Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 667
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sensasi Petik Melon Sendiri di Kebun Pinggir Tambak

    Sensasi Petik Melon Sendiri di Kebun Pinggir Tambak

    • calendar_month Jum, 17 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang petang, orang-orang berbondong menuju ke pematang tambak di Desa Dororejo Kecamatan Tayu. Bukan untuk memanen ikan, melainkan untuk ngabuburit di kebun melon. Lebih dari 3000 tanaman melon siap panen tumbuh memanjang di pematang tambak tersebut. Pemiliknya adalah Nur Cakwung. Lokasinya berada di RT 4 RW 2. Kebun melon itu disulap Cakwung menjadi […]

  • DPRD Pati Dorong Pengembangan Destinasi Wisata di Bumi Mina Tani

    DPRD Pati Dorong Pengembangan Destinasi Wisata di Bumi Mina Tani

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 326
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk bersinergi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan tempat-tempat wisata yang ada di Pati. Ia berharap, dengan kerja sama semua elemen, dapat ditemukan permasalahan yang dihadapi dalam upaya pengembangan pariwisata di Pati. Kemudian, bisa dikomunikasikan untuk mencari hal-hal yang bisa dikreasikan guna meningkatkan […]

  • Anggota DPRD Pati Responsif terhadap Aduan Masyarakat, Bukti Jalan Rusak di Gembong Teratasi

    Anggota DPRD Pati Responsif terhadap Aduan Masyarakat, Bukti Jalan Rusak di Gembong Teratasi

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 282
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati membuka pintu bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Suhartini, mengajak masyarakat untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah dan dinas terkait. “Monggo bapak ibu sesuai bidang saya, mungkin bapak ibu kalau ada kesulitan atau ada apa, […]

  • Road to Kilau Raya : Puncak Kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 Bersama MNC TV

    Road to Kilau Raya : Puncak Kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 Bersama MNC TV

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.983
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bekerja sama dengan MNC TV menyajikan gelaran spektakuler Road To Kilau Raya Pati di Alun-Alun Pati pada Sabtu malam (29/8/2026). Acara ini menjadi penutup meriah rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 serta HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dimeriahkan penampilan sederet seniman nasional. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan […]

  • DPRD Dorong Disdikbud Dirikan Museum Sejarah di Pati

    DPRD Dorong Disdikbud Dirikan Museum Sejarah di Pati

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

      Peneliti melihat situs watu payon di wilayah Pegunungan Muria Pati Kesadaran akan pentingnya kehadiran museum semakin meluas. Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB mendorong dinas terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati untuk mendirikan museum guna menyimpan temuan bersejarah. PATI – Keberadaan museum di Kota Pati  menjadi atensi Komisi D DPRD Pati. […]

  • DPRD Pati Siap Awasi Implementasi Program Peningkatan Panen Jagung

    DPRD Pati Siap Awasi Implementasi Program Peningkatan Panen Jagung

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.008
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berkomitmen untuk mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati agar menyediakan berbagai bentuk fasilitasi bagi petani jagung, mulai dari pemenuhan benih berkualitas hingga pendampingan teknis yang dilakukan oleh tenaga penyuluh pertanian. Menurut anggota Komisi B yang juga pembicara terkait hal ini, Muslihan, pencapaian target dalam program […]

expand_less