Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 948

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Lantai Sebelas, Laskar Saridin Bersiap Pentas

    Dari Lantai Sebelas, Laskar Saridin Bersiap Pentas

    • calendar_month Kam, 28 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Target Naik Kasta  Para pemain Persipa yang telah menandatangani kontrak Hujan baru saja reda mengguyur Kota Pati. Minggu malam (24/3/2019), udara kota masih terasa dingin. Jalanan sedikit masih basah. Mendung tebal menggelantung di langit The Safin Hotel. Dari lantai 11 gemerlap lampu-lampu  membikin suasana menjadi syahdu. Sayup-sayup kendaraan di jalanan terasa senyap. Masih pukul 19.00. […]

  • Antusiasme Suporter Pati Jadi Salah Satu Alasan Salahudin Gabung Persipa

    Antusiasme Suporter Pati Jadi Salah Satu Alasan Salahudin Gabung Persipa

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.454
    • 0Komentar

    PATI – Persipa Pati akan dipimpin oleh pelatih kepala Salahudin untuk menghadapi persaingan di ajang Liga Nusantara 2026/27. Salahudin merupakan sosok pelatih yang kenyang pengalaman di pentas sepak bola nasional. Sepanjang karirnya sebagai pelatih, Salahudin tercatat sempat memimpin Nusantara United FC, Persijap Jepara, Persis Solo, Persiba Balikpapan, hingga PS Barito Putera. Dan kini, memimpin Persipa […]

  • Ibu Muda Ditusuk Tetangga di Pati, Pelaku Coba Bunuh Diri

    Ibu Muda Ditusuk Tetangga di Pati, Pelaku Coba Bunuh Diri

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 307
    • 0Komentar

    PATI – Seorang ibu muda diserang dengan senjata tajam di Desa Jepalo, Gunungwungkal, Pati, Jawa Tengah pada Selasa (03/09/2024). Wanita tersebut berinisial SU (24) dan diserang oleh tetangganya sendiri, S (32). Kapolsek Gunungwungkal AKP Sukarno, kejadian terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika SU sedang memandikan anaknya di rumah bersama ibunya. Pelaku S tiba dan melakukan […]

  • Dengan Sains Olahraga, PFA Memoles Mutiara Hitam Lebih Mengkilap

    Dengan Sains Olahraga, PFA Memoles Mutiara Hitam Lebih Mengkilap

    • calendar_month Jum, 31 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

      Pelatih Papua Football Academy melihat cara anak asuhnya mengumpan bola/FOTO PAPUA FOOTBALL ACADEMY  Shin Tae Yong pernah mengkritik pemain Indonesia sudah salah sejak level dasar, dari teknik bermain hingga pemenuhan nutrisinya. Karenanya Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi sepak bola yang membina usia dini mesti berbenah PAPUA – Lahirnya Papua Football Academy (PFA) cukup […]

  • Menengok Telaga Sejuta Akar yang Terus Bersolek

    Menengok Telaga Sejuta Akar yang Terus Bersolek

    • calendar_month Kam, 13 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Telaga Sejuta Akar terus bersolek Momen libur lebaran dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat di Jepara. Tempat-tempat wisata terlihat ramai dengan pengunjungnya. Terutama di wisata pantai. Tak kalah, Telaga Sejuta Akar di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri ikut unjuk gigi menawarkan keindahannya untuk dikunjungi. Melengkapi deretan wisata-wisata di Bumi Kartini. Sejak beberapa tahun terakhir, tempat wisata ini […]

  • Pria Paruh Baya Tertangkap Basah Maling Motor, Dihajar Massa di Balai Desa Gebang

    Pria Paruh Baya Tertangkap Basah Maling Motor, Dihajar Massa di Balai Desa Gebang

    • calendar_month Sel, 12 Des 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 292
    • 0Komentar

    PATI – Seorang pria paruh baya berusia 57 tahun asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bernama Jasri, mengalami nasib naas setelah tertangkap basah mencuri motor di Desa Gebang. Kejadian ini terekam dalam video yang menjadi viral di media sosial pada Selasa (12/12/2023) pagi. Jasri dikerumuni dan dihajar massa di balai desa setempat sebagai bentuk kecaman atas […]

expand_less