Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 771
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SERUUU! Persijap Jepara Bakal Bertemu Persiku Kudus di Pekan Kedua Liga 2 Musim 24/25

    SERUUU! Persijap Jepara Bakal Bertemu Persiku Kudus di Pekan Kedua Liga 2 Musim 24/25

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 242
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Ujian berat bakal dilakoni para pemain Persijap Jepara di Liga 2 musim 24/25 ini. Karena di dua pekan pertama akan menghadapi pertandingan yang sama-sama penting, bahkan harus sapu bersih kemenangan. Pekan pertama Persijap Jepara akan menjamu Persekat Tegal, 8 September 2024 pukul 15.30 di Stadion Moch Soebroto Magelang. Memang berstatus sebagai tim tuan […]

  • Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 391
    • 0Komentar

    PATI – Upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pati membutuhkan kolaborasi yang solid dari berbagai sektor. Hal ini mengemuka dalam pertemuan strategis para pemangku kepentingan kesehatan daerah yang membahas data dan merumuskan langkah konkret. Acara Verifikasi dan Analisis Data MPDN DAK NF Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2025 yang […]

  • Pemain Persijap Belum di Level Super League

    Pemain Persijap Belum di Level Super League

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 993
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara kembali takluk atas tamunya Semen Padang dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini (20/11/2025). Kekalahan ini terus menambah daftar panjang hasil negatif Laksar Kalinyamat. Total dari 12 pertandingan yang telah dilakoni, Persijap hanya mampu meraih 2 kemenangan, 2 hasil seri dan 8 kali kalah. Hasil yang membuat Persijap Jepara terpuruk […]

  • Orientasi Kenal Medan Bekali Banser Tanggap Bencana di Pati

    Orientasi Kenal Medan Bekali Banser Tanggap Bencana di Pati

    • calendar_month Sel, 11 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

      Anggota Banser Pati mendapatkan pembekalan materi dalam kegiatan orientasi kenal medan di Desa Medani Cluwak Pati PATI –  Kepala Satkorcab Banser Pati Ashadi Tamyiz, menegaskan, untuk meningkatkan kemampuan fisik dan teknis anggotanya dalam bertugas, pihaknya sengaja memilih medan bera dalam kegiatan Orientasi Kenal Medan (OKM) Banser Kabupaten Pati. Hal tersebut juga berkaitan dengan persiapan […]

  • Gelar Karya SDN Pati Kidul 1 Tampilkan Tari hingga Karawitan

    Gelar Karya SDN Pati Kidul 1 Tampilkan Tari hingga Karawitan

    • calendar_month Sab, 14 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Siswa SDN Pati Kidul 1 saat gelar karya Sejumlah siswa SDN Pati Kidul 1 menampilkan berbagai kesenian. Mulai tari hingga karawitan. Kegiatan gelar karya ini diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 6. PATI – SDN Pati Kidul 01 menggelar kegiatan Gelar Karya dan Pentas Seni di halaman sekolah, Sabtu (14/1/2023).  Kegiatan dimeriahkan dengan bazaar yang […]

  • Menteri P3A Kunjungi Pati, Apresiasi Kepemimpinan Bupati dan Kuliner Lokal

    Menteri P3A Kunjungi Pati, Apresiasi Kepemimpinan Bupati dan Kuliner Lokal

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 293
    • 0Komentar

    PATI – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, mengunjungi Kabupaten Pati pada Sabtu (28/6) dan diterima langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, di Pendopo Kabupaten. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam upaya penguatan komitmen pemerintah daerah terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Turut hadir Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra, Kepala […]

expand_less