Breaking News
light_mode

Kirab Bwee Gee Kudus: Harmoni Budaya Tionghoa yang Menyatukan Masyarakat Lintas Etnis

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 1.637

KUDUS – Di Kudus, komunitas Tionghoa telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial-budaya daerah. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada dewa bumi menjelang Imlek, mereka menyelenggarakan tradisi kirab Bwee Gee yang penuh makna.

Rangkaian acara dimulai pada Sabtu, 31 Januari 2026, dengan ritual mandi minyak obat dan ibadah di Tempat Ibadah Tri Dharma Hok Hien Bio. Hari berikutnya, Minggu, 1 Februari 2026, menjadi puncak dengan kirab yang berpusat di klenteng tersebut.

Pukul 10.00 tepat, rombongan memulai perjalanan dari Hok Hien Bio, melintasi Jl. Dr. Lukmono Hadi, Jl. Sunan Kudus, Jl. Jend. Sudirman, Jl. Pemuda, dan Jl. A. Yani sebelum kembali ke tempat awal.

Peserta datang dari berbagai klenteng, vihara, dan cetya di dalam dan luar provinsi, membentuk barisan panjang yang mencerminkan jejaring erat antarkomunitas. Kirab terbuka untuk semua, menciptakan suasana harmoni yang dinikmati masyarakat luas. Di Alun-Alun Simpang 7, warga telah mengisi tepi jalan sejak pagi. Pada pukul 11.35, kerumunan bergerak mendekat saat rombongan akan melintas.

Seorang warga spontan menyatakan, “Sing nonton akeh wong Jowo, padahal iki budayane wong Tionghoa” (yang menonton kebanyakan orang Jawa, padahal ini budaya milik Tionghoa). Kalimat itu menyiratkan bagaimana budaya Tionghoa telah menyatu dengan kehidupan lokal Kudus, menjadikan Bwee Gee sebagai acara tahunan yang selalu dinantikan.

Setiap kelompok membawa kio atau tandu berisi patung dewa kiem sin, disertai atraksi barongsai dan tokoh seperti Sun Go Kong, Cu Pat Kay, Sha Wujing, Biksu Tong, dan Dewi Kwan Im—yang akrab dikenal melalui serial Kera Sakti.

Momen menarik terjadi saat rombongan melintas Madrasah Mu’allimat Kudus: siswa keluar kelas menyaksikan, dan pemain musik berbagi sukacita dengan mengiringi nyanyian sholawat Ya Lal Wathon. Ketika melintas Masjid Agung Kudus, pada saat adzan dzuhur berkumandang, semua suara kirab dihentikan dan dilanjutkan setelah adzan selesai.

Di sekitar Klenteng Hok Hien Bio, warga kembali berkumpul menyambut rombongan. Bazar makanan dan oleh-oleh khas Tionghoa berjajar, dan masyarakat lintas etnis serta agama berkumpul di dalam dan luar klenteng. Pukul 13.35, kelompok demi kelompok memasuki klenteng dan menampilkan atraksi, dengan kiem sin digoyang-goyangkan menyanyi dan musik. Hujan yang turun tidak menyurutkan semangat meriah.

Penulis: Ika Hana Pertiwi (Peneliti Budaya dan Dosen Psikologi Universitas Muria Kudus)

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkada 2024 Makin Dekat, DPRD Pati Ingatkan Masyarakat Cermat Dalam Memilih

    Pilkada 2024 Makin Dekat, DPRD Pati Ingatkan Masyarakat Cermat Dalam Memilih

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 92
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang semakin dekat, Anggota DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto, mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih calon pemimpin. “Pemilihan bupati bukan hanya sekadar memilih, tetapi juga menentukan masa depan daerah. Oleh karena itu, masyarakat harus benar-benar memahami visi dan misi masing-masing calon,” tegas politisi yang akrab disapa Mas […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Dalami Dugaan Penarikan Paksa Guru oleh Disdikbud

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Dalami Dugaan Penarikan Paksa Guru oleh Disdikbud

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 114
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati tengah menginvestigasi kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terkait dugaan penarikan guru yang dinilai tidak wajar. Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan praktik penugasan guru lintas kecamatan yang menimbulkan pertanyaan. Salah satu kasus yang disoroti adalah penarikan seorang guru Bahasa Inggris SMP […]

  • 150 Desa di Pati Sudah Sepakat Bikin Desa Korporasi

    150 Desa di Pati Sudah Sepakat Bikin Desa Korporasi

    • calendar_month Kam, 13 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Para pengelola BUMDes di Pati sedang berdiskusi bersama wakil bupati PATI – Dari 401 desa di Kabupaten Pati, sudah ada 150 desa yang menandatangani pakta integritas, sekaligus siap menyetorkan dana kepada “desa korporasi”. Sementara itu saat ini sudah terkumpul dana sebesar Rp 5 miliar. Dengan adanya dana tersebut, diharapkan menjadi jawaban atas kendala yang dihadapi […]

  • DPRD Pati Imbau Warga Jaga Kekompakan Demi Kondusivitas Daerah

    DPRD Pati Imbau Warga Jaga Kekompakan Demi Kondusivitas Daerah

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 97
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kedisiplinan di kalangan masyarakat Kabupaten Pati. Hal ini disampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi dalam rangka cipta kondisi aman dan kondusif di Kabupaten Pati, Senin (1/9/2025). Seruan ini disampaikan setelah menghadiri Rapat Koordinasi dalam rangka Cipta Kondisi Aman dan Kondusif di Kabupaten Pati […]

  • Anggota DPRD Pati Danu Ikhsan Ajak Masyarakat Uri-Uri Seni Budaya Wayang Kulit

    Anggota DPRD Pati Danu Ikhsan Ajak Masyarakat Uri-Uri Seni Budaya Wayang Kulit

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 109
    • 0Komentar

    PATI – Danu Ikhsan, anggota DPRD Kabupaten Pati, mengajak masyarakat untuk lebih mencintai seni budaya daerah, khususnya wayang kulit. Ia berharap masyarakat dengan sadar mau melestarikan seni budaya wayang kulit. Ajakan ini disampaikan Danu saat menggelar pentas wayang kulit pada 19 Oktober di depan Balaidesa Panjunan Kecamatan Pati. Pentas wayang kulit ini merupakan acara syukurannya […]

  • Ilustrasi hemat/freepik

    Pentingnya Hidup Hemat Mengelola Keuangan dengan Bijak

    • calendar_month Jum, 4 Agu 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Ilustrasi hemat/freepik Hidup hemat adalah suatu prinsip yang melibatkan pengelolaan keuangan yang bijak dan penuh tanggung jawab. Di tengah dinamika ekonomi yang selalu berubah dan tantangan finansial yang mungkin muncul, hidup hemat menjadi kunci untuk mencapai stabilitas keuangan dan kebebasan jangka panjang.   1. Menciptakan Keamanan Finansial:    Hidup hemat membantu menciptakan perlindungan finansial dalam […]

expand_less