Breaking News
light_mode

Tolak Penghapusan JKN, Edy Wuryanto Dorong Peningkatan Layanan BPJS Kesehatan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 103.171

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menegaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus terus dipertahankan dan tidak boleh dihapus.

Ia menilai program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi instrumen penting negara dalam menjamin akses pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Edy menyusul beredarnya informasi di media sosial mengenai isu penghapusan BPJS Kesehatan dan rencana pengalihan program JKN ke klinik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Kalau BPJS Kesehatan tutup, rakyat akan marah karena BPJS Kesehatan sudah banyak memberikan manfaat,” ujar Edy.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah III tersebut menekankan bahwa keberadaan BPJS Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek kelembagaan, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak masyarakat atas perlindungan kesehatan.

Selama ini, JKN menjadi salah satu tumpuan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu, upaya yang perlu dilakukan adalah memperkuat pelaksanaan program, bukan menghentikannya.

Dari sisi hukum, penyelenggaraan BPJS Kesehatan telah memiliki dasar yang kuat. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional mengatur sistem jaminan sosial, sedangkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menjadi landasan pembentukan dan pelaksanaan tugas BPJS.

Selain itu, Pasal 28H ayat (3) UUD 1945 menjamin hak setiap orang atas jaminan sosial. Sementara itu, Pasal 34 ayat (2) UUD 1945 mengamanatkan negara untuk mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Karena sudah diatur dalam undang-undang dan manfaatnya dirasakan masyarakat, fokus kita seharusnya memperkuat JKN. Kepesertaan harus semakin luas dan aktif, pelayanan harus semakin baik, serta pembiayaannya harus dijaga agar berkelanjutan,” tegas Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Edy menjelaskan, perluasan jumlah peserta aktif menjadi salah satu agenda utama dalam memperkuat pelaksanaan JKN. Upaya tersebut harus disertai dengan jaminan perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, sehingga mereka tetap dapat mengakses layanan kesehatan.

Ia pun mendorong pemerintah untuk memperkuat kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN). Langkah tersebut, menurutnya, perlu dibarengi dengan evaluasi terhadap kecukupan kuota dan ketepatan sasaran penerima bantuan agar masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi tetap mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, persoalan tunggakan iuran peserta mandiri juga perlu dicarikan jalan keluar. Edy menilai diperlukan kebijakan yang memungkinkan peserta kembali aktif tanpa mengesampingkan keberlanjutan program JKN.

“Jangan sampai masyarakat kehilangan perlindungan kesehatan hanya karena persoalan iuran yang tidak mampu mereka bayar. Harus ada solusi yang tepat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan, agar mereka bisa kembali menjadi peserta aktif,” ujarnya.

Selain memperluas kepesertaan, Edy turut menyoroti perlunya peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta JKN. Ia mendorong penguatan desk pengaduan di lobi rumah sakit agar pasien yang menghadapi kendala administrasi maupun pelayanan dapat segera memperoleh bantuan.

Menurutnya, keberadaan petugas pengaduan harus mampu memberikan penyelesaian konkret bagi peserta, bukan sekadar menjadi pemenuhan kewajiban administratif rumah sakit.

Peserta JKN juga harus mendapatkan informasi yang transparan serta pendampingan ketika mengalami hambatan dalam mengakses pelayanan kesehatan.

“Kalau pasien mengalami masalah saat mengakses pelayanan, harus ada tempat untuk mengadu dan mendapatkan penyelesaian. Desk pengaduan di rumah sakit perlu diperkuat supaya masyarakat tidak dibiarkan menghadapi persoalannya sendiri,” kata Edy.

Ia berpandangan bahwa perbaikan mutu pelayanan merupakan faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap program JKN.

Pelayanan yang semakin baik akan mendorong dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional.

Edy juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas pembiayaan JKN. Pemerintah, menurutnya, harus menjamin ketersediaan anggaran yang memadai agar BPJS Kesehatan mampu memenuhi kewajibannya dalam membiayai pelayanan kesehatan peserta.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penyesuaian iuran PBI JKN yang menjadi tanggungan pemerintah. Kecukupan iuran tersebut dinilai penting karena peserta PBI merupakan kelompok masyarakat yang pembayaran iurannya ditanggung oleh negara.

Meski demikian, Edy menegaskan bahwa kebijakan pembiayaan harus dirancang secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan program, kapasitas fiskal pemerintah, serta perlindungan bagi masyarakat.

Penguatan pembiayaan harus tetap mengedepankan prinsip keadilan dan memperhatikan kemampuan masyarakat dalam membayar iuran.

