Breaking News
light_mode

Jepalo Coffee Folklore: Kedai Kopi di Pati dengan Pesona Pedesaan dan Biji Lokal Pegunungan Muria

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 14 Des 2025
  • visibility 1.130

PATI – Di tengah menjamurnya kedai kopi di Kabupaten Pati, konsep yang mengusung ketenangan dan kearifan lokal justru menjadi daya tarik tersendiri. Jepalo Coffee Folklore hadir menawarkan pengalaman ngopi berbeda dengan atmosfer pedesaan yang asri dan menenangkan.

Berlokasi di Desa Jepalo, Kecamatan Gunungwungkal, kedai ini menjadi ruang alternatif bagi penikmat kopi yang ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Kedai ini menyediakan berbagai varian minuman kopi, mulai dari robusta dan arabika, hingga pilihan non-kopi seperti macha serta kopi susu.

“Kedai ini aku bikin tahun 2017 lalu. Green bean kopinya dari lokal Jepalo sini, dari lereng Pegunungan Muria,” kata pemilik Jepalo Coffee, Luqman, pada Minggu (14/12/2025).

Luqman menjelaskan bahwa aneka minuman kopinya dijual dengan harga mulai dari Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per cangkir. Ia juga menjamin kualitas rasa produknya tidak kalah dengan yang ditawarkan oleh kedai atau kafe lainnya.

“Soal kualitas rasa pokoknya terjamin, tidak kalah dengan kedai kopi atau kafe elit di luaran sana. Kopinya aku olah sendiri, mulai dari kebun hingga menjadi kopi siap saji,” jelas dia.

Selain melayani pembelian langsung di kedai, Luqman juga memasarkan kopi dalam kemasan, baik berupa bubuk maupun roast bean.

“Kalau yang roast bean pembelinya bukan cuma dari lokal Pati, tapi luar kota juga, seperti Surakarta, Semarang, Jogja, Tangerang. Bahkan ada yang dari luar negeri, dari Hongkong,” tutur dia.

Harga roast bean mulai dari Rp170 ribu hingga Rp190 ribu per kilogram, sedangkan kopi bubuk kemasan dijual dengan harga Rp150 ribu per kilogram.

“Tergantung jenisnya. Ada yang robusta grade bawah hingga fine,” ucap Luqman.

Selain produk standar, Luqman juga mengembangkan inovasi dengan membuat roast bean dengan rasa pisang pandan. Olahan khusus ini berasal dari tanaman kopi yang dirawat secara organik.

“Prosesnya dari perawatan pertanian. Saya beri tumpang sari pohon pisang. Jadinya beraroma pisang creamy dan rasanya pandan. Per 200 gram roast bean saya jual Rp120 ribu, kalau per gelas kopinya Rp20 ribu,” terang dia.

Salah satu pelanggan tetap Jepalo Coffee adalah Ulin, warga Kecamatan Tlogowungu. Menurutnya, kedai ini sangat cocok untuk menikmati kopi.

“Suka aja sama suasananya. Di pelosok pedesaan dan disuguhkan dengan pemandangan persawahan dan pegunungan. Tiap minggu sekali saya pasti datang ke sini,” ucapnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Usulkan Penambahan Kendaraan Pemadam Kebakaran di Setiap Dapil

    DPRD Pati Usulkan Penambahan Kendaraan Pemadam Kebakaran di Setiap Dapil

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 164
    • 0Komentar

    PATI – H. Suwito, Wakil Ketua 3 DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, mengusulkan penambahan kendaraan pemadam kebakaran di setiap daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Pati. Usulan ini muncul mengingat tingginya angka kebakaran, terutama di musim kemarau. “Mudah-mudahan ke depannya setiap dapil harusnya memang ada minimal satu kendaraan pemadam. Entah itu nanti kayak dapil Tayu […]

  • Polresta Pati Berhasil Ungkap Ratusan Kasus Premanisme dan Penyakit Masyarakat Selama Ramadan

    Polresta Pati Berhasil Ungkap Ratusan Kasus Premanisme dan Penyakit Masyarakat Selama Ramadan

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 117
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati menunjukkan keseriusannya dalam memberantas premanisme dan penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukumnya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya konferensi pers pada Senin (17/3/2025) pukul 10.00 WIB di Aula Sarja Arya Racana (SAR) Mapolresta Pati. Wakapolresta Pati, AKBP Dandy Ario Yustiawan, didampingi para pejabat teras Polresta Pati, menyampaikan hasil operasi kepolisian yang digelar […]

  • [Tragis] Tanam Bawang Merah, Petani di Pati Tewas Tersambar Petir

    [Tragis] Tanam Bawang Merah, Petani di Pati Tewas Tersambar Petir

    • calendar_month Jum, 2 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    TERSAMBAR PETIR: Korban tersambar petir Desa Bangsalrejo, Wedarijaksa dievakuasi petugas Mapolsek Wedarijaksa kemarin (2/3/18). Lingkar Muria, PATI – Bambang, petani asal Desa Bangsalrejo, Wedarijaksa, Pati meninggal saat menanam bawang merah. Pria 64 tahun itu masih nekat bekerja di lahan sawah bengkok milik kasi kesra Desa Bangsalrejo ketika hujan dan meninggal usai tersambar petir. Berdasarkan informasi […]

  • Pemdes Bakaran Wetan Meriahkan Hari Batik dengan Pemeran Virtual

    Pemdes Bakaran Wetan Meriahkan Hari Batik dengan Pemeran Virtual

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Pameran batik tulis Bakaran secara virtual disiarkan langsung via YouTube. PATI – Di aula balai desa Bakaran Wetan itu sejumlah muda-mudi tampak anggun, mengenakan setelan batik tulis Bakaran. Mereka mengenakan batik motif klasik berwarna coklat gelap.  Muda-mudi itu sedang show virtual yang disiarkan secara langsung melalui YouTube, Minggu (3/10/2021). Tahun ini Pemerintah Desa Bakaran Wetan, […]

  • Terpilih jadi Duta KPI IAIN Kudus Berusaha Majukan Program Studi

    Terpilih jadi Duta KPI IAIN Kudus Berusaha Majukan Program Studi

    • calendar_month Sen, 16 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

      Terpilih sebagai Duta Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kudus 2022, menjadikan Zulfana Izzatin Nisa harus berusaha untuk menjalankan program kerja memajukan program studi, fakultas, dan kampus. Karena itu dia harus bersungguh-sungguh mengemban amanat ini. Gadis yang hobi membaca, hingga fotografi ini menjadi mahasiswa aktif dengan mengikuti berbagai event yang diadakan oleh kampus ataupun di […]

  • Pesan Bupati Pati Menjelang Ujian Nasional

    Pesan Bupati Pati Menjelang Ujian Nasional

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto menghadiri sosialisasi ujian nasional PATI– Sekitar 367 peserta yang terdiri dari Ketua Dewan pendidikan, Ketua PGRI, Korwilcam, Kepala SMP Negeri dan Swasta, Kepala MTs Negeri dan Swasta, Pengawas SD dan SMP, Ketua PKBM, Penilik Sekolah dan Kepala Pondok Pesantren mengikuti sosialisasi Penyelenggaraan Ujian Sekolah untuk SD/SMP sederajat di gedung PGRI Kabupaten Pati, Rabu […]

expand_less