Breaking News
light_mode

Selesai DIbangun Pedagang Pasar Rogowongso Siap Kembali ke Pasar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 17 Jan 2018
  • visibility 264
Jamin Jual Beli Tetap Ramai

Pedagang Pasar Rogowongso masih menempati kios darurat


Lingkar Muria, PATI – Beberapa pedagang Pasar Rogowongso yang masih
menempati kios darurat,  mengaku
transaksi jual beli lebih ramai di pinggir jalan ketimbang di dalam pasar.
Seperti yang dituturkan Atik, 45, pedagang sayuran ini mengaku jualannya lebih
ramai saat menempati kios darurat yang berada di sekitar kawasan pecinan ini.
”Lebih ramai, orang gampang kalau
mau belanja. Tinggal berhenti sembari masih duduk di atas motor, tanpa perlu
parkir, transaksi jual beli terjadi. Berbeda saat di dalam pasar,” kata penjual
sayur yang berada di samping kelenteng ini.
Bahkan, kalau di pasar transaksi
paling banter hanya sampai pukul 14.00, saat jualan di pinggir jalan seperti
ini, di kiosnya sampai pukul 15.00, masih ada saja pembeli yang datang. Bahkan
ada beberapa pedagang yang merasa nyaman dan ingin tetap berjualan di kios
darurat saja.
Menanggapi hal demikian, Kepala
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Riyoso melalui Kabid Pengelolaan Pasar, B J
Ishrony menuturkan pihaknya akan terus memberikan sosialisasi kepada pedagang.
”Ya memang ramai pastinya karena di
pinggir jalan kan strategis, tapi perlu melihat juga jalan merupakan fasilitas
umum. Tentu aktivitas jual beli, jangan sampai mengganggu pengguna jalan lah. Selain itu pasar juga sudah
dibangun dengan bagus, harus dimanfaatkan lah,”
katanya.
Senada dengan Kabid Pengelolaan
Pasar, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati Noto Subiyanto mengungkapkan, meski
memang ramai di pinggir jalan tetapi pedagang mesti harus menempati pasar.
”Sudah dibangun pemerintah
bagus-bagus mesti harus ditempati. Kalau sudah langganan, pasti kemanapun
dicari. Jadi jangan khawatir lah, pasti ramai,” ungkap politisi PDI Perjuangan
ini.

Selain itu pasar-pasar dibangun
sekarang ini agar pembeli maupun pedagang nyaman. Sebab pasar sekarang bersih,
bangunannya bagus. Kalau hujan tidak akan becek seperti pasar-pasar tradisional
di masa sebelumnya. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyrakat
kecil agar tak kalah bersaing dengan keberadaan swalayan dan semacamnya,”
terang Noto. (has)
  
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Ungkap Pentingnya Keikutsertaan Program BPJS Kesehatan

    Anggota DPRD Pati Ungkap Pentingnya Keikutsertaan Program BPJS Kesehatan

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 359
    • 0Komentar

    PATI – Hj. Muntamah, anggota DPRD Pati, menekankan pentingnya keikutsertaan masyarakat dalam program BPJS Kesehatan. “Saya berharap masyarakat dapat menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ini sangat penting dan akan memberikan manfaat besar dalam hal kesehatan,” ujarnya. Muntamah menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan merupakan jaminan kesehatan vital bagi masyarakat. “Dengan menjadi peserta, masyarakat dapat menjaga kesehatan mereka dan […]

  • Muda-Mudi Kudus Gelar Fashion Show Jalanan

    Muda-Mudi Kudus Gelar Fashion Show Jalanan

    • calendar_month Sen, 1 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

      Even fashion show anak muda Kudus saat CFD KUDUS – Fashion show jalanan ala Citayam Fashion Week yang ngtrend di Jakarta hadi juga di Kudus. Saat momen Car Free Day Minggu (31/7/2022) jalanan di kawasan alun-alun Kudus dipadati pengunjung menyaksikan keseruan fashion show tersebut. Even fashion show itu bertajuk bertajuk casual fashion street itu […]

  • Aksi demo ketua RT dan RW di Kabupaten Pati 

    Geruduk Pendopo Ketua RT RW di Pati Minta Honor Naik

    • calendar_month Kam, 22 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

      Aksi demo ketua RT dan RW di Kabupaten Pati PATI – Para Ketua RT dan RW se Kabupaten Pati menggeruduk pendopo kabupaten pada hari Kamis 23 Juni 2023, pukul 09.00 WIB. Mereka menuntut honorarium dinaikkan. Dari semula 500 ribu per tahun menjadi 500 ribu per bulan. Jika tuntutan mereka tidak digubris, mereka bakal melakukan […]

  • PAC Pagar Nusa Kecamatan Margoyoso Memenangkan Tiga Piala di Kejurwil PSNU PN Tingkat Eks Karisidenan Pati

    PAC Pagar Nusa Kecamatan Margoyoso Memenangkan Tiga Piala di Kejurwil PSNU PN Tingkat Eks Karisidenan Pati

    • calendar_month Sen, 20 Nov 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 312
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – PAC Pagar Nusa Kecamatan Margoyoso berhasil meraih tiga piala di Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) I Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa (PN) se-Eks Karesidenan Pati. Bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Kecamatan Margoyoso, Pati pada Jumat-Minggu (17-19/11/2023). Pelatih PAC Pagar Nusa Kecamatan Margoyoso Suhardi, menyatakan kegembiraannya karena anak didiknya berhasil memenangkan tiga piala. “Kita […]

  • Bupati Haryanto ; Iuran Pendidikan Boleh

    Bupati Haryanto ; Iuran Pendidikan Boleh

    • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto memberikan sambutan di acara Rakor Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (16/10/2018) PATI – Bupati Haryanto membolehkan adanya iuran dalam kegiatan pendidikan. Namun harus sesuai ketentuan. Hal itu disampaikannya saat Rakor Pendidik dan Kebudayaan di Gedung Korpri Selasa (16/10/2018). Dalam arahannya tersebut, Bupati Pati Haryanto menegaskan, apabila instansi pendidikan memiliki program baru, namun masih ragu […]

  • Salah Desil Jangan Sampai Warga Miskin Kehilangan JKN, Edy Wuryanto Soroti DTSEN

    Salah Desil Jangan Sampai Warga Miskin Kehilangan JKN, Edy Wuryanto Soroti DTSEN

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.953
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kesalahan penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) jangan sampai berujung pada hilangnya hak warga miskin atas jaminan kesehatan. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendesak pemerintah segera membenahi persoalan DTSEN menyusul adanya keluhan masyarakat mengenai perubahan desil meski kondisi ekonomi mereka relatif tidak berubah. Menurut Edy, perubahan klasifikasi […]

expand_less