Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 680
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Minta Camat Fasilitasi Pembentukan PPK/PPS

    KPU Minta Camat Fasilitasi Pembentukan PPK/PPS

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    HADIR : Bupati Pati Hariyanto turut hadir dalam agenda rapat koordinasi (rakor) dan pengarahan KPU kepada camat terkait fasilitasi pembentukan panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) kemarin, di Ruang Pragola Kantor Setda Kabupaten Pati. KPU FOR LINGKAR MURIA Lingkar Muria, PATI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati meminta para camat di […]

  • DPRD Pati Soroti Ribuan Kapal Nelayan Juwana Berhenti Melaut Akibat Harga Solar Mahal

    DPRD Pati Soroti Ribuan Kapal Nelayan Juwana Berhenti Melaut Akibat Harga Solar Mahal

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.075
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan unit kapal nelayan yang beroperasi di kawasan pesisir dan aliran sungai Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, diketahui berhenti beraktivitas dan tidak melaut. Keputusan ini diambil imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak jenis solar non-subsidi yang menjadi penunjang utama operasional kapal mereka. Kondisi kritis tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, […]

  • Jalan Panglima Sudirman Jadi Lokasi Uji Coba E-Parkir, DPRD Pati Berharap Mudahkan Pengguna

    Jalan Panglima Sudirman Jadi Lokasi Uji Coba E-Parkir, DPRD Pati Berharap Mudahkan Pengguna

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.928
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati akan meluncurkan pilot project pembayaran parkir non tunai di 7 titik lokasi sepanjang Jalan Panglima Sudirman, bekerja sama dengan Bank Jateng melalui penerapan sistem QRIS. Program ini sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dinas […]

  • Puisi Tidak Hanya Sebaris Kata-kata Indah

    Puisi Tidak Hanya Sebaris Kata-kata Indah

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Mukti Sutarman Espe saat hadir di FASBuK Bagaimana menulis puisi. Bagaimana menulis puisi yang indah. Bagaimana menulis puisi yang bernyawa. Bagaimana menulis puisi yang membawa pesan moral. Bagaimana menulis puisi sebagai kritik sosial. Bagaimana… Pertanyaan demi pertanyaan, membuat riuh sesi diskusi Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuk), Selasa (29/10/2019) di auditorium Universitas Muria Kudus. […]

  • Profil Aplikasi E- Consulting 2.0 Milik Inspektorat Daerah Pati, Ini Manfaatnya untuk Pemerintah Desa

    Profil Aplikasi E- Consulting 2.0 Milik Inspektorat Daerah Pati, Ini Manfaatnya untuk Pemerintah Desa

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 385
    • 0Komentar

    PATI – Profil Aplikasi E- Consulting 2.0 Milik Inspektorat Daerah Pati, Ini Manfaatnya untuk Pemerintah Desa “Peluncuran aplikasi ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan transformasi layanan konsultansi APIP dalam peningkatan tata kelola pemerintah desa di Kabupaten Pati,” jelas Inspektur Daerah Kabupaten Pati Agus Eko Wibowo dalam rilis yang diterima wartawan. Secara umum, aplikasi E-Consulting 2.0 […]

  • Komunitas Sepeda Tua Pati Dikukuhkan, Siap Ramaikan Hari-hari Bersejarah

    Komunitas Sepeda Tua Pati Dikukuhkan, Siap Ramaikan Hari-hari Bersejarah

    • calendar_month Sel, 19 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Para peserta ngontel bareng pengukuhan Kosti Pati PATI – Minggu lalu (17/2/2019), pagi-pagi benar jalanan Kota Pati ramai. Jalanan dipenuhi orang-orang bersepeda santai. Mayoritas memakai sepeda tua. Kita mengenalnya sebagai sepeda ontel. Ada seribu lebih sepeda-sepeda ontel itu memenuhi jalanan Kota Pati.  Ribuan sepeda itu memeriahkan pengukuhan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Pati. Ribuan peserta […]

expand_less