Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 955

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Tekankan Pengembangan Sektor Perikanan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

    DPRD Pati Tekankan Pengembangan Sektor Perikanan untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.975
    • 0Komentar

    PATI – Potensi sektor perikanan di Kabupaten Pati perlu digarap secara maksimal guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Anggota Komisi B DPRD Pati dari fraksi PDIP, Sudi Rustanto atau yang lebih dikenal sebagai Tanto, mengemukakan hal ini dan menekankan perlunya perhatian khusus terhadap potensi di bidang tersebut di Kecamatan Juwana. Menurutnya, wilayah Juwana memiliki […]

  • Kado Hari Santri PWI Pati Peduli Berbagi Bahan Makanan ke Pesantren

    Kado Hari Santri PWI Pati Peduli Berbagi Bahan Makanan ke Pesantren

    • calendar_month Ming, 24 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Ketua PWI Pati Moch Noor Efendi menyalurkan sedekah untuk pondok pesantren Riyadlotus Solihin Jatisari Jakenan. PATI – Dalam momen hari santri, organisasi Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Pati membagikan bahan makanan untuk salah satu pondok pesantren yang sedang berkembang di Desa Jatisari Kecamatan Jakenan. Pondok pesantren tersebut adalah Riyadlotus Solihin yang menampung 60-an santri dari kalangan […]

  • Bikin Bangga Cabor Sepatu Roda Persembahkan Medali Pertama Bagi Pati

    Bikin Bangga Cabor Sepatu Roda Persembahkan Medali Pertama Bagi Pati

    • calendar_month Jum, 19 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    SOLO – Cabor sepatu roda menyumbang medali perunggu. Perolehan medali tersebut tercatat menjadi medali pertama bagi kontingen Kabupaten Pati di ajang Porprov Surakarta 2018.   Bertanding di Velodrome Stadion Manahan  Laurainsya Putri Lilianti berhasil menyabet perunggu di kelas ITT 500 meterdengan catatan waktu 47.372 detik Atlet asal SMP 2 Pati yang bertempat tinggal di Desa Sugihrejo […]

  • Cak Nun Ajak Masyarakat Tak Golput, Kasihan Panitia

    Cak Nun Ajak Masyarakat Tak Golput, Kasihan Panitia

    • calendar_month Sab, 30 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Cak Nun  Budayawan Emha Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 17 April mendatang. Hal itu diungkapkannya saat berbicara di acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di halaman Mapolres Jepara, Jumat (29/3/2019) malam. ”Nanti jangan lupa gunakan hak suara anda di pemilu. Pilih pemimpin […]

  • Komisi C DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

    Komisi C DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.938
    • 0Komentar

    PATI – Masalah persampahan masih menjadi isu krusial yang terus mendapatkan perhatian serius, termasuk dari kalangan legislatif daerah. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Suyono. Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, salah satu aspek yang masih perlu perbaikan signifikan adalah sistem pengelolaan sampah yang bersumber dari rumah tangga. Menurutnya, penanganan […]

  • Butuh Penyerang Senior, Eks Persik Kediri Berminat Merapat ke Persipa

    Butuh Penyerang Senior, Eks Persik Kediri Berminat Merapat ke Persipa

    • calendar_month Rab, 19 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sayang. Fernando Taryono yang bermain bagus sekaligus mencuri perhatian tim pelatih saat beruji coba, tak jadi sepakat untuk mengikat kontrak. Manajemen hanya deal atas negosiasi dengan Bayu Eko prastyo yang berposisi sebagai bek. Mantan kapten PSCS tersebut ingin kembali ke klub yang membersarkannya. Dia masih ingin bermain di kompetisi sekelas minimal Liga 2. Manajemen Persipa […]

expand_less