Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 882

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mimpi Buruk Penjudi, Berganti Mimpi Manis Prestasi

    Mimpi Buruk Penjudi, Berganti Mimpi Manis Prestasi

    • calendar_month Sab, 5 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 394
    • 0Komentar

    ILUSTRASI ISTIMEWA Teriakan lantang nan heroik dari Januar Herwanto, manajer Madura FC seakan menjadi awal mimpi buruk sepakbola Indonesia yang karut-marut di bawah bayang-bayang barisan mafia. Ya, sepakbola di negeri yang sudah 73 tahun merdeka ini, alih-alih menyuguhkan prestasi, lebih banyak malah membikin dada sesak. Sebab nihilnya trofi juara yang nangkring di lemari prestasi PSSI. […]

  • Komisi C DPRD Pati : Wilayah Pati Luas dan Beragam, Pembangunan Infrastruktur Harus Tepat Sasaran

    Komisi C DPRD Pati : Wilayah Pati Luas dan Beragam, Pembangunan Infrastruktur Harus Tepat Sasaran

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.075
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Wardjono, menyatakan pembangunan infrastruktur di daerahnya harus disusun dengan perencanaan yang matang. Hal ini disampaikannya mengingat kondisi wilayah Pati yang sangat beragam, mulai dari kawasan pertanian, pesisir, pusat industri kecil, hingga wilayah yang rawan banjir, yang semuanya memerlukan pendekatan pembangunan yang berbeda-beda. “Kabupaten Pati memiliki tantangan infrastruktur […]

  • Polres Pati Ringkus Enam Tersangka Narkoba

    Polres Pati Ringkus Enam Tersangka Narkoba

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Konferensi pers ungkap kasus narkoba selama Juni 2021 di Mapolres Pati Barang bukti sabu seberat 10,4 gram diamankan jajaran Sat Res Narkoba Polres Pati selama Juni 2021. Sebagian diantara para tersangka ini merupakan residivis PATI – Jajaran Sat Res Narkoba Polres Pati mengungkap empat kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kasus ini selama Juni 2021. Total […]

  • DPRD Pati Soroti Pentingnya Langkah Digitalisasi Naskah Kuno untuk Lestarikan Warisan Sejarah

    DPRD Pati Soroti Pentingnya Langkah Digitalisasi Naskah Kuno untuk Lestarikan Warisan Sejarah

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.963
    • 0Komentar

    PATI – Inisiatif Pemerintah Kabupaten Pati dalam mendigitalisasi naskah-naskah kuno mendapatkan dukungan penuh dari lembaga legislatif. Ketua Komisi A DPRD Pati, Narso, menyatakan sangat menyambut baik langkah yang dijalankan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah tersebut. Sebagai wakil rakyat dari Fraksi PKS, ia menilai upaya ini memiliki nilai strategis untuk memastikan kekayaan sejarah dan budaya […]

  • Perhatian Lebih untuk Batik Bakaran, DPRD Pati Siap Mendukung Pengembangan

    Perhatian Lebih untuk Batik Bakaran, DPRD Pati Siap Mendukung Pengembangan

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 229
    • 0Komentar

    PATI – Batik tulis Bakaran yang khas dari Kabupaten Pati menjadi fokus perhatian DPRD Pati. Dalam upaya mengembangkan potensi daerah, DPRD Pati mendorong adanya perhatian lebih terhadap Batik Bakaran agar semakin maju dan dikenal luas. Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menekankan pentingnya dukungan terhadap Batik Bakaran. “Batik Bakaran sangat khas, harus ada perhatian lebih supaya […]

  • Fraksi PKB DPRD Pati: Jaga Keseimbangan PAD dan Perlindungan Masyarakat, UMKM Tulang Punggung Ekonomi

    Fraksi PKB DPRD Pati: Jaga Keseimbangan PAD dan Perlindungan Masyarakat, UMKM Tulang Punggung Ekonomi

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.097
    • 0Komentar

    PATI – Dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten PKB menekankan perlunya keseimbangan antara upaya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan langkah melindungi kepentingan masyarakat. Pandangan resmi fraksi tersebut disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Kastomo. […]

expand_less