Breaking News
light_mode

Tafsir Progresif Kiai Said Aqil, Empat Metode Dakwah Nabi Untuk Kejayaan NU

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
  • visibility 633

Kiai Said Aqil Siradj
Nabi Muhammad diturunkan di
masyarakat buta huruf (ummi) secara keilmuan dan sesat yang nyata secara
peradaban. Namun Nabi mampu membangun umat yang
wasatha (Red,moderat-toleran) sehingga mampu menjadi saksi dalam
segala bidang. Baik agama, sosial, ekonomi, peradaban, dan politik.

Masyarakat wasatha inilah yang mampu berperan membangkitkan kemajuan dan
meraih cita-cita di berbagai sektor kehidupan, sehingga Nabi dan para
sahabatnya menjadi pemimpin perubahan yang mencerahkan.

Ada empat metode dakwah Nabi dalam
mengubah masyarakat ummi secara
pengetahuan dan terbelakang dari segi kebudayaan.

Pertama. Membaca Alquran. Masyarakat
Arab diajari membaca Alquran. Alquran adalah firman Allah yang membimbing
manusia menuju “jalan lurus”. Banyak sahabat Nabi yang mendapatkan hidayah
karena mendengar bacaan kitab suci ini. Salah satunya adalah Umar bin Khattab
ketika mendengar adiknya membaca Surat Thaha.

Mendengar bacaan tersebut, Umar
terketuk hatinya. Akhirnya datang kepada Nabi bersaksi masuk Islam. Dikisahkan,
Prabu Siliwangi tunduk kepada Putri Subang Larang ketika mendengar bacaan Alqurannya.

Oleh sebab itu, umat Islam,
khususnya warga NU, harus bisa membaca Alquran sebagai sumber petunjuk Allah
kepada umat manusia.

Kedua. Pembangunan karakter. Setelah
masyarakat mampu membaca Alquran dengan baik, Nabi Muhammad kemudian membangun
karakter positif. Karakter positif lahir dari penyucian jiwa, dari segala
penyakit yang mengotori.

Nafsu ghadhobiyah (Red, kepentingan/interest) dan nafsu syahwathiyyah (Red, hasrat) harus
selaras dengan getaran “Ketuhanan-kemanusiaan”. Nafsu, jika sesuai dengan
bimbingan agama, namanya himmah,
dalam konteks politik kekuasaan, dan azimah
dalam konteks ekonomi.

Karakter positif lahir dari
kemampuan seseorang menyeleraskan nafsunya dengan bimbingan spiritual agama
yang suci.

Umat Islam, harus memiliki himmah yang tinggi, dalam membumikan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah yang
moderat-progresif.

Nabi Muhammad memiliki himmah aliyyah dalam penegakan Islam, sehingga Islam menjulang tinggi di bumi,
meskipun banyak rintangan menghadang. Bagi orang besar, hal yang besar terasa
kecil. Namun bagi orang kecil, hal yang kecil terasa besar.

Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, mengembangkan Jam’iyah Nahdlatul
Ulama dengan segenap jiwa raga, meskipun banyak tantangan. Beliau pernah
dipenjara dan disiksa karena tidak mau mematuhi perintah Jepang, yaitu Saekere
(Red, membungkukkan badan ke arah timur ke arah matahari sebagai bentuk ibadah
orang Jepang).

Ketiga. Meningkatkan pengetahuan. Kemajuan
umat, sangat ditentukan ilmunya. Maka Nabi mendorong sahabatnya untuk
mempelajari ilmu. Semakin tinggi Ilmu semakin tinggi derajat seseorang.

Jangan sampai seseorang
membanggakan leluhurnya yang hebat,tapi dia sendiri Tidak mampu menunjukkan
prestasi. Sebaik baiknya orang adalah memiliki leluhur hebat, tapi dia sendiri
mampu membangun kehebatan

Orang yang Punya leluhur hebat,
tapi dia tidak mampu membangun kehebatan, maka kehebatan leluhurnya akan mudah
dilupakan.

Dalam konteks ini, maka pesan orangtua
kepada anak-anaknya diantaranya adalah, jadilah orang pintar yang berkah. Dan jadilah
orang kaya yang berkah. Dua pesan ini akan berperan besar dalam kehidupan umat
manusia.

Keempat. Kearifan. Hikmah adalah
cahaya Allah yang dipancarkan pada jiwa yang Dikehendaki Allah. Orang yang
mendapatkan hikmah ini, akan terbuka rahasia sesuatu yang akan datang.

KH Abdurrahman Wahid jauh sebelum
jadi Presiden Republik Indonesia, pernah mengatakan, bahwa dirinya akan menjadi
presiden. Gus Dur, juga pernah mengatakan bahwa KH Said Aqil Siradj akan menjadi
Ketua PBNU pada usia 56. Saat Muktamar NU di Makasar tahun 2010, Kiai Said
menjadi Ketua PBNU saat usia 56.

