Breaking News
light_mode

Giant Sea Wall: Langkah Strategis Jaga Keberlanjutan Sektor Perikanan Pantura

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
  • visibility 101.198

PATI — Keberlangsungan hidup nelayan serta kemajuan sektor kelautan dan perikanan menjadi sorotan utama dalam pembahasan proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Proyek besar yang dirancang sebagai solusi atas banjir rob dan abrasi pantai ini diharapkan tidak justru menghambat roda perekonomian warga pesisir yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut.

Sebenarnya, dengan menggabungkan teknologi perlindungan pantai dan penataan jalur pelayaran, proyek strategis nasional ini justru ditargetkan mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan lokal lewat pemulihan kondisi ekosistem pesisir.

Merespons kekhawatiran mengenai dampak pembangunan terhadap sektor perikanan, Wakil Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Subaskoro, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyusun langkah mitigasi yang matang agar aktivitas melaut tidak terganggu.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan instansi terkait, muara sungai yang kerap dilalui nelayan skala kecil maupun besar untuk berlayar akan mendapatkan perlindungan khusus.

Penataan jalur ini dilakukan untuk mengatasi masalah pendangkalan muara yang selama ini sering dikeluhkan nelayan akibat penumpukan endapan lumpur.

Nantinya, akan dibangun bangunan pelindung di muara sungai yang aktif tersebut untuk menjamin keamanan jalur pelayaran nelayan.

“Itu nanti akan dibikinkan semacam tanggul beton kurang lebih sekitar 2 kilometer ke laut, mengarah ke laut. Jadi untuk mengurangi sedimentasi. Sehingga harapannya alur sungai muara di sepanjang Pantura Jawa Tengah ini tidak lagi dangkal,” ungkap Subaskoro kepada wartawan di Pati, Sabtu (18/7/2026).

Berkat penataan akses ini, pengusaha perikanan asal Pati ini yakin mobilitas nelayan tetap berjalan lancar, bahkan jauh lebih aman dari risiko kandas.

Pengerjaan tahap persiapan dan konstruksi awal proyek ini di Jawa Tengah direncanakan berlangsung pada periode Januari hingga April 2027.

Subaskoro menambahkan bahwa jadwal tersebut diperoleh setelah pihaknya berkomunikasi secara intensif dengan Deputi 2 Giant Sea Wall wilayah Jawa Tengah–Jawa Timur, Agus Adriyanto.

Apabila tidak ada halangan, pelaksanaan pembangunan akan dimulai pada awal tahun 2027 dengan fokus utama kawasan Teluk Semarang yang meliputi wilayah Kendal, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak.

Pembangunan akan diprioritaskan di wilayah Demak yang hingga kini menjadi lokasi paling parah terdampak banjir rob, di mana tempat tinggal nelayan dan lahan tambak warga sering mengalami kerusakan berat.

Selain menjaga akses nelayan di muara utama, sektor budidaya perikanan juga akan dilindungi melalui sistem perlindungan berlapis di kawasan Teluk Semarang.

Konsep perlindungan ini menggabungkan tanggul laut lepas (offshore dike) untuk memecah kekuatan ombak besar, tanggul tepi pantai (onshore dike) untuk melindungi permukiman dan lahan tambak, serta penghalang alami berupa sabuk hijau hutan mangrove.

Seluruh ekosistem hutan mangrove seluas 14.000 hektare yang membentang dari pesisir Jawa Tengah hingga Jawa Timur akan dilakukan pemulihan kembali.

Kehadiran hutan mangrove ini sangat penting bagi sektor perikanan karena berfungsi sebagai tempat pemijahan dan tempat tinggal alami bagi berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti ikan dan udang, sekaligus menahan laju abrasi pantai.

Manfaat lain bagi lingkungan pesisir dihasilkan melalui pengaturan aliran sungai yang tidak dilalui oleh perahu nelayan kecil.

Aliran anak sungai tersebut akan dialihkan menuju waduk penampungan buatan di dekat pantai, dan tidak langsung dibuang ke laut.

Waduk buatan ini tidak hanya berfungsi menampung luapan air saat hujan deras, tetapi juga membantu proses pemisahan endapan alami sehingga kadar garam air yang bercampur dengan air laut dapat menurun.

Air tawar yang terbentuk di permukaan waduk nantinya bisa dimanfaatkan warga sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mengairi lahan pertanian di sekitar pesisir yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih akibat intrusi air laut.

