Breaking News
light_mode

Suluk Maleman: Sujud Sebagai Jalan dalam Pusaran Zaman

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3.109

PATI – Sujud secara bahasa dan makna membawa konsep ketundukan yang tak terbatas, kepatuhan total, serta penghambaan diri baik dari segi jasmani maupun rohani. Bagi ajaran Islam yang mengedepankan penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta, sujud menjadi puncak dari manifestasi itu. Begitu pula jika Islam dipahami sebagai ajaran kedamaian, sujud adalah bentuk yang paling sempurna untuk meraih keharmonisan tersebut.

Hal ini disampaikan Anis Sholeh Ba’asyin sebagai inti pembahasan dalam acara Suluk Maleman bertema “Sujud, Semesta Sujud; Manusia, Kalang Kabut” yang berlangsung pada hari Sabtu (14/3) lalu. Menurutnya, seluruh alam semesta—mulai dari materi, tumbuhan, hewan, hingga setiap unsur yang membentuk tubuh manusia—sebenarnya senantiasa dalam keadaan bersujud; hanya kesadaran manusia yang memiliki dua pilihan: menyatu dalam kesujudan bersama seluruh elemen alam, atau terus berdiri dengan kepala mendongak karena kesombongan.

Anis kemudian menjelaskan bahwa sejak awal terbentuknya, peradaban modern didirikan atas dua pijakan keangkuhan: pertama, memposisikan manusia sebagai pusat dari segala sesuatu di alam semesta. Kedua, menganggap materi sebagai satu-satunya realitas yang ada. Kedua dasar ini membuat kerapuhan yang melekat pada setiap konstruksi peradaban buatan manusia, tampak semakin jelas.

“Dua landasan yang sangat rapuh tersebut, hanya menegaskan kembali bahwa apa-apapun yang dibangun manusia, bila tidak mengikatkannya dengan Allah, akan selalu bernasib persis rumah laba-laba,” tegas Anis.

Sebagaimana diketahui, struktur rumah laba-laba tergolong konstruksi yang kuat secara teknis. Ia mampu menahan beban berlipat meskipun terbuat dari serat yang lebih tipis dari benang.

Namun pada kenyataannya, cukup dengan sentuhan lembut bahkan dari tangan bayi sekalipun, struktur tersebut bisa roboh total. Menurut Anis, inilah asal muasal istilah “kalang-kabut” dalam bahasa Indonesia, yang berasal dari kata “kal-ankabut” yang berarti seperti laba-laba.

Anis menyatakan bahwa peradaban modern telah banyak menanamkan khayalan dalam kesadaran masyarakat. Salah satu ilusi tersebut adalah pandangan bahwa kebahagiaan bisa diraih melalui kelimpahan materi dan kekayaan.

Padahal salah satu teori ekonomi menjelaskan bahwa rasa senang hanya akan dirasakan ketika manusia memperoleh sesuatu untuk pertama kalinya.

“Pertama punya motor orang akan senang, tapi yang kedua, ketiga dan seterusnya kesenangan itu sudah hilang. Demikian juga untuk barang-barang lain. Itu pun masih dengan mereduksi makna kebahagiaan hanya sekadar kesenangan,” jelasnya.

“Dunia mengajarkan kita untuk mengejar ilusi bermegah-megahan. Bermegah-megahan kita anggap akan memberi kebahagiaan. Padahal itu hanya fatamorgana. Saat dikejar tidak akan pernah sampai, bila kita terus mengejarnya hanya akan memperoleh lelah sampai ajal menjemput,” terang dia.

Obsesi untuk mengejar ilusi tersebut membuat manusia seringkali melupakan anak-anak, keluarga, tetangga, bahkan negara sendiri.

“Para maling koruptor itu lupa pada negaranya. Mereka hanya memperkaya diri dan keluarganya. Mereka hanya ingin bermegah-megahan sampai lupa bahwa di depannya lubang kubur menantinya,” satir Anis.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk bermuhasabah, untuk mengembalikan kemanusiaan di tengah kekacauan peradaban saat ini. Salah satunya, kita diajari untuk berhenti mengejar dunia; karena itu hanya akan membuat kita kalang kabut dan akhirnya dibuat hina di dunia,” lanjut Anis.

Anis menambahkan bahwa salah satu cara agar tidak terjerumus dalam kesesatan adalah dengan melakukan sujud.

“Sujud meletakkan kepala di tanah atau tempat paling rendah menjadi ekspresi paling sempurna dari ungkapan keIslaman dimana berarti menyerah pada Allah dan membuat diri kita damai,” ucap dia.

Pria yang juga produktif dalam mencipta karya sastra tersebut menyebutkan bahwa dengan senantiasa mengingat Allah, hati akan bisa mendapatkan ketenangan.

“Bukan berarti lepas dari dunia, namun semua dilakukan dengan tetap mengingat Allah. Sementara puncak keterhubungan dengan Allah adalah ketika sujud. Karena saat sujud, kita kembali disadarkan bahwa pada dasarnya kita bukan siapa-siapa,” tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, Anis juga menyentil tentang serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurutnya, peristiwa peperangan ini memberikan pelajaran mendalam bagi seluruh dunia. Salah satunya adalah fakta bahwa Amerika Serikat yang dianggap sebagai kekuatan super dalam bidang pertahanan justru terlihat kewalahan ketika berhadapan dengan Iran—bangsa yang telah mengalami embargo selama 45 tahun namun tetap mampu berdiri dengan daulat.

