Breaking News
light_mode

Potensi Kopi Pati Mampu Tembus Pasar Ekspor

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
  • visibility 983


Bupati memakai caping kopi


PATI – Kopi Pati disebut layak untuk masuk pasar ekspor.
Potensi kopi di Bumi Mina Tani dianggap sudah memungkinkan untuk hal tersebut. Hal
itu diungkapkan oleh Darningsih, dari Pasar Kopi Jawa Barat, seorang pengusaha
yang mengeluarkan terobosan QR Code untuk produk petani kopi.
”Potensinya ada, tinggal bagaimana
langkah komitmen para petani kopi untuk mewujudkan hal itu,” terangnya usai
standnya dikunjungi Bupati Haryanto kemarin.
Darningsih tak asal bicara. Dia
melihat data-data potensi dunia perkopian di Bumi Mina Tani. Seperti luasan
lahannya yang mencapai 2200 hektare. ”Peluangnya sangat besar. Saya rasa memang
perlu dicoba. Minimal kedepan satu kontainer dulu kopi Pati,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengaku siap
nantinya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para petani. ”Kami
nanti menggunakan QR Code. Melalui program itu produk kopi petani bisa dilihat
hanya dengan scan barcode tersebut. Transaksi akan langsung kepada petani. Jadi
dengan system direct tersebut akan
memangkas mata rantai antara pembeli dengan petani. Sehingga keuntungan yang
diperoleh petani lebih banyak. Petani lebih bisa untung. Dengan begitu mereka
akan semakin tertarik dan semangat untuk bertani dan juga memperbaiki
kualitasnya,” terang perempuan yang aktif di berbagai organisasi pengusaha ini.
Sementara itu, Bupati Pati Haryanto
menyambut baik kerja sama yang ditawarkan tersebut. Pihaknya juga sangat
optimistis perdagangan kopi dari Bumi Mina Tani bisa melejit, bahkan hingga
sampai menembus ekspor.
”Potensi kopi di Pati memang besar,
mulai dari lahannya yang luas mencapai 2200 hektare tentu jika dimaksimalkan
akan mampu memenuhi permintaan pasar. Kualitasnya juga tak kalah. Beberapa
waktu yang lalu, kopi dari salah satu petani di Pati, pernah meraih peringkat
lima besar uji cita rasa kopi nasional,” papar orang nomor satu di Kabupaten
Pati ini. (alb)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Ilegal di Sukolilo Masih Jadi Polemik, DPRD Pati Desak Pemerintah Bertindak Tegas

    Tambang Ilegal di Sukolilo Masih Jadi Polemik, DPRD Pati Desak Pemerintah Bertindak Tegas

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 282
    • 0Komentar

      PATI – Aktivitas penambangan ilegal di wilayah pegunungan Kendeng, Kecamatan Sukolilo, kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mengambil langkah tegas terhadap praktik tambang galian C ilegal yang meresahkan masyarakat. “Penambangan ilegal harus segera ditindak tegas karena dampaknya sangat merugikan masyarakat,” ujar Bambang. Ia […]

  • Dewan Pati Dorong Pengembangan Pariwisata untuk Tingkatkan PAD

    Dewan Pati Dorong Pengembangan Pariwisata untuk Tingkatkan PAD

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 252
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Pati, Hardi, yang menilai bahwa Pati memiliki potensi wisata yang belum tergarap maksimal. “Pati memiliki banyak destinasi wisata yang menarik, mulai dari wisata alam hingga budaya. Namun, promosi dan pengelolaan yang baik […]

  • Sejarah Lengkap Tradisi Jembul Tulakan Jepara Bagian 1

    Sejarah Lengkap Tradisi Jembul Tulakan Jepara Bagian 1

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 24.782
    • 0Komentar

    JEPARA – Bagi masyarakat Jepara khususnya di wilayah utara pasti tidak asing dengan tradisi Jembul Tulakan. Jembul Tulakan merupakan sebuah tradisi budaya khas yang ada di Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. Jembul Tulakan adalah arak-arakan Jembul di desa Tulakan. Jembul Tulakan merupakan tradisi dalam acara sedekah bumi yang di selengggarakan oleh pemerintah desa Tulakan. […]

  • Forkopimda Pati Gelar Rakor Persiapan Lebaran, Jamin Kondusivitas Wilayah

    Forkopimda Pati Gelar Rakor Persiapan Lebaran, Jamin Kondusivitas Wilayah

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.240
    • 0Komentar

    PATI — Mendekati perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati mengadakan rapat koordinasi di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Pati pada hari Kamis (12/3). Kegiatan ini bertujuan memastikan kestabilan harga kebutuhan pokok, keamanan wilayah, dan kesiapan penanganan arus mudik agar masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman dan nyaman. Rapat yang dipimpin […]

  • Polisi Amankan Dua Pelaku Pemaksaan dan Ancaman Kekerasan di Pabrik HWI Pati

    Polisi Amankan Dua Pelaku Pemaksaan dan Ancaman Kekerasan di Pabrik HWI Pati

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 367
    • 0Komentar

    PATI – Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Polresta Pati berhasil mengungkap praktik dugaan pemaksaan dengan ancaman kekerasan di lingkungan industri. Operasi yang dilakukan Senin dini hari (19/5/2025) sekitar pukul 00.30 WIB ini menindaklanjuti laporan polisi terkait insiden yang terjadi di Pabrik PT. HWI Pati pada Kamis (15/5/2025) sore pukul 17.30 WIB. Korban, AH (38), […]

  • Haryanto : BUMD Sehat Akhir Pemerintahan Tanpa Hutang

    Haryanto : BUMD Sehat Akhir Pemerintahan Tanpa Hutang

    • calendar_month Rab, 30 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Bupati Pati Haryanto Kondisi pemerintahan daerah Pati selama dua periode Bupati Haryanto cukup baik. Salah satu indikatornya adalah kondisi badan usaha milik daerah yang sehat, dan tanpa meninggalkan hutang. PATI – Bupati Haryanto bersyukur selama dua periode kepemimpinannya tidak sampai meninggalkan utang daerah. Bahkan bisa “mewariskan” Bada Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sehat dan berkontribusi […]

expand_less