Pemprov dan Pemkab Pati Bergerak Tangani Rob Tunggulsari, Tanggul Jebol Jadi Prioritas
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 100.116

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin saat meninjau lokasi rob, Senin (22/6/2026).
PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat penanganan banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu.
Langkah tersebut ditandai dengan peninjauan lapangan yang dilakukan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin, Senin (22/6/2026).
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah mengidentifikasi empat titik tanggul jebol dengan panjang total sekitar 450 meter yang menjadi penyebab utama masuknya air laut ke kawasan permukiman dan tambak warga. Penanganan darurat terhadap titik-titik tersebut menjadi prioritas utama.
“Jadi tadi kami bersama Pak Asisten sudah meninjau langsung di lapangan. Ada sekitar 450 meter tanggul yang harus segera ditangani karena menjadi titik paling mendesak,” kata Chandra.
Selain penanganan tanggul yang jebol, pemerintah juga telah memetakan kebutuhan penanganan lanjutan di sepanjang jalur sungai menuju laut. Kawasan sepanjang kurang lebih satu kilometer itu dinilai membutuhkan peninggian tanggul di kedua sisi untuk mengurangi risiko rob yang berulang.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Pati dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, makanan siap saji, air mineral, family kit, kasur, hingga perlengkapan kedaruratan lainnya.
Urip Sihabudin mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat mandat langsung dari Gubernur Jawa Tengah untuk memastikan bantuan tersalurkan sekaligus mengevaluasi kondisi infrastruktur yang memicu terjadinya banjir rob.
“Kami akan menangani terlebih dahulu tanggul-tanggul jebol di Tunggulsari. Untuk jangka pendek ini yang menjadi prioritas. Selanjutnya, penanganan kawasan lain akan disiapkan dalam skema menengah dan jangka panjang agar rob tidak menjadi bencana tahunan,” ujarnya.
Menurut Urip, hasil peninjauan menunjukkan tanggul yang ada saat ini masih dapat dimanfaatkan dengan peningkatan kapasitas melalui pelebaran konstruksi.
Upaya tersebut diharapkan mampu menahan limpasan air laut yang selama ini menggenangi area tambak maupun permukiman warga.
Di sisi lain, Pemkab Pati juga telah mengusulkan bantuan bagi petani tambak yang mengalami kerugian akibat rob kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pendataan terhadap luasan tambak dan kerugian yang dialami petambak telah dilakukan bersama BPBD Kabupaten Pati.
“Terkait petani tambak yang mengalami kerugian, kami bersama BPBD sudah mengusulkan bantuan ke BNPB pusat. Data tambak terdampak sudah kami hitung dan kami laporkan,” ungkapnya.
Tak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan program pemulihan sektor tambak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah disebut telah menyiapkan sekitar 20 ribu bibit yang nantinya dapat dimanfaatkan setelah kondisi tambak terdampak kembali normal.
Bantuan yang disalurkan kepada warga berasal dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan 150 paket sembako senilai sekitar Rp37,5 juta, 200 paket makanan siap saji, bantuan air mineral senilai sekitar Rp7,5 juta, family kit, kasur, tenda gulung, serta tenda serbaguna.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Pati menyalurkan 20 paket sembako dan 30 paket mi instan. Bantuan juga diberikan oleh Baznas berupa 100 paket sembako, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebanyak 40 paket sembako, serta Dinas Sosial yang menyalurkan bantuan sandang dan kebutuhan dasar lainnya.
Karena tidak terdapat warga yang mengungsi, bantuan berupa tenda darurat untuk sementara disimpan di BPBD Kabupaten Pati. Perlengkapan tersebut akan digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi kedaruratan bencana di wilayah Kabupaten Pati.
Pemerintah Kabupaten Pati dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan koordinasi penanganan rob akan terus dilakukan agar perbaikan tanggul dapat segera direalisasikan.
Langkah itu diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat pesisir Desa Tunggulsari dari ancaman banjir rob di masa mendatang.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

