Breaking News
light_mode

Tafsir Progresif Kiai Said Aqil, Empat Metode Dakwah Nabi Untuk Kejayaan NU

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
  • visibility 623

Kiai Said Aqil Siradj
Nabi Muhammad diturunkan di
masyarakat buta huruf (ummi) secara keilmuan dan sesat yang nyata secara
peradaban. Namun Nabi mampu membangun umat yang
wasatha (Red,moderat-toleran) sehingga mampu menjadi saksi dalam
segala bidang. Baik agama, sosial, ekonomi, peradaban, dan politik.

Masyarakat wasatha inilah yang mampu berperan membangkitkan kemajuan dan
meraih cita-cita di berbagai sektor kehidupan, sehingga Nabi dan para
sahabatnya menjadi pemimpin perubahan yang mencerahkan.

Ada empat metode dakwah Nabi dalam
mengubah masyarakat ummi secara
pengetahuan dan terbelakang dari segi kebudayaan.

Pertama. Membaca Alquran. Masyarakat
Arab diajari membaca Alquran. Alquran adalah firman Allah yang membimbing
manusia menuju “jalan lurus”. Banyak sahabat Nabi yang mendapatkan hidayah
karena mendengar bacaan kitab suci ini. Salah satunya adalah Umar bin Khattab
ketika mendengar adiknya membaca Surat Thaha.

Mendengar bacaan tersebut, Umar
terketuk hatinya. Akhirnya datang kepada Nabi bersaksi masuk Islam. Dikisahkan,
Prabu Siliwangi tunduk kepada Putri Subang Larang ketika mendengar bacaan Alqurannya.

Oleh sebab itu, umat Islam,
khususnya warga NU, harus bisa membaca Alquran sebagai sumber petunjuk Allah
kepada umat manusia.

Kedua. Pembangunan karakter. Setelah
masyarakat mampu membaca Alquran dengan baik, Nabi Muhammad kemudian membangun
karakter positif. Karakter positif lahir dari penyucian jiwa, dari segala
penyakit yang mengotori.

Nafsu ghadhobiyah (Red, kepentingan/interest) dan nafsu syahwathiyyah (Red, hasrat) harus
selaras dengan getaran “Ketuhanan-kemanusiaan”. Nafsu, jika sesuai dengan
bimbingan agama, namanya himmah,
dalam konteks politik kekuasaan, dan azimah
dalam konteks ekonomi.

Karakter positif lahir dari
kemampuan seseorang menyeleraskan nafsunya dengan bimbingan spiritual agama
yang suci.

Umat Islam, harus memiliki himmah yang tinggi, dalam membumikan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang
moderat-progresif.

Nabi Muhammad memiliki himmah aliyyah dalam penegakan Islam, sehingga Islam menjulang tinggi di bumi,
meskipun banyak rintangan menghadang. Bagi orang besar, hal yang besar terasa
kecil. Namun bagi orang kecil, hal yang kecil terasa besar.

Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, mengembangkan Jam’iyah Nahdlatul
Ulama dengan segenap jiwa raga, meskipun banyak tantangan. Beliau pernah
dipenjara dan disiksa karena tidak mau mematuhi perintah Jepang, yaitu Saekere
(Red, membungkukkan badan ke arah timur ke arah matahari sebagai bentuk ibadah
orang Jepang).

Ketiga. Meningkatkan pengetahuan. Kemajuan
umat, sangat ditentukan ilmunya. Maka Nabi mendorong sahabatnya untuk
mempelajari ilmu. Semakin tinggi Ilmu semakin tinggi derajat seseorang.

Jangan sampai seseorang
membanggakan leluhurnya yang hebat,tapi dia sendiri Tidak mampu menunjukkan
prestasi. Sebaik baiknya orang adalah memiliki leluhur hebat, tapi dia sendiri
mampu membangun kehebatan

Orang yang Punya leluhur hebat,
tapi dia tidak mampu membangun kehebatan, maka kehebatan leluhurnya akan mudah
dilupakan.

Dalam konteks ini, maka pesan orangtua
kepada anak-anaknya diantaranya adalah, jadilah orang pintar yang berkah. Dan jadilah
orang kaya yang berkah. Dua pesan ini akan berperan besar dalam kehidupan umat
manusia.

Keempat. Kearifan. Hikmah adalah
cahaya Allah yang dipancarkan pada jiwa yang Dikehendaki Allah. Orang yang
mendapatkan hikmah ini, akan terbuka rahasia sesuatu yang akan datang.

