Breaking News
light_mode

Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 28 Des 2018
  • visibility 709
Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus


PATI
– Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri
saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018)
malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia
kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga
membuat carut marut atau munculnya permasalahan.
Bagi
Gus Mus, syarat orang bersyukur ialah menyadari adanya anugerah. Namun
seringkali manusia tidak mensyukuri atau tidak merasa anugera lantaran telah
terlanjur biasa. Gus Mus pun mencontohkannya dengan cara mensikapi haji dan
salat.
“Coba
dilihat orang haji menggelar syukuran sampai dua kali sebelum berangkat dan
setelah pulang. Tapi saat salat tidak pernah menggelar syukuran. Apa karena
orang merasa mendapat nikmat anugerah ketika haji tapi tidak saat
salat,”ujarnya dengan gaya khas guyonannya.
Contoh
lain dikatakannya jarangnya orang yang bersyukur atas nikmat bernafas. Padahal
bagi orang yang memiliki penyakit pernafasan mampu bernafas dengan baik tentu
hal yang sangat berharga.
“Ada
hal lain yang jarang kita sadari dan syukuri. Bahwa kita dianugerahi Gusti
diciptakan menjadi manusia itu anugerah yang besar sekali. Manusia dibekali
nurani dan akal pikiran yang tidak dianugerahkan pada makhlukNya yang
lain,”terangnya.
Berbeda
dengan batu dan pasir, meski sama makhluknya tapi diciptakan tidak bisa
apa-apa. Kemudian tanaman meskipun bisa berfikir dan merasa namun tidak bisa
mengekspresikan. Begitu pula hewan meski bisa berfikir, merasa dan
mengekspresikan tapi tidak bisa sempurna.
“Kita
dimulyakan Tuhan melebihi makhluk lainnya tapi tidak pernah mensyukurinya.
Mensyukuri itu menjaga agar peparing anugerah tetap menjadi sesuatu yang tetap
membahagiakan. Menggunakannya sebagaimana kita diinginkan menggunakan peparing
itu. Tuhan telah menganugerahkan nurani dan akal pikiran,”tambahnya.
Hanya
saja seringkali akal pikiran dan nurani yang tidak digunakan itulah yang
diakuinya kerap menjadikan awan menjadi hitam seperti yang dipilah menjadi tema
Suluk Maleman ke 84 tersebut. Banyak manusia yang hanya kelihatannya saja.
“Manusia
itu kalau kedua tangannya sudah memegang sesuatu saat ditawari lagi tentu akan
menolak. Berbeda dengan kethek (Monyet,Red) meski kedua tangannya sudah
memegang tapi jika ditawari sesuatu dia akan menjulukkan kakinya. Nah sudah ada
beberapa orang yang seperti itu. Jadi sudah agak kethek,”guyonnya lagi.
Bagi
Gus Mus sendiri beragama itu saat manusia tetap menjadi manusia. Seperti halnya
dengan tetap bersyukur. Bahkan Gus Mus menilai Nabi Muhammad itu sebagai
manusia paling manusia. Kanjeng Nabi orang yang mengerti manusia sekaligus
memanusiakan manusia.
“Tapi
yang terjadi sekarang banyak yang mengaku umat kanjeng nabi tapi perilakunya
berlawanan. Sekarang ini banyak yang kelihatannya manusia tapi tidak manusia.
Siapapun yang tidak seperti dia dianggap tidak manusia.
Padahal
tipikal yang seperti dikatakannya tidak tahu nantinya akan masuk surga atau
neraka namun telah berani menghakimi orang lain. Padahal dalam beragama
seharusnya mengajak bersama-sama ke surga bukan sebaliknya.
“Ada
perempuan suci Rabi’ah Adawiyah. Dalam doanya dia pernah meminta agar saat mati
badannya dibesarkan hingga memenuhi neraka. Hal itu dimintanya agar jangan
sampai ada orang lain yang masuk ke neraka,”terangnya.
Dalam
kesempatan itu Gus Mus sempat berpesan agar tidak berlebih-lebihan dalam hal
apapun. Tak terkecuali dalam momentum pemilihan presiden yang akan datang
ini.Dia pun mempersilakan untuk memilih capres dan cawapres manapun.
“Tidak
usah diforsir habis-habisan karena nantinya akan ada momen lima tahunan
berikutnya. Kalau sudah dihabiskan sekarang nanti malah tidak bisa ikut di
momen lima tahunan berikutnya,”ujarnya.
Senada
dengan Gus Mus, Habib Anis Sholeh Baasyin penggagas Suluk Maleman juga
menekankan pentignya beragama dengan bergembira. Menurutnya saat bergembira
maka hati akan menjadi luas.
“Begitu
juga beragama seharusnya juga meluaskan hati,”imbuhnya.
Dia
pun juga berharap agar persoalan pilpres tidak sampai membuat melupakan kalau
masih ada masalah lain yang harus ditangani. Dia juga berharap agar masyarakat
tidak sekedar mengikuti arus hingga menjadikan negara kerumunan saja.
“Siapapun
presidennya yang jadi kita tetap sama maka itu jangan sampai rebut,”tegasnya.
Candra
Malik, seorang narasumber lainnya menambahkan, dalam berdakwah memang
seharusnya dilakukan dengan merangkul bukan memukul. Dakwa dilakukan untuk
menentramkan bukan menyeramkan serta membahagiakan bukan malah membahayakan.
“Dalam
berdakwah bertujuan mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk masuk surga. Jangan
justru mendorong mereka masuk neraka,”terangnya.
Jalannya
ngaji budaya itupun semakin hangat karena selain Gus Mus dan Candra Malik turut
hadir pula Prie GS dan harjanto Halim. Ratusan peserta yang hadir pun semakin
dimanjakan dengan suguhan dari Sampak Gusuran. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Konten Kreator Kena Teror Mimpi Seram usai Live di RSK Tayu