Secara keseluruhan, Subaskoro meyakini bahwa pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa Tengah ini tidak bertujuan membatasi ruang gerak warga pesisir.

Proyek raksasa ini merupakan upaya menyeluruh untuk melindungi pemukiman nelayan dari ancaman tenggelam akibat penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka air laut.

Dengan sistem perlindungan berlapis ini, rumah warga menjadi lebih aman, jalur perdagangan dan transportasi di Pantura terhindar dari genangan air, serta lahan tambak warga terlindungi dari terjangan ombak besar.

“Saya berharap proyek ini mampu menjaga Pantura tetap menjadi kawasan yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi kelangsungan hidup generasi nelayan masa depan,” tandas dia.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Anak Panti” Mengantarkan Pelajar Kudus Juara Festival Film Nasional IPNU

    “Anak Panti” Mengantarkan Pelajar Kudus Juara Festival Film Nasional IPNU

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Pemberian penghargaan oleh PP IPNU  KUDUS – Di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Minggu (23/2/2020) malam, wajah sumringah terpancar. Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Kudus menyabet prestasi membanggakan. Film pendek karya mereka berjudul Aku Anak Panti, dinobatkan sebagai yang terbaik dalam Festival Film Nasional yang diadakan PP IPNU.  “Alhamdulillah, berkat doa dari rekan-rekanita semua film berjudul […]

  • Seniman Pati Menuntut Bisa Pentas “Normal” Lagi

    Seniman Pati Menuntut Bisa Pentas “Normal” Lagi

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Sebuah adegan dalam pentas ketoprak Pati beberapa waktu yang lalu/ @kusumaryanadi Para seniman ingin kembali pentas secara normal. Apalagi menjelang “musim panen” kesenian tradisional pada bulan Syawal, Apit, dan Besar. Pentas terbuka sangat diharapkan para seniman agar kehidupan mereka bisa bangkit lagi setelah dua tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19.  PATI – Para seniman sangat berharap […]

  • Argentina Umumkan Bakal Lawan Timnas Indonesia 19 Juni di Jakarta

    Argentina Umumkan Bakal Lawan Timnas Indonesia 19 Juni di Jakarta

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

      Lionel Messi/INSTAGRAM AFA JAKARTA – Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) resmi mengumumkan pertandingan uji coba melawan timnas Indonesia pada 19 Juni 2023 di Jakarta.  “Timnas yang dipimpin Lionel Scaloni akan bermain pada Juni mendatang di China dan Indonesia,” tulis AFA dari situs resmi. “Pertandingan Persahabatan yang dikonfirmasi untuk Tur Asia 2023. Pada 15 Juni […]

  • DPRD Pati Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan dan Jaminan Sosial

    DPRD Pati Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan dan Jaminan Sosial

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.069
    • 0Komentar

    PATI – Pada kegiatan Musrenbang RKPD Tahun 2027, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati Ir. Bambang Susilo mengangkat isu mengenai kebutuhan untuk meningkatkan layanan kesehatan dan jaminan sosial bagi warga daerah, pada hari Selasa (31/03/2026). Beliau menyampaikan bahwa kesempatan untuk mengakses layanan kesehatan yang baik dan merata masih menghadapi hambatan di beberapa daerah. Tak hanya […]

  • Dewan Pati Dorong Masyarakat Manfaatkan Potensi Peternakan di Pati

    Dewan Pati Dorong Masyarakat Manfaatkan Potensi Peternakan di Pati

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 323
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati melihat potensi besar di sektor peternakan, yang dapat berkembang pesat jika dikelola dengan baik oleh masyarakat. Iklim dan cuaca di Pati sangat mendukung perkembangan sektor ini. Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Narso, menyatakan bahwa kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dapat meminimalkan risiko dalam peternakan. Salah […]

  • Ada Pertashop Tidak Perlu Jauh-Jauh ke SPBU

    Ada Pertashop Tidak Perlu Jauh-Jauh ke SPBU

    • calendar_month Sen, 21 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

      Pengisian BBM jenis Pertamax di Pertashop Desa Sumberrejo Kecamatan Gunungwungkal, Pati. Masyarakat di pelosok desa semakin dimudahkan dalam membeli BBM. Dengan hadirnya Pertashop, tidak perlu jauh-jauh ke SPBU, karena bisa beli bensi dengan harga yang sama. PATI, Gunungwungkal – Kepala Desa Sumberrejo Kecamatan Gunungwungkal senang. Karena di desanya berdiri kios BBM, Pertashop 4P 59106. […]

expand_less