Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 874

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iker Guarrotxena diharapkan bisa kembali mencetak gol kemenangan Persijap Jepara.

    Persita vs Persijap : Misi Berat Laskar Kalinyamat Kembali ke Jalur Kemenangan

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 240
    • 0Komentar

    BANTEN – Persijap Jepara dua kali menelan kekalahan secara beruntun, saat menghadapi Dewa United dan Persija Jakarta. Kini pekerjaan berat diemban Headcoach Persijap Jepara Mario Lemos untuk kembali membawa Laskar Kalinyamat ke jalur kemenangan saat berjumpa dengan Persita Tangerang, Minggu (10/5/2026) di Banten International Stadium. Mario Lemos sendiri mengusung misi kemenangan untuk mengamankan Persijap di […]

  • Teater Suryo Pati IPMAFA Angkat Isu “Palsu”, Kritik Janji yang Tak Kunjung Terwujud

    Teater Suryo Pati IPMAFA Angkat Isu “Palsu”, Kritik Janji yang Tak Kunjung Terwujud

    • calendar_month Jum, 17 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.047
    • 0Komentar

    PATI – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Suryo Pati Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) kembali menghadirkan pementasan teater di halaman kampus IPMAFA, Kamis (19/7/2026). Mengusung lakon bertajuk Palsu, pertunjukan tersebut menjadi ruang ekspresi mahasiswa sekaligus menyampaikan kritik sosial melalui seni. Pementasan itu mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Mahasiswa, pegiat seni di Kabupaten Pati, hingga […]

  • Dana Pinjaman Daerah Hanya Cair Rp67 Miliar, DPRD Pati Minta Fokus pada Program Prioritas

    Dana Pinjaman Daerah Hanya Cair Rp67 Miliar, DPRD Pati Minta Fokus pada Program Prioritas

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.985
    • 0Komentar

    PATI – Realisasi pencairan dana pinjaman Pemerintah Kabupaten Pati dari Bank Jateng tidak mencapai target awal yang direncanakan senilai Rp90 miliar. Pada tahun anggaran 2026 ini, dana yang berhasil dicairkan hanya sebesar Rp67 miliar, yang mana dana tersebut dialokasikan khusus untuk membiayai berbagai proyek pembangunan infrastruktur di daerah Besaran dana yang diterima ini merupakan penyesuaian […]

  • DPRD Pati : UMKM Anak Muda Harus Didukung Penuh

    DPRD Pati : UMKM Anak Muda Harus Didukung Penuh

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.025
    • 0Komentar

    PATI – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dijalankan oleh anak muda di Kabupaten Pati perlu mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi. Kini semakin banyak anak muda yang memilih untuk memulai usaha mandiri, dengan berbagai jenis produk mulai dari makanan dan minuman, fashion, hingga layanan jasa. […]

  • 200 Pemuda Grobogan Ikuti Seleksi Magang Jepang, Program SMART IKAPEKSI Resmi Dibuka

    200 Pemuda Grobogan Ikuti Seleksi Magang Jepang, Program SMART IKAPEKSI Resmi Dibuka

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 344
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Sebanyak 200 anak muda dari berbagai daerah di sekitar Grobogan antusias mengikuti seleksi program magang ke Jepang dalam kegiatan bertajuk SMART IKAPEKSI. Program yang resmi dimulai Senin (28/7/2025) ini menandai tonggak sejarah bagi Kabupaten Grobogan sebagai daerah pertama di Jawa Tengah yang menyelenggarakan Seleksi Magang Jepang Rekrutmen Terpadu bersama IKAPEKSI Indonesia (Ikatan Pengusaha […]

  • DPRD Pati Dorong Pembangunan Museum: Perda Cagar Budaya Jadi Landasan

    DPRD Pati Dorong Pembangunan Museum: Perda Cagar Budaya Jadi Landasan

    • calendar_month Rab, 19 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 341
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati sedang merancang Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Cagar Budaya untuk melindungi warisan budaya di daerah tersebut. Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi landasan untuk pembangunan museum, mengingat Kabupaten Pati yang telah berusia 700 tahun belum memiliki fasilitas museum untuk menyimpan artefak bersejarah. “Ada langkah […]

expand_less