Breaking News
light_mode

Bikin Merinding Tiga Anthem Paling Sangar di Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 15 Des 2017
  • visibility 856
Lingkar Muria – Banyak, bahkan hampir semua tim sepakbola legendaris di
dunia memilik anthem atau lagu perang ala klubnya masing-masing. Anthem sudah
menjadi lagu yang wajib dinyanyikan suporter kala klub kesayangan berlaga.
Tentu kita sangat familiar dengan anthem klub-klub legend Inggris. Misal Setan
Merah Manchester United dengan Come On
You Redsnya
, kemudian Arsenal dengan Good Old Arsenal, Chelsea dengan Blue
Is The Colour, dan juga Liverpool dengan Anfield Rapnya.
Namun perlu diketahui, di Indonesia klub dengan basis suporter besar pun
memiliki anthem yang tak kalah dengan klub-klub legendaris Inggris. Tercatat Lingkar
Muria, ada tiga anthem klub Indonesia yang sangar dan juga bikin merinding. Tiga
anthem itu adalah :

Kemeriahan di Stadion Maguwoharjo, markas PSS


1.     Sampai Kau
Bisa miliknya Super Elang Jawa PSS Sleman
Dengan basis
suporter besar, dan juga memiliki kandang bertaraf internasional bernama
Stadion Maguwoharjo. Tiap laga kandang yang digelar PSS selalu sesak dipenuhi
penonton.
Para suporter
yang tergabung dalam Brigata Curva Sud selalu menyanyikan lagu ini menjelang
kick off pertandingan. Berikut lirik lagu anthem milik klub yang berbasis di
Sleman, Yogyakarta ini.

Sampai kau bisa
Pernahkah
kau merasa.

Melihat secercah cahaya.

Mimpi di depan mata.

Super Elja pasti kan juara.


Bertahun menjalani.

Lelah ini tak terasa lagi.

Pagi berganti pagi.

Masih ada keinginan hati.


Sebuah kehormatan.

Mengawalmu Pahlawan.

Untuk s’lalu berjuang.

Mewujudkan harapan.

Percaya kita kan rayakan kawan…


Demi satu nama.

Kebanggaan di dada.

Kan ku beri segalanya.


Super Elang Jawa.

Jadilah juara.

Ku korbankan segalanya.

Sampai Kau Bisa………..

Persis Solo
2.     Satu Jiwa
milik Laskar Sambernyawa Persis Solo
Sama dengan
PSS Sleman. Klub yang berbasis di kota yang menjadi “Spirit Of Java” ini
memiliki basis suporter yang besar. Para suporter ini menamakan diri Pasoepati.
Jumlah besar suporter ini pun disokong dengan fasilitas stadion yang
representatif.
Stadion Manahan
yang menjadi kandang Laskar Sambernyawa ini pun kerap menjadi kandang timnas
saat menggelar laga uji coba, sebelum berdirinya Stadion Wibawa Mukti maupun
Stadion Patriot. Tiap pertandingan yang digelar di Stadion Manahan ini pun
selalu ramai dengan para suporter yang juga terkenal militan ini.
Berikut lirik
anthem milik Persis Solo

Satu Jiwa
Disini
semua berawal

Disini kita berbagi kesenangan

Berusaha tetap bersama

Walaupun jarak kadang terbentang memisahkan
Rayakanlah
pertemuan ini

Slalu bersama apapun yang terjadi

Singkirkan semua yang mengganggumu

Kita kan tetap jadi satu

Roda hidup terus berputar

Dan takdirpun tak slalu sama…pahamilah

Namun hasrat tuk tetap bersama

Menjadi semangat yang membuat kita smakin kuat
Rayakanlah
pertemuan ini

Slalu bersama apapun yang terjadi

Singkirkan semua yang mengganggumu

Kita kan tetap jadi satu

Persebaya

3.     Song Of
Pride miliknya Bajul Ijo Persebaya
Di Indonesia
siapa tak kenal Persebaya. Klub ini memang sangat legendaris. Sampai suporternya
pun terkenal legendaris. Tercatat Bonex nama suporter Persebaya ini dikenal
sebagai pelopor suporter yang mengawal tim saat laga tandang.
Fanatisme dan
militansi suporter satu ini pun jangan ditanya.
Berikut lirik
anthem Song Of Pride milik tim yang berkandang di Stadion Gelora 10 November
Surabaya ini.

