Breaking News
light_mode

Bupati Haryanto ; Iuran Pendidikan Boleh

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
  • visibility 288
Bupati Haryanto memberikan sambutan di acara Rakor Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (16/10/2018)

PATI – Bupati Haryanto membolehkan
adanya iuran dalam kegiatan pendidikan. Namun harus sesuai ketentuan. Hal itu
disampaikannya saat Rakor Pendidik dan Kebudayaan di Gedung Korpri Selasa
(16/10/2018).
Dalam arahannya tersebut, Bupati
Pati Haryanto menegaskan, apabila instansi pendidikan memiliki program baru,
namun masih ragu untuk melaksanakannya, dapatdi komunikasikan dan
dikonsultasikan dahulu.
”Jadi sesuai dengan Permendiknas,
selama program penarikan biaya yang dilakukan oleh instansi pendidikan sesuai
kebutuhan, dan tidak ada unsur memaksa, maka diperbolehkan. Namun, swadaya
tidak harus dari orang tua, bisa dari alumni, bisa dari pihak ketiga dan dari
orang tua yang benar – benar mampu. Sifatnya juga tidak membebani serta tidak
memaksa,” jelas bupati.
Hal ini, lantaran dalam instansi
pendidikan, terdapat program – program yang memang harus diselesaikan melalui
swadaya. Namun, bupati menekankan jika program tersebut tidak ada namun diada –
adakan, itu merupakan pungutan liar (pungli).
”Jadi menurut kami, bahwa apa yang
dilakukan dan diprogramkan oleh instansi pendidikan di lingkungan Kabupaten
Pati, sudah sesuai dengan mekanisme yang ada,” imbuhnya.
Bupati mengingatkan, agar tidak
terjadi aksi saling lapor baik dari pihak luar dengan instansi pendidikan,
bahkan sampai informasi tersebut meluas, sudah semestinya tugas dari pengawas,
kepala sekolah, penilik, koordinator satuan pendidikan di sekolah agar sering
melakukan koordinasi dengan orang tua murid.
Lebih lanjut, apabila tidak
dilakukan sosialisasi terkait program maupun swadaya yang diadakan, baik orang
tua dan masyarakat pasti akan bertanya – tanya. Karena saat ini, sering terjadi
salah kaprah, yakni sudah dilakukan sosialisasi terkait suatu program, namun
masyarakat tidak mendengarkan, bahkan ada yang acuh sehingga terjadi saling
melapor.
”Jadi kami menerapkan program
tidaklah sama dengan daerah lain. Untuk dana BOS, kita masih bertumpu dan
menggunakan dalam rangka untuk menyubsidi sekolah, tapi karena sering terjadi
kekurangan, maka ada yang namanya Sumbangan Pembangunan Institusi,” pungkasnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Mulus Persiku Kudus ke Babak 32 Besar Liga 3 Nasional

    Jalan Mulus Persiku Kudus ke Babak 32 Besar Liga 3 Nasional

    • calendar_month Sel, 7 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 253
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persiku Kudus meniti jalan mulus melenggang ke babak 32 besar Liga 3 Nasional. Macan Muria memastikan lolos ke babak 32 besar setelah menekuk 757 Kepri dengan skor tipis 2 – 1 di Stadion Wergu Wetan Kudus, (6/5/2024). Di babak 80 besar ini Persiku Kudus sangat digdaya dengan meraup 3 kemenangan beruntun. Pada pertandingan […]

  • Waspada Musim Hujan, DPRD Pati Minta Drainase Segera Dinormalisasi

    Waspada Musim Hujan, DPRD Pati Minta Drainase Segera Dinormalisasi

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 242
    • 0Komentar

    PATI – Genangan air di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Pati kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan normalisasi drainase guna mengantisipasi musim hujan yang akan datang. “Drainase yang buruk memicu genangan air setiap kali hujan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa permasalahan ini diperparah oleh perubahan fungsi […]

  • World Clean up Day di Pati, Ratusan Kilogram Sampah Pasar Puri Dibersihkan

    World Clean up Day di Pati, Ratusan Kilogram Sampah Pasar Puri Dibersihkan

    • calendar_month Sab, 15 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Para peserta menimbang sampah yang dipungutnya di sekitar Pasar Puri  PATI – Pemandangan tak biasa terjadi di Pasar Puri, Pati Sabtu, (15/9/2018) kemarin. Jika setiap harinya pasar puri dibersihkan oleh petugas kebersihan. Kali ini, untuk memperingati world clean up day, ratusan masyarakat dari berbagai elemen juga ikut membersihkan pasar. Aksi tersebut diawali dengan apel besar […]

  • Persijap Jepara, Tim Pertama Indonesia yang Ramah Lingkungan

    Persijap Jepara, Tim Pertama Indonesia yang Ramah Lingkungan

    • calendar_month Rab, 1 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Persijap Jepara kembali mengeluarkan gebrakan baru di kancah persepakbolaan nasional. Tim asal Jepara tersebut menggandeng sebuah aplikasi yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan. Aplikasi yang dimaksud adalah Y-WASTE yang dapat diunduh dalam platform Android maupun IOS. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa meminimalisir limbah makanan yang mereka miliki. Selain masyarakat umum, aplikasi itu juga bisa […]

  • Pedagang Pasar Runting Antusias Sambut Wahyu-Suharyono, Doakan Jadi Bupati

    Pedagang Pasar Runting Antusias Sambut Wahyu-Suharyono, Doakan Jadi Bupati

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 223
    • 0Komentar

    PATI – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pati nomor urut 2, Wahyu Indriyanto dan Suharyono, menyapa pedagang dan pengunjung Pasar Runting, Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, Rabu (20/11/2024). Kedatangan mereka disambut antusias, terutama karena sosok Wahyu Indriyanto yang dinilai muda dan ramah. Para pedagang berebut berfoto selfie dengan Wahyu dan Suharyono, yang menghabiskan waktu berinteraksi […]

  • Tanpa Satu Kata Pun, Teater Boneka “Jala dan Jana” Ceritakan Hubungan Manusia dan Sungai di Kudus

    Tanpa Satu Kata Pun, Teater Boneka “Jala dan Jana” Ceritakan Hubungan Manusia dan Sungai di Kudus

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.991
    • 0Komentar

    KUDUS – Gemericik air, gerak tubuh, bentuk gambar, dan kain menjadi satu-satunya bahasa yang menghidupkan pertunjukan teater boneka bertajuk “Jala dan Jana” di Panggung Ngepringan, Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW), Kudus, Sabtu (18/7/2026) malam. Berlangsung selama sekitar 30 menit tanpa sebaris dialog, pementasan ini justru berhasil menyampaikan pesan mendalam tentang keterkaitan erat antara manusia dan […]

expand_less