Breaking News
light_mode

Lima Alasan Kota Pati Sulit Dilupakan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
  • visibility 383

Kota
Pati terletak di Jawa Tengah. Salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki
wilayah paling luas. Pati memiliki pantai, hingga dataran tinggi pegunungan. Kotanya
tak terlalu ramai. Hingga mendapat julukan kota pensiunan.
Namun,
kota ini punya daya tarik sendiri yang membuat siapapun betah berlama-lama
tinggal di kota yang terdiri dari 21 kecamatan, 401 desa, dan 3 kelurahan ini.
Apa saja alasannya? Redaksi merangkumnya menjadi lima alasan Kota Pati sulit
dilupakan. Alasan nomor lima bikin kamu tak mau pulang dari Pati.

1. Makanannya
Enak-enak
Mau wisata kuliner yang bisa bikin lidah kamu
bergoyang riang ? Cukup ke Pati saja. Ya karena di daerah yang kini dipimpin Bupati
Haryanto ini beragam sajian kuliner khas tersedia, dan juga sangat mudah
dijumpai di tiap sudut kota. Yang paling terkenal adalah Nasi Gandul, Soto
Kemiri, Petis Runting.
 Siapapun pasti akan ketagihan dengan sajian kuliner tersebut.
2. Hiburannya Banyak
Kamu tak akan stres hidup di Pati. Kenapa tidak ? Sebab ada banyak hiburan di sini. Sudah kadung melekat, Pati menjadi salah satu daerah dengan tempat hiburan malam yang cukup melimpah. Dari yang berharga murah hingga kelas mewah. Ya betul karaoke. Pati boleh di bilang sebagai kota karaoke. 
Bahkan pernah terjadi aksi unjuk rasa oleh para pemandu karaoke di Pati. Jumlahnya ratusan, sebab ada perda yang ditengarai bakal mengancam ladang uang mereka.
Di Sepanjang Jalan Pantura Kecamatan Margorejo, kamu akan mendapati kerlap-kerlip lampu warna-warni. Di situlah gemerlap malam Kota Pati berada. Selain itu di beberapa hotel juga menyediakan fasilitas karaoke.
3. Tempat Wisata Melimpah
Selain wisata kuliner, Pati juga dikenal memiliki banyak obyek wisata andalan. Seperti Gua Pancur, Wisata Alam Jolong, hingga wisata toleransi di Jrahi, Gunungwungkul. Penasaran ? datang saja. 
4. Mau Apa Saja Ada 
Di Pati kamu bisa hidup tanpa bergantung dari kota lain. Makan nasi, di sini penghasil beras. Bahkan menjadi lumbung pangan di Jawa Tengah. Mau pakai sepatu, di sini juga ada sentra pengrajin sepatu di Desa Suwaduk Kecamatan Wedarijaksa. Mau pakai batik ? tinggal pilih. Ada batik Bakaran, batik Pesantenan, hingga batik Langse. Motifnya beragam. Mau pasang hiasan di rumah? di sini ada pengrajin kuningan yang legendaris. Tempatnya di daerah Juwana. 
Mau makan ikan segar ? Juwana punya segala jenis ikan di lautan Indonesia. Mau makan buah ? di sini ada sentra budidaya Jeruk Pamelo Madu yang rasanya segar dan manis, ada kelapa kopyor. Hidup di Pati tercukupi. Tinggal seberapa tebal dompetmu saja. hehe.
5. Ada Banyak Pesantren
Puluhan pesantren berdiri di Desa Kajen Kecamatan Margoyoso. Di sini banyak tinggal santri dan santriwati. Para santri sudah dikenal memiliki karakter dan akhlak yang baik, kehidupan pesantren menempa para santri baik secara agama, maupun cara hidup bermasyarakat, melalui pergaulan sesama teman di bilik pesantren. 
Untuk kamu yang jomblo, ada calon istri/suami yang tersedia di sini. Terutama calon istri. Bahkan sudah lumrah di kalangan pesantren. Bagi laki-laki yang sudah mantap untuk berumah tangga tapi belum punya calon, datang saja ke kiai. Minta saran, atau amalan. Syukur minta pilihan jodoh dari santriwatinya. Suatu hari seorang teman yang baru saya kenal pernah menyarankan saya begitu. “Kalau kamu masih jomblo, datang saja ke pak yai ini. Saya juga dapat istri setelah sowan ke pak yai, dan dipilihkan salah satu santriwatinya. Alhamdulillah sakinah, mawadah. Sekarang saya hidup bahagia bersama istri saya,” katanya. (yan)


