Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 839

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Mefiana Desy Safitri Mefi/DOKUMEN PRIBADI Banyak yang merasa heran dan tak habis piker, melihat riwayat pendidikan Mefiana Desy Safitri. Perempuan kelahiran Pati, 17 Desember 1999 ini sebelumnya mengenyam pendidikan di Teknik Komputer Jaringan SMK Telkom Terpadu AKN Marzuki, namun kini ia lebih memilih melanjut di Jurusan Kebidanan. ”Awalnya memang banyak yang keheranan. Biasanya akrab dengan […]

  • Selesai DIbangun Pedagang Pasar Rogowongso Siap Kembali ke Pasar

    Selesai DIbangun Pedagang Pasar Rogowongso Siap Kembali ke Pasar

    • calendar_month Rab, 17 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Jamin Jual Beli Tetap Ramai Pedagang Pasar Rogowongso masih menempati kios darurat Lingkar Muria, PATI – Beberapa pedagang Pasar Rogowongso yang masih menempati kios darurat,  mengaku transaksi jual beli lebih ramai di pinggir jalan ketimbang di dalam pasar. Seperti yang dituturkan Atik, 45, pedagang sayuran ini mengaku jualannya lebih ramai saat menempati kios darurat yang […]

  • Cuaca Buruk Aktivitas Bongkar Tangkapan Ikan Turun

    Cuaca Buruk Aktivitas Bongkar Tangkapan Ikan Turun

    • calendar_month Sab, 9 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Cuaca buruk yang melanda akhir-akhir ini, turut berdampak pada jumlah kapal nelayan yang melakukan bongkar hasil tangkapan ikan di TPI Unit 2 Juwana. Diprediksi sebelumnya, pada Desember ini merupakan musim panen ikan. Panen berlangsung hingga bulan Januari mendatang. Namun belakangan ini, jumlah kapal yang melakukan aktivitas bongkar hasil tangkapan ikan menurun. […]

  • Gugatan Desa Payang atas Jalan 450 Meter Ditolak PN Pati

    Gugatan Desa Payang atas Jalan 450 Meter Ditolak PN Pati

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.524
    • 0Komentar

    PATI – Gugatan Desa Payang, Kecamatan/Kabupaten Pati terhadap Desa Tambaharjo mengenai kepemilikan jalan sepanjang 450 meter dinyatakan tidak dapat diterima oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati Kelas 1A. Putusan dengan nomor 29/Pdt.G/2025/PN Pti dibacakan secara daring melalui sistem e-court pada hari Rabu (7/1/2026). Dalam amar putusan, Ketua Majelis Hakim Darminto Hutasoit beserta hakim anggota […]

  • DPRD Pati Dorong Pengisian Mobil Damkar di Jakenan dan Tayu untuk Efektivitas Penanganan Kebakaran

    DPRD Pati Dorong Pengisian Mobil Damkar di Jakenan dan Tayu untuk Efektivitas Penanganan Kebakaran

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 342
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati terus berupaya meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran di wilayahnya. Salah satu langkah yang didorong adalah penempatan mobil pemadam kebakaran (Damkar) di dua lokasi strategis, yaitu Kecamatan Jakenan dan Tayu. Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, mengungkapkan bahwa selama ini, jarak tempuh mobil Damkar yang terlalu jauh […]

  • Jalin Kerjasama MTsN 3 Rembang jadi Sahabat Madrasah MTsN 1 Pati

    Jalin Kerjasama MTsN 3 Rembang jadi Sahabat Madrasah MTsN 1 Pati

    • calendar_month Sen, 23 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Kerjasama antara MTsN 3 Rembang dengan MTsN 1 Pati Melalui kerja sama ini, MTsN 3 Rembang berharap mampu mengikuti jejak MTsN 1 Pati yang bisa berprestasi hingga tingkat internasional. PATI – MTsN 1 Pati melakukan penandatanganan MoU Sahabat Madrasah dengan MTsN 3 Rembang pada Sabtu (21/5). Kali ini, MTsN 3 Rembang menjadi madrasah sahabat MTsN […]

expand_less