Breaking News
light_mode

Ketika DPRD Pati Kecolongan Ada Lahan Produktif jadi Kawasan Industri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
  • visibility 332

 

Anggota DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo
Lahan produktif seluas 1.036 hektare di Kecamatan Trangkil yang diperuntukkan sebagai kawasan peruntukan industri (KPI) mengagetkan anggota DPRD Pati. Hal ini mencuat di tengah wacana pembangunan pabrik besar di Kecamatan Trangkil itu.

PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati merasa kecolongan, sebab adanya kawasan peruntukan industri (KPI) seluas seribu hektare di Kecamatan Trangkil. Padahal dalam pembahasan Raperda tentang RTRW hal itu tidak muncul.

Awalnya, warga Desa Pasucen resah akan adanya KPI yang seluas itu, KPI ini mencakup beberapa desa. Di antaranya Desa Pasucen, Mojoagung, Desa Tegalharjo dan Desa Ketanen. 

“Kami mendapatkan data dari (kantor) kecamatan, ada empat desa masuk wilayah industri. Kalau memang benar bagaimana nasib anak kita. Padahal lahan itu lahan produktif dan bisa ditanami. Kenapa di wilayah kami bukan selatan,” ujar Abdul Majid, salah satu perwakilan warga dalam audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Pati, Selasa (22/3/2022) seperti dikutip dari murianews.com

Anggota DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo mengaku merasa kecolongan. Pasalnya, berdasarkan paparan eksekutif saat membahas Raperda ini, tidak ada KPI seluas itu di satu kecamatan. 

Bandang menjelaskan, Perda RTRW itu inisiasi eksekutif (Pemkab Pati) merubah Perda 2011. Sudah bertahun-tahun dibahas. Per kecamatan di bahas. 

“Untuk Kecamatan Trangkil dan Margoyoso seingat kami fokusnya untuk industri rumahan,” kata Bandang yang menjadi Ketua Pansus Raperda RTRW. 

“Pikir kami ndak ngeblok. Ternyata kog ngeblok. Lahan seribu hektare. Kami merasa kog ndak pas seperti yang kita inginkan,” lanjut Bandang. 

Ia mengungkapkan saat pembahasan Raperda RTRW dengan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, lahan KPI di setiap kecamatan tidak sebesar ini. Setiap kecamatan tidak sampai 200 hektare lahan untuk industri. 

“Harapan kami memang investor masuk Kabupaten Pati. Tetapi ndak begini caranya,” kata dia. 

Lebih lanjut, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati, Muhammadun menambahkan, ia meminta hal ini diusut secara tuntas. Bila perlu dibentuk pansus untuk membahas hal ini. Ia khawatir ada yang bermain dengan hal ini. 

“Menurut saya ini hal yang fundamental. Maka saya mengusulkan untuk diteliti, perlu dilihat kembali, teman-teman merasa tidak membahas kok ada. Ini permainan siapa,” beber Muhammadun. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hanguskan 28 Sepeda Motor di Kudus

    Kebakaran Hanguskan 28 Sepeda Motor di Kudus

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 310
    • 0Komentar

    KUDUS – Sebuah kebakaran hebat melanda tempat penitipan kendaraan di Desa Bulungcangkring RT 3 RW 2, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus pada Sabtu (28/12/2024), sekitar pukul 07.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan 28 sepeda motor hangus terbakar. Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Djunaedi, menjelaskan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik pada […]

  • DPRD Pati Dorong Penataan Alun-Alun Juwana untuk Tingkatkan Kenyamanan Masyarakat

    DPRD Pati Dorong Penataan Alun-Alun Juwana untuk Tingkatkan Kenyamanan Masyarakat

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 410
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti perlunya penataan ulang Alun-Alun Juwana. Anggota DPRD Pati, Mukit, menyampaikan bahwa penataan ini penting untuk menciptakan suasana yang lebih baik di Kabupaten Pati, khususnya di Kecamatan Juwana. “Kami pastinya pengen menciptakan suasana yang bagus di Pati. Salah satunya yakni penataan Alun-Alun Juwana dan tempat yang […]

  • Kaos Bertuliskan Dialek Khas Pati Menjadi Favorit Pemudik Sebagai Oleh-oleh

    Kaos Bertuliskan Dialek Khas Pati Menjadi Favorit Pemudik Sebagai Oleh-oleh

    • calendar_month Sel, 16 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 291
    • 0Komentar

    PATI – Kaos dengan tulisan dialek khas Pati menjadi favorit para pengunjung yang datang ke Kota Mina Tani. Terutama saat musim mudik, kaos ini menjadi pilihan utama para pemudik untuk dijadikan oleh-oleh saat kembali ke tempat asal mereka. Fatmi Nurjanah, pemilik Pati Oblong, sebuah toko kaos di Pati, mengatakan, saat musim Lebaran banyak pemudik yang […]

  • Kondisinya Begini, Lapangan Stadion Joyokusumo Dikeluhkan

    Kondisinya Begini, Lapangan Stadion Joyokusumo Dikeluhkan

    • calendar_month Ming, 25 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

     Lingkar Muria, PATI  – Kondisi lapangan Stadion Joyokusumo dinilai buruk, dan tak layak. Kontur lapangan terlalu keras dan kondisi rumputnya juga tumbuh tak merata. Hal itu diungkapkan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Jamari. Kepada sejumlah wartawan, pria yang juga pemerhati olahraga di Bumi Mina Tani ini menyoroti kondisi lapangan Stadion Joyokusumo yang dinilai tidak layak […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Suwito Dukung Penuh Revitalisasi Alun-alun Kembangjoyo

    Wakil Ketua DPRD Pati Suwito Dukung Penuh Revitalisasi Alun-alun Kembangjoyo

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 307
    • 0Komentar

    PATI – H. Suwito, Wakil Ketua 3 DPRD Kabupaten Pati, menyatakan dukungannya terhadap revitalisasi Alun-alun Kembangjoyo. Politisi dari PPP ini berharap revitalisasi dapat meningkatkan kenyamanan bagi para pedagang dan pengunjung Alun-alun Kembangjoyo. “Dengan direnovasi diperbaiki lagi, mudah-mudahan pedagang ini biar bisa menjajakan pembelinya dan juga semakin ramai,” ujarnya. Suwito juga menyoroti kondisi Alun-alun Kembangjoyo saat […]

  • Melihat Pengusaha Kulit Lumpia di Dukuh Pilang, Tompomulyo

    Melihat Pengusaha Kulit Lumpia di Dukuh Pilang, Tompomulyo

    • calendar_month Ming, 14 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Ciptakan Lapangan Kerja, Berdayakan Ibu-ibu Tetangga Proses pembuatan kulit lumpia Supri sudah delapan tahun membuat kulit lumpia di Semarang. Dia sudah paham betul seluk beluk berbisnis kulit lumpia. Sampai akhirnya, pria lulusan SD ini nekat membuka usaha sendiri di kampung halamannya. Selain ingin suasana baru, Supri ingin memberdayakan tetangganya. Ada tumpukan tepung yang menggunung, ada […]

expand_less