Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 Resmi Digelar, Atlet 16 Negara Berebut Gelar Juara
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 103.018

Turnamen Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 digelar di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, pada 20–25 Oktober 2026, diikuti atlet dari 16 negara yang bersaing memperebutkan gelar juara.
KUDUS – Atlet bulutangkis dari 16 negara siap beradu kemampuan dalam turnamen Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 yang digelar pada 20–25 Oktober 2026 di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Turnamen berstatus BWF World Tour Super 100 tersebut menawarkan total hadiah mencapai USD 120.000 atau 120 ribu dolar AS.
Kejuaraan ini mempertandingkan lima sektor, meliputi tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Para peserta tidak hanya membidik gelar juara, tetapi juga berupaya menambah poin peringkat dunia yang dikeluarkan Badminton World Federation (BWF).
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, menyampaikan bahwa turnamen ini menjadi salah satu bentuk komitmen Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam menyediakan kompetisi bertaraf internasional bagi para atlet.
Menurut Yuni, kejuaraan tersebut memberikan ruang bagi pemain untuk mengasah kemampuan, meningkatkan daya saing, serta mengumpulkan poin BWF yang penting untuk menunjang perkembangan karier mereka.
“Melalui Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, kami ingin menghadirkan kompetisi yang berkualitas sekaligus menjadi wadah bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dan bersaing di level internasional,” ujar Yuni.
Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung dengan lancar dan menghadirkan laga-laga berkualitas yang menarik perhatian penonton.
Yuni juga berharap penyelenggaraan kejuaraan ini membawa manfaat positif bagi masyarakat Kudus serta mengajak warga untuk hadir langsung memberikan dukungan kepada para pemain.
Ketua PBSI Jawa Tengah, Akhmad Khafidz Basri Yusuf, turut menyambut positif penyelenggaraan turnamen internasional tersebut. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tradisi dan pembinaan bulutangkis di Kudus.
Selama ini, Kudus dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam pembinaan bulutangkis nasional. Sejumlah pemain berprestasi di tingkat nasional hingga internasional lahir dari daerah tersebut.
Melalui turnamen ini, para atlet diharapkan mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan saat menghadapi lawan dari berbagai negara.
“Kami berharap seluruh atlet yang bertanding mampu menampilkan kemampuan terbaik mereka dan mendapatkan pengalaman berharga sebagai bekal untuk lebih berkembang di level berikutnya,” kata Basri.
Dukungan terhadap kejuaraan ini juga diberikan oleh Polytron. Public Relations Manager Polytron, Kenny Meigar, menjelaskan bahwa partisipasi perusahaan dalam turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung kemajuan olahraga bulutangkis di Tanah Air.
Sebagai perusahaan yang telah tumbuh dan berkembang di Kudus selama lebih dari setengah abad, Polytron melihat penyelenggaraan kejuaraan ini sebagai kontribusi untuk mendukung perjuangan atlet Indonesia dalam meraih prestasi di kancah internasional.
“Bagi Polytron, ajang ini bukan sekadar turnamen, melainkan wujud komitmen nyata untuk mengiringi perjuangan para atlet Tanah Air mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” ujar Kenny.
Kenny juga mengajak masyarakat Kudus dan wilayah sekitarnya untuk datang ke Djarum Arena 2, Kaliputu, guna menyaksikan langsung pertandingan para atlet.
Dari sisi persaingan, sejumlah pemain unggulan akan bertanding di lima sektor yang diperlombakan. Pada nomor tunggal putra, Wang Tzu Wei dari Chinese Taipei menduduki unggulan pertama. Posisi unggulan kedua ditempati Dong Tian Yao dari China, sedangkan Zhu Xuan Chen dari China berada di urutan ketiga.
Indonesia mengandalkan sejumlah pemain di sektor ini, yakni Muhammad Yusuf sebagai unggulan keempat, Anthony Sinisuka Ginting di posisi unggulan keenam, serta Prahdiska Bagas Shujiwo yang menempati unggulan ketujuh.
Di sektor tunggal putri, Wong Ling Ching dari Malaysia menjadi pemain unggulan pertama. Yeo Jia Min dari Singapura berada di urutan kedua, diikuti Huang Ching Ping dari Chinese Taipei sebagai unggulan ketiga. Sementara itu, Indonesia menempatkan Thalita Ramadhani Wiryawan sebagai unggulan keenam.
Pada nomor ganda putra, pasangan He Zhi-Wei/Huang Jui-Hsuan dari Chinese Taipei menempati unggulan pertama, disusul Lin Chia Yen/Lin Yong Sheng sebagai unggulan kedua. Adapun Indonesia diwakili Patra Harapan Rindorindo/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan yang berada di posisi unggulan ke-11.
Persaingan di sektor ganda putri dipimpin pasangan China, Liao Li Xi/Shen Shi Yao, sebagai unggulan pertama. Wakil Indonesia, Rinjani Kwinnara Nastine/Isyana Syahira Meida, menempati posisi unggulan ketiga.
Sementara pada sektor ganda campuran, pasangan China Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi berada di urutan unggulan pertama. Indonesia menempatkan Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti sebagai unggulan kedua dan Bimo Prasetyo/Arlya Nabilla Thesa Munggaran di posisi unggulan kelima.
Masyarakat dapat menyaksikan langsung Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 di Djarum Arena 2, Kaliputu, Kudus, pada 20–25 Oktober 2026. Panitia menyediakan akses gratis bagi masyarakat yang ingin menonton pertandingan di arena.
Bagi penonton yang tidak dapat hadir secara langsung, pertandingan dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube @PolytronIndonesia. Sementara itu, laga mulai babak semifinal dijadwalkan tayang melalui iNews TV.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

