Breaking News
light_mode

DPRD Pati Minta Program Keluarga Berdaya Dijalankan Nyata dan Tersosialisasi Luas

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
  • visibility 98.463

PATI – Dalam upaya memperkokoh ketahanan pangan di daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati mendorong agar Program Keluarga Berdaya dijalankan secara optimal dan menyentuh langsung ke masyarakat. Program ini memiliki peran strategis untuk mewujudkan kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menegaskan pentingnya penyebaran informasi dan pemahaman terkait program tersebut, agar seluruh lapisan masyarakat mengetahui manfaat dan cara pelaksanaannya.

Salah satu potensi besar yang bisa digali adalah pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan maupun sayuran, yang dinilai sangat efektif untuk menambah pasokan kebutuhan sehari-hari.

“Program ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemandirian pangan, terutama jika masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam sayuran. Kalau program ini baik untuk masyarakat, tentu kami mendukung sepenuhnya,” paparnya.

Politisi dari Fraksi PPP ini juga menekankan, bahwa sebaik apapun konsep sebuah program, tidak akan berjalan sesuai harapan jika tidak disosialisasikan dengan sungguh-sungguh.

Oleh karena itu, ia meminta Dinas Ketahanan Pangan atau Disketapang sebagai instansi penanggung jawab, untuk aktif bergerak ke lapangan, mendampingi, dan memberikan edukasi langsung kepada warga.

Langkah ini dianggap menjadi kunci agar program dapat berjalan berkelanjutan, dan tidak sekadar menjadi omongan atau tulisan di atas kertas saja.

“Program ini harus benar-benar dilaksanakan, tidak hanya sekadar jargon tanpa tindak lanjut,” tegasnya.

Jika berhasil diterapkan dengan baik, Muslihan meyakini program ini akan membawa banyak manfaat, salah satunya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan dari pasar, sekaligus membangun budaya memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Diketahui, isu kemandirian dan ketahanan pangan menjadi perhatian utama tidak hanya di tingkat daerah, namun juga menjadi prioritas yang gencar didorong oleh pemerintah pusat.

Hal ini didasari pada pemahaman bahwa kemampuan menyediakan kebutuhan pangan sendiri merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara, mengingat ketergantungan pada pasokan dari luar negeri dinilai sangat berisiko dan dapat mengancam kedaulatan bangsa.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peningkatan Infrastruktur di Pati Selatan Pacu Pertumbuhan Ekonomi

    Peningkatan Infrastruktur di Pati Selatan Pacu Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 306
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus memacu pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dengan fokus pada percepatan penyelesaian tiga ruas jalan utama di Pati Selatan. Proyek yang didanai dari APBD sebesar Rp15 miliar ini ditargetkan rampung pada pertengahan Oktober 2025. Tiga ruas jalan yang tengah dikebut pengerjaannya meliputi Angkatan Lor-Godo (3,1 km), Angkatan Lor-Karangwono (2,3 […]

  • Menyorot Kondisi Ekologi Muria

    Menyorot Kondisi Ekologi Muria

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Temuan Bangkai Macan Tutul “Alarm” Hutan Muria Bermasalah Ngobrol tentang Muria dan konservasinya Kursi-kursi di Kafe Wis Go Ngopi, mulai penuh. Beberapa anak muda asyik ngobrol di satu sudut terpisah. Obrolan-obrolan kecil membuat hangat malam yang sedang dingin itu (23/2/2020). Mereka para pegiat lingkungan, pecinta alam, tukang mendaki gunung. Obrolan tentang kondisi ekologi Pegunungan Muria […]

  • Razia Minuman Keras oleh Kepolisian Kecamatan Tayu Jelang Natal dan Tahun Baru 2024

    Razia Minuman Keras oleh Kepolisian Kecamatan Tayu Jelang Natal dan Tahun Baru 2024

    • calendar_month Ming, 17 Des 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Kepolisian Sektor (Polsek) Tayu, Kabupaten Pati, telah melaksanakan razia minuman keras. Razia ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolresta Pati dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024, pada hari Sabtu, 16 Desember 2023, mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai. Razia ini dipimpin oleh Kapolsek Tayu, IPTU Aris […]

  • Edy Wuryanto: Jangan Kriminalisasi Tenaga Kesehatan, Wajib Lewat Majelis Disiplin Profesi

    Edy Wuryanto: Jangan Kriminalisasi Tenaga Kesehatan, Wajib Lewat Majelis Disiplin Profesi

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.085
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti kasus dokter spesialis anak Ratna Setia Asih yang dituntut hukuman 4 tahun 6 bulan penjara atas dugaan kelalaian yang mengakibatkan kematian pasien. Edy menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap tenaga kesehatan harus tetap mengikuti prosedur yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, agar […]

  • Sepuluh Siswa SD di Pati Disengat Tawon Vespa Saat Olahraga

    Sepuluh Siswa SD di Pati Disengat Tawon Vespa Saat Olahraga

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 354
    • 0Komentar

    PATI – Sepuluh siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Keboromo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi korban sengatan tawon vespa pada Kamis (16/1/2025). Peristiwa nahas ini terjadi saat mereka sedang mengikuti kegiatan olahraga di luar sekolah. Menurut Kapolsek Tayu, AKP Aris Pristianto, para siswa tersebut sedang berolahraga di bawah pengawasan guru. “Saat akan pulang, […]

  • Pagu Dana Desa Pati 2026 Berkurang Sekitar Rp 60 Miliar Dibanding 2025

    Pagu Dana Desa Pati 2026 Berkurang Sekitar Rp 60 Miliar Dibanding 2025

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.601
    • 0Komentar

    PATI – Pagu Dana Desa Tahun Anggaran 2026 untuk Kabupaten Pati pasti akan menurun dibanding tahun lalu. Hal itu dikonfirmasi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Tri Hariyama. Menurut Tri Hariyama, alokasi Dana Desa 2026 untuk Kabupaten Pati berkurang sekitar Rp 60 miliar dibanding 2025. “Dibanding tahun kemarin, untuk Kabupaten Pati mengalami […]

expand_less