Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 930

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati : Rokok legal Rugikan Negara, Dukung Penuh Pemberantasan

    DPRD Pati : Rokok legal Rugikan Negara, Dukung Penuh Pemberantasan

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.133
    • 0Komentar

    PATI – Teguh Bandang Waluyo, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, menyampaikan dukungan total terhadap langkah-langkah yang dilakukan untuk memberantas peredaran rokok ilegal. Menurutnya, penyebaran rokok yang tidak memenuhi ketentuan cukai menyebabkan kerugian bagi negara karena mengurangi kontribusi dari sektor pajak cukai. “Kami mendukung upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal yang berdampak merugikan pendapatan […]

  • Belasan Ekor Macan Tutul Tertangkap Kamera di Hutan Muria

    Belasan Ekor Macan Tutul Tertangkap Kamera di Hutan Muria

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2.476
    • 0Komentar

    Ilustrasi Macan Tutul KUDUS – Secara umum kondisi hutan Muria masih bagus. Bahkan dalam sebuah pantauan, ada 13 ekor macan tutul dalam radius 55 kilometer yang berhasil diabadikan gambarnya. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Ratih Loekito dalam pertemuan di Command Center Selasa (5/3/2019). Pertemuan itu membahas soal pelestarian hutan Muria. ”Kami […]

  • Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 387
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati akan menerima alokasi Dana Desa (DD) sebesar Rp 380 miliar pada tahun 2025 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, distribusi dana tersebut menunjukkan disparitas yang signifikan antara desa-desa penerima. Desa Pasucen di Kecamatan Trangkil menjadi penerima DD tertinggi dengan anggaran mencapai Rp 1.870.060.000, terdiri dari alokasi dasar Rp 741.136.000, alokasi formula Rp […]

  • Semangat Merdeka dari Desa Penghasil Pemain Bola

    Semangat Merdeka dari Desa Penghasil Pemain Bola

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 332
    • 0Komentar

      Suasana lapangan sepakbola Desa Trangkil, Pati saat Agustusan 2021. Desa/Kecamatan Trangkil di Kabupaten Pati dikenal luas sebagai desa penghasil pemain bola. Dari masa ke masa selalu lahir pemain sepakbola yang meramaikan geliat sepakbola nasional. Di bulan Kemerdekaan ini, lapangan yang menjadi tempat berlatih dihias 76 bendera merah putih. Sebagai semangat untuk bekerja keras menjadi […]

  • Sisa Pembakaran Slamper Nyaris Lalap Gudang Pabrik Arang

    Sisa Pembakaran Slamper Nyaris Lalap Gudang Pabrik Arang

    • calendar_month Sel, 19 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PATI – Peristiwa kebakaran kembali terjadi. Sebuah gudang pabrik arang, nyaris ludes dilalap si jago merah siang kemarin (18/6/2018). Hal itu terjadi lantaran api sisa pembakaran slamper (Red, daun tebu kering) yang terbawa angin dan jatuh mengenai batok kelapa kering yang ada di pabrik tersebut. Ketua relawan RAPI Gunawan kepada Jawa Pos Radar Kudus mengungkapkan, […]

  • DPRD Pati Apresiasi Festival Literasi

    DPRD Pati Apresiasi Festival Literasi

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 303
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pati menyelenggarakan festival literasi membaca dan menulis untuk mendorong minat baca dan tulis di kalangan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya membaca dan menulis. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, festival literasi sangat penting untuk […]

expand_less