelang laga pemungkas babak 8 besar menghadapi Persela Lamongan pada Selasa 18 Februari 2025.

Persijap Jepara harus menentukan nasibnya sendiri untuk promosi ke Liga 1. Persijap harus bisa menang melawan tuan rumah Persela.

Itu adalah satu-satunya cara untuk memastikan Persijap menyegel peringkat ke-2 dan menjalani laga playoff promosi untuk berebut satu tiket sisa ke Liga 1.

Karena itu Rosalvo dkk diharapkan bisa memetik kemenangan di laga terakhirnya.

Publik pecinta sepak bola di Jepara masih sangat berharap Persijap musim ini bisa mengambil momentum promosi ke Liga 1.

Persijap sudah absen selama 10 tahun dari kompetisi teratas sepak bola di Indonesia. Persijap sudah sangat dirindukan kehadirannya di Liga 1.

Baik oleh suporternya sendiri maupun oleh suporter tim lain,, yang merindukan atmosfer selayaknya kompetisi ISL pada musim 2008/2009 hingga musim 2014 yang merupakan musim terakhir Persijap di level paling atas.

Tidak mustahil untuk bisa menang di laga teraakhir nanti. Persela bukan tim istimewa.

Persela juga sedang di fase terendah, seiring dengan hasil minor secara beruntun di 5 pertandingan babak 8 besar.

Sedangkan Persijap sendang pada performa menanjak, mesin Laskar Kalinyamat terus memanas.

Ancaman Tim Lain

Persijap tidak cukup meraih hasil seri. Karena koleksi poinnya akan rentan disalip oleh PSKC Cimahi.

PSKC Cimahi akan bertanding melawan Bhayangkara FC di waktu yang sama. Sebagai tim yang sudah dipastikan promosi ke Liga 1, Bhayangkara FC bisa jadi akan menyimpan kekuatan terbaiknya.

Bhayangkara FC, normalnya tentu akan menyimpan tenaganya untuk laga final yang merebut juara Liga 2. Untuk menggenapi sukses comeback ke Liga 1.

Jika memang Bhayangkara FC menyimpan kekuatannya, PSKC akan sangat diuntungkan.

Jika PSKC menang poinnya akan menjadi 8. Jika Persijap Jepara kalah atas Persela, maka PSKC dipastikan menempati posisi ke-2 dan berhak memperebutkan satu tiket sisa promosi Liga 1.

Namun tetap ada kemungkinan, Bhayangkara tentu juga ingin mengambil aman. Dengan memastikan poin maksimal agar bisa menjadi tuan rumah di babak grand final perebutan juara Liga 2.

Karena di regulasi laga perebutan juara dilakukan single match dengan peraih poin tertinggi di babak 8 besar otomatis ditetapkan sebagai tuan rumah.

Di grup X PSIM Jogja sudah mengoleksi 12 poin, sedangkan PSPS memiliki 9 poin. PSIM hanya cukup meraih hasil seri saja untuk memastikan ke Liga 1 sekaligus melangkah ke pertandingan perebutan juara Liga 2 dan bertindak sebagai tuan rumah.

Bisa jadi Bhayangkara FC akan tetap fight di laga terakhirnya menjamu PSKC Cimahi, supaya menghindari tekanan dari suporter PSIM di laga final, jika PSIM yang memang melaju ke final.

Butuh Dua Kemenangan 

Tidak selesai pada kemenangan di laga terakhir babak 8 besar saja. Persijap butuh satu kali kemenangan lagi.

Kemenangan di laga playoff promosi Liga 1, hanya tersisa satu tiket saja. Pemenangnya akan naik ke Liga 1.

Sedangkan tim yang kalah akan kembali lagi menyemarakkan Liga 2 musim depan.

Pertandingan ini tidak akan mudah, bahkan akan lebih sengit, lebih ketat dan lebih panas dari pertandingan final perebutan juara Liga 2.

