Breaking News
light_mode

Giant Sea Wall: Langkah Strategis Jaga Keberlanjutan Sektor Perikanan Pantura

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
  • visibility 101.122

PATI — Keberlangsungan hidup nelayan serta kemajuan sektor kelautan dan perikanan menjadi sorotan utama dalam pembahasan proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Proyek besar yang dirancang sebagai solusi atas banjir rob dan abrasi pantai ini diharapkan tidak justru menghambat roda perekonomian warga pesisir yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut.

Sebenarnya, dengan menggabungkan teknologi perlindungan pantai dan penataan jalur pelayaran, proyek strategis nasional ini justru ditargetkan mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan lokal lewat pemulihan kondisi ekosistem pesisir.

Merespons kekhawatiran mengenai dampak pembangunan terhadap sektor perikanan, Wakil Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Subaskoro, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyusun langkah mitigasi yang matang agar aktivitas melaut tidak terganggu.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan instansi terkait, muara sungai yang kerap dilalui nelayan skala kecil maupun besar untuk berlayar akan mendapatkan perlindungan khusus.

Penataan jalur ini dilakukan untuk mengatasi masalah pendangkalan muara yang selama ini sering dikeluhkan nelayan akibat penumpukan endapan lumpur.

Nantinya, akan dibangun bangunan pelindung di muara sungai yang aktif tersebut untuk menjamin keamanan jalur pelayaran nelayan.

“Itu nanti akan dibikinkan semacam tanggul beton kurang lebih sekitar 2 kilometer ke laut, mengarah ke laut. Jadi untuk mengurangi sedimentasi. Sehingga harapannya alur sungai muara di sepanjang Pantura Jawa Tengah ini tidak lagi dangkal,” ungkap Subaskoro kepada wartawan di Pati, Sabtu (18/7/2026).

Berkat penataan akses ini, pengusaha perikanan asal Pati ini yakin mobilitas nelayan tetap berjalan lancar, bahkan jauh lebih aman dari risiko kandas.

Pengerjaan tahap persiapan dan konstruksi awal proyek ini di Jawa Tengah direncanakan berlangsung pada periode Januari hingga April 2027.

Subaskoro menambahkan bahwa jadwal tersebut diperoleh setelah pihaknya berkomunikasi secara intensif dengan Deputi 2 Giant Sea Wall wilayah Jawa Tengah–Jawa Timur, Agus Adriyanto.

Apabila tidak ada halangan, pelaksanaan pembangunan akan dimulai pada awal tahun 2027 dengan fokus utama kawasan Teluk Semarang yang meliputi wilayah Kendal, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak.

Pembangunan akan diprioritaskan di wilayah Demak yang hingga kini menjadi lokasi paling parah terdampak banjir rob, di mana tempat tinggal nelayan dan lahan tambak warga sering mengalami kerusakan berat.

Selain menjaga akses nelayan di muara utama, sektor budidaya perikanan juga akan dilindungi melalui sistem perlindungan berlapis di kawasan Teluk Semarang.

Konsep perlindungan ini menggabungkan tanggul laut lepas (offshore dike) untuk memecah kekuatan ombak besar, tanggul tepi pantai (onshore dike) untuk melindungi permukiman dan lahan tambak, serta penghalang alami berupa sabuk hijau hutan mangrove.

Seluruh ekosistem hutan mangrove seluas 14.000 hektare yang membentang dari pesisir Jawa Tengah hingga Jawa Timur akan dilakukan pemulihan kembali.

Kehadiran hutan mangrove ini sangat penting bagi sektor perikanan karena berfungsi sebagai tempat pemijahan dan tempat tinggal alami bagi berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti ikan dan udang, sekaligus menahan laju abrasi pantai.

Manfaat lain bagi lingkungan pesisir dihasilkan melalui pengaturan aliran sungai yang tidak dilalui oleh perahu nelayan kecil.

Aliran anak sungai tersebut akan dialihkan menuju waduk penampungan buatan di dekat pantai, dan tidak langsung dibuang ke laut.

Waduk buatan ini tidak hanya berfungsi menampung luapan air saat hujan deras, tetapi juga membantu proses pemisahan endapan alami sehingga kadar garam air yang bercampur dengan air laut dapat menurun.

Air tawar yang terbentuk di permukaan waduk nantinya bisa dimanfaatkan warga sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mengairi lahan pertanian di sekitar pesisir yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih akibat intrusi air laut.

Secara keseluruhan, Subaskoro meyakini bahwa pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa Tengah ini tidak bertujuan membatasi ruang gerak warga pesisir.

