Raih Gelar Doktor, Ketua Komisi C DPRD Pati Soroti Regulasi PKL
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 24.626

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum setelah menempuh pendidikan selama empat tahun di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.
PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, resmi menambah deretan gelar akademik di belakang namanya. Ia berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum setelah menempuh pendidikan selama empat tahun di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.
Politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini tidak hanya lulus, tetapi juga membuktikan prestasi gemilang dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79 dan menyandang predikat cumlaude.
Dalam penelitian yang dituangkan dalam disertasinya, Joni mengangkat tema yang sangat relevan dengan kondisi sosial ekonomi daerah, yakni urgensi penguatan aturan hukum bagi keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai salah satu penyangga utama perekonomian lokal
Ia menekankan bahwa pendekatan yang digunakan pemerintah dalam mengelola PKL sebaiknya lebih mengedepankan pembinaan dan ajakan, bukan tindakan tegas yang bersifat memaksa.
“PKL adalah penunjang ekonomi kita. Di tengah guncangan ekonomi dunia, Indonesia bertahan karena PKL. Maka, pemerintah harus hadir dengan pembinaan dan regulasi yang kolaboratif,” ucap dia.
Kebahagiaan Joni dalam menyelesaikan studi ini terasa dua kali lipat, mengingat perjuangannya di bangku kuliah doktoral dijalani bersama pasangan tercinta.
“Alhamdulillah, saya ambil studi S3 ini di UNTAG Semarang sudah berjalan empat tahun bersama istri saya,” ujar Joni.
Momen bersejarah ini pun tercatat unik, di mana jadwal ujian terbuka promosi doktor mereka hanya berjarak beberapa jam saja. Sang istri, Kartina Sukawati, menjalani ujian pada Selasa malam, sedangkan Joni mengikuti sidang serupa keesokan harinya, tepatnya Rabu pagi.
Selama masa perkuliahan, Joni mengaku pengalaman tersebut justru mempererat hubungan rumah tangga mereka. Ia bahkan menyamakan suasana menjalani studi bersama dengan masa-masa indah saat masih berpacaran.
“Kami kuliah ini kayak orang pacaran. Berangkat bareng, selesai kuliah makan malam atau nonton bareng. Ini yang membuat kami alhamdulillah bisa bersama-sama menyelesaikan kuliah,” kenangnya.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

