Breaking News
light_mode

Panen Raya, Harga Jatuh Petani Bawang Merah Mengeluh

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 6 Agu 2018
  • visibility 219

PATI – Bukannya kegirangan yang dialami petani bawang merah, musim panen
raya mereka malah mengeluh. Hal itu lantaran harga bawang merah yang jatuh.
Saat panen begini harga jual dari petani justru mengalami penurunan jauh.
Seperti yang dialami petani bawang merah di Desa Sidoarjo Kecamatan
Wedarijaksa. Informasi yang dihimpun, saat ini harga jual bawang merah dari
petani hanya dihargai sebesar Rp 7 ribu perkilogramnya.
Ketua Asosiasi Bawang Merah Pati Suparlan mengatakan, saat ini harga bawang
merah menurun derastis.  Bahkan, untuk menutup ongkos produksi saja
dirinya mengaku tidak cukup.
“Musim panen tahun ini, kami justru merugi. Harganya sangat jauh dari
perkiraan. Padahal, untuk ongkos produksi, kami harus mengeluarkan uang hingga
puluhan juta rupiah,” ungkapnya, Senin (6/8/2018).
Lebih lanjut, untuk stabilitas harga bawang merah, seharusnya saat ini pada
posisi Rp 15 ribu perkilogramnya. Selain sudah bisa menutup obgkos produksi,
tepai juga untung meskipun hanya sedikit. Akan tetapi, apabila harganya dibawah
Rp 10 ribu, justru kerugiannya akan lebih banyak.
“Untuk satu hektar lahan, kami harus mengeluarkan biaya produksi sebanyak
Rp 70 juta. Pada saat panen pertama, kami hanya mendapatkan uang Rp 30 juta.
Kemudian pada masa tanam kedua, kami justru mengeluarkan biaya produksi lebih
banyak. Tapi pada musim panen hanya mendapatkan uang Rp 50 juta. Ini kan tidak
bisa menutup ongkos produksi,” imbuhnya.
Perhatian Pemerintah
Dia berharap, pemerintah memperhatikan komoditas bawang merah tersebut.
Memang, lanjut Suparlan, pemerintah telah memberikan bantuan bibit murah kepada
para petani. Tetapi pada saat panen, harga bawang justru anjlok.
“Kami minta, pemerintah selain menetapkan harga eceran tertinggi (HET),
juga bisa menentukan harga eceran terendah. Itu dalamrangka untuk menyelamatkan
para petani, apabila harga bawang sangat rendah,” tegasnya.
Dia juga mengatakan, saat ini banyak petani bawang yang mulai menganggur
dan tidak lagi menanam bawang. Mereka masih menunggu hingga tahun 2019
mendatang. Apabila harga bawang belum juga stabil, tidak menutup kemungkinan
para petani bawang akan beralih ke tanaman yang lain. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bencana Alam, Pemerintah, dan Peran Perusahaan

    Bencana Alam, Pemerintah, dan Peran Perusahaan

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Ahmad Kharis Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang masuk dalam kawasan rawan bencana alam, atau disebut Ring of Fire Indonesia. Keadaan tersebut menyebabkan Indonesia kerap mengalami beragam bencana alam.Seperti gempa bumi, tsunami, hingga letusan gunung berapi. Dampak Gempa Bumi di Maluku, 26 September 2019, total rumah rusak sekitar 12.137 unit. Jumlah kerusakan paling banyak dibandingkan […]

  • DPUTR Pati: Perbaikan Jalan Masih Proses Administrasi, Mulai Setelah Lebaran

    DPUTR Pati: Perbaikan Jalan Masih Proses Administrasi, Mulai Setelah Lebaran

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.239
    • 0Komentar

    PATI – Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Pati akan melakukan perbaikan terhadap 80 titik jalan yang mengalami kerusakan. Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Bidang Bina Marga. Sebanyak 15 titik di antara total jalan yang akan diperbaiki ditetapkan sebagai prioritas utama. Hal ini dikarenakan jalan-jalan tersebut merupakan akses […]

  • Pansus Hak Angket Minta Bupati Pati Lebih Bijak dalam Berkomunikasi

    Pansus Hak Angket Minta Bupati Pati Lebih Bijak dalam Berkomunikasi

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 552
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, menyoroti tantangan Bupati Sudewo kepada masyarakat terkait pajak bumi dan bangunan (PBB) yang berujung pada demonstrasi besar beberapa bulan lalu. Pansus menilai, tindakan tersebut telah mengganggu stabilitas nasional. Hal ini disampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Pati pada Jumat, 31 Oktober 2025, dengan agenda […]

  • Peduli Abrasi, Kodim Pati Tanam 1500 Mangrove

    Peduli Abrasi, Kodim Pati Tanam 1500 Mangrove

    • calendar_month Jum, 29 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Dandim Letkol Arm Arief Darmawan ikut menanam mangrove PATI – Jajaran Kodim  0718/Pati turut peduli dengan ancaman abrasi, untuk itu mereka terlibat langsung melakukan penanaman bibit mangrov di sepanjang Pantai Desa Margomulyo Kecamatan Tayu Kabupaten Pati Senin (25/3/2019) kemarin. Total ada 1500 bibit yang ditanam prajurit angkatan darat ini. Penanaman mangrove dengan menggandeng masyarakat dan […]

  • Porprov 2023 Bonus Medali Emas Atlet Pati 50 Juta

    Porprov 2023 Bonus Medali Emas Atlet Pati 50 Juta

    • calendar_month Sen, 4 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto memberikan motivasi kepada atlet Bupati Pati Haryanto membakar semangat juang para atlet yang akan berlaga di Porprov 2023. Bupati ingin para atlet bekerja keras untuk meraih juara. Agar tidak hanya sukses penyelenggaraaan tapi juga sukses prestasi. PATI – Sejumlah perwakilan atlet dan pengurus cabang olahraga di Kabupaten Pati dikumpulkan, mereka mendapat suntikan semangat […]

  • Dewan Pati Minta BPD dan Kepala Desa Jalin Sinergitas dalam Pembangunan Desa

    Dewan Pati Minta BPD dan Kepala Desa Jalin Sinergitas dalam Pembangunan Desa

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 203
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kepala desa dalam membangun desa di Kabupaten Pati. “Kesuksesan program pembangunan desa sangat bergantung pada sinergi yang baik antara BPD dan kepala desa,” ujarnya. Teguh menjelaskan bahwa BPD memiliki peran penting dalam mengkawal aspirasi masyarakat desa. […]

expand_less