Breaking News
light_mode

DPRD Pati Tekankan Pelestarian Kesenian Tradisional Butuh Dukungan Nyata Pemerintah

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
  • visibility 100.216

PATI – Keberlangsungan kesenian tradisional di Kabupaten Pati menjadi perhatian khusus Anggota Komisi A DPRD Pati, Suharmanto. Ia menilai warisan seni budaya daerah kini menghadapi tantangan berat akibat arus modernisasi yang kian deras, serta masih terbatasnya dukungan dari pemerintah daerah.

Menurut Suharmanto, upaya pelestarian selama ini lebih banyak bergantung pada inisiatif masyarakat dan para pelaku seni saja.

Kondisi demikian dinilai belum cukup kuat untuk menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap bertahan di tengah perubahan zaman yang terus berjalan.

“Pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan semangat masyarakat. Pemerintah daerah harus hadir melalui kebijakan, pembinaan, dan dukungan anggaran yang berkesinambungan,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah kesenian khas Pati mulai kehilangan tempat tampil serta penggemarnya, antara lain wayang kulit, wayang golek, ketoprak, barongan, hingga wayang topeng asal Desa Soneyan.

Berkurangnya frekuensi pementasan dan lambatnya regenerasi seniman menjadi tanda bahwa kesenian tradisional membutuhkan perhatian yang lebih serius.

Suharmanto menegaskan bahwa kesenian tradisional bukan sekadar sarana hiburan, melainkan bagian dari identitas daerah yang mengandung nilai sejarah, pendidikan, serta filosofi kehidupan. Oleh karena itu, keberadaannya wajib dijaga agar tetap dikenal oleh generasi penerus.

Ia juga menyoroti kondisi kesenian barongan yang selama ini menjadi salah satu ikon budaya Pati. Proses regenerasi pelaku seni mengalami kendala karena semakin sempitnya ruang berekspresi dan berkurangnya apresiasi terhadap para seniman, sehingga minat kaum muda untuk terlibat pun ikut menurun.

Hal serupa juga dialami oleh kesenian wayang kulit dan ketoprak, yang dulunya menjadi hiburan sekaligus media penyampaian pesan moral bagi masyarakat. Tanpa tindakan nyata, ia khawatir kesenian tersebut akan semakin terpinggirkan.

Di sisi lain, Suharmanto mengakui bahwa perkembangan hiburan modern adalah hal yang tak terelakkan. Berbagai pertunjukan musik hingga konten digital kini semakin mudah diakses oleh siapa saja. Namun, kemajuan tersebut tidak boleh membuat budaya lokal kehilangan tempatnya.

“Hiburan modern adalah bagian dari perkembangan zaman dan tidak perlu dibatasi. Tetapi pemerintah juga harus memberikan ruang yang sama bagi kesenian tradisional agar tetap hidup dan berkembang,” tegas politisi dari Partai Demokrat ini.

Ia berharap DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Pati dapat mempererat kerja sama dalam menyusun program pelestarian budaya, mulai dari pembinaan kelompok seni, penyelenggaraan festival budaya, hingga melibatkan kesenian tradisional dalam berbagai kegiatan resmi daerah.

“Kalau tidak ada langkah nyata sejak sekarang, generasi mendatang bisa kehilangan kesempatan untuk mengenal budaya asli daerahnya sendiri. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan leluhur tetap lestari,” pungkasnya.

(adv)

Editor  : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kluyuran Malam Demi Tegakkan IPNU

    Kluyuran Malam Demi Tegakkan IPNU

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Nur Kasan  Sumber : Facebook Nur Khasan Kluyuran seakan melekat pada diri Nur Kasan. Sejak dilantik menjadi Ketua PAC IPNU Keling 2016 lalu, ia rutin kluyuran hampir ke setiap desa di Kecamatan Keling. Saat itu IPNU di level ranting telah mati suri sejak 2011, tepatnya setelah pemekaran Kecamatan Keling. Di tengah kesibukannya sebagai staf operator […]

  • Anggota DPRD Pati Muslihan Minta Kades Aktif Ciptakan Suasana Damai di Pilkada 2024

    Anggota DPRD Pati Muslihan Minta Kades Aktif Ciptakan Suasana Damai di Pilkada 2024

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 315
    • 0Komentar

    PATI – Demi menjaga keamanan dan ketertiban selama Pilkada 2024, DPRD Kabupaten Pati, melalui anggota Muslihan, menyerukan kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah di wilayah tersebut untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana damai. Muslihan menekankan pentingnya netralitas aparatur desa dalam Pilkada. Hal ini disampaikan dalam penyuluhan hukum yang diadakan di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (17/10/2024). […]

  • Rambu-rambu Sepuh Belum Pensiun

    Rambu-rambu Sepuh Belum Pensiun

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Rambu-rambu di pertigaan depan Pasar Juwana Baru terlihat kusam. Warna merah dan hitam sudah tak nampak. Selain itu letaknya juga tak strategis, terhalang banner iklan hingga terkesan kumuh. (lil)

  • Miris Motor Dinas Baru Kades di Jepara Malah Dipakai Cenglu

    Miris Motor Dinas Baru Kades di Jepara Malah Dipakai Cenglu

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

      Tampak motor dinas kepala desa di Jepara  JEPARA – Ulah anak kepala desa di Jepara ini sungguh bikin malu bapaknya. Sebab anaknya viral saat membawa motor dinas baru bapaknya yaitu Yamaha Nmax merah dengan berboncengan tiga alias Cenglu. Video peristiwa itu ramai beredar di media sosial. Dalam video yang diambil salah seorang pengendara mobil […]

  • Ketua Komisi C DPRD Pati Soroti Pengelolaan Bank Sampah yang Belum Optimal

    Ketua Komisi C DPRD Pati Soroti Pengelolaan Bank Sampah yang Belum Optimal

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 326
    • 0Komentar

    PATI – Pengelolaan Bank Sampah di Kabupaten Pati menjadi perhatian serius dari DPRD setempat. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, H. Joni Kurnianto, ST, M.MT, menyoroti bahwa program yang seharusnya memberikan manfaat signifikan bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat ini belum berjalan optimal. “Kalau Bank Sampah itu jangan hanya sekedar retorika atau pencitraan. Jadi nanti setelah […]

  • Foto Curva Nord Syndicate/TWITTER 

    #SaveKarimunjawa Ultras Persijap Kembali Suarakan Isu Tambak Udang

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Foto Curva Nord Syndicate/TWITTER JEPARA – Isu tentang tambak udang di Karimunjawa Jepara masih ramai. Tambak udang di Karimunjawa diduga berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan wilayah kepulauan yang menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Jepara itu. Saat ini masih terjadi pro kontra meskipun pemerintah daerah sudah melakukan penutupan. Pada pertandingan uji coba Persijap vs Persipa […]

expand_less