Song Of
Pride
Saat ini… Kita…
Dipertemukan kembali…

Kutinggalkan… Semua…

Demi mengawalmu lagi…

Semangat kami… Tak kan…

Pernah lelah dan terhenti…

Berjuanglah… Engkau…

Demi kebanggaan kami…
Kukorbankan semua untuk kau sang pahlawan..
Kan ku bela dengan penuh rasa bangga di dada..
Reff:
Satukan semangatmu Bajol Ijoku

Doa dan dukunganku menyertaimu

Ku yakin kau pasti bisa takluk kan lawanmu

Ku selalu mendukungmu Persebaya (2x)
 

  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Ingatkan Pemuda Melek Politik Jelang Pilkada 2024

    Anggota DPRD Pati Ingatkan Pemuda Melek Politik Jelang Pilkada 2024

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 300
    • 0Komentar

    PATI – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Anggota DPRD Pati, Muhammadun, menyerukan agar pemuda lebih aktif dan melek politik. Ia menekankan bahwa peran dan partisipasi aktif dari kalangan muda dalam proses demokrasi sangat menentukan keberhasilan pesta demokrasi yang akan dihelat pada 27 November mendatang. “Pemuda adalah generasi penerus yang memiliki peranan penting dalam menentukan […]

  • Warga Dukuhseti Dilatih Tanggap Bencana, dari Orang Tenggelam sampai Simulasi Gempa

    Warga Dukuhseti Dilatih Tanggap Bencana, dari Orang Tenggelam sampai Simulasi Gempa

    • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    PATI – Warga Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti mendapat pelatihan tanggap bencana Kamis (7/2/2019) di balaidesa setempat. Pelatihan diberikan oleh sejumlah mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang. Pelatihan itu ditujukan untuk mengurangi resiko bencana yang sering kali menimpa warga. Warga terdiri dari pemuda karang taruna maupun warga yang berprofesi nelayan antusias mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Nana Rochana, […]

  • Kades Tlogomojo-Batangan Bantah Tuduhan Penyelewengan Pembangunan Embung

    Kades Tlogomojo-Batangan Bantah Tuduhan Penyelewengan Pembangunan Embung

    • calendar_month Kam, 14 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    Kepala Desa Tlogomojo menunjukkan data-data tentang pembangunan embung desa  Lingkar Muria, PATI – Kepala Desa Tologomojo Sunoto membantah tuduhan atas dugaan penyelewengan pembangunan embung desa, yang telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Pati. Soal tanah kerukan yang diduga dijual, Sunoto mengaku hasil penjualan itu untuk operasional pembangunan embung. ”Tanah hasil kerukan memang dijual. Akan tetapi hasil […]

  • DPRD Pati Revisi Perda PKL, Fokus Perizinan dan Perlindungan

    DPRD Pati Revisi Perda PKL, Fokus Perizinan dan Perlindungan

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 359
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati tengah merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pedagang Kaki Lima (PKL). Revisi ini difokuskan pada penyederhanaan perizinan dan peningkatan perlindungan bagi para PKL. Sistem zonasi yang sebelumnya membatasi lokasi berjualan, kini dihapus dari Perda. Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslikan, menjelaskan perubahan signifikan dalam Raperda (Rancangan Peraturan […]

  • Komisi D DPRD Pati Soroti Pentingnya Pendampingan Psikologis Santriwati Pasca Kasus Pelecehan

    Komisi D DPRD Pati Soroti Pentingnya Pendampingan Psikologis Santriwati Pasca Kasus Pelecehan

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.676
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati mendesak dilakukannya pendampingan psikologis dan proses trauma healing menyeluruh bagi para santriwati yang menjadi korban maupun yang terdampak kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo. Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Komisi D, Eko Kuswanto. Eko menilai bahwa peristiwa yang diduga dilakukan oknum kiai tersebut telah […]

  • Tingkatkan Pariwisata, DPR RI Bidik Digitalisasi Desa Wisata di Kudus

    Tingkatkan Pariwisata, DPR RI Bidik Digitalisasi Desa Wisata di Kudus

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 282
    • 0Komentar

    KUDUS – Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho Pangarso, mendorong percepatan digitalisasi dan penguatan desa wisata sebagai kunci pengembangan sektor pariwisata nasional. Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerja ke Kabupaten Kudus, Jumat (23/5/2025). Andhika menyoroti rendahnya jumlah desa wisata aktif di Kudus, hanya sekitar 15 persen dari total desa yang ada. Ia menekankan […]

expand_less