Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 789
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTs Salafiyah Kajen Gelar Matsama, Bentuk Generasi Unggul Berakhlak dan Berprestasi

    MTs Salafiyah Kajen Gelar Matsama, Bentuk Generasi Unggul Berakhlak dan Berprestasi

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 393
    • 0Komentar

    PATI – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Kajen sukses menggelar Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) tahun ajaran 2025/2026 pada Sabtu (12/7). Mengusung tema “Membentuk Generasi Unggul yang Berakhlak, Berbudaya, dan Berprestasi sebagai Bentuk Cinta kepada Madrasah,” acara yang dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, K.H. Ahmad Ruman Masyfu’, S.H., M.Si., berlangsung lancar di halaman madrasah. Matsama yang […]

  • Edy Wuryanto Minta Pemerintah Siapkan Layanan Kesehatan Terbaik untuk Pemudik

    Edy Wuryanto Minta Pemerintah Siapkan Layanan Kesehatan Terbaik untuk Pemudik

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 299
    • 0Komentar

      Edy Wuryanto, anggota Komisi IX DPR RI JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah untuk menyiapkan layanan kesehatan untuk para pemudik dengan pelayanan yang terbaik. “Setelah tiga tahun masa Lebaran dihantui Covid-19, saya rasa tahun ini betul-betul dimanfaatkan masyarakat untuk mudik. Bertemu dengan saudara di kampung,” katanya dalam keterangan tertulis […]

  • Sisa Pembakaran Slamper Nyaris Lalap Gudang Pabrik Arang

    Sisa Pembakaran Slamper Nyaris Lalap Gudang Pabrik Arang

    • calendar_month Sel, 19 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PATI – Peristiwa kebakaran kembali terjadi. Sebuah gudang pabrik arang, nyaris ludes dilalap si jago merah siang kemarin (18/6/2018). Hal itu terjadi lantaran api sisa pembakaran slamper (Red, daun tebu kering) yang terbawa angin dan jatuh mengenai batok kelapa kering yang ada di pabrik tersebut. Ketua relawan RAPI Gunawan kepada Jawa Pos Radar Kudus mengungkapkan, […]

  • Kolaborasi Kupat dan Siswa SMK Jateng Sediakan Paket Lebaran

    Kolaborasi Kupat dan Siswa SMK Jateng Sediakan Paket Lebaran

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Anak-anak SMK Jateng Pati membuat jajanan lebaran Komunitas UMKM Kabupaten Pati (Kupat) berkolaborasi dengan SMK Jateng di Pati untuk  menyediakan bingkisan lebaran. Kolaborasi dengan anak-anak SKM ini menjadikan anak-anak berkegiatan positif. PATI – Aneka jajanan khas lebaran dibuat oleh anak-anak SMK Jateng di Pati. Mereka mempersiapkan jajanan ini untuk paket bingkisan lebaran.  Ketua Kupat Kabupaten […]

  • Komunitas Panahan Pati, Dari Hobi Lalu Berprestasi

    Komunitas Panahan Pati, Dari Hobi Lalu Berprestasi

    • calendar_month Rab, 29 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Komunitas Cendekia Archery Team (CAT) Salah satu anggota CAT saat mengikuti kejuaraan  Berdiri sejak Desember 2016, komunitas panahan di Kota Nasi Gandul ini tak hanya sebatas kumpul hobi-hobi. Tercatat, sejumlah prestasi kejuaraan panahan berhasil ditorehkan para anggotanya, bahkan kejuaraan hingga tingkat nasional. Baru-baru ini, salah satu anggota CAT mempersembahkan prestasi membanggakan. Adalah Nabilla Ayoe, dia […]

  • Desa Tempur Dapat Pelatihan Pengelolaan Limbah Bank Sampah Universitas Pancasila

    Desa Tempur Dapat Pelatihan Pengelolaan Limbah Bank Sampah Universitas Pancasila

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

      Tim Universitas Pancasila mulai memberikan pelatihan pengelolaan limbah berbasis bank sampah untuk Desa Tempur JEPARA – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Pancasila melaksanakan kegiatan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat dengan topik “Green Circular Economy Solusi Pengendalian Pencemaran Lingkungan di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dalam rangka pelaksanaan kegiatan Program Matching Fund (Kedaireka) […]

expand_less