Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 842

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edy Wuryanto Tegaskan Pentingnya Keamanan Pangan dan Gizi Melalui SPPG

    Edy Wuryanto Tegaskan Pentingnya Keamanan Pangan dan Gizi Melalui SPPG

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 848
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menekankan pentingnya pemenuhan lima standar utama layanan oleh seluruh Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) untuk menjamin keamanan pangan dan kualitas gizi masyarakat. Meskipun pemenuhan kelima standar tersebut akan didorong secara bertahap, Edy menegaskan bahwa ada dua syarat wajib yang harus dipenuhi sejak awal operasional SPPG. “Kelima […]

  • Pengerjaan Jalan TMMD Karangsari Capai  65 Persen

    Pengerjaan Jalan TMMD Karangsari Capai 65 Persen

    • calendar_month Ming, 22 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Warga membantu TNI mengerjakan jalan dengan makadam di Desa Karangsari Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati yang merupakan salah satu lokasi TMMD Sengkuyung Tahap II. PATI – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II, sudah menunjukkan progresnya. Bahkan di Desa Karangsari yang menjadi salah satu lokasi TMMD, dalam kegiatan pembangunan jalan sudah mencapai 65 persen. […]

  • Semangat Merdeka dari Desa Penghasil Pemain Bola

    Semangat Merdeka dari Desa Penghasil Pemain Bola

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

      Suasana lapangan sepakbola Desa Trangkil, Pati saat Agustusan 2021. Desa/Kecamatan Trangkil di Kabupaten Pati dikenal luas sebagai desa penghasil pemain bola. Dari masa ke masa selalu lahir pemain sepakbola yang meramaikan geliat sepakbola nasional. Di bulan Kemerdekaan ini, lapangan yang menjadi tempat berlatih dihias 76 bendera merah putih. Sebagai semangat untuk bekerja keras menjadi […]

  • KPU Pati Umumkan Hasil Pilkada 2024: Sudewo-Risma sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

    KPU Pati Umumkan Hasil Pilkada 2024: Sudewo-Risma sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 311
    • 0Komentar

    PATI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati menetapkan pasangan Sudewo dan Risma Ardhi Chandra sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih untuk periode 2025-2030. Penetapan tersebut diumumkan secara resmi oleh Ketua KPU Pati, Supriyanto, pada Kamis (9/1/2025) di Hotel New Merdeka, Jalan Diponegoro No.69, Kecamatan Pati. Surat penetapan bernomor 30/PL.02.7-BA/3318/2/2025 tersebut menyatakan pasangan calon […]

  • Carlos Franca tampil apik saat membantu Persijap menahan Borneo FC.

    Pembuktian Persijap Jepara, Sukses Tahan Imbang Borneo FC

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara berhasil menahan imbang Borneo FC dengan skor 0-0 pada laga pekan ke-33 Super League di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (17/5/2026). Hasil tersebut menjadi bukti konsistensi Persijap dalam bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Tambahan satu poin juga membuat peluang Borneo FC untuk meraih gelar juara musim ini semakin menipis […]

  • 500 Perenang Bakal Bertarung di Krapda Jawa Tengah Bupati Cup III 2019 di Jepara

    500 Perenang Bakal Bertarung di Krapda Jawa Tengah Bupati Cup III 2019 di Jepara

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Jepara Olympic Pool berada di kawasan Stadion Gelora Bumi Kartini JEPARA – Kabupaten Jepara dipastikan bakal menjadi tuan rumah kejuaraan renang paling bergengsi di Jawa Tengah. Kejuaraan itu bertajuk “Krapda Jawa Tengah Bupati Cup III 2019”. Kejuaraan tersebut bakal berlangsung pada pekan ketiga bulan Juli di Jepara Olympic Pool komplek Stadion Gelora Bumi Kartini. Ashar […]

expand_less