Empat metode dakwah di atas, akan
menjadikan warga NU tercerahkan. Dan mampu berperan di tengah kezaliman international
di bidang politik (Red, hak veto hanya untuk segelintir negara), ekonomi (Red,
negara maju yang berhak menentukan harga komoditas mahal), moneter (Red, dollar
menjadi penentu kurs mata uang), dan keilmuan (Red, hanya ilmu barat yang
dianggap ilmiah).

Empat Cara dakwah di atas akan
menjadikan warga NU mampu memberikan kemanfaatan yang seluas-luasnya kepada
umat dan bangsa.
Jamal Ma’mur Asmani. Catatan ini
ditulis saat pelantikan pengurus PC NU Kabupaten Pati masa khidmat 2019-2024 di
Institut Pesantren Mathaliul Falah, Margoyoso, Pati. Minggu, 7 Juli 2019

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Imbau Masyarakat Bijak Saring Informasi di Media Sosial

    DPRD Pati Imbau Masyarakat Bijak Saring Informasi di Media Sosial

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.427
    • 0Komentar

    PATI – Di tengah derasnya arus informasi yang beredar setiap hari, terutama melalui berbagai platform media sosial, keberadaan berita bohong atau hoaks masih menjadi masalah krusial yang perlu diwaspadai. Informasi yang tidak akurat dan menyesatkan ini dikhawatirkan akan mudah diterima begitu saja oleh masyarakat, yang pada akhirnya menimbulkan dampak merugikan. Fenomena tersebut mendapat sorotan dari […]

  • Ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin dalam Suluk Alif: Penyucian Jiwa sebagai Inti Keagamaan

    Ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin dalam Suluk Alif: Penyucian Jiwa sebagai Inti Keagamaan

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.719
    • 0Komentar

    PATI – Di wilayah Kajen, Kabupaten Pati, warisan manuskrip tidak hanya menjadi sisa kenangan masa lalu, melainkan juga menjadi cermin khas dari bagaimana Islam berkembang dan menyatu dengan kehidupan masyarakat Jawa. Taufiq Hakim, Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, menjelaskan bahwa keberislaman di daerah ini memiliki karakter konvergen dan vernakular, yang menyatukan ajaran ketauhidan yang kuat dengan […]

  • Keok di Kandang Persijap Jepara Lupa Cara Comeback

    Keok di Kandang Persijap Jepara Lupa Cara Comeback

    • calendar_month Sab, 10 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Para pendukung persijap Jepara tertunduk lesu karena timnya kalah  JEPARA – Gol cepat pemain Nusantara United FC Ariyanto pada menit ke-6 membuyarkan trend positif Laskar Kalinyamat untuk meraih tiga kali kemenangan beruntun di Liga 2 musim 2022/2023. Pada Sabtu (10/9/2022) Persijap Jepara harus takluk atas tamunya dengan skor tipis 1- 0. Kekalahan ini terasa sangat […]

  • Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memberikan keterangan pers.

    Kasus Keracunan MBG di Pati, Plt Bupati Minta Penerapan SOP Diperketat

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 2.220
    • 0Komentar

    PATI – Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, meninjau langsung kondisi sejumlah siswa SMK Negeri 4 Pati yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan medis yang optimal, sekaligus memantau proses observasi yang tengah berlangsung di fasilitas kesehatan. Dalam keterangannya, Plt Bupati Pati menjelaskan […]

  • DPRD Pati Ajak Masyarakat Perangi Berita Hoax di Momen Pilkada, Harus Cerdas Konsumsi Berita

    DPRD Pati Ajak Masyarakat Perangi Berita Hoax di Momen Pilkada, Harus Cerdas Konsumsi Berita

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 313
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang Pilkada 2024, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Didin Syafruddin, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih berita yang berkaitan dengan dunia perpolitikan. Didin mengingatkan bahwa menjelang Pilkada, informasi politik rentan terhadap penyebaran berita bohong atau hoax. “Berita-berita provokatif yang menyudutkan salah satu pihak akan lebih intens terjadi,” ujarnya. Ia […]

  • Dari Lantai Sebelas, Laskar Saridin Bersiap Pentas

    Dari Lantai Sebelas, Laskar Saridin Bersiap Pentas

    • calendar_month Kam, 28 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Target Naik Kasta  Para pemain Persipa yang telah menandatangani kontrak Hujan baru saja reda mengguyur Kota Pati. Minggu malam (24/3/2019), udara kota masih terasa dingin. Jalanan sedikit masih basah. Mendung tebal menggelantung di langit The Safin Hotel. Dari lantai 11 gemerlap lampu-lampu  membikin suasana menjadi syahdu. Sayup-sayup kendaraan di jalanan terasa senyap. Masih pukul 19.00. […]

expand_less