Butuh mental kuat mengarungi laga ini. Sekali lagi ini tidak mudah. Tapi peluang itu ada. Peluang sangat terbuka.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Pati Soroti Pengawasan SPPG Pascakasus Keracunan MBG

    Ketua DPRD Pati Soroti Pengawasan SPPG Pascakasus Keracunan MBG

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.529
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati Ali Badruddin meminta pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperketat menyusul kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, setiap SPPG harus menjalankan standar pemenuhan gizi dan keamanan pangan yang telah ditetapkan. Edukasi dan pembinaan juga perlu diberikan secara tegas apabila ditemukan SPPG yang menyajikan […]

  • Jepara Bakal Punya Pelabuhan Internasional untuk Ekspor, Lokasinya Ada di Sini

    Jepara Bakal Punya Pelabuhan Internasional untuk Ekspor, Lokasinya Ada di Sini

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 430
    • 0Komentar

    JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara (Pemkab Jepara), Jawa Tengah (Jateng) kembali mengapungkan wacana pembangunan pelabuhan internasional. Wacana ini kembali muncul setelah bertahun-tahun lenyap tanpa kabar. Wacana tersebut muncul dari angan-angan Bupati Jepara Witiarso Utomo dan didorong oleh para pengusaha Jepara. Gagasan ini kembali muncul saat Witiarso menggelar dialog dengan para pengusaha Jepara, Rabu (12/3/2025). Wiwit, […]

  • DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal, Nasi Jagung Jadi Rekomendasi

    DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal, Nasi Jagung Jadi Rekomendasi

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 363
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menekankan pentingnya pemanfaatan potensi pangan lokal Pati untuk ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Beliau menyatakan bahwa Pati tak hanya dikenal sebagai lumbung beras, tetapi juga kaya akan hasil pertanian lain seperti ketela, jagung, dan waloh. “Selain beras, kita punya ketela, jagung, waloh, dan berbagai hasil bumi […]

  • Gus Mus Bicara Pendidikan

    Gus Mus Bicara Pendidikan

    • calendar_month Ming, 21 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 433
    • 0Komentar

      ISTIMEWA : GUS MUS Namanya KH Ahmad Mustofa Bisri, orang akrab menyebutnya Gus Mus. Kiai yang juga budayawan ini tak sepakat dengan konsep pendidikan nasional, Ia menyebut pendidikan nasional yang merupakan warisan kolonial Belanda masih sebatas pengajaran, belum melaksanakan pendidikan. Menurutnya, mendidik atau melakukan pendidikan, masih terbatas dilakukan atau setidaknya dijumpai di Raudlatul Athfal […]

  • Edy Wuryanto Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Blora, Soroti Gizi Anak dan Perilaku Berisiko Remaja

    Edy Wuryanto Sosialisasikan Program Bangga Kencana di Blora, Soroti Gizi Anak dan Perilaku Berisiko Remaja

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 678
    • 0Komentar

    BLORA — Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, melaksanakan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama masyarakat Kabupaten Blora. Edy menegaskan bahwa sejak era Presiden Joko Widodo, pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh cerdas, sehat, dan berkarakter kuat. “Pemerintah ingin anak-anak bangsa ini tumbuh dengan baik, cerdas, sehat, […]

  • Ketua DPRD Pati Minta Pemdes Sosialisasikan Pemahaman Politik untuk Cegah Konflik

    Ketua DPRD Pati Minta Pemdes Sosialisasikan Pemahaman Politik untuk Cegah Konflik

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 302
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, meminta Pemerintah Desa (Pemdes) untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman politik. Hal ini disampaikannya mengingat perbedaan pandangan politik seringkali memicu konflik dan mengancam kerukunan antar warga. “Masyarakat perlu adanya edukasi politik yang baik. Peran Pemdes sangat dibutuhkan, agar desa tetap aman,” tegasnya. Khususnya menjelang Pemilihan Kepala […]

expand_less