Breaking News
light_mode

Potensi Kopi Pati Mampu Tembus Pasar Ekspor

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
  • visibility 1.078


Bupati memakai caping kopi


PATI – Kopi Pati disebut layak untuk masuk pasar ekspor.
Potensi kopi di Bumi Mina Tani dianggap sudah memungkinkan untuk hal tersebut. Hal
itu diungkapkan oleh Darningsih, dari Pasar Kopi Jawa Barat, seorang pengusaha
yang mengeluarkan terobosan QR Code untuk produk petani kopi.
”Potensinya ada, tinggal bagaimana
langkah komitmen para petani kopi untuk mewujudkan hal itu,” terangnya usai
standnya dikunjungi Bupati Haryanto kemarin.
Darningsih tak asal bicara. Dia
melihat data-data potensi dunia perkopian di Bumi Mina Tani. Seperti luasan
lahannya yang mencapai 2200 hektare. ”Peluangnya sangat besar. Saya rasa memang
perlu dicoba. Minimal kedepan satu kontainer dulu kopi Pati,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengaku siap
nantinya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para petani. ”Kami
nanti menggunakan QR Code. Melalui program itu produk kopi petani bisa dilihat
hanya dengan scan barcode tersebut. Transaksi akan langsung kepada petani. Jadi
dengan system direct tersebut akan
memangkas mata rantai antara pembeli dengan petani. Sehingga keuntungan yang
diperoleh petani lebih banyak. Petani lebih bisa untung. Dengan begitu mereka
akan semakin tertarik dan semangat untuk bertani dan juga memperbaiki
kualitasnya,” terang perempuan yang aktif di berbagai organisasi pengusaha ini.
Sementara itu, Bupati Pati Haryanto
menyambut baik kerja sama yang ditawarkan tersebut. Pihaknya juga sangat
optimistis perdagangan kopi dari Bumi Mina Tani bisa melejit, bahkan hingga
sampai menembus ekspor.
”Potensi kopi di Pati memang besar,
mulai dari lahannya yang luas mencapai 2200 hektare tentu jika dimaksimalkan
akan mampu memenuhi permintaan pasar. Kualitasnya juga tak kalah. Beberapa
waktu yang lalu, kopi dari salah satu petani di Pati, pernah meraih peringkat
lima besar uji cita rasa kopi nasional,” papar orang nomor satu di Kabupaten
Pati ini. (alb)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Rendahnya Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Grobogan

    Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Rendahnya Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Grobogan

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 323
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti rendahnya kepesertaan masyarakat dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dalam sosialisasi bersama warga Nahdliyyin di Gedung Kartika, Kecamatan Gubug, Kamis (7/8), ia menyerukan pentingnya perlindungan sosial bagi seluruh pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. “Ini bukan sekadar anjuran, tapi kebutuhan mutlak. Warga harus terlindungi dari risiko kerja dan […]

  • 80 Titik Jalan Rusak di Kabupaten Pati Akan Dibenahi Tahun 2026, 15 Diantaranya Jadi Prioritas Utama

    80 Titik Jalan Rusak di Kabupaten Pati Akan Dibenahi Tahun 2026, 15 Diantaranya Jadi Prioritas Utama

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.321
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 80 titik jalan rusak di Kabupaten Pati akan mendapatkan perbaikan pada tahun anggaran 2026 mendatang. Pekerjaan ini akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Bidang Bina Marga. Sebanyak 15 titik di antara total jalan yang akan diperbaiki ditetapkan sebagai prioritas utama. Hal ini dikarenakan jalan-jalan tersebut merupakan akses vital […]

  • Emak-emak Muda Fatayat NU Tayu Bagikan Ratusan Bingkisan Lebaran

    Emak-emak Muda Fatayat NU Tayu Bagikan Ratusan Bingkisan Lebaran

    • calendar_month Ming, 2 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    PATI – Semangat berbagi ditunjukkan ratusan emak-emak muda di Kecamatan Tayu. Mereka dengan sigap turun ke jalanan di Alun-alun Kecamatan Tayu Jumat (31/5/2019). Berpakaian serba hijau, mereka dengan penuh semangat membagikan bingkisan kepada tukang becak, dan orang-orang duafa lainnya. Kegiatan bagi-bagi bingkisan menjelang lebaran itu memang dibudayakan kader Fatayat di Kecamatan Tayu.   “Pembagian bingkisan […]

  • Geger Inara Rusli Inilah Hukum Melepas Cadar bagi Seorang Perempuan

    Geger Inara Rusli Inilah Hukum Melepas Cadar bagi Seorang Perempuan

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Inara Rusli terima job brand ambasador klinik kecantikan/ INSTAGRAM JAKARTA – Baru-baru ini viral soal hukum melepas cadar bagi seorang perempuan muslim. Ramainya isu ini karena Inara Rusli melepas cadar setelah digugat cerai oleh Virgoun. Inara menyebut alasan membuka cadar itu karena Allah dan untuk menghidupi anak-anaknya. “Saya memakai cadar karena Allah. Kini saya melepas […]

  • Plesiran ke Gunung Menyegarkan Badan dan Fikiran

    Plesiran ke Gunung Menyegarkan Badan dan Fikiran

    • calendar_month Sen, 9 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Windi saat berpose dengan latar pegunungan di kawasan wisata Umbul Sidomukti  SEMARANG – Akhir pekan dimanfaatkan Windi Febriani dengan liburan. Gadis yang baru lulus jenjang SMA ini memilih wisata alam gunung sebagai pilihan melepas penatnya. Hari Sabtu (7/11/2020) kemarin cuaca cerah di sekitar wilayah Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Langit terlihat membiru dengan paduan gumpalan awan. […]

  • Kesal Banyak Korban Kecelakaan, Warga Pati Gotong Royong Perbaiki Jalan Berlubang

    Kesal Banyak Korban Kecelakaan, Warga Pati Gotong Royong Perbaiki Jalan Berlubang

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.208
    • 0Komentar

    PATI – Jalan Pati-Purwodadi di sekitar Perempatan Pentol, Desa Blaru, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, akhirnya diperbaiki oleh warga setempat pada hari Rabu (11/2/2026). Inisiatif ini diambil sebagai bentuk protes atas lambatnya respons pemerintah terhadap kerusakan jalan yang sudah berlangsung berbulan-bulan dan mengakibatkan banyak kecelakaan. Dengan bergotong royong, belasan warga mengumpulkan material seperti batu dan base […]

expand_less