Breaking News
light_mode

Begini Klarifikasi Wartawan Soal Tarif Liputan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 12 Des 2017
  • visibility 274
Wartawan Suara Merdeka daerah Pati Moh Nor Efendi saat berbincang dalam FGD yang diselenggarakan KPID Jawa Tengah di Hotel Safin Selasa (12/12/17)
Lingkar Muria, PATI – Muhammad Rujhan mahasiswa dari Institut Pesantren
Mathaliul Falah (IPMAFA) mengeluarkan semua kegelisahannya. Salah satunya soal
liputan yang berbayar. Rujhan heran mengapa dalam sebuah liputan di beberapa
media yang ia temui harus membayar. Kegelisahan ini kemudian dijawab wartawan
Suara Merdeka Moh Nor Efendi saat Focus Grup Discussion (FGD) yang
diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) di Ruang Adipati Hotel
Safin Selasa (12/12/17).
 ”Ada beberapa hal perlu diketahui. Ini kembali
soal teori jurnalistik. Berita itu harus memenuhi unsur penting, kemudian juga
unik. Nah apabila wartawan diundang liputan akan tetapi yang diliput itu soal
yang biasa, maka tentu ini tak masuk ketentuan layak tayang di media,”
jelasnya.
Fendi kemudian menyontohkan,
misalnya wartawan diundang liputan dalam acara salawatan. Tentu ini hal yang
lumrah, pembaca juga akan mengeluh dengan sajian berita yang biasa seperti ini.
”Nah jika panitia misalnya memaksa
untuk tayang, maka di beberapa media mempunyai aturan tersendiri. Misalnya
dengan cara membeli koran sejumlah yang ditentukan. Ada pula istilah berita
iklan, masuknya kemudian disitu,” terang Fendy.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sering
dirinya berbincang bersama dengan beberapa rekan. Misalnya untuk membuat
liputan acara yang lumrah terjadi, sebelumnya mesti ada perencanaan. Lanjut Fendi,
misalnya dengan cara mendesain sebuah isu dalam acara itu supaya lebih menarik
dan unik.
”Misalnya Salawatan, nantinya
diselingi pentas kesenian lokal khas daerah tersebut. Atau dalam acara itu
datang tokoh besar, nah itu nilai beritanya akan muncul,” beber Fendi dalam FGD
yang mengusung tema “Mewujudkan Siaran Jurnalistik yang Mencerahkan” ini.
Senada dengan Fendi, Lismanto
wartawan MuriaNews.Com mengungkapkan, memang dalam liputan-liputan yang
sifatnya seremonial itu, wartawan mesti pintar-pintar mencari sudut pandang
berita yang menarik.
”Tentu tak akan lolos dari dapur
redaksi jika hanya seremonial saja yang yang ditulis. Saya pernah mengalaminya,
baru sekali. Acara santunan di sebuah sekolahan, untuk itu perlu mencari sisi
lain yang unik,” terang Lismanto.

Kalau tidak, lanjut Lismanto,
acara-acara seremonial biasa yang memang ingin tayang di media, jalannya satu. Melalui
berita advetorial atau iklan, semua media punya aturan masing-masing soal itu. (lil)  
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslihan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati

    DPRD Pati Awasi Pemanfaatan Alun-Alun Baru untuk Kesejahteraan PKL

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 411
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk secara rutin menggelar berbagai event di alun-alun baru, termasuk program Car Free Night. Hal ini bertujuan untuk mendongkrak perekonomian pedagang kaki lima (PKL) yang akan direlokasi ke area tersebut. Muslihan menyampaikan harapannya agar kegiatan Car Free Night dapat terus dilaksanakan. […]

  • DPRD Pati Gelar Medical Check-Up Rutin untuk Jaga Kinerja Optimal

    DPRD Pati Gelar Medical Check-Up Rutin untuk Jaga Kinerja Optimal

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 352
    • 0Komentar

    PATI – Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up rutin tahunan yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis (15-16/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi fisik para wakil rakyat tetap prima dalam menjalankan tugas-tugas legislatif yang padat. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menjelaskan bahwa medical check-up […]

  • Beginilah Nyekiklik Channel, Kumpulan Pemuda Kreatif di Cluwak-Pati

    Beginilah Nyekiklik Channel, Kumpulan Pemuda Kreatif di Cluwak-Pati

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Percaya Diri Angkat Guyonan Khas Bumi Mina Tani   Para personil Nyekiklik saat berbincang di Cafe Gojoos Kelat Senin (29/1/18) Berawal dari teman satu tongkrongan, Nyekiklik Channel hadir. Mereka percaya diri menampilkan guyonan dengan mengusung dialek khas asalnya, Kabupaten Pati di layar Youtube. Obrolan terasa gayeng, saat saya mencoba menggali kisah tentang Nyekiklik Channel yang belakangan […]

  • PKK Desa Kedungbulus dan KKN STAI Pati Sukses Ciptakan Probiotik RABAL untuk Budidaya Lele

    PKK Desa Kedungbulus dan KKN STAI Pati Sukses Ciptakan Probiotik RABAL untuk Budidaya Lele

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 298
    • 0Komentar

    PATI – Kelompok Kerja Nyata (KKN) Tim 09 dari STAI Pati berkolaborasi dengan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kedungbulus berhasil menciptakan probiotik RABAL. Probiotik ini, hasil fermentasi ragi, tape, dan bakteri asam laktat, mengandung Lactobacillus casei dan Saccharomyces cerevisiae, bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, daya tahan tubuh, dan penyerapan nutrisi. Lebih dari itu, […]

  • Rancangan RPJMD Pati 2025-2029 Disepakati Bersama, Fokus pada Sektor Strategis

    Rancangan RPJMD Pati 2025-2029 Disepakati Bersama, Fokus pada Sektor Strategis

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.099
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat telah mencapai kesepakatan terkait rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025 hingga 2029. Dokumen ini akan menjadi pijakan serta arah utama pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Beberapa sektor yang dianggap strategis menjadi prioritas dalam rancangan awal tersebut, di […]

  • Takbiran Unik di Ketitangwetan, Replika Hewan dan Tokoh Wayang Semarakkan Malam Idul Fitri

    Takbiran Unik di Ketitangwetan, Replika Hewan dan Tokoh Wayang Semarakkan Malam Idul Fitri

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.646
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar tradisi takbiran keliling dengan nuansa berbeda. Tak sekadar pawai obor atau kendaraan hias, puluhan replika hewan serta tokoh pewayangan turut diarak mengelilingi desa. Iring-iringan tersebut diiringi lantunan takbir yang menggema sepanjang perjalanan, menciptakan suasana […]

expand_less