Breaking News
light_mode

Muhammad Ulin Nuha, Peraih Juara Lomba Matematika Internasional di Singapura

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 23 Apr 2018
  • visibility 461

Atasi Soal Sulit, Anggap Semua Soal
Itu Unik


Matematika memang sulit, namun Muhammad
Ulin Nuha punya cara mengatasinya. Dia menganggap soal-soal itu memiliki
keunikan. Itulah kunci, hingga dia moncer di bidang matematika dan menjuarai
berbagai kejuaraan
Dari kejauhan, siapa sangka dia
anak jenius. Seperti diketahui, jenius dalam lakon film-film digambarkan
berkaca mata tebal, dan berpakaian necis. Saat Jawa Pos Radar Kudus mendekat, penampilannya
biasa saja. Selayaknya anak madrasah pada umumnya. Memakai peci hitam,
pakainnya pun tak rapi-rapi amat. Namun itulah Muhammad Ulin Nuha. Peraih
berbagai gelar juara matematika di berbagai even, lokal, nasional hingga
internasional.
Ulin-sapaan akrabnya- salah satu
bagian dari generasi matematika di MTs Abadiyah. Siswa kelahiran Pati, 1
Januari 2003 ini menyapu beberapa gelar juara perlombaan matematika. Baik yang
diselenggarakan instansi pemerintah maupun umum.
Ulin berkisah, raihan prestasinya
itu tidak instan. Ulin menggaransikan waktu bermainnya untuk belajar. Siswa
yang masih duduk di kelas IX ini memang istiqomah
dalam belajar. Dia tak pernah lelah untuk belajar.
”Intinya selalu gembira dengan
matematika. Bahkan ketika pembinaan menjelang lomba saya pernah melakoni
belajar hingga menjelang dini hari,” papar siswa yang memang hobi berhitung
ini. Ulin mengaku, matematika sudah membuatnya bahagia. ”Asyik. Bisa mengasah
logika, juga kecerdasan otak,” akunya.
Selain hanya belajar, Ulin memang
selalu membiasakan berlatih mengerjakan soal. Ulin selalu melakukannya terus
menerus. Semua soal matematika selalu menantang untuk dilahapnya.
”Saya selalu suka mengerjakan
soal-soal, selain menantang, itu juga akan melatih skill menyelesaikan setiap
persoalan dalam matematika,” katanya.
Sejak masuk ke MTs Abadiyah, di
bawah naungan pusat pendidikan matematika Abadiyah, Ulin telah mengumpulkan
sejumlah gelar juara. Yang paling menonjol, putra pasangan Rebo dan Wagini ini
menyabet medali perak dan juga perunggu di Singapura.
Medali perak diraihnya pada gelaran
Singapore Internasional Math Olympiad Challenge tahun 2016. Sementara medali
perunggu diraih Ulin di ajang Singapore Asian School Mathematics Olympiad
(SASMO) tahun 2016.
Dengan raihan prestasi itu, Ulin
pun masuk menjadi siswa pilihan dari Kemenag. Data diri serta sejumlah
prestasinya diabadikan dalam sebuah buku album siswa-siswi berprestasi di
sekolah di bawah naungan Kemenag.
Selain itu, Ulin punya rahasia.
Bagi sebagian orang, Matematika kerap menjadi momok. UNBK kemarin menjadi
contohnya. Di akun sosial media Kemendikbud, banjir protes dan keluhan mengenai
sulitnya soal Matematika di ujian berbasik komputer itu.
Namun di kamus kehidupan Ulin, tak
ditemukan kata sulit dalam soal-soal Matematika. Ulin menganggap soal-soal
Matematika itu unik. Keunikan itu membuatnya tertarik. ”Itulah yang menjadikan
saya tak kesulitan mengerjakannya, sebab saya sudah meyugesti bagaimanapun soal
Matematika yang saya hadapi. Semuanya unik. Itu yang menjadikan saya suka
dengan matematika,” kata Ulin sambil cengar-cengir percaya diri. (Achmad Ulil Albab)


