Breaking News
light_mode

Hindari Pungli Sertifikat Tanah, Begini Caranya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 4 Feb 2018
  • visibility 146

rimanews.com

Lingkar Muria, REMBANG – Pemerintah
desa didorong menetapkan biaya pengurusan sertifikat tanah di luar program Pendaftaran
Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penetapan biaya itu untuk menghindari pungutan
liar bagi warga pemohon program tersebut.

Bupati
Rembang Abdul Hafidz mengakui program Prona memang belum bisa mengakomodir
keinginan masyarakat yang akan mengurus sertifikat tanah. Namun, setiap tahun pemerintah
menambah kuota program yang dulunya bernama Prona itu.

Tahun
lalu, Kabupaten Rembang mendapat jatah 17 ribu sertifikat tanah. Jumlah tersebut
naik drastis pada tahun ini yang dijatah 40 ribu. Dari jumlah tersebut, tidak
semua desa mendapatkan jatah.

Tahun
ini ada 30 desa dari lima kecamatan yang mendapat jatah PTSL. Yakni, Kecamatan
Sumber, Kaliori, Bulu, Sulang dan Kragan. Itupun tidak semua desa di kecamatan
tersebut mendapat jatah.

”Program
ini membawa dampak positif bagi warga dari sisi sosial ekonomi. Yang sudah
punya sertifikat bisa digunakan mengembangkan usaha. Desa yang sudah siap dan
belum masuk tahun ini, bisa mengajukan agar masuk tahun 2019,” jelasnya.

Hafidz
mendorong pemerintah desa menetapkan biaya lain-lain di luar PTSL. Seperti harga
patok dan kebutuhan lainnya. Karena biaya-biaya itu tidak ditanggung oleh
program PTSL.

Biaya
lain-lain di setiap desa tentu berbeda. Sesuai dengan kondisi desa
masing-masing. Penetapan biaya di luar PTSL juga untuk menghindari adanya
pungutan liar. Hafidz berpesan agar tidak ada pihak yang bermain dengan program
tersebut. Karena biaya pengurusan sertifikat tanah dalam program PTSL
ditanggung APBN.

”Kalau
harga patok seribu ya seribu. Jangan
dimainkan. Desa menetapkan biayanya berapa lewat musdes. Itu akan jadi
akumulasi biaya yang ditanggung pemohon agar tidak ada masalah,” imbuhnya. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alhamdulillah Motor Dinas Kades di Pati Dianggarkan 32 Juta, Bisa Beli Nmax atau KLX

    Alhamdulillah Motor Dinas Kades di Pati Dianggarkan 32 Juta, Bisa Beli Nmax atau KLX

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Ilustrasi Dari situs oto.com harga Yamaha Nmax tahun 2023 sebesar Rp 31,62 juta. Sedangkan harga Kawasaki KLX 150 standart sebesar Rp 32 juta. Pemerintah Kabupaten Pati menganggarkan pengadaan motor dinas bagi para kepala desa. Anggarannya sebesar Rp 32 juta untuk setiap motor dinas. Penganggaran ini karena melihat kondisi sepeda motor dinas kepala desa yang sudah […]

  • Bupati Pati Sambut Ratusan Pemudik di Terminal

    Bupati Pati Sambut Ratusan Pemudik di Terminal

    • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Para pemudik tiba di terminal Pati PATI – Bupati Pati Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin dan Forkopimda menyambut kedatangan para pemudik dari Jakarta yang tiba di Terminal Kembangjoyo Pati, Jumat (29/4/2022) dini hari. Total ada sebanyak 500 pemudik yang mengikuti program ini. Para pemudik ini merupakan perantau yang mengikuti program mudik gratis dari Pemerintah […]

  • DPRD Pati Kawal Penambahan Tenaga Penyuluh Pertanian di Wedarijaksa

    DPRD Pati Kawal Penambahan Tenaga Penyuluh Pertanian di Wedarijaksa

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 187
    • 0Komentar

    PATI – Minimnya jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, dikeluhkan para penyuluh kepada Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan. Setiap penyuluh saat ini harus menangani 3 hingga 4 desa, mengakibatkan beban kerja yang sangat berat dan berdampak pada kualitas pendampingan petani. Hal ini terungkap saat Muslihan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan […]

  • Anggota DPRD Pati, Mukit Optimistis Wushu Pati Berprestasi di Bawah Kepemimpinan KONI yang Baru

    Anggota DPRD Pati, Mukit Optimistis Wushu Pati Berprestasi di Bawah Kepemimpinan KONI yang Baru

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 189
    • 0Komentar

    PATI – Mukit, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Demokrat, menyatakan optimisme terhadap masa depan olahraga Wushu di Pati. Ia berharap kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang dipimpin oleh Sutarto Oentarso mampu membawa kemajuan bagi cabang olahraga ini. “Semoga dengan kepemimpinan Pak Kokok, olahraga khususnya wushu bisa lebih maju dan melahirkan atlet-atlet […]

  • Mbah Gatot Undur Diri, Rudy Eka Priambada Mengganti

    Mbah Gatot Undur Diri, Rudy Eka Priambada Mengganti

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Rudy Eka Priambada saat di mes Persipa  PATI – Dua kekalahan beruntun yang dialami Persipa, akhirnya memakan tumbal. Pelatih kepala Gatot Barnowo mengundurkan diri lebih awal. Sebelum menemani Ihsan Ramadhani bertandang ke Stadion Krida, menghadapi Persipur Purwodadi Rabu (24/7/2019). Posisi pria yang akrab disapa Mbah Gatot itu digantikan Rudy Eka Priambada. Pelatih berusia 37 tahun […]

  • Pansus Angket DPRD Pati: Fokus 12 Poin Kebijakan Bupati, Bukan Hanya PBB-P2

    Pansus Angket DPRD Pati: Fokus 12 Poin Kebijakan Bupati, Bukan Hanya PBB-P2

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 180
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati terus menjalankan tugas Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket, yang dibentuk sebagai respons terhadap desakan masyarakat terkait kebijakan Bupati Sudewo. Pansus ini berpotensi membawa implikasi serius, termasuk pemakzulan bupati. Bupati Pati Sudewo sebelumnya menyampaikan harapannya agar Pansus fokus pada isu Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan […]

expand_less