Breaking News
light_mode

Terima Usulan Larangan Pentas Dangdut Malam Hari, DPRD Pati Siap Tindaklanjuti Pembuatan Perda

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
  • visibility 99.174

PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus mengatur pelarangan penyelenggaraan pentas dangdut pada malam hari.

“Kita siap akan follow up (usulan perda itu), tapi sampai sekarang belum ada sampai ke kami (usulannya). Tapi kalau hiburan malam secara umum sudah ada di perda pariwisata,” papar Ketua Komisi A DPRD Pati, Narso.

Meski sudah ada aturan yang mengatur hiburan malam secara umum dalam Perda Bidang Pariwisata, Narso menilai pelaksanaan penindakan di lapangan belum berjalan secara maksimal.

Kondisi ini, menurut dia, disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk operasional pengawasan dan penegakan aturan tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, usulan penyusunan regulasi khusus ini datang dari Polresta Pati yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Pati dan DPRD. Pihak kepolisian mendesak adanya payung hukum tegas guna melarang penyelenggaraan pentas dangdut di malam hari.

Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menjelaskan bahwa usulan tersebut didasari oleh maraknya insiden yang memakan korban jiwa maupun luka-luka.

Hal ini terjadi saat digelarnya pentas dangdut, kegiatan tongtek, hingga karnaval dengan suara pengeras suara yang sangat keras atau horeg.

”Jadi fenomena di Pati awal tahun ini mulai Ramadan sampai halal bihalal, banyak kejadian fenomena itu baik tongtek, hiburan malam itu makan korban. Ada yang meninggal dan luka-luka. Sehingga kami meminta Pemkab Pati untuk melakukan kajian agar bisa dibuat Perda. Sehingga bisa diatur ketentuan dan izinnya,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi saat dikonfirmasi pada Selasa (28/4/2026).

Lebih lanjut, Kapolresta meyakini bahwa keberadaan Perda khusus nantinya akan menjadi langkah pencegahan paling efektif agar tidak lagi timbul korban jiwa dalam setiap penyelenggaraan pentas dangdut, karnaval, maupun kegiatan tongtek. Pihaknya menegaskan tidak ingin lagi melihat adanya korban berjatuhan akibat kegiatan hiburan masyarakat tersebut.

(adv)

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Soroti Pentingnya Transparansi Anggaran Aspirasi Demi Cegah Korupsi

    DPRD Pati Soroti Pentingnya Transparansi Anggaran Aspirasi Demi Cegah Korupsi

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.468
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKS, Sutrisno, menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah, khususnya terhadap usulan yang bersumber langsung dari aspirasi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Sutrisno saat menghadiri kegiatan koordinasi pencegahan korupsi yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Pati. Menurutnya, aspirasi yang dihimpun melalui kegiatan reses anggota […]

  • Akhlak dan Perubahan Peradaban Pasca Pandemi

    Akhlak dan Perubahan Peradaban Pasca Pandemi

    • calendar_month Ming, 22 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Ngaji budaya Suluk Maleman Akhirnya setelah 26 bulan digelar secara live streaming, Ngaji NgAllah Suluk Maleman akhirnya bisa kembali digelar secara tatap muka. Hal itu bisa dilakukan setelah kasus Covid-19 kian melandai, sehingga pembatasan kegiatan yang merupakan dampak pandemi juga dilonggarkan. Dalam pengajian yang diselenggarakan pada Sabtu (21/5/2022) tersebut , Anis Sholeh Ba’asyin mengingatkan tentang […]

  • Program Makan Bergizi Gratis di Kudus: Bukan Hanya Soal Gizi, Tapi Juga Pemberdayaan Masyarakat

    Program Makan Bergizi Gratis di Kudus: Bukan Hanya Soal Gizi, Tapi Juga Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 288
    • 0Komentar

    KUDUS – Dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Pattimura, Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kudus, terdengar denting panci yang bersahutan. Di balik kesibukan itu, Tri Sugianto (58) bersama rekan-rekannya dengan sigap menyiapkan makan siang untuk ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan seragam sederhana dan wajah ramah, Tri Sugianto bercerita tentang […]

  • Dari Model Menjadi Pribadi yang Percaya Diri

    Dari Model Menjadi Pribadi yang Percaya Diri

    • calendar_month Kam, 28 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Dina Solihatun Dina Solihatun Dunia modeling tak hanya menampilkan glamour, dan kecantikan. Lebih dari pada itu, dunia model menghadirkan karakter percaya diri kepada siapa saja yang menggelutinya. Hal itu diakui Dina Solikatun. Gadis asal Desa Giling, Gunungwungkal ini mengatakan, dunia model menjadikan karakter dirinya lebih percaya diri, baik dalam kepribadian atau penampilan. Di sisi lain, […]

  • Laskar Saridin Bertekad Menutup Putaran Pertama dengan Hasil Positif

    Laskar Saridin Bertekad Menutup Putaran Pertama dengan Hasil Positif

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 271
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati bersiap menghadapi Persikas Subang di Stadion Joyokusumo, Pati pada Senin (21/10/2024). Laga ini menjadi pertandingan terakhir bagi Laskar Saridin di putaran pertama Pegadaian Liga 2. Pelatih Persipa Pati, Bambang Nurdiansyah, mengakui bahwa timnya belum memberikan hasil maksimal di putaran pertama. “Saya dan pemain belum bisa memberikan yang terbaik. Tapi kami tidak […]

  • Daftar Situs Bersejarah yang Diteliti Balai Arkeologi di Pati

    Daftar Situs Bersejarah yang Diteliti Balai Arkeologi di Pati

    • calendar_month Jum, 1 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 871
    • 0Komentar

    Observasi yang dilakukan tim ahli Balai Arkeologi Yogyakarta di Desa Bageng Gembong. PATI – Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya meneliti situs-situs bersejarah di Kota Jepara. Tim peneliti juga menyambangi situs-situs yang ada di Kabupaten Pati. Kalau di Jepara mayoritas sebaran situs ada di Desa Tempur Kecamatan Keling saja, di kota berjuluk Bumi Mina […]

expand_less