Proyek raksasa ini merupakan upaya menyeluruh untuk melindungi pemukiman nelayan dari ancaman tenggelam akibat penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka air laut.

Dengan sistem perlindungan berlapis ini, rumah warga menjadi lebih aman, jalur perdagangan dan transportasi di Pantura terhindar dari genangan air, serta lahan tambak warga terlindungi dari terjangan ombak besar.

“Saya berharap proyek ini mampu menjaga Pantura tetap menjadi kawasan yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi kelangsungan hidup generasi nelayan masa depan,” tandas dia.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar Oleh-Oleh Khas Pati yang Cocok untuk Keluarga

    Daftar Oleh-Oleh Khas Pati yang Cocok untuk Keluarga

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 426
    • 0Komentar

      Pohon kelapa kopyor produk unggulan kota Pati  Belum ke Kota Pati jika kamu belum membawa oleh-oleh khasnya. Kota Pati yang berada di jalur Pantura Jawa Tengah bagian timur memiliki sejumlah oleh-oleh khas. Oleh-oleh yang bisa dibawa pulang antara lain berupa makanan ringan, buah-buahan dan juga kerajinan.  Berikut redaksi Lingkar Muria merangkum daftar oleh-oleh khas […]

  • Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Penonaktifan 7,3 Juta Peserta BPJS PBI

    Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Penonaktifan 7,3 Juta Peserta BPJS PBI

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 338
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti penonaktifan 7,3 juta peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) oleh Kementerian Sosial. Ia mengungkapkan banyak aduan dari masyarakat Grobogan yang mengalami hal serupa. “Dari data yang kami terima, banyak masyarakat di Grobogan yang dieksklusi dari kepesertaan BPJS PBI,” ujarnya Jumat (4/7). Edy mendesak peninjauan ulang […]

  • Soal Beasiswa untuk Siswa Miskin, Wakil Ketua DPRD Pati Minta Pemkab Perhatikan Lulusan Pondok Pesantren

    Soal Beasiswa untuk Siswa Miskin, Wakil Ketua DPRD Pati Minta Pemkab Perhatikan Lulusan Pondok Pesantren

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 280
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati Sudewo telah mengeluarkan program pemberian beasiswa di perguruan tinggi bagi siswa kurang mampu. Kebijakan itu dinilai sangat baik. Salah satunya diungkapkan oleh Wakil Ketua ll DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo. Menurutnya, beasiswa yang diberikan kepada siswa lulusan SMA/SMK kurang mampu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) […]

  • Tutup TMMD Sengkuyung, Tuntaskan Sasaran Dua Desa di Pati

    Tutup TMMD Sengkuyung, Tuntaskan Sasaran Dua Desa di Pati

    • calendar_month Jum, 17 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Beberapa warga dan TNI mengerjakan pembangunan jalan di Desa Karangsari Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati PATI – TMMD Sengkuyung Tahap II 2018 telah rampung. Penutupan secara resmi dilakukan di Desa Karangsari Kecamatan Cluwak Rabu (8/8/2018) lalu. Sasaran pokok dan tambahan berhasil diselesaikan di dua lokasi sasaran Desa Kasiyan di Kecamatan Sukolilo dan Desa Karangsari di Kecamatan […]

  • Terbiasa Hadapi Berbagai Karakter

    Terbiasa Hadapi Berbagai Karakter

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Ika Safitriana Sumber : Istimewa Bekerja sebagai Human Resource Development (HRD) hotel dijalani Ika Safitriana setahun terakhir. Sebelumnya, ia menjadi ticketing officer di PT KAI Jogjakarta. Banyak hal yang didapat dari pekerjaan menjadi HRD. Ika, sapaan akrabnya, bisa mengenal lebih banyak orang yang berbeda-beda.  “Saya ingin bekerja di Pati karena ingin berdekatan dengan keluarga. Karena […]

  • DPRD Pati Dukung Penataan Trotoar Jalan Panglima Sudirman, Usulkan Konsep Seperti Malioboro

    DPRD Pati Dukung Penataan Trotoar Jalan Panglima Sudirman, Usulkan Konsep Seperti Malioboro

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.153
    • 0Komentar

    PATI – Rencana perbaikan dan penataan trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, mendapatkan dukungan penuh dari DPRD setempat. Proyek yang bersumber dari pendanaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini direncanakan akan menerapkan konsep kawasan pejalan kaki serupa dengan Malioboro, Yogyakarta. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menilai penataan kawasan tersebut […]

expand_less