“Puluhan tahun diembargo, tapi teknologi Iran mampu berkembang luar biasa. Tanpa perlu teknologi Amerika dan Eropa. Dan itu ditunjukkan dalam perang ini, Amerika yang dianggap penguasa militer dunia cukup kerepotan. Salah satunya contohnya, misil-misil yang dibuat dengan biaya murah, hanya puluhan juta, harus dicegat dengan misil-misil bernilai ratusan juta dolar Amerika,” imbuh dia.

Anis menyebutkan hal tersebut bisa terjadi karena di Iran, semangat nasionalisme yang kuat berpadu dengan semangat keagamaan yang juga telah mengakar dalam kehidupan masyarakat. Adanya tekanan dan serangan dari luar justru membuat rakyatnya semakin bersatu padu.

“Negeri kita sebenarnya juga punya sejarah kebangsaan yang cukup mengakar. Kita juga punya banyak anak bangsa yang cerdas, kita punya kekayaan alam yang melimpah. Tinggal kemauan politik para pemimpin saja yang justru membuat semua potensi ini nyaris terbuang percuma,” ucap dia.

Acara pengajian yang berlangsung selama hampir 3,5 jam di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut berhasil membuat jamaah yang menghadiri secara langsung maupun melalui berbagai platform media sosial terlibat penuh dalam menyimak materi yang disampaikan. Musik Sampak Gus Uran juga menjadi bagian yang memperkaya suasana Suluk Maleman kali ini.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Fokus Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan

    DPRD Pati Dorong Pemkab Fokus Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 119
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Warsiti, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memprioritaskan upaya peningkatan ekonomi berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akan menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh di wilayah tersebut. Warsiti menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan melalui kolaborasi dan inovasi. “Strategi terencana untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan […]

  • Pagu Dana Desa Pati 2026 Berkurang Sekitar Rp 60 Miliar Dibanding 2025

    Pagu Dana Desa Pati 2026 Berkurang Sekitar Rp 60 Miliar Dibanding 2025

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.377
    • 0Komentar

    PATI – Pagu Dana Desa Tahun Anggaran 2026 untuk Kabupaten Pati pasti akan menurun dibanding tahun lalu. Hal itu dikonfirmasi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Tri Hariyama. Menurut Tri Hariyama, alokasi Dana Desa 2026 untuk Kabupaten Pati berkurang sekitar Rp 60 miliar dibanding 2025. “Dibanding tahun kemarin, untuk Kabupaten Pati mengalami […]

  • Persipa Pati Terpuruk di Papan Bawah Usai Kalah Telak dari Persijap

    Persipa Pati Terpuruk di Papan Bawah Usai Kalah Telak dari Persijap

    • calendar_month Ming, 6 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 154
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati menelan kekalahan telak 0-3 dari Persijap Jepara dalam lanjutan Pegadaian Liga 2 Indonesia musim 2024/2025. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (6/10/2024) ini menjadi mimpi buruk bagi Laskar Saridin. Meskipun mampu bertahan hingga menit ke-37 dengan skor imbang, Persipa akhirnya menyerah setelah Rosalvo Jr. mencetak gol pembuka untuk […]

  • Dugaan Kecurangan Seleksi Perangkat Desa, Ketua Komisi A DPRD Pati Minta Gunakan Lembaga Lain

    Dugaan Kecurangan Seleksi Perangkat Desa, Ketua Komisi A DPRD Pati Minta Gunakan Lembaga Lain

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 220
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Narso, meminta agar lembaga yang digunakan untuk seleksi perangkat desa di Kabupaten Pati diganti. Permintaan ini disampaikan menyusul adanya berita terkait pembinaan disertasi Ketua Umum Partai Golkar dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang diduga melanggar etik dan akademik. “Lembaga yang kemarin dipakai untuk tes perangkat desa di […]

  • Unjuk Gigi Potensi Jepara, Tenun Troso Pecahkan Rekor Muri

    Unjuk Gigi Potensi Jepara, Tenun Troso Pecahkan Rekor Muri

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Pemecahan rekor Muri Tenun Troso JEPARA – Lapangan Datuk Ampel Desa Troso, Kecamatan Pecangaan dipadati ribuan orang pada Sabtu (13/7/2019). Di akhir pekan itu, Desa Troso punya hajat besar. Unjuk gigi potensi mereka melalui pemecahan rekor Muri penenun tradisional terbanyak. Pemecahan rekor dunia Museum Rekor Indonesia (Muri) itu dalam kategori penenun tradisional terbanyak, dengan menggunakan […]

  • Jembul Tulakan: Ritual Syukur Bumi Warisan Ratu Kalinyamat Ikon Wisata Jepara

    Jembul Tulakan: Ritual Syukur Bumi Warisan Ratu Kalinyamat Ikon Wisata Jepara

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 252
    • 0Komentar

    JEPARA – Ribuan warga Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, memadati jalanan pada Senin (14/7/2025) untuk menyaksikan Jembul Tulakan, sebuah tradisi yang digelar setiap tahun pada hari Senin Pahing bulan Apit. Kemeriahan dan antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi ini masih sangat hidup dan relevan. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, yang hadir bersama Wakil Bupati dan […]

expand_less