Breaking News
light_mode

Potensi Kopi Pati Mampu Tembus Pasar Ekspor

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
  • visibility 709


Bupati memakai caping kopi


PATI – Kopi Pati disebut layak untuk masuk pasar ekspor.
Potensi kopi di Bumi Mina Tani dianggap sudah memungkinkan untuk hal tersebut. Hal
itu diungkapkan oleh Darningsih, dari Pasar Kopi Jawa Barat, seorang pengusaha
yang mengeluarkan terobosan QR Code untuk produk petani kopi.
”Potensinya ada, tinggal bagaimana
langkah komitmen para petani kopi untuk mewujudkan hal itu,” terangnya usai
standnya dikunjungi Bupati Haryanto kemarin.
Darningsih tak asal bicara. Dia
melihat data-data potensi dunia perkopian di Bumi Mina Tani. Seperti luasan
lahannya yang mencapai 2200 hektare. ”Peluangnya sangat besar. Saya rasa memang
perlu dicoba. Minimal kedepan satu kontainer dulu kopi Pati,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengaku siap
nantinya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para petani. ”Kami
nanti menggunakan QR Code. Melalui program itu produk kopi petani bisa dilihat
hanya dengan scan barcode tersebut. Transaksi akan langsung kepada petani. Jadi
dengan system direct tersebut akan
memangkas mata rantai antara pembeli dengan petani. Sehingga keuntungan yang
diperoleh petani lebih banyak. Petani lebih bisa untung. Dengan begitu mereka
akan semakin tertarik dan semangat untuk bertani dan juga memperbaiki
kualitasnya,” terang perempuan yang aktif di berbagai organisasi pengusaha ini.
Sementara itu, Bupati Pati Haryanto
menyambut baik kerja sama yang ditawarkan tersebut. Pihaknya juga sangat
optimistis perdagangan kopi dari Bumi Mina Tani bisa melejit, bahkan hingga
sampai menembus ekspor.
”Potensi kopi di Pati memang besar,
mulai dari lahannya yang luas mencapai 2200 hektare tentu jika dimaksimalkan
akan mampu memenuhi permintaan pasar. Kualitasnya juga tak kalah. Beberapa
waktu yang lalu, kopi dari salah satu petani di Pati, pernah meraih peringkat
lima besar uji cita rasa kopi nasional,” papar orang nomor satu di Kabupaten
Pati ini. (alb)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar NU Tlogowungu Bagi Masker untuk Bakul Pasar

    Pelajar NU Tlogowungu Bagi Masker untuk Bakul Pasar

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

      PATI – Melangkah penuh semangat, puluhan pelajar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Tlogowungu membagikan masker gratis untuk masyarakat sekitar. Pembagian masker dipusatkan di area Pasar Tlogorejo dan Pasar Desa Lahar. Kegiatan berbagi masker ini juga dibantu juga oleh Tim Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) UIN Walisongo Semarang. Pembagian masker yang diselenggarakan oleh pelajar NU […]

  • Pembalap Luar Kota Dominasi Juara Kejurprov Road Race di Pati

    Pembalap Luar Kota Dominasi Juara Kejurprov Road Race di Pati

    • calendar_month Sel, 1 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Aksi sejumlah pembalap dalam ajang Casytha Manahadap Road Race 2022 di Stadion Joyokusumo Kota Pati Sukses Gelar Kejurprov Road Race 2022. Di sirkuit darurat Stadion Joyokusumo akhir pekan kemarin ratusan pembalap beradu lincah dalam berbagai kelas lomba. Even di Pati ini merupakan seri ke-1 dari 5 seri yang rencananya akan digelar. Kejurprov Jateng Casytha Manahadap […]

  • Kelakuan Kita Bisa Kerdilkan Kebesaran Islam

    Kelakuan Kita Bisa Kerdilkan Kebesaran Islam

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Fenomena pengkafiran terhadap sesama muslim, belakangan memang merebak. Hal ini berbeda jauh dengan cara dakwah para pendahulu. Orang dahulu sangat terbuka dan toleran. Dilihat dari jumlahnya, Islam sangat besar, akan tetapi dengan cara dikafir-kafirkan, justru akan mengurangi. Hal itu diungkapkan KH. Abdul Ghofur Maimoen dalam acara Ngaji Budaya Suluk Maleman, Sabtu […]

  • Dari Ikut-ikutan Jatuh Cinta di Dunia Hiburan

    Dari Ikut-ikutan Jatuh Cinta di Dunia Hiburan

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Annisa Firda Nur Hidayah Terjun di dunia hiburan sebenarnya tak terpikirkan oleh Anisa Firda Nur Hidayah. Namun karena keluarga mendukung, akhirnya gadis kelahiran Pati, 20 Maret 2003 ini benar-benar menekuni dunia hiburan. Dari model sampai aktris sinetron dilakoni gadis berambut lurus ini. ”Ya saat kecil dulu saya suka sekali foto-foto. Dari sana coba-coba mau terjun […]

  • Polisi Patroli Ramadan Gagalkan Rencana Tawuran Antar Kelompok Remaja di Pati Kota

    Polisi Patroli Ramadan Gagalkan Rencana Tawuran Antar Kelompok Remaja di Pati Kota

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.153
    • 0Komentar

    PATI – Upaya dugaan tawuran antar kelompok remaja di Kota Pati berhasil dicegah oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pati Kota pada hari Jumat dini hari, 13 Maret 2026. Dalam rangka Pelaksanaan Patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) guna menjaga keamanan selama bulan Ramadan, petugas berhasil mengamankan tiga pelaku muda yang diduga akan menyerang kelompok pemuda […]

  • DPRD Pati Hadiri Penyerahan Penghargaan Krenova, Siap Kawal Pengembangannya

    DPRD Pati Hadiri Penyerahan Penghargaan Krenova, Siap Kawal Pengembangannya

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.990
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati kembali mencatatkan prestasi di bidang kreativitas dan inovasi. Sebanyak tiga peserta asal daerah ini berhasil lolos masuk dalam jajaran 20 besar finalis ajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026. Capaian membanggakan tersebut mendapatkan apresiasi tinggi dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam acara penyerahan […]

expand_less