PWNU Jateng dan Pemprov Gelar Bimtek Olahan Lele, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 24.389

PWNU Jateng dan Dinas Koperasi UKM Jateng berkolaborasi latih santri olah produk perikanan. Upaya ini untuk meningkatkan produktivitas usaha pondok pesantren secara modern dan berkelanjutan.
PATI – Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PWNU Jawa Tengah berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren.
Kegiatan yang fokus pada diversifikasi olahan ikan lele ini berlangsung di Auditorium Pesantren Maslakul Huda, Kajen, pada Jumat hingga Sabtu (17-18/4/2026).
Acara ini diikuti oleh 40 perwakilan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) se-Kabupaten Pati. Tujuannya adalah menjadikan koperasi sebagai wadah pendidikan sosial dan ekonomi bagi para santri.
Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), menekankan pentingnya menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.
“Harapannya santri-santri tergugah memiliki kesadaran untuk bersedia menjadi entrepreneur pertanian, perikanan, dan kemudian itu menjadi salah satu fondasi kemandirian mereka. Baik kemandirian personal maupun kemandirian pesantren,” ujar Gus Rozin.
Senada, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), berharap ilmu yang didapat tidak hanya berhenti pada peserta, melainkan bisa disosialisasikan kembali ke unit usaha lain di lingkungan pesantren agar berjalan berkelanjutan.
Gus Yasin juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap sektor pertanian dan peternakan. Dengan teknologi, mulai dari budidaya hingga pengemasan akan menjadi lebih maksimal dan bernilai jual tinggi.
Lebih dari itu, keterampilan dan manajemen yang diajarkan diharapkan bisa menjadi bekal masa depan bagi para santri kelak.
“Bukan hanya khidmah, tapi manajemen serta skill pribadi juga perlu dikembangkan. Harapannya saat di rumah nanti, keterampilan yang didapat di pesantren bisa diteruskan dan dikembangkan agar lebih berkah,” tegasnya.
Ia memastikan Pemprov Jateng berkomitmen memperluas program serupa. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 12 titik kegiatan yang bekerja sama dengan PWNU Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan produktivitas 113 pondok pesantren yang telah terdata.
“Kami melakukan pelatihan bagi para santri untuk mengubah produk hulunya, yaitu lele, menjadi produk hilir. Tujuannya agar usaha yang dikelola pesantren meningkat secara signifikan, baik dari pola pemasaran maupun penggunaan teknologinya,” pungkas Eddy.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

