Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 917

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Klarifikasi Kiai Said Aqil Siroj Terkait Penolakan UAS di Hongkong

    Begini Klarifikasi Kiai Said Aqil Siroj Terkait Penolakan UAS di Hongkong

    • calendar_month Kam, 4 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, JAKARTA – Beberapa waktu lalu penolakan terhadap ceramah Ustad Abdus Somad (UAS) di Hongkong, tampil menyita perhatian publik. Sejumlah info pun merebak, tak ketinggalan fitnah pun ditebar. Seperti sebuah fitnah yang dialamatkan ke Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj. Berkaitan dengan hal itu, Said Aqil Siroj (SAS) Institute memberikan klarifikasi yang terjadi […]

  • Ilustrasi freepik 

    Cinta Tanah Air: Semangat Cinta dan Pengabdian pada Tanah Tempat Kita Berpijak

    • calendar_month Sab, 29 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Ilustrasi freepik Pengertian cinta tanah air telah menjadi bagian integral dari identitas dan kesatuan sebuah bangsa. Cinta tanah air adalah semangat cinta dan pengabdian yang tulus terhadap negeri tempat kita dilahirkan dan dibesarkan. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang arti sebenarnya dari cinta tanah air dan mengapa semangat ini begitu penting bagi […]

  • Sarana Belajar Membatik Profesional (2)

    Sarana Belajar Membatik Profesional (2)

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Belajar dari proses awal hingga akhir  Tidak hanya kepentingan wisata. Tamzis juga menyiapkan tempatnya sebagai sekolah membatik bagi siapa saja. Di Wisata Batik Pati, tidak saja menjadi tempat liburan. Pengunjung bahkan bisa belajar lebih serius. Terutama bagi pengunjung yang ingin belajar membatik secara lebih serius untuk kepentingan professional-bisnis, dirinya juga bisa memfasilitasi. Untuk diketahui, pada […]

  • DPRD Pati Nilai Alat Pedot Oyot jadi Solusi Kelangkaan Tenaga Kerja dan Peningkatan Produksi

    DPRD Pati Nilai Alat Pedot Oyot jadi Solusi Kelangkaan Tenaga Kerja dan Peningkatan Produksi

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 330
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Kamari, berharap PG Trangkil dapat terus berinovasi dan menciptakan alat-alat mekanisasi lainnya untuk membantu para petani. Ia juga mendorong agar petani dapat meniru dan membuat alat serupa. “Kami berharap PG Trangkil bisa menciptakan alat-alat mekanisasi lainnya, atau petani kita meniru dan berinovasi membuat alat serupa,” ujar Kamari yang juga menjabat […]

  • Milad Muhammadiyah ke-113 di Pati, Momentum Perkuat Harmoni dan Kolaborasi

    Milad Muhammadiyah ke-113 di Pati, Momentum Perkuat Harmoni dan Kolaborasi

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, bersama Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra, menghadiri secara langsung acara Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah yang ke-113 di Pendopo Kabupaten Pati. Kehadiran jajaran pimpinan daerah dan tokoh Persyarikatan Muhammadiyah ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga harmoni serta mempererat kolaborasi dalam pembangunan Kabupaten Pati, Minggu (30/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sudewo […]

  • Bupati Kudus saat meninjau pengelolaan sampah.

    Pemkab Kudus dan Pura Group Olah Sampah Jadi Energi Lewat RDF

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 1.948
    • 0Komentar

    KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melakukan peninjauan langsung terhadap proses pengolahan sampah menggunakan metode Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Sabtu (31/1/2026). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kudus dan Pura Group sebagai upaya nyata mengubah persoalan sampah menjadi potensi sumber energi alternatif. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sam’ani […]

expand_less