Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 592

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Napiter JI, Bebas Bersyarat Usai Ikuti Pembinaan Lapas Pati

    Eks Napiter JI, Bebas Bersyarat Usai Ikuti Pembinaan Lapas Pati

    • calendar_month Sab, 22 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 201
    • 0Komentar

    PATI – Seorang narapidana terorisme (Napiter) berinisial Zia di Lapas Kelas IIB Pati mendapatkan pembebasan bersyarat. Ia dinyatakan bebas setelah menunjukkan perilaku baik dan aktif mengikuti seluruh program pembinaan yang diselenggarakan lapas. Zia sebelumnya terbukti terlibat dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI), namun kini telah berkomitmen untuk berubah dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Kepala Lapas […]

  • Tetap Rendah Hati Persipa Pati Target Kita Naik Kasta

    Tetap Rendah Hati Persipa Pati Target Kita Naik Kasta

    • calendar_month Sel, 9 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    “Kita sama-sama melihat apresiasi penampilan Persipa Pati bak pesta juara. Konvoi, bernyanyi, meluapkan energi kegembiraan yang luar biasa. Tidak heran karena hampir dua tahun suporter tak bisa mendampingi tim secara langsung”  PATI – Persipa Pati memang tampil gemilang sejauh ini. Di babak grup Liga 3 Jawa Tengah, Laskar Saridin tampil tanpa ternoda. Mengemas 10 poin […]

  • Tanggul Jebol, Dua Desa di Batangan Pati Terendam Banjir: 700 Rumah Warga Terdampak

    Tanggul Jebol, Dua Desa di Batangan Pati Terendam Banjir: 700 Rumah Warga Terdampak

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 349
    • 0Komentar

    PATI – Hujan deras yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan banjir di dua desa di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Akibatnya, sekitar 700 rumah warga di Desa Ketitangwetan dan Desa Raci terendam air setelah dua titik tanggul Sungai Widodaren jebol karena tak mampu menampung debit air yang tinggi. Banjir melanda Desa Ketitangwetan pada […]

  • Kekeringan di Pati Selatan, Alumni SMAN 1 Jakenan Bantu Droping Air

    Kekeringan di Pati Selatan, Alumni SMAN 1 Jakenan Bantu Droping Air

    • calendar_month Jum, 31 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 523
    • 0Komentar

    DOKUMEN ALUMNI SMAN 1 JAKENAN PATI – Di Kabupaten Pati, musim kemarau berkepanjangan mengakibatkan musibah kekeringan dan kelangkaan sumber air. Hal ini terjadi di banyak tempat, utamanya mereka yang tinggal di Pati wilayah selatan. Bantuan air bersih pun mengalir hampir setiap harinya. Selain dari Pemkab Pati, bantuan air bersih pun datang dari sejumlah pihak. Seperti […]

  • Paguyuban BRILinkers Pati Gelar Gathering Rutin untuk Pererat Kemitraan

    Paguyuban BRILinkers Pati Gelar Gathering Rutin untuk Pererat Kemitraan

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 237
    • 0Komentar

    PATI – Paguyuban BRILinkers Pati menggelar acara gathering rutin yang bertujuan untuk mempererat hubungan dan membangun kerjasama antara sesama agen BRILink dan Bank BRI Acara ini juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman serta meningkatkan semangat dan kinerja para agen. Menurut Manajer Bisnis Mikro (MBM) Cabang Pati, Wahyu Cahyaning Dewayani, salah satu narasumber dalam acara tersebut, […]

  • Menyemai Semangat Literasi Anak-Anak di Desa Kaliputu, Sinergi Mahasiswa Psikologi UMK dan Sanggar Tari RASTI

    Menyemai Semangat Literasi Anak-Anak di Desa Kaliputu, Sinergi Mahasiswa Psikologi UMK dan Sanggar Tari RASTI

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.485
    • 0Komentar

    KUDUS – Suasana Sanggar Tari RASTI Desa Kaliputu Kecamatan Kota Kudus, tampak berbeda dari biasanya. Jika pertemuan mingguan biasanya diisi dengan latihan menari, hari ini anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian permainan literasi, Jumat (1/5/2026). Sejumlah mahasiswa jurusan psikologi Universitas Muria Kudus tengah menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pohon Literasi”. Program ini dirancang untuk menumbuhkan semangat […]

expand_less