Breaking News
light_mode

Surat Untuk A, dan Melihat Orang-orang Sengsara di Hari Tua

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 2 Mei 2019
  • visibility 282

MARGOYOSO
– Naskah “Surat untuk A” dipentaskan anak-anak Teater Aliyah Salafiyah (Teasa)
pagi kemarin. Pentas teater itu digelar dalam rangka peringatan hari pendidikan
nasional yang jatuh kemarin di aula MA Salafiyah Kajen.

Pemilihan naskah karya Siwigustin
tersebut menjadi perenungan bersama di hari pendidikan nasional.
”Konflik-konflik dalam naskah itu tak lepas dari dunia pendidikan kita hari
ini. Naskah ini sangat pas untuk peringatan hari pendidikan. Sejalan dengan
tema tahun ini menguatkan pendidikan memajukan kebudayaan,” kata Arif Khilwa,
pembina ekstrakurikuler teater sekaligus sutradara dalam pementasan tersebut.

Naskah itu menceritakan tentang
kehidupan ibu-ibu manula yang sangat gelisah, akibat kehilangan sesuatu yang
berharga di masa lalunya. Ibu-ibu tersebut kini diasuh oleh keponakannya yang
bernama Ana. Sebagai keponakan Ana nampak ikhlas merawat para bibinya tersebut.

”Ana dikisahkan sangat ikhlas karena
merasa itu sebagai penebusan dosa dirinya atas kedua orang tuanya yang telah
meninggal. Ketika kedua orang tuanya sudah tak ada, Ana diceritakan belum
sempat berbakti dan memohon maaf,” jelas Arif.

Kembali kepada para ibu manula
tersebut. Kesuma, salah satu perempuan tua itu diketahui setengah gila. Setiap
hari menunggui anak keduanya datang bertamu. Kesuma menganggap anak keduanya
masih hidup.

Padahal sudah mati bunuh diri
akibat stres. Anak kedua Kesuma sangat tertekan oleh keinginan ibunya yang menuntut
agar selalu meraih peringkat terbaik di sekolah seperti kakaknya. Karena itu si
anak kedua itu kehilangan kebebasan dan mengalami tekanan batin luar biasa.
Anak pertama Kesuma masih hidup. Dia jadi anak sukses tapi tak pernah menengok
ibunya.

Selain Kesuma ada Nanik. Dia adik
Kesuma. Tak memiliki anak dan akhirnya ditinggal kabur suaminya yang kepincut
perempuan lain. Tokoh lain juga dikisahkan sama menderitanya dengan Kesuma dan
Nanik.

Ada yang memiliki anak yang
berbakti, tetapi takut istri. Akhirnya tak berani menengok ibunya. Ada juga
yang menyesal karena selalu berprasangka buruk kepada suaminya, yang setiap
hari menghabiskan waktu untuk membaca koran.

Dia baru menyadari ketika membaca
surat wasiat sebelum suaminya meninggal. Bahwa membaca koran adalah caranya
mengisi kesepian karena istrinya sibuk jalan-jalan dengan temannya.
Ada juga yang terpaksa ditinggal
anaknya karena tidak direstui penikahan, sebab anaknya itu menikah dengan orang
yang masih terikat perkawinan dengan orang lain. Akhir cerita tersebut, Ana
kedatangan seorang ibu manula. Dia memohon bisa tinggal bersama Ana. Dia merasa
tidak diperhatikan oleh anaknya yang telah sibuk sebagai sebagai pejabat,
sedangkan cucunya juga sibuk dengan berbagai les yang dilakukan sepulang
sekolah. Praktis dia kesepian.

