Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 736
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Temukan Kejanggalan Mutasi ASN, Izin BKN Terbit Setelah Pelantikan

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Temukan Kejanggalan Mutasi ASN, Izin BKN Terbit Setelah Pelantikan

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 317
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati kembali menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Bupati Pati, Sudewo. Kali ini, fokus tertuju pada mutasi 89 jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan pada 8 Mei 2025. Ketua Pansus Hak Angket, Teguh Bandang Waluyo, mengungkapkan bahwa mutasi jabatan tersebut diduga tidak sesuai dengan peraturan […]

  • Berjihad dalam Kelestarian Lingkungan (1)

    Berjihad dalam Kelestarian Lingkungan (1)

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Di era industri 4.0 sudah saatnya kader IPNU dan IPPNU melibatkan diri dalam berbagai persoalan. Program – program ramah lingkungan perlu menjadi lahan garapan kader muda nahdliyin. Caranya memanfaatkan limbah sekitar kita, seperti limbah botol plastik untuk dijadikan barang yang lebih bermanfaat. Problem limbah dan sampah, seperti plastik telah menjadi tantangan dunia. Karena itu tidak […]

  • Ingin Gelorakan Salawat

    Ingin Gelorakan Salawat

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Siti Warisatul Mahmudah  Istimewa Risa punya cara menggelorakan lagu salawat, agar orang makin banyak yang menyukai. Caranya, gadis bernama lengkap Siti Warisatul Mahmudah itu terjun langsung dalam grup musik nasyid, yang banyak mendendangkan lagu-lagu salawat dengan syair kekinian. Risa tergabung di sebuah grup nasyid di Semarang. Awalnya gadis kelahiran Pati, 23 Novemner 1996 ini mengenal […]

  • Pilih Ketua OSIS, SMK Negeri 1 Cluwak Gunakan Aplikasi

    Pilih Ketua OSIS, SMK Negeri 1 Cluwak Gunakan Aplikasi

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Proses pemilihan ketua osis melalui aplikasi  PATI – Langkah maju dilakukan SMK Negeri 1 Cluwak, Pati. Hal itu ditandai dengan penggunaan sebuah aplikasi yang diberi nama “E-Pilkasis”, sebagai sarana mencoblos calon ketua osis secara online. Aplikasi tersebut berbasis android. Berbeda dengan pemilihan ketua osis pada tahun sebelumnya, yang menggunakan sistem pencoblosan secara manual. Pada tahun […]

  • Gembiranya Siswa MI Miftahul Huda Tegalsambi Gelar Fun Camping

    Gembiranya Siswa MI Miftahul Huda Tegalsambi Gelar Fun Camping

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Kegembiraan anak-anak MIMiftahul Huda Tegalsambi saat acara Fun Camping Acara Fun Camping digelar MI Miftahul Huda Tegalsambi. Anak-anak tampak senang dengan kegiatan rutin tahunan setelah pelaksanaan ujian akhir semesteran ini. Acara ini menjadi momen mendidik anak untuk mandiri sekaligus berlatih kerjasama dalam satu kelompok.   JEPARA – Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Miftahul Huda Tegalsambi Tahunan Jepara menggelar […]

  • Alun-Alun Pati Akan Diperbaiki Secara Menyeluruh, Estetika dan Keamanan Jadi Prioritas

    Alun-Alun Pati Akan Diperbaiki Secara Menyeluruh, Estetika dan Keamanan Jadi Prioritas

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati telah resmi memulai proyek revitalisasi Alun-Alun Pati, sebuah ruang terbuka publik yang menjadi ikon dan kebanggan warga setempat. Dengan anggaran yang mencapai Rp299.366.970,14, pekerjaan perawatan menyeluruh ini ditargetkan selesai dalam waktu 40 hari, tepatnya pada tanggal 7 Desember 2025. Slamet Budi Setiyanto, Fungsional Penata […]

expand_less