Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 776
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arungi Liga 2 Musim 2024/2025 Persipa Pati Dapat Tambahan Sponsor dari Calon Bupati

    Arungi Liga 2 Musim 2024/2025 Persipa Pati Dapat Tambahan Sponsor dari Calon Bupati

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 393
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati mendapat suntikan dana tambahan di Liga 2 musim 2024/2025. Sebuah perusahan produk beton siap pakai bernama CV Larissa Ready Mix. Diketahui perusahaan ini merupakan milik seorang pengusaha asal Gadingrejo Juwana bernama Wahyu Indriyanto. Yang tidak lain adalah calon bupati Pati pada pilkada 2024. Informasi ini diumumkan langsung di akun sosial media […]

  • Ketua DPRD Pati Ajak Lintas Sektor Kawal Bersama Program MBG

    Ketua DPRD Pati Ajak Lintas Sektor Kawal Bersama Program MBG

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.927
    • 0Komentar

    PATI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di Kabupaten Pati perlu mendapatkan pengawasan bersama dari berbagai pihak. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengingat program tersebut telah menerima berbagai tanggapan dari masyarakat, mulai dari kritik hingga laporan terkait kasus keracunan massal yang membuat sebagian kalangan menginginkannya dihentikan. Politisi […]

  • Gus Baha

    Al Qur’an dan Fiqih Adalah Satu Kesatuan yang Tak Terpisahkan

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 2.781
    • 0Komentar

    Sebuah Catatan Muhadharah ‘Ammah Al-Itqan bersama KH Baha’uddin Nursalim. Tulisan ini sepenuhnya dikutip dari facebook Sahal Japara.  Ahad, 15 Februari 2026 menjadi hari yang penuh cahaya ilmu dan keberkahan. Ma’had Aly Yanbu’ul Qur’an Kudus menyelenggarakan Muhadharah ‘Ammah Ngaos Al-Itqan fi ‘Ulumil Qur’an di Pondok Pesantren LP3IA Narukan Kragan Rembang. Kitab monumental karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi […]

  • Semarang Kondusif Pasca Demo Mahasiswa, Polisi Amankan Ratusan Anggota Kelompok Anarko

    Semarang Kondusif Pasca Demo Mahasiswa, Polisi Amankan Ratusan Anggota Kelompok Anarko

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 329
    • 0Komentar

    SEMARANG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) memastikan Kota Semarang tetap kondusif setelah aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berlangsung damai di depan Mapolda Jateng pada Sabtu (30/8/2025). Aksi yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB itu berakhir tertib pada pukul 14.00 WIB. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengapresiasi mahasiswa atas kedewasaan […]

  • DPRD Pati: Kebijakan Berdampak Manfaat Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Publik

    DPRD Pati: Kebijakan Berdampak Manfaat Jadi Kunci Tingkatkan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.290
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Danu Ikhsan, menekankan perlunya pemerintah daerah menyusun kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menjelaskan bahwa jika kebijakan yang dikeluarkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, maka tingkat kepercayaan terhadap pemerintah daerah akan semakin meningkat. Menurutnya, […]

  • KSH Sukses GelarTeknik Operasi Katarak Fakoemulsifikasi

    KSH Sukses GelarTeknik Operasi Katarak Fakoemulsifikasi

    • calendar_month Sen, 2 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) terus melakukan inovasi pelayanan kepada pasiennya. Seperti dalam penanganan pasien katarak. Kini RS KSH telah menerapkan teknik operasi katarak yang paing mutakhir, yaitu Teknik Fakoemulsifikasi. Baru-baru ini sebanyak delapan pasein berhasil dilakukan operasi katarak menggunakan Metode Fakoemulsifikasi. Direktur RS KSH, Kelvin Kurniawan menuturkan, teknik canggih tersebut […]

expand_less