Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 967

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eksotis Sekaligus Mistis dulu Petilasan Syeh Siti Jenar (2)

    Eksotis Sekaligus Mistis dulu Petilasan Syeh Siti Jenar (2)

    • calendar_month Ming, 4 Okt 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

      Selain eksotis, Pantai Lemah Abang konon juga mistis. Dikisahkan, dulu tempat ini merupakan petilasan dari salah seorang wali yang kontroversial pada zaman walisongo. Namanya Syeh Siti Jenar. ”Cerita-ceritanya begitu. Ada aura mistis. Temenku suatu sore pernah “disasarkan” di tengah hutan karetan, saat hendak ke pantai itu,” kata Ardian Firda Maulida, salah seorang pengunjung dari […]

  • Tegakkan Perda, Pemerintah Diminta Tidak Lemah

    Tegakkan Perda, Pemerintah Diminta Tidak Lemah

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Beberapa ormas Islam di Kabupaten Pati mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Pati Selasa (20/2/18) siang kemarin. Kedatangan mereka untuk memberikan dorongan agar pemerintah tidak lemah dalam penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan pariwisata. Hal ini menyusul adanya isu yang menyebutkan bahwa perda tersebut oleh pihak pengusaha karaoke didorong hendak direvisi. […]

  • Tidak Panik dan Tetap Waspada, Bersalawat dan Berdoa Cegah Corona

    Tidak Panik dan Tetap Waspada, Bersalawat dan Berdoa Cegah Corona

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Suasana pembacaan slawat dan doa bersama di madrasah Darul falah Sirahan Pati PATI – Salawat Thibbil Qulub mengalun lembut di halaman Perguruan Islam Darul Falah Desa Sirahan, pagi kemarin. Kiai Jamaludin Umar memimpin pembacaan salawat tersebut. Ratusan siswa-siswi duduk bersila menghayati munajat kepada Yang Maha Menyembuhkan itu. Direktur Perguruan Islam Darul Falah, Syamsudin Sukahar mengungkapkan, […]

  • Cepat Tanggap, Kurang dari 24 Jam Polresta Pati Ringkus Dua Pencuri Enam Laptop SDN 2 Mulyoharjo

    Cepat Tanggap, Kurang dari 24 Jam Polresta Pati Ringkus Dua Pencuri Enam Laptop SDN 2 Mulyoharjo

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.610
    • 0Komentar

    PATI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati melalui Unit Reskrim Polsek Pati berhasil membongkar kasus dugaan pencurian dengan pemberatan yang menimpa SD Negeri 2 Mulyoharjo, Kecamatan Pati. Keberhasilan ini ditandai dengan pengamanan dua orang tersangka serta penyitaan seluruh barang bukti berupa perangkat elektronik milik sekolah yang sempat diambil pelaku. Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati, IPTU […]

  • Peringati Proklamasi Dongengkan Sejarah Perjuangan kepada Pelajar

    Peringati Proklamasi Dongengkan Sejarah Perjuangan kepada Pelajar

    • calendar_month Sab, 18 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 344
    • 0Komentar

     Salah satu sesepuh veteran di Kabupaten Pati Lilik Soekarno mendongengkan sejarah perjuangan tentara pelajar saat melawan Belanda.   PATI – Pekik merdeka mengiringi perjalanan ratusan peserta kirab taptu di Kabupaten Pati Kamis (16/8/2018) malam lalu. Ratusan pelajar serta ormas kepemudaan ini berjalan dari Pendapa Kabupaten Pati menuju Gedung Juang 45. Sesampainya di depan Gedung Juang 45, […]

  • DPRD Pati Soroti Alih Fungsi Lahan Hijau, Minta Pemkab Sediakan Lahan Pengganti Setara

    DPRD Pati Soroti Alih Fungsi Lahan Hijau, Minta Pemkab Sediakan Lahan Pengganti Setara

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 284
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi C DPRD Pati Joni Kurnianto memberikan perhatian khusus terhadap rencana perubahan peruntukan lahan hijau yang akan dijadikan kawasan industri. Menurutnya, apabila lahan yang sebelumnya berstatus hijau diubah menjadi klasifikasi lahan orange maupun coklat, maka Pemerintah Kabupaten Pati memiliki kewajiban untuk menyiapkan lahan pengganti. Selain tersedia, luas lahan pengganti tersebut juga harus […]

expand_less