Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 859

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edy Wuryanto Minta PPDS Hospital Based Tidak Sekadar Tambah Program

    Edy Wuryanto Minta PPDS Hospital Based Tidak Sekadar Tambah Program

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.042
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perluasan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) melalui skema berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) dinilai harus memiliki arah yang jelas. Program tersebut tidak semestinya hanya menambah nama atau jalur pendidikan baru, tetapi harus benar-benar memperluas kapasitas pendidikan dokter spesialis, terutama di wilayah yang masih mengalami kekurangan. Anggota Komisi IX DPR RI Edy […]

  • Satpolairud Polresta Pati Gelar Polisi Sahabat Anak di TK Kemala Bhayangkari

    Satpolairud Polresta Pati Gelar Polisi Sahabat Anak di TK Kemala Bhayangkari

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.794
    • 0Komentar

    PATI – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak di TK Kemala Bhayangkari 42 dan 43 Pati, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini diikuti 182 siswa, bertujuan menumbuhkan rasa cinta dan kepercayaan kepada Polri sekaligus memberikan pemahaman keselamatan di lingkungan perairan sejak usia dini. Hadir […]

  • Pelajar SMK di Pati Tawuran Gunakan Bom Molotov, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

    Pelajar SMK di Pati Tawuran Gunakan Bom Molotov, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 349
    • 0Komentar

    PATI — Suasana dini hari di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati mendadak ricuh pada Jumat (18/7/2025) sekitar pukul 02.30 WIB. Dua kelompok pemuda terlibat tawuran di depan warung makan “Botok Ayu” di Jalan Winong-Jakenan. Aksi kekerasan ini terekam video dan viral di media sosial. Video menunjukkan dua kelompok pemuda; satu datang dengan sepeda motor […]

  • Beli Takjil Bonus Hiburan Tongtek hingga Akustik di Kampung Ramadan Kajen

    Beli Takjil Bonus Hiburan Tongtek hingga Akustik di Kampung Ramadan Kajen

    • calendar_month Sen, 4 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Kemeriahan Kampung Ramadan di Desa Kajen, Margoyoso, Pati PATI – Kampung Ramadan di Desa Kajen Kecamatan Margoyoso kembali digelar tahun ini. Selain berbelanja aneka menu buka puasa, pengunjung mendapat bonus hiburan gratis berbagai kesenian seperti tongtek, rebbana, dan musik akustik. Even Kampung Ramadan di Desa Kajen merupakan program kerja pemuda karang taruna desa tersebut. Tahun […]

  • Reklame Tak Berizin Harus Ditertibkan, DPRD Pati Sebut Potensi PAD Sangat Besar

    Reklame Tak Berizin Harus Ditertibkan, DPRD Pati Sebut Potensi PAD Sangat Besar

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.810
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, menegaskan bahwa penertiban reklame dan baliho yang tidak memiliki izin serta melanggar peraturan menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan. Menurutnya, pengelolaan reklame yang baik harus menjadi perhatian serius karena sektor ini mampu memberikan kontribusi signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pati. Kastomo menjelaskan bahwa jika […]

  • Yayasan As-Salafiyah Lahar Gelar Kemah Bakti Maulid Nabi, Bentuk Karakter Mandiri dan Peduli Sosial

    Yayasan As-Salafiyah Lahar Gelar Kemah Bakti Maulid Nabi, Bentuk Karakter Mandiri dan Peduli Sosial

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 538
    • 0Komentar

    PATI – Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan Yayasan As-Salafiyah Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, mengikuti kegiatan kemah bakti dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 16 hingga 18 September 2025 ini, dipusatkan di Jolong 2, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong. Sebanyak 340 siswa, mulai dari kelas […]

expand_less