Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 743
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC Pagar Nusa Margoyoso Gelar Ujian Kenaikan Tingkat, 95 Peserta Ikuti Ujian

    PAC Pagar Nusa Margoyoso Gelar Ujian Kenaikan Tingkat, 95 Peserta Ikuti Ujian

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 271
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa (PN) Kecamatan Margoyoso sukses menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada Jumat (4/10/2024). Kegiatan yang diselenggarakan di MI Al Istiqomah Purworejo Margoyoso Pati ini diikuti oleh 95 peserta dari berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Margoyoso. Tak hanya itu, peserta juga datang dari luar Kecamatan Margoyoso, seperti dari Kecamatan […]

  • Jadi Ketua HIPMI IAIN Kudus saat Pandemi

    Jadi Ketua HIPMI IAIN Kudus saat Pandemi

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    Dipilih sebagai Ketua HIPMI IAIN Kudus, M Faiz Fadlur bahagia sekaligus berduka. Bahagia karena dipercaya mengemban amanat. Berduka karena teman-temanya di HIPMI ikut terdampak pandemi. Sebagai ketua, dia sering menjadi tempat keluh-kesah. Banyak usaha anak HIPMI yang stagnan bahkan merugi. Beberapa solusi telah dia berikan, namun beberapa tidak percaya dengan solusinya karena nyeleneh. Sebagai manusia […]

  • Kepala Dispermades Ikut Tinjau Lokasi TMMD

    Kepala Dispermades Ikut Tinjau Lokasi TMMD

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 101 di Desa Godo Kecamatan Winong, nampaknya sangat serius. Sejak pra TMMD semua kesiapan terus dilakukan. Kemarin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Mochtar ikut meninjau. Pagi kemarin, Mochtar ikut meninjau segala persiapan yang dilakukan Satgas TMMD, yang juga dibantu oleh masyarakat sekitar. […]

  • Las Pipa Prion Sebabkan Kebakaran Kapal di Juwana

    Las Pipa Prion Sebabkan Kebakaran Kapal di Juwana

    • calendar_month Kam, 9 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    JUWANA – Kebakaran kapal kembali terjadi di Juwana Kamis (9/8/2018). Tepatnya di sisi selatan Pulau Seprapat, empat unit kapal nelayan yang sedang parkir terbakar. Diduga akibat percikan las pipa prion. Dikutip dari rilis BPBD Kabupaten Pati, kejadian kebakaran ini berlangsung pada pukul 16.00. Kuat dugaan, api berasal dari las pipa prion. Api membesar, hingga membakar […]

  • Pemkot Banda Aceh Teken MoU Pembiayaan UMi

    Pemkot Banda Aceh Teken MoU Pembiayaan UMi

    • calendar_month Sab, 4 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    MoU pusat investasi dengan Pemkot Banda Aceh Untuk mengembangkan usaha mikro di Banda Aceh, Pusat Investasi Pemerintah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI menjalin kerja sama dengan Pemkot Banda Aceh. Kesepakatan tertulis sudah diteken. Hal ini sebagai upaya nyata mewujudkan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. BANDA ACEH – Nota kesepakatan diteken oleh Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah […]

  • Polresta Pati Tangkap 6 Pelaku Tawuran Pelajar di Pati

    Polresta Pati Tangkap 6 Pelaku Tawuran Pelajar di Pati

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 316
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati berhasil meringkus enam pelaku tawuran pelajar yang terjadi di Jalan Raya Pati-Gembong pada Jumat (9/5/2025) siang. Kasat Reskrim Polresta Pati, AKP Heri Dwi Utomo, mengungkapkan hal tersebut dalam keterangan pers Jumat malam (9/5/2025). Tawuran yang terjadi sekitar pukul 12.05 WIB di depan showroom mobil “Mitra Mobilindo,” Desa Muktiharjo, Kecamatan Gembong, mengakibatkan […]

expand_less