Breaking News
light_mode

Guru Bahasa Inggris Terbitkan Novel Bahasa Jawa Berbasis Hadist Arba’in Nawawi

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Rab, 18 Des 2024
  • visibility 524

PATI – Mohammad Ghufron Wahid, seorang guru bahasa Inggris di Perguruan Islam Mathali’ul Falah, Kajen, Margoyoso, Pati, telah menerbitkan novel berbahasa Jawa perdananya yang unik.

Novel berjudul “Parmin & Atun” ini memadukan kisah sehari-hari dengan kandungan 42 hadis dari Kitab Arba’in Nawawi.

Peluncuran novel ini dilakukan dalam sebuah acara bedah buku yang diselenggarakan oleh Pustakawan Siswa Perpustakaan Perguruan Islam Mathali’ul Falah pada Senin malam (16/12/2024).

Acara yang berlangsung di halaman sekolah tersebut menghadirkan jurnalis Pati, Mazka Hauzan Naufal, sebagai pembedah buku.

Novel setebal 62 bab ini menceritakan kisah Ja’far Amin dan Sholihatun, sepasang suami istri yang akrab disapa Parmin dan Atun.

Keduanya digambarkan sebagai santri yang kesehariannya diwarnai dengan nilai-nilai hadis yang dijelaskan secara ringan dan menarik melalui percakapan dan interaksi mereka.

Ghufron, yang juga dikenal dengan nama pena M.G. Wahid, tergerak untuk menulis novel ini karena melihat penurunan kemampuan berbahasa Jawa di kalangan murid-muridnya.

Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir ini berharap karyanya dapat membangkitkan kembali kecintaan terhadap bahasa Jawa dan sekaligus mempermudah pemahaman hadis Nabi Muhammad SAW.

Kitab Arba’in Nawawi, yang menjadi dasar novel ini, merupakan kitab wajib yang diajarkan di sekolahnya, bahkan dihafalkan sebagai syarat kenaikan kelas untuk siswa kelas 5 dan 6 Madrasah Ibtidaiyah.

“Saya berupaya menyajikan penjelasan dari hadis ini dengan cara lebih ringan dan menarik dalam bentuk cerita,” ujar Ghufron, yang juga pernah mengajar di sebuah sekolah menengah atas di North Carolina, Amerika Serikat.

Ketua Perpustakaan Mathali’ul Falah, M Alex Fawzi, menjelaskan bahwa acara bedah buku ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan minat baca siswa.

Pemilihan buku karya guru di lingkungan sekolah sendiri diharapkan dapat memotivasi siswa untuk lebih produktif dalam menghasilkan karya.

“Esensi perpustakaan tidak hanya menyediakan bahan bacaan, melainkan juga turut punya tanggung jawab mengembangkan literasi siswa,” tambahnya.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safin Pati U-13 Raih Gelar Runner Up Piala Soeratin Jawa Tengah 2024

    Safin Pati U-13 Raih Gelar Runner Up Piala Soeratin Jawa Tengah 2024

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 239
    • 0Komentar

      SOLO – Tim Safin Pati U-13 harus puas menjadi runner up di ajang Piala Soeratin 2024 Jawa Tengah. Pada laga final yang berlangsung di Stadion Kota Barat, Solo, Rabu (20/11/2024), Safin Pati U-13 kalah tipis 1-2 dari Terang Bangsa Semarang. Safin Pati sempat memimpin di menit ke-11 melalui gol cantik dari luar kotak penalti […]

  • Olah Vokal Lima Menit Sehari

    Olah Vokal Lima Menit Sehari

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Eka Fitri Suryani MEMASUKI semester akhir, Eka Fitri Suryani tidak merasa terganggu dengan rutinitasnya di dunia hiburan. Selain fokus menyelesaikan tugas akhir, ia juga tetap salurkan bakatnya di luar aktivitasnya sebagai mahasiswi. Gadis kelahiran, Jepara,  10 Maret 1995 ini mulai menggeluti dunia entertaining sejak 2013 lalu. Mulai jadi pembawa acara resmi, pernikahan, ulang tahun, gathering, […]

  • Doakan Papua dan Keutuhan Bangsa di Momen Tahun Baru Hijriah

    Doakan Papua dan Keutuhan Bangsa di Momen Tahun Baru Hijriah

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Para pelajar dan guru khusyuk berdoa untuk keutuhan bangsa  PATI – Para guru dan pelajar di MA NU Luthful Ulum Wonokerto, Desa Pesucen, Trangkil menggelar doa bersama. Kegiatan itu dalam rangkat menyambut tahun baru 1441 hijriah. Sabtu (31/8/2019) lalu. Doa akhir dan awal tahun itu juga sekaligus dijadikan munajat untuk mengharap keutuhan bangsa Indonesia. Doa tersebut […]

  • Anggota DPRD Pati Minta Bawaslu Tegas Tangani ASN Berkampanye

    Anggota DPRD Pati Minta Bawaslu Tegas Tangani ASN Berkampanye

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 263
    • 0Komentar

    PATI – Joni Kurnianto, anggota DPRD Pati dari Fraksi Demokrat, mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk bersikap tegas dalam menangani kasus ASN yang terlibat kampanye politik. Hal ini disampaikan Joni menanggapi maraknya isu ASN yang memanfaatkan jabatannya untuk mendukung calon tertentu dalam Pemilu 2024. “Jadi kita berpolitik memang harus dewasa, harus lebih dewasa,” ujarnya. “Bawaslu […]

  • Edy Wuryanto Usulkan Revisi Data di BPS untuk Atasi Masalah Penerima PBI

    Edy Wuryanto Usulkan Revisi Data di BPS untuk Atasi Masalah Penerima PBI

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.735
    • 0Komentar

    BLORA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian pada data penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Blora. Menurutnya, hal ini menjadi alasan penting bagi Badan Pusat Statistik (BPS) Blora untuk tidak secara sembarangan menetapkan klasifikasi desil masyarakat. Permasalahan ini muncul seiring dengan peralihan sistem data dari Data […]

  • Diduga Menghina Penjual Es Teh, Pendakwah Kondang Gus Miftah Panen Hujatan dari Netizen

    Diduga Menghina Penjual Es Teh, Pendakwah Kondang Gus Miftah Panen Hujatan dari Netizen

    • calendar_month Sel, 3 Des 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 178
    • 0Komentar

      NASIONAL – Sosok pendakwah kondang, Gus Miftah kembali menuai perhatian publik setelah tindakannya terhadap seorang pedagang es dalam sebuah acara bersholawat di Magelang, Jawa Tengah, dianggap tidak pantas. Dalam video yang beredar di media sosial, salah satunya diunggah akun TikTok @wawanfotochanel, terlihat Gus Miftah melontarkan candaan yang dinilai merendahkan pedagang tersebut. Bercanda sambil tertawa, […]

expand_less