Breaking News
light_mode

Politik Identitas dan Perebutan Hegemoni Kuasa, Sebuah Pengantar dari Prof Azra

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 17 Sep 2022
  • visibility 961

  

Buku Politik Identitas dan Perebutan Hegemoni Kuasa

Perjalanan demokrasi dalam pelaksanaan pemilu 2014 dan 2019 cukup melelahkan dengan tensi politik tinggi. Pilpres bukan sekadar kontestasi politik yang sangat sengit, namun berdampak pada pembelahan politik, sosial, dan agama. Dari segi keterbelahan agama, meskipun para pemimpin ormas mainstream seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menyatakan netral, namun para anggotanya secara jelas terpecah dalam aksi mendukung paslon berbeda. Terminologi agama sesuai tafsir dan kepentingan politik, saling digunakan untuk mobilisasi politik meraih dukungan. Kontestasi politik menjadi nuansa “jihad” atau zerosum election.

Pembelahan politik dan ketegangan kedua kubu yang bertarung selama pilpres masih tetap terjadi pasca-pilpres. Pilpres 2019 oleh sebagian pengamat dianggap sebagai kebangkitan politik identitas Islam di Indonesia. Harus diakui bahwa nuansa politik identitas Islam dalam pilpres 2019 sangat kuat di tengah masyarakat. Akan tetapi, nuansa tersebut cenderung sebagai political contingency atau kedaruratan politik di kalangan muslim Indonesia dalam menghadapi lawan politik.  

Kegagalan partai-partai Islam mendapatkan dukungan suara secara signifikan dari pemilu ke pemilu, membuat kelompok-kelompok muslim tertentu melakukan manuver politik. Kekuatan politik Islam di Indonesia lazimnya diperankan oleh tiga kekuatan, yaitu partai berbasis Islam, ormas Islam mainstream, dan kelompok Islam dengan tujuan politik tersembunyi. 

Secara sosiologis, buku yang semula sebagai disertasi doktoral karya Dr. Muh Khamdan ini ingin mempertegas kembali tentang terjadinya konvergensi sosio-kultural di kalangan muslim Indonesia. Konvergensi itu sebagaimana diuraikan melalui semakin pudarnya dikotomi antara berbagai kelompok masyarakat muslim. Dikotomi budaya abangan dan santri serta tradisionalis dan modernis sudah terkikis. Dalam situasi demikian, kelompok masyarakat sipil perlu beradaptasi untuk terus menjaga perjalanan demokrasi yang rasional dan berkemajuan.

Saya mengapresiasi bahwa karya buku ini telah menguraikan perspektif kontestasi politik pada masyarakat sipil. Mobilisasi identitas yang diuraikan dengan berbagai strategi politik dapat dijadikan rujukan untuk mengetahui tradisi politik di Indonesia. Salah satu benang merah buku ini menunjukkan bahwa politik identitas Islam bukan menjadi persoalan serius karena tidak akan laku di kancah politik Indonesia. Buku ini merupakan sumbangan bagi khazanah politik Islam di Indonesia yang masih perlu dilanjutkan kajian-kajian lainnya. Semoga bermanfaat. 

(Kata Pengantar ; Prof Azyumardi Azra)

—————————————————————————————————————————

Pre Order Buku: POLITIK IDENTITAS DAN PEREBUTAN HEGEMONI KUASA

Penulis: Dr. Muh Khamdan

Terbit: September 2022

Halaman: xxi + 404

Ukuran: 17 x 25 cm

Harga Pre-order: 101.500 (Harga Normal 114.500)

WA Pemesanan: 085819766445

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Yeti Dorong Pengembangan Batik Tulis Bakaran

    Anggota DPRD Pati Yeti Dorong Pengembangan Batik Tulis Bakaran

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 331
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, mendorong pengembangan batik tulis di Desa Bakaran Wetan agar dapat bersaing di pasaran. Yeti menekankan pentingnya promosi untuk meningkatkan popularitas batik khas desa tersebut. “Agar Batik Bakaran tidak kalah saing, saya berpesan agar Pemdes atau masyarakat sering-sering melakukan promosi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya telah mengunjungi Desa […]

  • Suasana nongkrong di Angkringan Joss Desa Pasucen, Trangkil, Pati Jawa Tengah.

    Angkringan Joss Awalnya Dapur Disulap jadi Kedai Kopi

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Salah satu tempat ngopi asyik di Angkringan Joss Desa Pasucen, Trangkil, Pati Jawa Tengah. Tersedia kopi dari lereng Muria yang disajikan spesial di sebuah kedai yang awalnya adalah dapur rumah.

  • meski Bupati Belum Memberi Jawaban, Askab Tetap Menaruh Harap

    meski Bupati Belum Memberi Jawaban, Askab Tetap Menaruh Harap

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Lingkar MUria, PATI – Hingga lebih dari sepekan, Bupati Haryanto belum memberikan kepastian. Sedianya orang nomor satu di Kota Nasi Gandul diharapkan untuk turun langsung membantu Persipa. Bupati Haryanto diharapkan mau menjadi manager Persipa. Hal ini dikemukakan Ketua Askab PSSI Pati Eddy Hoo beberapa waktu yang lalu. ”Saat melakukan pertemuan beberapa waktu lalu, sedianya bupati […]

  • Profil Desa Wisata Margorejo Kudus

    Profil Desa Wisata Margorejo Kudus

    • calendar_month Ming, 26 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 628
    • 0Komentar

      Ilustrasi penangkaran rusa timor di Desa Margorejo, Dawe, Kudus Ini adalah desa wisata yang cukup komplit di Kota Kudus. Ada wisata edukasi, wisata alam hingga wisata buah durian dan rambutan. KUDUS – Desa Wisata Margorejo terletak di Kecamatan Dawe. Berada di dataran tinggi di kaki Gunung Muria. Terletak di ketinggian 600 MDPL. Perjalanan dari […]

  • DPRD Pati Dalami Dugaan Pelanggaran Kebijakan Bupati, Pansus Hak Angket Panggil Dewas RSUD

    DPRD Pati Dalami Dugaan Pelanggaran Kebijakan Bupati, Pansus Hak Angket Panggil Dewas RSUD

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 358
    • 0Komentar

    PATI – Suasana ruang Badan Anggaran DPRD Kabupaten Pati kembali memanas pada Rabu (3/9/2025) saat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket memanggil jajaran Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo Pati. Pemanggilan ini terkait penyelidikan dugaan pelanggaran kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Sudewo. Rapat yang berlangsung tegang tersebut diwarnai perdebatan, terutama saat Pansus mendesak Ketua Dewas, Torang […]

  • DPUTR Pati Kebut Perbaikan Jalan Tlogowungu–Bapoh, Progres Pekerjaan Capai 60 Persen

    DPUTR Pati Kebut Perbaikan Jalan Tlogowungu–Bapoh, Progres Pekerjaan Capai 60 Persen

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.864
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati terus menggenjot rehabilitasi Jalan Tlogowungu–Bapoh sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Pati. Hingga saat ini, progres pelaksanaan pekerjaan telah mencapai sekitar 60 persen. Perbaikan ruas jalan tersebut mendapat perhatian langsung dari Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat melakukan peninjauan […]

expand_less