Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 720
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui P5RA, MA Salafiyah Kajen Ajak Siswa Cintai Budaya Jawa

    Melalui P5RA, MA Salafiyah Kajen Ajak Siswa Cintai Budaya Jawa

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 319
    • 0Komentar

    PATI – Siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, menyelenggarakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’alamin (P5RA) dengan tema kearifan lokal Jawa pada Rabu (14/5/2025). Kegiatan ini menekankan pentingnya melestarikan tradisi Jawa seperti mitoni (tingkeban), upacara adat untuk merayakan kehamilan tujuh bulan. K.R.T. Meggi Hannusa, Abdi Dalem dari Keraton Surakarta, […]

  • Teater Suryo Pati IPMAFA Angkat Isu “Palsu”, Kritik Janji yang Tak Kunjung Terwujud

    Teater Suryo Pati IPMAFA Angkat Isu “Palsu”, Kritik Janji yang Tak Kunjung Terwujud

    • calendar_month Jum, 17 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.039
    • 0Komentar

    PATI – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Suryo Pati Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) kembali menghadirkan pementasan teater di halaman kampus IPMAFA, Kamis (19/7/2026). Mengusung lakon bertajuk Palsu, pertunjukan tersebut menjadi ruang ekspresi mahasiswa sekaligus menyampaikan kritik sosial melalui seni. Pementasan itu mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Mahasiswa, pegiat seni di Kabupaten Pati, hingga […]

  • Tips Gaya Hidup Sehat untuk Anak Muda

    Tips Gaya Hidup Sehat untuk Anak Muda

    • calendar_month Sel, 23 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Ilustrasi buah segar/ @freshfruits01 Gaya hidup sehat adalah kunci untuk hidup yang panjang dan bahagia. Namun, seringkali kita mengabaikan aspek-aspek penting dalam kesehatan dan akhirnya menderita sakit atau bahkan penyakit. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tips-tips gaya hidup sehat yang dapat membantu Anda mempertahankan kesehatan tubuh dan pikiran Anda. 1. Makan sehat Makanan […]

  • Tergenang Banjir, Rumah Semi Permanen di Mintobasuki-Pati Ambruk

    Tergenang Banjir, Rumah Semi Permanen di Mintobasuki-Pati Ambruk

    • calendar_month Sab, 10 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    DOKUMEN BPBD Pati AMBRUK : Rumah semi permanen berukuran 4×6 meter persegi milik Jaminah (55) Warga Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus Pati ambruk Sabtu (10/2/18) sore kemarin, setelah tergenang air banjir sejak Senin (5/2/18). Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 10 juta. (lil) 

  • DPRD Pati Fraksi PKS Sampaikan Catatan terhadap Raperda RPJMD 2025-2029

    DPRD Pati Fraksi PKS Sampaikan Catatan terhadap Raperda RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 400
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKS, Narso, menyampaikan sejumlah catatan dan masukan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati tahun 2025-2029. RPJMD ini, menurut Narso, merupakan hal penting dalam menentukan arah pembangunan berkelanjutan selama lima tahun ke depan. Ia menekankan perlunya sinergitas antara semua pihak […]

  • Tampilkan Sendratari Sapi Pragolo di TMII, Plt Bupati Pati Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya

    Tampilkan Sendratari Sapi Pragolo di TMII, Plt Bupati Pati Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.467
    • 0Komentar

    PATI — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengajak generasi muda Kabupaten Pati untuk senantiasa mengenal, mempelajari, dan mewariskan seni budaya daerah. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Gelar Seni Budaya Tahun 2026 di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Minggu (27/9/2026). Dalam acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati menampilkan Sendratari Sapi […]

expand_less