Breaking News
light_mode

Melihat Pengusaha Kulit Lumpia di Dukuh Pilang, Tompomulyo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 14 Jan 2018
  • visibility 358
Ciptakan Lapangan
Kerja, Berdayakan Ibu-ibu Tetangga

Proses pembuatan kulit lumpia

Supri
sudah delapan tahun membuat kulit lumpia di Semarang. Dia sudah paham betul
seluk beluk berbisnis kulit lumpia. Sampai akhirnya, pria lulusan SD ini nekat
membuka usaha sendiri di kampung halamannya. Selain ingin suasana baru, Supri
ingin memberdayakan tetangganya.

Ada tumpukan tepung
yang menggunung, ada juga deretan kompor . Tampak ibu-ibu dengan beragam usia,
memenuhi ruangan yang digunakan sebagai tempat memproduksi kulit lumpia. Udara
terasa panas, keringat mudah bercucuran, sebab banyak kompor yang hidup dalam
waktu bersamaan.
Di ruangan sebesar
kurang lebih 7×8 meter ini, ribuan lembar kulit lumpia dihasilkan setiap hari.
Adalah Supri, pria kelahiran Pati, 20 Juli 1990 inilah yang memulai usaha kulit
lumpia di daerah. Dukuh Pilang Desa Tompomulyo.
Sebelumnya, Supri
pekerja serabutan, merantau dari satu kota ke kota lainnya, bahkan hingga luar
Jawa. Namun, sejak sekitar tahun 2001, Supri mencari pekerjaan baru. Dia
merantau ke Semarang, belajar sekaligus bekerja sebagai pembuat kulit lumpia di
Kranggan Semarang yang merupakan sentra usaha rumahan kulit lumpia di sana.
”Sebelum membuka usaha
kulit lumpia di rumah sendiri, saya memang belajar dari Kranggan. Delapan saya
di sana,” kata Supri saat saya berkunjung ke tempat produksi yang berada di belakang rumahnya di
Dukuh Pilang Desa Tompomulyo.
Selama kurang lebih
delapan tahun merasakan bekerja di Semarang, Supri akhirnya nekat membuka usaha
sendiri. Dia membawa segala yang ia tahu, yang ia punya ke kampungnya sendiri.
Perlahan ia bangun usaha yang baru pertama dan mungkin satu-satunya di
Kabupaten Pati ini.
”Mulai saya kerjakan
sendiri sekitar enam bulan pertama hingga kemudian satu demi satu saya
mengajari ibu-ibu tetangga untuk ikut bekerja. Dari yang semula satu sak tepung
baru habis sepekan sampai kini sehari delapan sak habis untuk memenuhi pesanan
pasar,” terang Supri.
Supri mengaku, memilih
kembali pulang ke kampong halamannya sebab dirinya menginginkan suasana baru.
Disamping itu, Supri memang berniat memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya.
”Disamping sebagai
ladang penghasilan, saya lakukan ini sebagai cara saya untuk memberikan
kegiatan kepada ibu-ibu di sekitar rumah. Paling tidak ada tambahan sedikit
penghasilan,” imbuh Supri.
Saat ini kulit lumpia
yang diproduksinya sudah memenuhi pasar di Pati, Kudus, Demak, dan juga Jepara,
terkadang jika Semarang kurang, pasokan kulit lumpia dari Dukuh Pilang juga
diminta untuk memenuhi.
Dalam sehari usaha
kulit lumpia ini menghabiskan sedikitnya dua kwintal tepung yang didatangkan
langsung dari pabrik. Keuntungan yang didapat mencapai Rp 1 juta per hari.
Pekerjaan membuat kulit lumpia ini dibagi menjadi beberapa tim.
Satu tim terdiri dari
dua pekerja. Satu yang menuangkan adonan, satunya lagi mengambil adonan yang
sudah matang. Satu tim menghadapi empat wajan. Sehari satu tim saja bisa
memproduksi 1000 lembar. Per 100 lembar mereka dihargai Rp 8.500. (Achmad Ulil Albab)
    

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laskar Saridin Harus Puas dengan Kekalahan, Masih Ada Tiga Laga Tersisa

    Laskar Saridin Harus Puas dengan Kekalahan, Masih Ada Tiga Laga Tersisa

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.590
    • 0Komentar

    PATI – Persipa Pati mengalami kekalahan kembali dalam babak lanjutan Liga Nusantara musim 2025/2026 putaran ketiga. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Moch Soebroto, Magelang, pada malam Rabu (7/1), tim yang dikenal sebagai Laskar Saridin kalah dengan skor tipis 0-1 dari Dejan FC. Gol tunggal dalam laga tersebut dibuat oleh pemain Dejan FC, Abdu Latif […]

  • Warga Tambaharjo Keberatan KDMP Memakan Area Lapangan Sepakbola

    Warga Tambaharjo Keberatan KDMP Memakan Area Lapangan Sepakbola

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.539
    • 0Komentar

    PATI – Perselisihan seputar pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, terus berkembang. Warga mengemukakan keberatan karena pembangunan dinilai menempati sebagian area Lapangan Sepakbola Tambaharjo dan berdampak pada toko serta ruko di sekitar lokasi. Abdul Jabar, Pembina Pemuda Tambaharjo sekaligus pengguna lapangan, menyatakan bahwa warga pada dasarnya tidak menolak […]

  • Banjir Melanda, IDI Pati Turut Peduli

    Banjir Melanda, IDI Pati Turut Peduli

    • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

    PEDULI : Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pati menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga yang terdampak banjir di Desa Kebonturi Kecamatan Jaken Sabtu (6//1/18) lalu. JAKEN – Hujan lebat yang terjadi sejak Jumat (6/1) petang lalu, membuat beberapa daerah terendam. Ketinggian banjir bervariasi. Mulai dari 20 centimeter hingga 30 centimeter, hal ini lantas menimbulkan keprihatinan […]

  • Kidungan Teks Pakem Kajen, Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin

    Kidungan Teks Pakem Kajen, Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin

    • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

      Festival Kajen, menembangkan Tesk Pakem Kajen PATI – Manuskrip yang ditulis pada tahun 1891 ini terakhir ditembangkan pada tahun 1950-an di Pasareyan Mbah Mutamakkin alias Kiai Cabolek alias Pangeran Hadikusuma, cucu Raja Pajang, Joko Tingkir alias Mas Karebet alias Sultan Hadiwijaya. Penulis manuskrip adalah Kiai Abdul Karim dari Margotuhu Ngerojo. Terakhir, sebab panambangnya setelah […]

  • Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menerima kunjungan tim dari Undip Semarang.

    Undip Jajaki Beasiswa Penuh dan Pembukaan Kampus di Pati

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 4.210
    • 0Komentar

      PATI – Universitas Diponegoro (Undip) membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pati terkait penyediaan beasiswa penuh bagi warga kurang mampu serta rencana pengembangan kampus di daerah. Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dan Direktur Akademik Undip, Siswo Sumardiono, di Pendopo Kabupaten Pati. Pertemuan berlangsung konstruktif dengan fokus […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Klarifikasi Kades Soal Kenaikan PBB-P2

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Klarifikasi Kades Soal Kenaikan PBB-P2

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 359
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati, Bandang, dengan tegas membantah pernyataan Bupati Pati, Sudewo, terkait usulan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Bantahan ini muncul setelah Pansus menggelar rapat penting dengan tiga kepala desa pada Selasa (19/8/2025). Sidang Pansus yang berlangsung di Gedung DPRD Pati ini menghadirkan Kepala Desa […]

expand_less