Posyandu Diminta Tak Sekadar Aktif, Harus Hidup dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 102.672

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, saat memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Posyandu di Hotel New Merdeka Pati, Kamis (8/10/2026).
PATI — Posyandu di Kabupaten Pati diharapkan tidak hanya sekadar tercatat aktif, tetapi benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Penegasan ini disampaikan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, saat memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan di Hotel New Merdeka Pati, pada Kamis (8/10/2026).
“Kita perlu memberikan dukungan agar Posyandu benar-benar aktif, hidup, dan memberikan manfaat nyata,” ujar Dwi Risma Ardhi Chandra.
Lebih lanjut, Dwi menjelaskan penguatan Posyandu memerlukan sinergi yang erat antara Tim Pembina Posyandu di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, serta seluruh elemen dari enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kerja sama ini diperlukan agar pengelolaan Posyandu berjalan terarah dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.
“Kita perlu memastikan bahwa setiap pihak memahami perannya dan bergerak dalam arah yang sama,” ucap Dwi.
Dwi juga memaparkan lima fokus utama penguatan Posyandu. Pertama, pembinaan dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan melalui pemantauan serta evaluasi rutin. Kedua, peningkatan kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan terus dilakukan, baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan teknis.
“Evaluasi bukan sekadar melihat angka capaian atau menentukan Posyandu aktif dan tidak aktif. Yang lebih penting adalah mengetahui apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih menjadi kendala, dan dukungan apa yang dibutuhkan,” ujar Dwi.
Ketiga, memperkuat hubungan kerja sama antara Posyandu, Puskesmas, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis pengampu enam bidang SPM. Hal ini penting agar data dan informasi dari lapangan dapat terhubung dengan pelayanan serta program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Tim Pembina memperkuat pembinaan, pemerintah desa memberikan dukungan, Puskesmas memperkuat pelayanan dan pendampingan, kader menjalankan peran dengan aktif, dan masyarakat terus kita dorong untuk menjadi bagian dari Posyandu,” ujarnya.
Keempat, meningkatkan dukungan pemerintah desa terhadap kelembagaan, kader, serta sarana dan prasarana Posyandu melalui komunikasi yang terbuka. Kelima, menjadikan evaluasi sebagai dasar perbaikan yang berkelanjutan.
“Pada akhirnya, keberhasilan Posyandu ditentukan dari seberapa besar manfaat yang diberikan bagi masyarakat,” ucap Dwi.
Kegiatan rapat koordinasi ini diharapkan dapat menyamakan pemahaman antar pihak, memperjelas pembagian peran, mengidentifikasi berbagai persoalan yang ada, serta menyusun rencana tindak lanjut yang konkret sesuai tugas masing-masing unsur. Dwi pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Posyandu Kabupaten Pati yang semakin aktif, tertib dalam pengelolaan, kuat dalam kelembagaan, serta mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Tim Pembina Posyandu di tingkat Kabupaten, Kecamatan, maupun Desa se-Kabupaten Pati.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

