Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 952

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sensasi Segar Air Terjun Dong Paso Somosari Jepara

    Sensasi Segar Air Terjun Dong Paso Somosari Jepara

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Mila berpose di atas batu besar di air terjun Dong Paso Somosari, Jepara  Matahari bersinar terang sepanjang hari. Angin bertiup pelan. Membelai dedaunan semak-semak. Kamilatus Sa’adah melangkah pelan, menyusuri jalan setapak. Di wajahnya, gadis berjilbab yang akrab disapa Mila itu tak merasa lelah. Jalan itu menuju sebuah air terjun. Nama air terjunnya Dung Paso. Lokasinya […]

  • Truk Tabrak Pengendara Motor dan Pejalan Kaki di Jalan Pati-Gabus, Satu Orang Tewas

    Truk Tabrak Pengendara Motor dan Pejalan Kaki di Jalan Pati-Gabus, Satu Orang Tewas

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 319
    • 0Komentar

    PATI – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Umum Pati–Gabus, tepatnya di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati pada hari Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden ini melibatkan sebuah truk Mitsubishi dengan nomor polisi K-9397-MS, sepeda motor Yamaha Mio bernomor K-2495-GK, dan seorang pejalan kaki. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya […]

  • Berulang kali Disidak, Pelanggaran Kelas Jalan Masih Sering Terjadi

    Berulang kali Disidak, Pelanggaran Kelas Jalan Masih Sering Terjadi

    • calendar_month Sab, 28 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    PATI – Jalan Juwana – Wedarijaksa, sudah berulang kali disidak. Aparat baik dari Dinas Perhubungan, maupun Satlantas pun beberapa kali pernah turun melihat kondisi jalan kelas III yang sering dilalui kendaraan berat melebihi tonase, hal itu mengakibatkan kerusakan serta kemacetan di jalan kabupaten tersebut. Masih tingginya pelanggaran yang terjadi itu dikeluhkan masyarakat setempat. Keluhan itu […]

  • DPRD Pati dan Pemkab Sepakati KUA-PPAS APBD 2026, Fokus pada Efektivitas Program

    DPRD Pati dan Pemkab Sepakati KUA-PPAS APBD 2026, Fokus pada Efektivitas Program

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 576
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah mencapai kesepakatan mengenai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Pati pada Jumat (24/10/2025). Rapat paripurna tersebut […]

  • Komisi C DPRD Pati Dorong Peremajaan Pohon, Antisipasi Pohon Roboh

    Komisi C DPRD Pati Dorong Peremajaan Pohon, Antisipasi Pohon Roboh

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.810
    • 0Komentar

    PATI – Menanggapi risiko bahaya akibat pohon tua yang berpotensi tumbang saat cuaca ekstrem, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mendorong Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan peremajaan pohon besar di sepanjang jalan raya Kota Pati. Hal ini diangkat setelah kejadian pada bulan puasa lalu, di mana sebuah pohon […]

  • Edy Wuryanto Minta Pemerintah Lakukan Pembenahan Menyeluruh Penanganan Campak

    Edy Wuryanto Minta Pemerintah Lakukan Pembenahan Menyeluruh Penanganan Campak

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.119
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengingatkan bahwa angka penurunan kasus campak sebesar 93 persen yang disampaikan pemerintah tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Pada awal tahun ini, tercatat sebanyak 2.220 kasus penyakit tersebut. Menurutnya, pencapaian penurunan kasus perlu ditelaah secara cermat mengingat tren penurunan target imunisasi dasar selama beberapa tahun […]

expand_less