Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 713
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Tayu Amankan ODGJ yang Lempari Kaca Masjid, Langsung Dirujuk ke RSUD Soewondo

    Polsek Tayu Amankan ODGJ yang Lempari Kaca Masjid, Langsung Dirujuk ke RSUD Soewondo

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.637
    • 0Komentar

    PATI – Personel Polsek Tayu bergerak cepat mengamankan seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) setelah mengamuk dan melempari kaca Masjid Baitul Qodir di Desa Kalikalong, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Kejadian ini berlangsung pada Jumat (3/7/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa bermula saat Kepala Desa Kalikalong melaporkan ke pihak kepolisian mengenai adanya orang […]

  • DPRD Pati Beri Tiga Masukan Peningkatan SDM

    DPRD Pati Beri Tiga Masukan Peningkatan SDM

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 337
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Pati memberikan tiga masukan terkait peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Pati. Masukan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Pemerintah Kabupaten Pati, yang membahas tentang pembangunan daerah. Salah satu anggota DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati dari partai Golkar, menekankan pentingnya pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. “Pendidikan vokasi […]

  • Uji Coba Taman Diserbu Warga

    Uji Coba Taman Diserbu Warga

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Uji coba Taman Stasiun Puri diserbu warga hingg larut malam Lingkar Muria, PATI – Pengoperasian air mancur bergoyang di Taman Stasiun Puri dilakukan beberapa malam lalu, dan uji coba terakhir dilakukan Sabtu (25/11) malam kemarin, untuk mengetahui kinerja dari air mancur tersebut. Uji coba ini menarik perhatian beberapa warga sekitar yang sengaja datang, atau yang […]

  • Pemkab Jepara Bentuk Karangrandu Sebagai Desa Tangguh Bencana

    Pemkab Jepara Bentuk Karangrandu Sebagai Desa Tangguh Bencana

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Pembentukan desa tangguh bencana di Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan Jepara Pembentukan desa tangguh bencana (destana) di Jepara memiliki arti penting. Sebab Kota Ukir memiliki permasalahan tinggi terkait bencana, bahkan nomor 10 di Jawa Tengah.  JEPARA – Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan dibentuk sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Pembentukan ini dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Jepara Edy […]

  • DPRD Pati : Perlu Percepatan Pembangunan Infrastruktur Fisik

    DPRD Pati : Perlu Percepatan Pembangunan Infrastruktur Fisik

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muslihan, mendesak percepatan pembangunan infrastruktur fisik di Kabupaten Pati agar selesai sebelum memasuki musim hujan. Hal ini disampaikan Muslihan mengingat cuaca saat ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda akan memasuki musim penghujan, meskipun intensitas hujan masih belum tinggi. Muslihan menekankan pentingnya penyelesaian proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan saluran drainase untuk […]

  • Perubahan APBD 2026 Tambah Rp61 Miliar untuk Infrastruktur, PAD Diminta Dioptimalkan

    Perubahan APBD 2026 Tambah Rp61 Miliar untuk Infrastruktur, PAD Diminta Dioptimalkan

    • calendar_month Jum, 18 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.324
    • 0Komentar

    PATI – Anggaran untuk sektor infrastruktur Kabupaten Pati mendapat tambahan sekitar Rp61 miliar dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Tambahan tersebut salah satunya diarahkan untuk mendukung pembangunan dan perbaikan jalan yang telah masuk dalam rencana APBD murni 2026. Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Pati dengan agenda persetujuan bersama Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang […]

expand_less