Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 933

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melihat Optimisnya Sang Presiden Meski Terus Dicaci

    Melihat Optimisnya Sang Presiden Meski Terus Dicaci

    • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    FOTO : TOPSKOR Sekitar musim 2008  hingga 2011, atau tepatnya ketika Indonesian Super League bergulir menjadi kasta tertinggi sepakbola Indonesia, Persijap boleh dikatakan pernah mengalami saat-saat mentereng. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini menjadi salah satu kontestan yang disegani. Era itu kita mengenal nama-nama beken sekelas Johan Juansyah, Pablo Frances, Amarildo Souza, Danang Wihatmoko, Isdiantono, A […]

  • Anggota DPRD Pati Sudi Rustanto Dukung Pelestarian Budaya Tradisi Sedekah Laut di Juwana

    Anggota DPRD Pati Sudi Rustanto Dukung Pelestarian Budaya Tradisi Sedekah Laut di Juwana

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 269
    • 0Komentar

    PATI – Tradisi Sedekah Laut kembali digelar dengan penuh khidmat dan kemeriahan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 2 Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati (13/4/2025). Acara yang merupakan warisan budaya turun-temurun ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta dukungan penuh dari anggota DPRD Kabupaten Pati. Sudi Rustanto, anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PDIP […]

  • Masjid Tanpa Sujud ?

    Masjid Tanpa Sujud ?

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Teater Gerak 11 PMII Cabang Kudus bersiap menggelar pentas produksi pada Sabtu (18/5/2019) nanti di Gedung O FKIP Universitas Muria Kudus pukul 20.00. Lakon yang dibawakan adalah “Masjid Tanpa Sujud”. Lakon itu merupakan naskah karya Habib Anis Sholeh Ba’asyin, seniman dan budayawan dari Bumi Mina Tani, sekaligus pendiri Orkes Puisi Sampak GusUran dan pengasuh Ngaji […]

  • Polda Jateng Ringkus Maling Motor Lintas Provinsi

    Polda Jateng Ringkus Maling Motor Lintas Provinsi

    • calendar_month Sel, 31 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Dua maling motor lintas provinsi diamankan Polda Jateng SEMARANG – Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor lintas provinsi berhasil diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Diteskrimum) Polda Jateng, pelaku pencurian biasanya beroprasi di wilayah Kabupaten Pati dan Rembang. Pelaku diketahui berinisial AR dan M merupakan warga Probolinggo Jawa Timur. Aksi keduanya sempat viral, lantaran terekam kamera CCTV […]

  • Laskar Saridin Digembleng Pressing

    Laskar Saridin Digembleng Pressing

    • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    PATI – Mengakhiri putaran pertama Liga 3 Zona Jawa Tengah, Persipa finish dengan hasil yang terbilang tak memuaskan. Kesebelasan berjuluk Laskar Saridin tersebut menjadi lumbung gol di Grup A, serta berada di urutan paling buncit kedua satu tingkat lebih baik dari PSIK Klaten yang belum sekalipun mengemas poin. Dwi Cahyono cs tercatat kemasukan 13 gol […]

  • Rumah Murah Harga Khusus Warga Jepara Berpenghasilan Rendah

    Rumah Murah Harga Khusus Warga Jepara Berpenghasilan Rendah

    • calendar_month Rab, 4 Des 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Tandatangan kerjasama  Pemkab Jepara dan BTN bekerjasama. Sebanyak 190 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) disapkan. Rumah bertipe 36 ini bakal dibanderol harga khusus. Rp 84 juta. JEPARA – Lahan seluas dua hektare tengah disiapkan. Lahan yang berada di Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara ini akan menjadi tempat dibangunnya 190 unit rumah. Rumah-rumah itu diperuntukkan […]

expand_less