Breaking News
light_mode

Melihat Pengusaha Kulit Lumpia di Dukuh Pilang, Tompomulyo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 14 Jan 2018
  • visibility 274
Ciptakan Lapangan
Kerja, Berdayakan Ibu-ibu Tetangga

Proses pembuatan kulit lumpia

Supri
sudah delapan tahun membuat kulit lumpia di Semarang. Dia sudah paham betul
seluk beluk berbisnis kulit lumpia. Sampai akhirnya, pria lulusan SD ini nekat
membuka usaha sendiri di kampung halamannya. Selain ingin suasana baru, Supri
ingin memberdayakan tetangganya.

Ada tumpukan tepung
yang menggunung, ada juga deretan kompor . Tampak ibu-ibu dengan beragam usia,
memenuhi ruangan yang digunakan sebagai tempat memproduksi kulit lumpia. Udara
terasa panas, keringat mudah bercucuran, sebab banyak kompor yang hidup dalam
waktu bersamaan.
Di ruangan sebesar
kurang lebih 7×8 meter ini, ribuan lembar kulit lumpia dihasilkan setiap hari.
Adalah Supri, pria kelahiran Pati, 20 Juli 1990 inilah yang memulai usaha kulit
lumpia di daerah. Dukuh Pilang Desa Tompomulyo.
Sebelumnya, Supri
pekerja serabutan, merantau dari satu kota ke kota lainnya, bahkan hingga luar
Jawa. Namun, sejak sekitar tahun 2001, Supri mencari pekerjaan baru. Dia
merantau ke Semarang, belajar sekaligus bekerja sebagai pembuat kulit lumpia di
Kranggan Semarang yang merupakan sentra usaha rumahan kulit lumpia di sana.
”Sebelum membuka usaha
kulit lumpia di rumah sendiri, saya memang belajar dari Kranggan. Delapan saya
di sana,” kata Supri saat saya berkunjung ke tempat produksi yang berada di belakang rumahnya di
Dukuh Pilang Desa Tompomulyo.
Selama kurang lebih
delapan tahun merasakan bekerja di Semarang, Supri akhirnya nekat membuka usaha
sendiri. Dia membawa segala yang ia tahu, yang ia punya ke kampungnya sendiri.
Perlahan ia bangun usaha yang baru pertama dan mungkin satu-satunya di
Kabupaten Pati ini.
”Mulai saya kerjakan
sendiri sekitar enam bulan pertama hingga kemudian satu demi satu saya
mengajari ibu-ibu tetangga untuk ikut bekerja. Dari yang semula satu sak tepung
baru habis sepekan sampai kini sehari delapan sak habis untuk memenuhi pesanan
pasar,” terang Supri.
Supri mengaku, memilih
kembali pulang ke kampong halamannya sebab dirinya menginginkan suasana baru.
Disamping itu, Supri memang berniat memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya.
”Disamping sebagai
ladang penghasilan, saya lakukan ini sebagai cara saya untuk memberikan
kegiatan kepada ibu-ibu di sekitar rumah. Paling tidak ada tambahan sedikit
penghasilan,” imbuh Supri.
Saat ini kulit lumpia
yang diproduksinya sudah memenuhi pasar di Pati, Kudus, Demak, dan juga Jepara,
terkadang jika Semarang kurang, pasokan kulit lumpia dari Dukuh Pilang juga
diminta untuk memenuhi.
Dalam sehari usaha
kulit lumpia ini menghabiskan sedikitnya dua kwintal tepung yang didatangkan
langsung dari pabrik. Keuntungan yang didapat mencapai Rp 1 juta per hari.
Pekerjaan membuat kulit lumpia ini dibagi menjadi beberapa tim.
Satu tim terdiri dari
dua pekerja. Satu yang menuangkan adonan, satunya lagi mengambil adonan yang
sudah matang. Satu tim menghadapi empat wajan. Sehari satu tim saja bisa
memproduksi 1000 lembar. Per 100 lembar mereka dihargai Rp 8.500. (Achmad Ulil Albab)
    

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mangrove Lestari, DPRD Pati Soroti Dampak Positif bagi Ekosistem Perairan Tluwuk

