Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 926

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persipa Pati U-17 Melaju ke Semifinal Piala Soeratin Jawa Tengah

    Persipa Pati U-17 Melaju ke Semifinal Piala Soeratin Jawa Tengah

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 344
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Tim Persipa Pati U-17 berhasil meraih tiket ke babak semifinal Piala Soeratin Jawa Tengah setelah melewati drama adu penalti melawan Persikaba Blora U-17 di babak 8 besar. Pertandingan yang berlangsung pada Kamis (14/11/2024) sore di Arena Soccer Field POJ City Semarang berakhir imbang 0-0 di waktu normal. Dalam adu penalti, Persipa Junior menunjukkan […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Kembangkan Industri Pengolahan

    DPRD Pati Minta Pemkab Kembangkan Industri Pengolahan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 310
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati dari Partai Golkar, Endah Sri Wahyungiati, mendorong pengembangan industri di Kabupaten Pati dengan fokus pada pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan serta investasi ramah lingkungan. “Pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan meningkatkan daya saing Kabupaten Pati di tingkat nasional,” […]

  • Selamat Tinggal Lokalisasi Selamat Datang Prostitusi Online?

    Selamat Tinggal Lokalisasi Selamat Datang Prostitusi Online?

    • calendar_month Sab, 5 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

      Anggota Komisi D DPRD Pati Noto Subiyanto PATI – Lokalisasi Lorong Indah (LI) berhasil dibongkar pemkab Pati pada Kamis (3/2/2022). Sejumlah pihak mengapresiasi kebijakan “berani” dari pemerintah, karena telah melenyapkan tempat maksiat itu. Dikutip dari berbagai sumber, ada sekitar 70-an bangunan yang dirobohkan. Kini lokalisasi itu telah rata dengan tanah. Di lokalisasi ini memang […]

  • Komisi B DPRD Pati Siap Fasilitasi Regenerasi Petani Milenial

    Komisi B DPRD Pati Siap Fasilitasi Regenerasi Petani Milenial

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 957
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, berencana menggelar pertemuan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder terkait untuk membahas regenerasi petani di Kabupaten Pati. Langkah ini diambil untuk mendorong inovasi di sektor pertanian melalui peran serta anak muda. “Rencana kami hasil dari sidak kemarin, kami akan mempertemukan para Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, […]

  • Terbentuk Secara Tak Sengaja

    Terbentuk Secara Tak Sengaja

    • calendar_month Ming, 4 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Diecaster Pati, atau pecinta mobil-mobilan di Kabupaten Pati terbentuk secara tak sengaja. Awalnya di tahun 2013. Ketua Komunitas Diecaster Pati, Whido Danang Kesumo mengisahkan, saat itu ada yang berdagang diecast, sebutan untuk mainan mobil-mobilan secara offline. Ada yang berjualan dengan salah satu merk terkenal di Stadion Joyokusumo di hari Minggu pagi. Dari situ kemudian mulai […]

  • DPRD Pati Dorong Penguatan Program Perhutanan Sosial

    DPRD Pati Dorong Penguatan Program Perhutanan Sosial

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.115
    • 0Komentar

    PATI – Warsiti, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, mengajak pemerintah daerah untuk lebih mengoptimalkan program perhutanan sosial dengan cara memberikan bantuan bibit kepada masyarakat setempat. Menurut dia, langkah ini dianggap strategis untuk mengakomodasi kedua tujuan penting, yakni pelestarian alam dan peningkatan taraf hidup masyarakat yang berdomisili di sekitar wilayah hutan. Warsiti menegaskan bahwa keberadaan […]

expand_less