Edy Wuryanto Minta Pemerintah Respons Kasus “Super Flu” Secara Terukur Tanpa Panik
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026
- visibility 1.309

Sosialisasi pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta agar pemerintah memberikan tanggapan yang terukur dan berbasis sistem terhadap kasus “super flu” yang muncul di Indonesia, dengan tetap menjaga agar tidak memicu kepanikan di kalangan masyarakat.
Yang disebut sebagai super flu dan tengah menjadi perbincangan adalah influenza A (H3N2) subclade K, sebuah varian baru influenza yang lebih mudah menular dan saat ini telah menyebar ke berbagai negara. Peningkatan jumlah kasus dipengaruhi oleh dua faktor: ketidaksesuaian vaksin flu musim ini dengan strain yang dominan, serta rendahnya tingkat kekebalan populasi terhadap subclade tersebut. Varian ini memiliki laju penularan yang lebih cepat, terutama pada kelompok anak-anak, remaja, dan lansia.
Edy menyampaikan bahwa istilah super flu telah terdeteksi dalam sistem surveilans kesehatan nasional. Karena itu, meskipun masyarakat tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan, pemerintah juga tidak boleh melupakan pentingnya mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.
“Yang penting sekarang adalah memastikan kesiapsiagaan sistem kesehatan berjalan baik. Jangan hanya menyampaikan bahwa situasi aman, tetapi juga memastikan layanan kesehatan primer benar-benar siap di lapangan,” kata Politikus PDI Perjuangan tersebut.
Menurutnya, permasalahan super flu tidak dapat hanya dilihat sebagai masalah medis saja, melainkan juga erat kaitannya dengan kesiapan anggaran di bidang kesehatan. Edy menilai bahwa anggaran harus lebih diarahkan pada upaya pencegahan, deteksi dini, dan penguatan surveilans penyakit, bukan hanya pada tanggapan setelah kasus sudah meningkat.
“Penguatan puskesmas, laboratorium, dan sistem pelaporan penyakit menular harus menjadi prioritas belanja kesehatan. Ini penting untuk melindungi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta,” ujarnya.
Selain itu, Legislator dari Dapil Jawa Tengah III itu mendesak Kementerian Kesehatan segera mengeluarkan dan memperbarui protokol kesehatan yang jelas serta mudah dipahami oleh masyarakat dalam menghadapi peningkatan kasus influenza. Protokol tersebut dinilai penting agar seluruh masyarakat memiliki panduan yang sama.
“Protokol kesehatan harus disampaikan secara terbuka dan konsisten. Termasuk soal penggunaan masker pada kondisi tertentu, kebersihan tangan, serta panduan bagi sekolah dan fasilitas umum,” katanya.
Di lain pihak, Edy mengingatkan agar komunikasi yang disampaikan pemerintah tidak bersifat sensasional. Menurutnya, pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa informasi yang tidak utuh justru dapat menyebabkan kepanikan dan penyebaran disinformasi.
“Kita perlu narasi yang berbasis data dan sains. Edukasi publik jauh lebih penting daripada istilah-istilah yang menimbulkan kekhawatiran,” tuturnya.
Terakhir, Edy mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketenangan dan disiplin dalam menjaga kesehatan. Ia meminta agar publik selalu mengikuti anjuran resmi dari pemerintah, tidak mudah terpengaruh oleh informasi salah yang beredar di media sosial, serta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
