Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 694
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cak Imin Ajak Alumni Madrasah Salafiyah Kajen Jaga Ukhuwah Islamiyah dan Berperan dalam Pemberdayaan Masyarakat

    Cak Imin Ajak Alumni Madrasah Salafiyah Kajen Jaga Ukhuwah Islamiyah dan Berperan dalam Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 301
    • 0Komentar

    PATI – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menghadiri Temu Alumni Nasional Ke-5 dan Reuni Akbar Madrasah Salafiyah Kajen di Pati, Sabtu (5/7/2025). Ribuan alumni hadir dalam acara tersebut. Ketua Yayasan Salafiyah Kajen, KH Ubaidillah Wahab, menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah antar alumni. “Mempertemukan para alumni ini bertujuan agar terus […]

  • DPRD Pati Dorong Pengembangan Pertanian Tembakau untuk Kesejahteraan Petani

    DPRD Pati Dorong Pengembangan Pertanian Tembakau untuk Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 293
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong pengembangan sektor pertanian tembakau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekretaris Komisi B DPRD Pati, Mukit, menilai tembakau memiliki nilai ekonomi tinggi dengan harga pasar yang stabil. Ia menyebut tembakau sebagai sumber penghidupan utama bagi masyarakat di Kecamatan Mojoagung dan Pucakwangi. “Tembakau merupakan komoditas pertanian yang masih […]

  • Siswa Safin Pati Sports School, Yohanes Yapagaimu, Dipanggil TC Timnas U17 Indonesia

    Siswa Safin Pati Sports School, Yohanes Yapagaimu, Dipanggil TC Timnas U17 Indonesia

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 304
    • 0Komentar

    PATI – Sukses membanggakan diraih siswa Safin Pati Sports School, Yohanes Yapagaimu. Ia terpilih sebagai salah satu dari 34 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) Tim Nasional (Timnas) Indonesia U17 di Bali. Pemanggilan ini diumumkan PSSI pada Selasa (1/7/2025). TC akan berlangsung dari 7 Juli hingga 10 Agustus 2025 sebagai persiapan menghadapi Piala […]

  • Gus Mus Bicara Pendidikan

    Gus Mus Bicara Pendidikan

    • calendar_month Ming, 21 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 417
    • 0Komentar

      ISTIMEWA : GUS MUS Namanya KH Ahmad Mustofa Bisri, orang akrab menyebutnya Gus Mus. Kiai yang juga budayawan ini tak sepakat dengan konsep pendidikan nasional, Ia menyebut pendidikan nasional yang merupakan warisan kolonial Belanda masih sebatas pengajaran, belum melaksanakan pendidikan. Menurutnya, mendidik atau melakukan pendidikan, masih terbatas dilakukan atau setidaknya dijumpai di Raudlatul Athfal […]

  • Taj Yasin : Teruskan Baca Alquran, Doakan Para Pemimpin Biar Adil

    Taj Yasin : Teruskan Baca Alquran, Doakan Para Pemimpin Biar Adil

    • calendar_month Rab, 1 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Lantunan ayat suci Alquran menggema sejak pagi di Masjid Agung Baitunnur Pati Selasa (30/4/2019). Masjid agung sedang punya gawe menyambut kedatangan Ramadan. Bekerjasama dengan  Jam’iyyah Mudarasatil Qur’an Lil Hafizhat (JMQH), maupun majlis ta’lim se Kabupaten Pati, kegiatan khatmil quran digelar. Selain jamaah, para pejabat juga hadir. Termasuk Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang […]

  • DPRD Pati Harapkan Semua Pihak Jaga Kondusivitas Jelang Pilkada 2024

    DPRD Pati Harapkan Semua Pihak Jaga Kondusivitas Jelang Pilkada 2024

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 313
    • 0Komentar

    PATI – Suasana politik di Kabupaten Pati semakin memanas menjelang Pilkada 2024 yang akan digelar pada 27 November mendatang. Untuk mencegah situasi semakin memanas, anggota DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Sudi Rustanto, mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas daerah agar Pilkada dapat berlangsung aman dan damai. “Kami berharap, semua pihak dapat menjaga kondusifitas serta saling […]

expand_less