  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Pengisian Kekosongan Perangkat Desa untuk Tingkatkan Pelayanan 

    DPRD Pati Dorong Pengisian Kekosongan Perangkat Desa untuk Tingkatkan Pelayanan 

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 280
    • 0Komentar

    PATI – Kekosongan ratusan formasi perangkat desa (perades) di Kabupaten Pati menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Pasalnya, kondisi ini dinilai dapat mengganggu efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Menurut data yang ada, saat ini terdapat 601 formasi perades yang kosong di Kabupaten Pati. Rinciannya, 86 formasi sekretaris desa dan 515 formasi perangkat desa […]

  • Usaha Angkringan Bikin Makin Pengalaman

    Usaha Angkringan Bikin Makin Pengalaman

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sri Wahyuni Sudah dua tahunan ini, Sri Wahyuni bergelut dengan usaha jualan nasi kucing di angkringan miliknya sendiri. Tentu selain nasi kucing, juga banyak aneka makanan lain layaknya angkringan pada umumnya. Dari situ, ia sedikit-sedikit dapat membantu biaya kuliah, jajan, hingga membeli kosmetik sendiri. Perempuan kelahiran Pati 13 September 1994 ini menuturkan, tak canggung dengan […]

  • PSSI Pati Persiapkan Wasit Jelang Putar Liga Top Skor

    PSSI Pati Persiapkan Wasit Jelang Putar Liga Top Skor

    • calendar_month Kam, 16 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Ketua Askab PSSI Pati Jumani memimpin rapat kordinasi   Askab PSSI Pati sangat serius untuk memutar kompetisi usia muda yang menggandeng Liga Top Skor. Perangkat pertandingan disiapkan jauh hari untuk menyukseskan penyelenggaraan kompetisi. PATI – Askab PSSI Pati menggelar rapat koordinasi bersama wasit dan pengawas pertandingan. Rapat dipimpin ketua Askab PSSI Pati Jumani. Hadir pula […]

  • Edy Wuryanto Dorong Pekerja Miskin Dapat Jaminan Sosial, Iuran Bisa Diambil dari Hasil Investasi BPJS TK

    Edy Wuryanto Dorong Pekerja Miskin Dapat Jaminan Sosial, Iuran Bisa Diambil dari Hasil Investasi BPJS TK

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.240
    • 0Komentar

    JAKARTA – Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali pekerja yang berada di garis kemiskinan. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mendesak agar kelompok pekerja rentan segera mendapatkan akses Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) tanpa harus memikirkan beban biaya iuran bulanan. Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan […]

  • Ratusan Pantarlih Pilkada 2024 Kecamatan Margoyoso Dilantik

    Ratusan Pantarlih Pilkada 2024 Kecamatan Margoyoso Dilantik

    • calendar_month Sel, 25 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 234
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Margoyoso melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Pemutakhiran Data dan Pemilih (Pantarlih) dalam rangka pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024. Sebanyak 203 Pantarlih turut serta dalam acara pelantikan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Margoyoso pada hari Senin, (24/06/2024). Acara pelantikan ini dihadiri oleh […]

  • Peduli Terhadap Sejarah Lokal

    Peduli Terhadap Sejarah Lokal

    • calendar_month Sab, 9 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, Rembang – Sering dengan perkembangan zaman, siswa mulai luntur semangat untuk mempelajari sejarah, terlebih sejarah yang berada di lingkungan sekitar (lokal).  SMPN 3 Lasem merupakan sekolah yang mencanangkan  peserta didiknya untuk peduli terhadap keberadaan situs-situs sejarah yang berada di lingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan waktu jeda semester pertama, SMP N 3 Lasem mengajak peserta […]

expand_less