Ia menambahkan, keberlanjutan JKN merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, BPJS Kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Penanganan persoalan pembiayaan harus dilakukan melalui perencanaan yang matang agar tidak mengganggu pelayanan kepada peserta maupun pembayaran klaim kepada fasilitas kesehatan.

“JKN harus kita jaga bersama. Caranya dengan memperkuat kepesertaan aktif, memperbaiki pelayanan, dan memastikan pembiayaan yang memadai,” tuturnya.

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ijazah ‘Ammah Supaya Mudah Menghafal dari Abah Nafi’ Kajen Pati

    Ijazah ‘Ammah Supaya Mudah Menghafal dari Abah Nafi’ Kajen Pati

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 351
    • 0Komentar

      EDUKASI – Dalam salah satu edisi pengaosan Ahad-an Kitab al-Mizan al-Kubra karya Syekh Abdul Wahhab Sya’rani, Abah KH Ahmad Nafi’ Abdillah Salam menceritakan tentang kuatnya hafalan salah seorang Imam Madzhab Fiqih, yaitu Imam Abu Hanifah. Beliau kemudian mengisahkan, bahwa Imam Hanafi itu, ketika melihat teks sekali saja, bisa langsung hafal. Salah satu sebabnya, antara […]

  • Efektivitas Persebaya Jadi Pembeda, Persijap Jepara Kehilangan Arah di GBT

    Efektivitas Persebaya Jadi Pembeda, Persijap Jepara Kehilangan Arah di GBT

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.473
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, kembali menjadi panggung yang sulit bagi tim tamu. Minggu (28/12/2025) sore, Persijap Jepara datang dengan harapan mencuri poin, namun pulang dengan kenyataan pahit setelah takluk telak 0-4 dari Persebaya Surabaya. Skor besar itu bukan sekadar angka, melainkan cermin jelas dari perbedaan efektivitas kedua tim sepanjang 90 menit […]

  • Molor, KPU Pati Tunggu Surat Suara DPRD Kabupaten

    Molor, KPU Pati Tunggu Surat Suara DPRD Kabupaten

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Para pekerja melakukan pelipatan surat suara  PATI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati masih menunggu surat suara untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRDKabupaten Pati. sejauh ini, KPU baru merampungkan pelipatan suara untuk Pemilihan Presiden dan DPR RI. Kasubag Umum KPU Pati Sugeng santosa mengatakan, jika pihaknya masih menunggu datangnya surat suara yang sampai sejauh ini […]

  • Dukung Keamanan Lingkungan, TNI Bangun Dua Unit Poskamling

    Dukung Keamanan Lingkungan, TNI Bangun Dua Unit Poskamling

    • calendar_month Rab, 18 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    PATI – Satgas TMMD Reguler ke 101 di Desa Godo juga turut peduli dengan keamanan lingkungan. Untuk mendukung hal itu, kemarin Satgas TMMD bergotong-royong membangun dua unit Pos Kemanan Lingkungan (Poskamling). “Bantuan pembangunan dua unit pos kamling ini merupakan salah satu sasaran fisik dalam program TNI Manunggal membangun Desa (TMMD), selain sasaran betonisasi jalan sepanjang […]

  • Komisi C DPRD Pati Ingatkan Kontraktor Jaga Kualitas, Jelang Perbaikan Jalan Pasca-Lebaran

    Komisi C DPRD Pati Ingatkan Kontraktor Jaga Kualitas, Jelang Perbaikan Jalan Pasca-Lebaran

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.774
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang pelaksanaan perbaikan jalan yang direncanakan Pemkab Pati usai Lebaran 2026, Komisi C DPRD Kabupaten Pati mengeluarkan peringatan tegas kepada para kontraktor agar menjalankan proyek infrastruktur dengan penuh profesionalisme dan integritas. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menegaskan bahwa seluruh proyek pembangunan maupun perbaikan infrastruktur di daerah – termasuk jalan, jembatan, […]

  • Inovasi Olahan Ikan Bandeng di Pati Ini Cukup Menjanjikan di Masa Pandemi

    Inovasi Olahan Ikan Bandeng di Pati Ini Cukup Menjanjikan di Masa Pandemi

    • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

      Produk olahan ikan bandeng Oleh : Aryani Anandita Putri Banyak Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) yang kesusahan lantaran diterpa badai pandemi Covid-19. Namun ada juga yang tetap bertahan atau bahkan berinovasi agar usaha yang dilakoninya tetap berjalan dan berkembang. Seperti halnya Lukman Hakim yang sudah bertahun-tahun menekuni olahan bandeng. Meakipun sempat mengalami penuruna produksi […]

expand_less