Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 631
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati: Pemanggilan Saksi Sesuai Prosedur

    Pansus Hak Angket DPRD Pati: Pemanggilan Saksi Sesuai Prosedur

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 289
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati terus mendalami dugaan pelanggaran kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Sudewo. Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, menegaskan bahwa pemanggilan saksi, khususnya Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo, merupakan keputusan bersama seluruh anggota Pansus. “Kita sepakati di rapat pansus beserta anggota. Kita panggil Pak Manurung selaku […]

  • Safin Pati Sports School Tampil di Barati Cup International 2025

    Safin Pati Sports School Tampil di Barati Cup International 2025

    • calendar_month Sel, 15 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 391
    • 0Komentar

    SURABAYA – Safin Pati Sports School turut ambil bagian dalam ajang bergengsi Barati Cup International 2025 yang digelar di tiga kota Jawa Timur: Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Turnamen ini berlangsung selama enam hari, mulai Selasa hingga Minggu (15–20 April 2025). Menginjak gelaran ketiga, Barati Cup International tahun ini mempertandingkan tiga kategori usia, yakni U13, U14, […]

  • Jalin Sinergi Institusi, GP Ansor Sambangi Mapolres

    Jalin Sinergi Institusi, GP Ansor Sambangi Mapolres

    • calendar_month Kam, 26 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    PATI  – Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Pati menyambangi Mapolres Pati baru-baru ini. Kedatangan para pimpinan organisasi kepemudaan islam terbesar tersebut langsung disambut oleh Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati di ruangannya. Silaturahim tersebut digelar dalam rangka silaturahim dan menjalin sinergi yang baik antara organisasi kepemudaan NU tersebut dengan aparat penegak hukum. Ketua PC GP […]

  • Kegiatan patroli malam Polresta Pati untuk mengantisipasi kejahatan malam hari

    Polresta Pati Gencar Patroli Malam Antisipasi Begal

    • calendar_month Rab, 27 Sep 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Kegiatan patroli malam Polresta Pati untuk mengantisipasi kejahatan malam hari. Memastikan masyarakat aman saat beraktivitas malaml hari.

  • DPRD Pati Dorong Pembenahan Fasilitas Gua Pancur Sebagai Langkah Awal Meningkatkan Sektor Pariwisata Daerah

    DPRD Pati Dorong Pembenahan Fasilitas Gua Pancur Sebagai Langkah Awal Meningkatkan Sektor Pariwisata Daerah

    • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.422
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperbaiki objek wisata Gua Pancur yang terletak di Kecamatan Kayen. Pembenahan sarana dan prasarana dianggap sebagai langkah strategis untuk menambah daya tarik tempat wisata alam ini, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi warga sekitar. Anggota Komisi B […]

  • Inilah Daftar Kemeriahan UMi Ramadhan Fair 2022

    Inilah Daftar Kemeriahan UMi Ramadhan Fair 2022

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Stand UMi Ramnadhan Fair 2022 di Jakarta JAKARTA – Bertepatan dengan moment bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, Pusat Investasi Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem bagi para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) serta memfasilitasi kebutuhan pembiayaan bagi masyarakat pelaku usaha. Dalam rangka itu Pusat Investasi Pemerintah (PIP)  menyelenggarakan kegiatan “UMi Ramadhan Fair” dengan berkolaborasi […]

expand_less