”Banyak pesan yang bisa diambil. Baik
sebagai anak maupun orang tua. Konflik dalam rumah tangga, gesekan antar
generasi. Disharmoni hubungan orang tua (ibu) dan anak. Pementasan ini seakan
mengingatkan kita tentang pentingnya sikap bijak dalam mejalani kehidupan.
Mengajak kita semua untuk selalu bisa menjalankan peran sesuai dengan status
yang melekat pada diri kita masing-masing,” begitu. (fmh)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edy Wuryanto Dorong Penegakan Hukum Tegas terhadap Agen PMI Tak Berizin

    Edy Wuryanto Dorong Penegakan Hukum Tegas terhadap Agen PMI Tak Berizin

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    JAKARTA — Peringatan Hari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diperingati setiap 18 Desember menjadi pengingat atas masih kompleksnya persoalan yang dihadapi pekerja migran. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menegaskan bahwa berbagai masalah yang menimpa PMI tidak berdiri sendiri sebagai kasus individual, melainkan bersifat struktural dan menuntut kehadiran negara secara konsisten dari hulu hingga […]

  • Jadi Manusia Berguna dari Pramuka

    Jadi Manusia Berguna dari Pramuka

    • calendar_month Ming, 25 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Dalif Rodliyatul Ghurrok punya pengalaman berharga saat mengikuti berbagai kegiatan pramuka. Perempuan yang sekarang menjadi Ketua Dewan Racana Putri IAIN Kudus ini belajar menjadi manusia yang berguna dalam kegiatan-kegiatan yang sering diikutinya. Salah satunya tentang kepedulian, kata Dalif, baik terhadap sesama maupun lingkungan sekitar. Dalif mengingat itu saat mengikuti sebuah kemah beberapa waktu lalu. ”Saat […]

  • Lepas dari Degradasi, Persijap Jepara Masih Hadapi Ujian Berat Kontra Persis Solo

    Lepas dari Degradasi, Persijap Jepara Masih Hadapi Ujian Berat Kontra Persis Solo

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.793
    • 0Komentar

    JEPARA – Laga lanjutan BRI Super League musim 2025-26 pekan ke-24 akan berlangsung di bawah suasana yang diprediksi panas, ketika Persijap Jepara menghadapi tamu Persis Solo pada Kamis (5/3/2026) pukul 20.30 WIB. Untuk Laskar Kalinyamat, pertemuan di depan pendukung sendiri menjadi kesempatan krusial untuk melanjutkan performa positif sekaligus menjauhkan diri dari zona bahaya di bagian bawah […]

  • Anggota DPRD Pati Hardi : Pemkab Harus Dukung UMKM Anak Muda

    Anggota DPRD Pati Hardi : Pemkab Harus Dukung UMKM Anak Muda

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 286
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Hardi, mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk memberikan perhatian khusus terhadap UMKM yang dikelola anak muda. Hal ini disampaikan Hardi menanggapi penurunan drastis angka wirausaha muda di Kabupaten Pati, yang mencapai -66,67%. “Visi Pati untuk mencapai kesejahteraan dan keunggulan tidak akan tercapai jika kita tidak memperhatikan kelompok wirausaha […]

  • Ilustrasi ikan lele

    Jarang Terpikirkan! Ternyata Begini Tips Budidaya Ikan Lele Supaya Cepat Besar

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 359
    • 0Komentar

      EDUKASI – Budidaya ikan lele merupakan merupakan salah satu usaha sampingan yang punya nilai ekonomi tinggi. Ikan lele banyak disukai orang Indonesia, pasarnya sangat luas dan permintaan pasar terbilang tinggi. Ikan lele selain enak juga memiliki kandungan gizi yang baik, sebagai asupan protein. Budidaya ikan lele tidak sulit, semua orang bisa melakukan usaha budidaya […]

  • Mantan Presiden Jokowi Bakal ke Pati, Dukung Pemanfaatan Lahan Hutan Sosial untuk Pohon Gula Aren

    Mantan Presiden Jokowi Bakal ke Pati, Dukung Pemanfaatan Lahan Hutan Sosial untuk Pohon Gula Aren

    • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 379
    • 0Komentar

      PATI – Bupati Pati Sudewo menyebut Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bakal mengunjungi Kabupaten Pati. Demikian diungkapkan Sudewo usai melakukan halalbihalal di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah pada Kamis 3 Maret 2025. Selain sowan dan menghadap Bapak Jokowi, Bupati Pati juga sekaligus memohon dukungan untuk pembangunan Kabupaten Pati. “Beliau akan hadir […]

expand_less