Breaking News
light_mode

Siswa MTs Tarbiyatul Banin Sukses Kembangkan Pupuk Hayati, Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
  • visibility 864

PATI – Kelas riset di MTs Tarbiyatul Banin Desa Pekalongan Winong berhasil mengembangkan pupuk hayati yang telah diuji coba dan memberikan hasil positif bagi petani setempat.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan siswa dalam pembuatan pupuk hayati dari mikroorganisme lokal.

“Penelitian ini upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan, generasi muda siswa-siswi MTs Tarbiyatul Banin menunjukkan kepedulian mereka terhadap ketahanan pangan dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas pupuk hayati di Desa Pekalongan ini,” ungkap Kiswanti, guru pembimbing kelas riset.

Penelitian difokuskan pada pembuatan pupuk kompos dengan tiga varian: Kompos Plus Kalium, Kompos Plus Fosfat, dan Kompos Plus Nitrogen. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.

“Dengan ini bisa mengurangi biaya ketergantungan pupuk kimia, menjadikan produktif karena panen lebih cepat, dan yang tidak kalah penting sebagai upaya bertani berkelanjutan. Setelah bertahun-tahun tanah dihajar dengan pupuk kimia tentunya dengan pupuk hayati ini dapat memperbarui struktur tanah,” jelas Nailin Asfiah, guru mata pelajaran IPA.

Respon positif datang dari petani. Agus Halim, Ketua kelompok tani Wangan Golek, menilai keterlibatan generasi muda dalam riset pertanian sangat penting.

“Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Penelitian seperti ini bisa membuka wawasan petani tentang manfaat pupuk hayati,” ujarnya.

Beberapa petani, seperti Ahmad Daim, telah merasakan manfaat pupuk hayati.

“Setelah beralih, hama seperti walang sangit mulai berkurang. Hasil panen pun lebih bagus,” ungkap yang telah menggunakan pupuk hayati dan kompos selama empat tahun.

Ia bahkan memproduksi pupuk sendiri dari kotoran kambing, tepung, dan ramuan alami. Untuk pestisida, ia menggunakan lengkuas, kunyit, lidah buaya, dan bawang putih. Pupuk kompos diaplikasikan sekitar 15 hari sebelum tanam, sementara pestisida nabati disemprotkan berkala.

Kepala MTs Tarbiyatul Banin, KH. Yusuf Hasyim, berharap penelitian ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam membangun ketahanan pangan nasional. Lima hingga enam petani di sekitar sekolah sudah menggunakan pupuk hayati hasil penelitian ini.

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekad Aldo, Balik Kandang untuk Persipa Menang

    Tekad Aldo, Balik Kandang untuk Persipa Menang

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Aldo saat berlatih untuk Persipa musim 2021 PATI – Musim 2021 ini tim Liga 3 Jawa Tengah Persipa Pati sangat serius menyiapkan skuadnya. Talenta lokal terbaik dikumpulkan untuk memperkuat tim berjuluk Laskar Saridin ini.Yang terbaru adalah merapatnya Ade “Aldo” Kurniawan. Pemain kelahiran Pati, 5 April 1993 ini sebelumnya pernah memperkuat Persipa Pati pada musim 2010, […]

  • DPRD Pati Sorot Kompleksitas Banjir, Butuh Sinergitas Penanganan Hulu-Hilir

    DPRD Pati Sorot Kompleksitas Banjir, Butuh Sinergitas Penanganan Hulu-Hilir

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI – Banjir yang kerap melanda Kabupaten Pati menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menekankan kompleksitas permasalahan banjir yang membutuhkan penanganan terpadu. “Penanganan banjir tidak bisa diselesaikan dalam sehari. Perlu waktu panjang dan penanganan komprehensif, dari hilir sampai hulu,” ujarnya. Muntamah menjelaskan bahwa perbaikan hanya di hilir […]

  • Congkel Jendela, Maling Gasak Uang Dan Perhiasan

    Congkel Jendela, Maling Gasak Uang Dan Perhiasan

    • calendar_month Sel, 9 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

    PATI – Kasus pencurian marak terjadi dalam sepekan ini. Yasman, 57 warga Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong kali menjadi korban. Uang dan perhiasan yang disimpannya senilai Rp 25 juta ludes dibawa kabur maling Jumat (7/10/2018) lalu. Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti melalaui Kapolsek Gembong AKP Giyanto mengungkapkan, kejadian pencurian ini terjadi pagi hari. Namun korban baru […]

  • Atlet Jepara Peraih Medali SEA Games Vietnam Diganjar Bonus Pemkab

    Atlet Jepara Peraih Medali SEA Games Vietnam Diganjar Bonus Pemkab

    • calendar_month Kam, 26 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Pemberian tali asih dari pemkab Jepara kepada atlet yang berprestasi di SEA Games Vietnam. Apresiasi diberikan kepada dua pahlawan olahraga Indonesia asal Kota Ukir Jepara. Keduanya diberikan tali asih serta diarak keliling kota. Ini adalah bentuk kebanggaan pemerintah daerah atas prestasi para atlet tersebut. JEPARA – Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyerahkan tali asih […]

  • Ratusan Pantarlih Pilkada 2024 Kecamatan Margoyoso Dilantik

    Ratusan Pantarlih Pilkada 2024 Kecamatan Margoyoso Dilantik

    • calendar_month Sel, 25 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 258
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Margoyoso melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Pemutakhiran Data dan Pemilih (Pantarlih) dalam rangka pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024. Sebanyak 203 Pantarlih turut serta dalam acara pelantikan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Margoyoso pada hari Senin, (24/06/2024). Acara pelantikan ini dihadiri oleh […]

  • Harga Ketela Anjlok, DPRD Pati Dorong Pemerintah Beri Perhatian Lebih

    Harga Ketela Anjlok, DPRD Pati Dorong Pemerintah Beri Perhatian Lebih

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 344
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Kabupaten Pati menyoroti permasalahan yang dihadapi petani ketela saat ini akibat anjloknya harga jual. Mereka berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih dan mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani ketela. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyampaikan apresiasinya terhadap program ketahanan pangan yang fokus pada pertanian padi. “Di Kabupaten […]

expand_less