Penyelidikan Kasus Penganiayaan Saat Sahur di Dukuhseti Berlangsung, Polisi Cari Identitas Pelaku
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3.149

Polisi sedang melakukan penyelidikan di lokasi TKP.
PATI – Seorang pemuda berinisial M.A.S (19) dari Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati menjadi korban dugaan penganiayaan bersama oleh sekelompok orang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari (16/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, ketika korban bersama dua rekannya sedang dalam perjalanan mencari makanan sahur di sekitar Perempatan Mantri Yono, Desa Ngagel.
Pada saat kejadian, M.A.S sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan membawa dua teman, yaitu G.D.S (20) dan L.A.O (17), dengan kondisi berboncengan tiga orang.
Dijelaskan oleh Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri, S.H., M.H melalui Kapolresta Pati, bahwa insiden dimulai ketika kendaraan korban melintas di Jalan Desa Ngagel dan bertemu dengan sekelompok orang yang tengah melakukan kegiatan tongtek atau membangunkan warga untuk sahur.
“Benar, Unit Reskrim Polsek Dukuhseti telah menerima laporan pengaduan terkait dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang terjadi di wilayah Desa Ngagel,” ujarnya.
Menurut informasi dari pihak kepolisian, saat berpapasan, salah satu anggota kelompok tersebut diduga meneriakkan nama asal korban. Setelah itu, beberapa orang dari rombongan tersebut mencoba menyerang dengan pemukulan.
“Berdasarkan keterangan pelapor, ada sekitar enam orang yang mencoba memukul korban, bahkan ada yang membawa tongkat kayu. Namun pukulan tersebut tidak mengenai korban karena mereka berusaha menghindar,” jelasnya.
Untuk menghindari kejaran, korban kemudian meningkatkan kecepatan kendaraannya. Namun ketika sampai di dekat lokasi cucian mobil, mereka dihadang oleh sepeda motor PCX berwarna merah yang diparkir di tengah jalan.
“Pada saat itu, ada seseorang yang juga berusaha memukul korban, namun tidak mengenai. Kemudian seorang pria yang mengenakan jaket hitam melempar batu yang mengenai wajah korban,” katanya.
Selain itu, di belakang sepeda motor PCX terdapat sepeda motor Vario yang juga berperan menghadang. Kendaraan tersebut menyenggol roda motor korban hingga M.A.S beserta dua rekannya terjatuh di jalan.
“Setelah korban terjatuh, salah satu saksi berteriak kepada kelompok tersebut sehingga rombongan itu kemudian pergi meninggalkan lokasi,” lanjut dia.
Pihak kepolisian yang menerima laporan pada pagi hari Senin segera mengambil langkah-langkah awal penyelidikan, antara lain menerima laporan, melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, serta melakukan olah tempat kejadian.
“Kami juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, foto luka korban, serta video yang berkaitan dengan kejadian tersebut untuk kepentingan penyelidikan,” ungkapnya.
Saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman, memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti lainnya. Apabila sudah teridentifikasi, para pelaku akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kapolsek Dukuhseti juga mengajak masyarakat untuk menjaga suasana kondusif dan ketertiban selama masa kegiatan membangunkan sahur, agar tidak menimbulkan konflik atau tindakan yang menyimpang dari hukum.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar kegiatan membangunkan sahur dilakukan secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain,” pungkasnya.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

