Breaking News
light_mode

Tragis Cerita Banjir Bandang di Tunjungrejo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 28 Jun 2022
  • visibility 295
Kondisi pasca banjir bandang di Tunjungrejo Margoyoso Pati, Selasa (28/6/2022)

Banjir bandang terjadi di Desa
Tunjungrejo Kecamatan Margoyoso. Akibatnya puluhan rumah mengalami kerusakan. Banjir
bandang terjadi akibat curah hujan yang tinggi pada Senin (27/6/2022).

PATI – Sebanyak 26 rumah dilaporkan
mengalami kerusakan. Sukarjan warga setempat menceritakan krobologi banjir
bandang tersebut, awalnya sekitar pukul 20.30 WIB, hujan disertai angin kencang
menimpa wilayah ini. Selang beberapa jam, sekitar pukul 22.30 WIB, hujan reda.
Namun, tiba-tiba ada gemuruh dari arah Sungai Sat yang terletak di dekat
permukiman warga.

Ternyata tanggul sungai yang
berhulu di pegunungan Muria itu jebol. Air kencang pun menerjang rumah-rumah
warga. Warga pun lari menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

“Awalnya hujan dan angin
kencang. Terus ada tanggul jebol. Kita lari menyelamatkan diri,” kata Sukarjan.

Dari 26 rumah yang rusak, ada lima
rumah rusak parah, bahkan ada rumah tembok yang tinggal teras dan satu kamar.
Rumah Sukarjan sendiri mengalami kerusakan bagian belakang. Separo rumahnya
hanyut terbawa arus.

Korban jiwa nihil

Kepala Desa Tanjungrejo Mochamad
Ali Zuhri menambahkan, sekitar  20 meter
tanggul Sungai Sat jebol. Salah satu warganya sempat terbawa arus banjir.
Untungnya berhasil diselamatkan oleh warga. Sehingga tidak ada korban jiwa atas
peristiwa ini. ” Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” paparnya.

Pihaknya pun sudah berkoordinasi
kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Palang Merah
Indonesia (PMI) dan instant terkait. Saat ini, sejumlah warga, personel
TNI/Polri, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) sedang membersihkan
puing-puing dan lumpur-lumpur yang tersisa. (yan)

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persipa Pati Gagal Raih Kemenangan di Kandang Sendiri, Imbang 1-1 Kontra Nusantara United FC

    Persipa Pati Gagal Raih Kemenangan di Kandang Sendiri, Imbang 1-1 Kontra Nusantara United FC

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 314
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati gagal meraih tiga poin di laga kandang saat menjamu Nusantara United FC pada laga lanjutan Pegadaian Liga 2 di Stadion Joyokusumo, Pati, Sabtu sore (14/9/2024). Laskar Saridin, julukan Persipa Pati, harus puas berbagi poin bermain imbang 1-1 dengan tim tamu. Persipa Pati sempat unggul lebih dulu lewat gol sundulan Mirkomil Lokaev […]

  • Bayi Perempuan Masih Hidup Ditemukan di Tempat Sampah Perumahan, Polisi Lakukan Penyeledikan

    Bayi Perempuan Masih Hidup Ditemukan di Tempat Sampah Perumahan, Polisi Lakukan Penyeledikan

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.224
    • 0Komentar

    PATI – Kejadian penemuan seorang bayi perempuan yang dibuang di tempat sampah menghebohkan warga Perumahan Puri Baru Permai, Desa Puri, Kecamatan Pati, pada Senin (08/12/2025) siang hari. Bayi itu ditemukan dalam keadaan masih hidup oleh pemilik rumah yang hendak membuang sampah, membuat warga sekitar terkejut dan langsung menghubungi aparat yang berwenang. Peristiwa berlangsung sekitar pukul […]

  • Mendes PDTT Luncurkan Inisiatif “Menteri Desa Cup” di Gelora Soekarno Mojoagung: Dorongan untuk Pariwisata Olahraga Desa

    Mendes PDTT Luncurkan Inisiatif “Menteri Desa Cup” di Gelora Soekarno Mojoagung: Dorongan untuk Pariwisata Olahraga Desa

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 258
    • 0Komentar

    PATI – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, mengunjungi Kabupaten Pati pada Kamis (24/7/2025). Salah satu kunjungannya adalah ke Gelora Soekarno Mojoagung, di mana ia didampingi langsung oleh Bupati Pati, Sudewo. Dalam kunjungan tersebut, Mendes PDTT berencana akan menginisiasi penyelenggaraan “Menteri Desa Cup” di stadion tersebut. “Alhamdulillah, sebagai Menteri Desa, […]

  • HIPMI PT Jateng Gelar Forum Strategis di Kudus, Dorong Perekonomian Muria Raya

    HIPMI PT Jateng Gelar Forum Strategis di Kudus, Dorong Perekonomian Muria Raya

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 287
    • 0Komentar

    KUDUS – Dalam rangka menyambut Musyawarah Daerah (Musda) HIPMI PT Jawa Tengah, Karesidenan Muria Raya menggelar forum bisnis bertajuk “Optimalisasi Peran HIPMI PT Jateng dalam Menumbuhkan Ekonomi Muria Raya”. Bertempat di Café D’Nata, Jepang, Mejobo, Kudus, forum yang berlangsung Rabu (23/7/2025) ini dihadiri oleh para pengusaha muda, akademisi, dan pemerintah daerah. Acara ini merupakan wujud […]

  • Komitmen NU Karimunjawa Wujudkan Pariwisata Berwawasan Lingkungan

    Komitmen NU Karimunjawa Wujudkan Pariwisata Berwawasan Lingkungan

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

      Taman Nasional Karimunjawa/ INSTAGRAM EXPLORE KARIMUNJAWA NU Karimunjawa menyiapkan pariwisata berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Kesadaran ini muncul untuk tetap menjaga keindahan alam Karimunjawa beserta kearifan lokalnya. JEPARA – Fahrul Alim selaku panitia pelaksana pembangunan gedung BLKK NU mengungkapkan, pembangunan gedung ini dilaksanakan mulai September 2021 dan dapat segera terwujud pembangunannya pada akhir tahun 2021 […]

  • Modernisasi Pertanian, Genjot Nilai Ekonomi

    Modernisasi Pertanian, Genjot Nilai Ekonomi

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    SIMBOLIS : Bupati Haryanto dan anggota komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyerahkan alat mesin pertanian kepada kelompok tani di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan kemarin Lingkar Muria, PATI – Selama ini di Kabupaten Pati nilai ekonomi pertanian masih dikuasai kalangan tengkulak. Hal ini disebabkan ketidakmampuan petani, sebab masih banyak yang masih bertani dengan cara […]

expand_less