Musim Kemarau Tiba, DPRD Pati Ingatkan Pentingnya Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 98.207

Ali Badrudin Ketua DPRD kabupaten Pati
PATI – Seiring dimulainya musim kemarau, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, kembali menyoroti permasalahan bencana yang kerap terjadi berulang setiap tahun, yakni kekeringan.
Ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten untuk segera menyusun dan menyiapkan berbagai langkah penanganan yang bersifat menyeluruh dan berjangka panjang.
Menurutnya, pendekatan yang komprehensif mutlak diperlukan agar dampak buruk akibat kelangkaan air tidak terus menerus menjadi beban dan dikeluhkan oleh masyarakat dari tahun ke tahun.
“Kami mendorong Pemkab Pati untuk memikirkan solusi jangka panjang terkait penanganan bencana. Setiap tahun, Pati dilanda kekeringan,” ujarnya.
Fenomena ini sudah menjadi pemandangan biasa, di mana saat musim kemarau tiba, sejumlah warga di beberapa kecamatan kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber-sumber air mengering.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa mengandalkan bantuan pasokan air atau membelinya dari pengepul yang mengambil sumber dari daerah pegunungan.
Oleh karena itu, Ali menyarankan agar dibangun berbagai infrastruktur pendukung, misalnya sumur bor dan waduk penampungan air, sebagai upaya menjamin ketersediaan air di musim kering.
Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengelola dan menggunakan air secara hemat dan bijak juga dinilai tak kalah pentingnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, warga masyarakat, maupun pelaku usaha di sektor swasta.
“Dengan sinergi yang baik, kita bisa mengatasi kekeringan, menjaga ketahanan pangan, dan memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh warga,” katanya.
Berdasarkan data yang terhimpun, dampak kekeringan setiap tahunnya melanda puluhan desa yang tersebar di wilayah bagian selatan dan timur Kabupaten Pati.
Ali mengakui bahwa upaya pendistribusian air bersih atau dropping air tetap diperlukan untuk menangani kondisi darurat, namun hal tersebut belum menyelesaikan akar masalahnya.
“Dropping air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak, namun yang lebih penting adalah solusi jangka panjang untuk mencegah krisis air bersih di masa mendatang,” tegasnya.
(adv)
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