    Cerita Konten Kreator Kena Teror Mimpi Seram usai Live di RSK Tayu

    • calendar_month Sab, 21 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Bangunan RSK Tayu, Pati yang merupakan peninggalan Belanda sudah terbengkalai sejak 2013 lalu.  Ini adalah pengakuan para konten kreator asal Bandung yang uji nyali di RSK Tayu. Sebelumnya mereka diasumsikan menjenguk temannya yang dirawat di rumah sakit peninggalan Belanda itu. Tapi cerita sebenarny mereka sedang bikin konten live.  PATI – Jagat maya dihebohkan pengakuan seorang […]

  • Komisi D DPRD Pati : Pemerintah Harus Fokus Penguatan Pembinaan Atlet

    Komisi D DPRD Pati : Pemerintah Harus Fokus Penguatan Pembinaan Atlet

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.632
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan keyakinannya bahwa kontingen daerah ini mampu menembus peringkat tiga besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang akan datang. Harapan ini didasarkan pada capaian sebelumnya, di mana Pati berhasil menempati posisi keempat pada penyelenggaraan Porprov periode lalu. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, […]

  • Tongtek Berujung Tawuran di Sukolilo: Polisi Amankan Belasan Remaja dan Terapkan Restorative Justice

    Tongtek Berujung Tawuran di Sukolilo: Polisi Amankan Belasan Remaja dan Terapkan Restorative Justice

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.549
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah perkelahian antar dukuh yang dipicu oleh kegiatan “tongtek” (membangunkan sahur dengan musik keliling) sempat menghebohkan media sosial dan warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Insiden yang terjadi pada Minggu dini hari (22/2/2026) ini segera ditangani oleh Polsek Sukolilo, yang berhasil mengamankan sejumlah remaja yang terlibat. Peristiwa ini bermula sekitar pukul 02.30 […]

  • DPRD Pati: Bantuan Sarana Produksi Tebu Harus Dibarengi Pendampingan

    DPRD Pati: Bantuan Sarana Produksi Tebu Harus Dibarengi Pendampingan

    • calendar_month Sel, 29 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.562
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Pati Hardi mendorong agar pendampingan terhadap petani tebu dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menunjang upaya peningkatan produktivitas tebu sekaligus mendukung program swasembada gula nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Hardi, dukungan terhadap petani tidak cukup hanya melalui penyediaan sarana produksi, termasuk program bongkar ratoon. Petani juga […]

  • Bupati Pati Apresiasi Sinergi DPRD dalam Pembahasan RPJMD 2025-2030

    Bupati Pati Apresiasi Sinergi DPRD dalam Pembahasan RPJMD 2025-2030

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 288
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati pada Selasa (10/6/2025) untuk penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati Tahun 2025-2030. Rapat yang digelar di Kantor DPRD Kabupaten Pati tersebut berjalan lancar. Sudewo mengapresiasi kelancaran proses rapat paripurna, menyebutnya berjalan sesuai mekanisme dan tahapan perencanaan […]

  • DPRD Pati Dorong Pemenuhan Armada Damkar di Setiap Eks Kawedanan

    DPRD Pati Dorong Pemenuhan Armada Damkar di Setiap Eks Kawedanan

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 330
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua 3 DPRD Kabupaten Pati, Suwito, menekankan pentingnya pengadaan armada pemadam kebakaran di setiap wilayah eks kawedanan. Hal ini untuk optimalisasi dan efektivitas pelayanan pemadam kebakaran di Kabupaten Pati yang luas. “Memang idealnya tiap dapil (eks kawedanan) punya armada mobil pemadam kebakaran. Sehingga jika terjadi peristiwa kebakaran akan lebih cepat penanganannya,” tegas […]

expand_less