    Mangrove Lestari, DPRD Pati Soroti Dampak Positif bagi Ekosistem Perairan Tluwuk

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 258
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menyoroti dampak positif dari kelestarian mangrove terhadap ekosistem perairan di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa. Menurutnya, keberadaan mangrove telah mempermudah nelayan dalam mencari udang sayur, spesies yang sebelumnya sulit ditemukan. “Keberadaan Mangrove ini membuat para nelayan mudah menemukan udang sayur. Padahal, sebelumnya spesies udang sayur susah ditemukan,” ungkap Mukit. […]

  • Mayoritas Fraksi di DPRD Pati Tolak Pemakzulan, Bupati Pati Tetap Bertahan

    Mayoritas Fraksi di DPRD Pati Tolak Pemakzulan, Bupati Pati Tetap Bertahan

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 515
    • 0Komentar

    PATI – Sidang paripurna DPRD Kabupaten Pati pada Jumat (31/10/2025) memutuskan untuk tidak memakzulkan Bupati Pati, Sudewo. Keputusan ini diambil setelah melalui perdebatan panjang dan pemungutan suara yang menunjukkan adanya perbedaan pendapat yang signifikan di antara para anggota dewan. Dari 49 anggota DPRD yang hadir, mayoritas atau sebanyak 36 anggota memilih opsi perbaikan kinerja Bupati. […]

  • Ketua DPRD Pati : Pastikan Seluruh Program Berjalan Sesuai Aturan

    Ketua DPRD Pati : Pastikan Seluruh Program Berjalan Sesuai Aturan

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.665
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menegaskan komitmen kuat untuk menjalankan seluruh fungsi dan tugasnya secara transparan serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Kejaksaan Negeri. Kolaborasi ini memastikan bahwa seluruh proses legislasi, mulai dari […]

  • MTs Salafiyah Kajen Raih Juara Umum Porsema ke-13 Kabupaten Pati 2025

    MTs Salafiyah Kajen Raih Juara Umum Porsema ke-13 Kabupaten Pati 2025

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 351
    • 0Komentar

    PATI – Pekan Olahraga dan Seni Madrasah (Porsema) ke-13 tingkat Kabupaten Pati tahun 2025 resmi dibuka pada 9 Agustus di Stadion Gelora Soekarno, Mojoagung, Pati, setelah sempat mengalami penundaan dari jadwal semula di bulan Juli. Cabang lomba kesenian ditempatkan di Yayasan Salafiyah Kajen, Pati, sementara cabang olahraga dipusatkan di Safin Arena, Mojoagung, Pati. Moh. Azka […]

  • Berkah Ramadan, Orderan Ukiran Kaligrafi Jepara Naik 70 Persen

    Berkah Ramadan, Orderan Ukiran Kaligrafi Jepara Naik 70 Persen

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Selain ukiran relief, Jepara juga terkenal dengan hasil karyanya berupa ukiran kaligrafi. Kaligrafi karya masyarakat Jepara pun telah menjelajahi pasar-pasar besar dunia. Di bulan Ramadhan seperti ini, orderan kaligrafi meningkat drastis dari bulan-bulan biasa. Dilansir dari Medcom.id, Ali Ahmad, salah satu perajin seni ukir kaligrafi dan relief membenarkan adanya peningkatan order pada bulan Ramadhan. Bahkan, […]

  • Rapat di Rumah Bupati Pati Jadi Sorotan, Pansus Hak Angket DPRD Pertanyakan Kenaikan Target PBB-P2

    Rapat di Rumah Bupati Pati Jadi Sorotan, Pansus Hak Angket DPRD Pertanyakan Kenaikan Target PBB-P2

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 207
    • 0Komentar

    PATI – Kontroversi muncul di Kabupaten Pati terkait rapat yang membahas kenaikan target Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, menyoroti rapat yang diadakan di rumah pribadi Bupati Sudewo di Desa Slungkep. Yeti Kristianti, legislator dari Fraksi Gerindra, mengungkapkan kejanggalan prosedur rapat tersebut, […]

expand_less