DATA
DIRI
NAMA : MUHAMMAD ULIN NUHA
TTL : PATI, JANUARI 2003
ALAMAT : DESA KARABAN KECAMATAN
GABUS KABUPATEN PATI
PENDIDIKAN : KELAS IX MTS ABADIYAH
PATI
DERETAN
PRESTASI ULIN NUHA
Mendali Perak SIMOC Singapore
Internasional Math Olympiad Challenge tahun 2016, 
Medali Perunggu Singapore Asian
School Mathematics Olympiad (SASMO) tahun 206
Juara 3 Kompetensi Sains Madrasah
(KSM) Kabupaten Pati 2016
Juara 1 Olimpiade Matematika
kategori kelas VII MGMP Matematika SMP se Kabupaten Pati tahun 2016
Juara 3Olimpiade Matematika Se Eks
Karesidenan Pati 2015
Juara 1 beregu rayon Pati Olimpiade
Matematika Universitas Negeri Malang 2015



  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Lebaran Warga Miskin di Gembong Dapat THR

    Jelang Lebaran Warga Miskin di Gembong Dapat THR

    • calendar_month Sab, 2 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    PATI – Rejeki nomplok bagi warga miskin di Kecamatan Gembong jelang lebaran. Hal itu karena Bupati Pati Haryanto menyerahkan bantuan uang tunai kepada warga miskin di Kecamatan Gembong. Penyerahan bantuan dari Baznas ini dilakukan di Kantor Kecamatan Gembong Rabu siang kemarin (30/5/2018). Ada 110 warga berstatus miskin dari 11 desa yang menerima bantuan uang tunai ini. […]

  • Kesenian Tradisional Kudus, Ngintun Sego Kepel, Raih Pujian di TMII

    Kesenian Tradisional Kudus, Ngintun Sego Kepel, Raih Pujian di TMII

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 202
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kesenian tradisional Ngintun Sego Kepel dari Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, berhasil memukau pengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu (4/5/2025). Pertunjukan yang memikat ini merupakan bagian dari Pentas Duta Seni Kabupaten se-kabupaten/kota Jawa Tengah 2025 di Anjungan Jawa Tengah TMII. Sanggar Seni Ciptoning Asri dari Desa Dersalam, Kecamatan Bae, […]

  • Anggota Komisi C Suyono Pertanyakan Sistem Perencanaan dan Spek Kontruksi Bangunan Jembatan Pelemgede

    Anggota Komisi C Suyono Pertanyakan Sistem Perencanaan dan Spek Kontruksi Bangunan Jembatan Pelemgede

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 340
    • 0Komentar

    PATI – Jembatan di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, ambrol setelah diguyur hujan beberapa hari terakhir. Padahal, jembatan tersebut baru saja selesai diperbaiki. Menyikapi kejadian ini, DPRD Pati langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (24/10/2025) Anggota Komisi C DPRD Pati, Suyono, memberikan komentarnya terkait ambrolnya jembatan tersebut. Ia menyoroti sistem perencanaan […]

  • Pemkab Pati Susun RDTR, Ketua Dewan Sementara: Wilayah Pertanian dan Karst Perlu Dilestarikan

    Pemkab Pati Susun RDTR, Ketua Dewan Sementara: Wilayah Pertanian dan Karst Perlu Dilestarikan

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 222
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati tengah menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Kayen, dengan fokus pada isu pertanian dan wilayah karst. RDTR ini merupakan rencana rinci yang mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga tata kota. Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menekankan pentingnya aturan yang lebih rinci untuk mengoperasionalkan pemanfaatan ruang, mengingat […]

  • DPRD Pati Sambut Baik Pelebaran Sungai Silugonggo untuk Atasi Kepadatan Lalu Lintas Kapal

    DPRD Pati Sambut Baik Pelebaran Sungai Silugonggo untuk Atasi Kepadatan Lalu Lintas Kapal

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 299
    • 0Komentar

    PATI – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk melebarkan Sungai Silugonggo mendapat sambutan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati. Anggota Komisi B DPRD Pati, Sudi Rustanto, menilai pelebaran sungai tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas kapal dan banyaknya kapal yang parkir di sungai tersebut. “Program Pemkab Pati yang akan memperlebar Sungai […]

  • Edy Wuryanto Minta Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Penonaktifan PBI

    Edy Wuryanto Minta Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Penonaktifan PBI

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.934
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penonaktifan kepesertaan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan berisiko menimbulkan kondisi darurat dalam layanan kesehatan, terutama bagi pasien penyakit kronis dan anak-anak yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto. Kekhawatiran tersebut semakin menguat setelah Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) mencatat minimal 30 kasus pasien […]

expand_less