Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 904

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suporter Persijap Minta Panpel Dievaluasi

    Suporter Persijap Minta Panpel Dievaluasi

    • calendar_month Rab, 7 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Suporter Persijap Jepara dari kelompok CNS/ @ultraspersijap JEPARA – Pertandingan home perdana menghadapi Persekat Tegal Minggu (4/9/2022) mendapat sorotan netizen dan Persijap fans. Sebab dalam laporan resmi jumlah penontom yang tercatat hanya 8.500 penonton, padahal stadion berkapasitas sekitar 15.000 penonton itu hampir dipenuhi penonton.  Karena itu mencuat dugaan ada yang mengarah pada upaya memperoleh keuntungan […]

  • Petani Garam Merugi Akibat Kemarau, Komisi B DPRD Kabupaten Pati Siapkan Solusi

    Petani Garam Merugi Akibat Kemarau, Komisi B DPRD Kabupaten Pati Siapkan Solusi

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 274
    • 0Komentar

    PATI – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pati menyebabkan petani garam mengalami gagal panen. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyatakan akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi. “Kami akan mengoptimalkan koordinasi dengan dinas terkait. Mulai saat ini, kita harus mempersiapkan langkah-langkah untuk tahun-tahun mendatang agar petani tidak terus […]

  • DPRD Pati Minta Penambahan Pos Damkar di Setiap Eks Kawedanan

    DPRD Pati Minta Penambahan Pos Damkar di Setiap Eks Kawedanan

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

    PATI – Tingginya angka kebakaran di Kabupaten Pati mendorong DPRD Pati untuk mendesak pemerintah daerah agar menambah pos pemadam kebakaran di setiap eks kawedanan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPRD Pati sementara, Ali Badrudin, yang menyatakan bahwa keberadaan pos damkar di setiap eks kawedanan akan mempercepat waktu respons dan membantu memadamkan api lebih cepat jika […]

  • DPRD Pati Berkomitmen Dorong Kemajuan Batik Tulis Bakaran

    DPRD Pati Berkomitmen Dorong Kemajuan Batik Tulis Bakaran

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 354
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan potensi batik tulis asli Pati, yaitu Batik Bakaran yang berasal dari Kecamatan Juwana. Batik Bakaran memiliki karakter dan ciri khas tersendiri, baik dari segi motif maupun corak warnanya. Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menyampaikan bahwa Batik Bakaran sangat khas dan memerlukan […]

  • Ketua Sementara DPRD Pati Terima Usulan Calon Pimpinan Definitif, Ini Daftarnya

    Ketua Sementara DPRD Pati Terima Usulan Calon Pimpinan Definitif, Ini Daftarnya

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 309
    • 0Komentar

    PATI – Empat partai politik (parpol) telah mengajukan nama calon pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati definitif. Nama-nama tersebut akan mengisi posisi ketua, wakil ketua I, wakil ketua II, dan wakil ketua III. Partai-partai yang mengajukan calon tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan […]

  • Ponpes Darul Aitam Pati Kota Sabet Gelar Juara Banyak Talenta Pesepakbola Dari Pesantren

    Ponpes Darul Aitam Pati Kota Sabet Gelar Juara Banyak Talenta Pesepakbola Dari Pesantren

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Cabang sepak bola dipertandingkan lebih awal sebelum upacara pembukaan POSPEDA 2017. Dalam waktu tiga hari, sembilan kesebelasan turut berlaga di cabang sepak bola yang di gelar di Stadion Joyokusumo. Senin (9/10) hingga babak final Selasa (10/10) lalu. Gunawan, panitia pelaksana cabang sepak bola menuturkan, banyak pesepakbola yang bertalenta dari pondok pesantren. […]

expand_less