Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 857

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 100 Lebih Pemain Ikuti Seleksi Persipa

    100 Lebih Pemain Ikuti Seleksi Persipa

    • calendar_month Ming, 4 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Seleksi pemain Persipa telah dimulai sore kemarin Minggu (4/3/18) di Stadion Joyokusumo. Sejumlah 100 pemain lebih, mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari kesebelasan Persipa yang akan berkompetisi di Liga 3 Jawa Tengah akhir Maret mendatang. Seleksi berlangsung sejak kemarin hingga 6 Maret mendatang. Di hari pertama seleksi kesebelasan berjuluk Laskar Saridin […]

  • Bawaslu Pati Awasi Proses Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih untuk Pilkada 2024

    Bawaslu Pati Awasi Proses Pencocokan dan Penelitian Daftar Pemilih untuk Pilkada 2024

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PATI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati bersama Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) sedang melakukan pengawasan terhadap proses pencocokan dan penelitian daftar pemilih untuk Pemilihan tahun 2024. Kegiatan pengawasan berlangsung dari tanggal 24 Juni hingga 24 Juli 2024. Dalam pengawasan ini, Bawaslu Kabupaten Pati dan tim menggunakan metode Pengawasan Melekat […]

  • Anggota DPRD Pati Narso : Pemuda Motor Perubahan Bangsa

    Anggota DPRD Pati Narso : Pemuda Motor Perubahan Bangsa

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 346
    • 0Komentar

    PATI – Narso, anggota DPRD Kabupaten Pati, menyerukan kepada masyarakat, terutama para pemuda, untuk menjadi motor penggerak perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. “Dalam momen ini, kita mengajak para pemuda untuk bersemangat dan menjadi motor penggerak bangsa kita, agar segera bisa menjadi negara maju,” ujarnya. Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menekankan pentingnya […]

  • Tak Sia-sia Kulit Jeruk Pamelo Bisa Dibuat Jadi Selai yang Nikmat

    Tak Sia-sia Kulit Jeruk Pamelo Bisa Dibuat Jadi Selai yang Nikmat

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Kulit jeruk pamelo  Di tangan orang kreatif, apapun bisa menjadi berharga. Seperti yang dilakukan para mahasiswa KKN di Desa Bageng ini misalnya. Limbah kulit jeruk pamelo diolahnya menjadi selai. Hasilnya, limbah yang sia-sia menjadi berguna. Asap dari dapur mengepul tebal. Matahari mulai beranjak naik. Sinarnya terik. Di dalam dapur, keriuhan anak-anak muda menambah kesibukan. Kholishotin […]

  • Kemenangan Perdana Persipa Pati di Liga 2! Laskar Saridin Bungkam PSIM Yogyakarta

    Kemenangan Perdana Persipa Pati di Liga 2! Laskar Saridin Bungkam PSIM Yogyakarta

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 281
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati akhirnya memetik kemenangan perdana di Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025. Laskar Saridin sukses menaklukkan tamunya, PSIM Yogyakarta, dengan skor telak 3-1 dalam pertandingan tanpa penonton di Stadion Joyokusumo, Kamis (26/9/2024). Persipa Pati tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka langsung unggul 3-0 di babak pertama melalui gol-gol dari Mirkomil Lokaev (menit 23), […]

  • PKK Desa Kedungbulus dan KKN STAI Pati Sukses Ciptakan Probiotik RABAL untuk Budidaya Lele

    PKK Desa Kedungbulus dan KKN STAI Pati Sukses Ciptakan Probiotik RABAL untuk Budidaya Lele

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Kelompok Kerja Nyata (KKN) Tim 09 dari STAI Pati berkolaborasi dengan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kedungbulus berhasil menciptakan probiotik RABAL. Probiotik ini, hasil fermentasi ragi, tape, dan bakteri asam laktat, mengandung Lactobacillus casei dan Saccharomyces cerevisiae, bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, daya tahan tubuh, dan penyerapan nutrisi. Lebih dari itu, […]

expand_less