KH Abdurrahman Wahid jauh sebelum
jadi Presiden Republik Indonesia, pernah mengatakan, bahwa dirinya akan menjadi
presiden. Gus Dur, juga pernah mengatakan bahwa KH Said Aqil Siradj akan menjadi
Ketua PBNU pada usia 56. Saat Muktamar NU di Makasar tahun 2010, Kiai Said
menjadi Ketua PBNU saat usia 56.

Empat metode dakwah di atas, akan
menjadikan warga NU tercerahkan. Dan mampu berperan di tengah kezaliman international
di bidang politik (Red, hak veto hanya untuk segelintir negara), ekonomi (Red,
negara maju yang berhak menentukan harga komoditas mahal), moneter (Red, dollar
menjadi penentu kurs mata uang), dan keilmuan (Red, hanya ilmu barat yang
dianggap ilmiah).

Empat Cara dakwah di atas akan
menjadikan warga NU mampu memberikan kemanfaatan yang seluas-luasnya kepada
umat dan bangsa.
Jamal Ma’mur Asmani. Catatan ini
ditulis saat pelantikan pengurus PC NU Kabupaten Pati masa khidmat 2019-2024 di
Institut Pesantren Mathaliul Falah, Margoyoso, Pati. Minggu, 7 Juli 2019

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar Jalur Alternatif Hindari Macet Saat Jembatan Juwana Ditutup

    Daftar Jalur Alternatif Hindari Macet Saat Jembatan Juwana Ditutup

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    Ilustrasi jalan alternatif Pengguna jalan yang melintas Pantura Juwana – Rembang harus paham jalur alternatif. Agar terhindar dari kemacetan. Sebab ditutupnya jembatan Juwana sebelah timur akibat kebakaran, hingga nanti dibongkar untuk dibangun kembali yang memakan waktu selama setengah tahun lebih. PATI – Pasca kebakaran 10 bangunan liar di kolong Jembatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, […]

  • PWI-MUI Jateng Serukan Pemberitaan Covid Bernarasi Positif

    PWI-MUI Jateng Serukan Pemberitaan Covid Bernarasi Positif

    • calendar_month Sen, 12 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 324
    • 0Komentar

      Penandatanganan kesepakatan PWI-MUI Jawa Tengah PWI dan MUI Jawa Tengah sepakat untuk menonjolkan pemberitaan Covid-19 dengan narasi positif. Kesepakatan ini dalam rangka membangun optimisme publik menghadapi pandemi. Kesepakatan ini tertuang dalam empat butir seruan. SEMARANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyerukan bersama agar dalam pemberitaan […]

  • Road to Kilau Raya : Puncak Kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 Bersama MNC TV

    Road to Kilau Raya : Puncak Kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 Bersama MNC TV

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.039
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bekerja sama dengan MNC TV menyajikan gelaran spektakuler Road To Kilau Raya Pati di Alun-Alun Pati pada Sabtu malam (29/8/2026). Acara ini menjadi penutup meriah rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dimeriahkan penampilan sederet seniman nasional. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan […]

  • Penerapan WFH ASN Dapat Dukungan Anggota Komisi D DPRD Pati, Ini Alasannya

    Penerapan WFH ASN Dapat Dukungan Anggota Komisi D DPRD Pati, Ini Alasannya

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.206
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Adhi Pamungkas, menyatakan sikap mendukung terkait rencana penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Menurutnya, kebijakan ini memiliki banyak manfaat, namun harus tetap memperhatikan aspek penting, khususnya di sektor pendidikan. Adhi menjelaskan bahwa pelaksanaan WFH bukan hanya soal […]

  • Peduli, Mbah Roso Ajak Masyarakat Sehat

    Peduli, Mbah Roso Ajak Masyarakat Sehat

    • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 335
    • 0Komentar

      Lingkar Muria, PATI – Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Imam Suroso atau yang akrab disapa Mbah Roso, terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Sabtu (8/4/2018) lalu, Mbah Roso menggelar Sosialisasi tentang gerakan hidup sehat di Lapangan Desa Pekalongan Kecamatan Winong.  ”Pola hidup sehat dan bersih harus membudaya di kalangan masyarakat. Supaya […]

  • Masih Sulit Wujudkan Perpus Layak Anak di Pati

    Masih Sulit Wujudkan Perpus Layak Anak di Pati

    • calendar_month Jum, 7 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    PATI – Perpustakaan yang benar-benar layak anak masih sulit diwujudkan di Kabupaten Pati. Hingga saat ini, perpustakaan milik daerah pun belum bisa dikatakan sebagai perpustakaan yang layak anak.  Secara umum ikhtiar mewujudkan perpustakaan daerah di Kabupaten Pati untuk menjadi perpustakaan yang layak anak sudah dilakukan pemerintah melalui dinas terkait. Namun, lebih spesifik untuk dikategorikan menjadi […]

expand_less