Breaking News
light_mode

Bikin Merinding Tiga Anthem Paling Sangar di Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 15 Des 2017
  • visibility 573
Lingkar Muria – Banyak, bahkan hampir semua tim sepakbola legendaris di
dunia memilik anthem atau lagu perang ala klubnya masing-masing. Anthem sudah
menjadi lagu yang wajib dinyanyikan suporter kala klub kesayangan berlaga.
Tentu kita sangat familiar dengan anthem klub-klub legend Inggris. Misal Setan
Merah Manchester United dengan Come On
You Redsnya
, kemudian Arsenal dengan Good Old Arsenal, Chelsea dengan Blue
Is The Colour, dan juga Liverpool dengan Anfield Rapnya.
Namun perlu diketahui, di Indonesia klub dengan basis suporter besar pun
memiliki anthem yang tak kalah dengan klub-klub legendaris Inggris. Tercatat Lingkar
Muria, ada tiga anthem klub Indonesia yang sangar dan juga bikin merinding. Tiga
anthem itu adalah :

Kemeriahan di Stadion Maguwoharjo, markas PSS


1.     Sampai Kau
Bisa miliknya Super Elang Jawa PSS Sleman
Dengan basis
suporter besar, dan juga memiliki kandang bertaraf internasional bernama
Stadion Maguwoharjo. Tiap laga kandang yang digelar PSS selalu sesak dipenuhi
penonton.
Para suporter
yang tergabung dalam Brigata Curva Sud selalu menyanyikan lagu ini menjelang
kick off pertandingan. Berikut lirik lagu anthem milik klub yang berbasis di
Sleman, Yogyakarta ini.

Sampai kau bisa
Pernahkah
kau merasa.

Melihat secercah cahaya.

Mimpi di depan mata.

Super Elja pasti kan juara.


Bertahun menjalani.

Lelah ini tak terasa lagi.

Pagi berganti pagi.

Masih ada keinginan hati.


Sebuah kehormatan.

Mengawalmu Pahlawan.

Untuk s’lalu berjuang.

Mewujudkan harapan.

Percaya kita kan rayakan kawan…


Demi satu nama.

Kebanggaan di dada.

Kan ku beri segalanya.


Super Elang Jawa.

Jadilah juara.

Ku korbankan segalanya.

Sampai Kau Bisa………..

Persis Solo
2.     Satu Jiwa
milik Laskar Sambernyawa Persis Solo
Sama dengan
PSS Sleman. Klub yang berbasis di kota yang menjadi “Spirit Of Java” ini
memiliki basis suporter yang besar. Para suporter ini menamakan diri Pasoepati.
Jumlah besar suporter ini pun disokong dengan fasilitas stadion yang
representatif.
Stadion Manahan
yang menjadi kandang Laskar Sambernyawa ini pun kerap menjadi kandang timnas
saat menggelar laga uji coba, sebelum berdirinya Stadion Wibawa Mukti maupun
Stadion Patriot. Tiap pertandingan yang digelar di Stadion Manahan ini pun
selalu ramai dengan para suporter yang juga terkenal militan ini.
Berikut lirik
anthem milik Persis Solo

Satu Jiwa
Disini
semua berawal

Disini kita berbagi kesenangan

Berusaha tetap bersama

Walaupun jarak kadang terbentang memisahkan
Rayakanlah
pertemuan ini

Slalu bersama apapun yang terjadi

Singkirkan semua yang mengganggumu

Kita kan tetap jadi satu

Roda hidup terus berputar

Dan takdirpun tak slalu sama…pahamilah

Namun hasrat tuk tetap bersama

Menjadi semangat yang membuat kita smakin kuat
Rayakanlah
pertemuan ini

Slalu bersama apapun yang terjadi

Singkirkan semua yang mengganggumu

Kita kan tetap jadi satu

Persebaya

3.     Song Of
Pride miliknya Bajul Ijo Persebaya
Di Indonesia
siapa tak kenal Persebaya. Klub ini memang sangat legendaris. Sampai suporternya
pun terkenal legendaris. Tercatat Bonex nama suporter Persebaya ini dikenal
sebagai pelopor suporter yang mengawal tim saat laga tandang.
Fanatisme dan
militansi suporter satu ini pun jangan ditanya.
Berikut lirik
anthem Song Of Pride milik tim yang berkandang di Stadion Gelora 10 November
Surabaya ini.

Song Of
Pride
Saat ini… Kita…
Dipertemukan kembali…

Kutinggalkan… Semua…

Demi mengawalmu lagi…

Semangat kami… Tak kan…

Pernah lelah dan terhenti…

Berjuanglah… Engkau…

Demi kebanggaan kami…
Kukorbankan semua untuk kau sang pahlawan..
Kan ku bela dengan penuh rasa bangga di dada..
Reff:
Satukan semangatmu Bajol Ijoku

Doa dan dukunganku menyertaimu

Ku yakin kau pasti bisa takluk kan lawanmu

Ku selalu mendukungmu Persebaya (2x)
 

  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Minta Pemkab Bayar Iuran PBI BPJS Kesehatan Dibayar Penuh dan Tepat Waktu

    DPRD Pati Minta Pemkab Bayar Iuran PBI BPJS Kesehatan Dibayar Penuh dan Tepat Waktu

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.768
    • 0Komentar

    PATI – Bidang kesehatan menjadi perhatian khusus DPRD Pati, terutama menyangkut kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang menjadi kewajiban pemerintah daerah. Ali Badrudin, Ketua DPRD Pati, menyatakan bahwa pihaknya mengajukan usulan agar iuran PBI yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pati dibayarkan secara penuh dan tepat waktu. Tujuannya adalah untuk menghindari kondisi di […]

  • DPRD Pati Nilai Hari Santri Jadi Momentum Cinta Tanah Air

    DPRD Pati Nilai Hari Santri Jadi Momentum Cinta Tanah Air

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 745
    • 0Komentar

    PATI – Peringatan Hari Santri Nasional diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemuda, khususnya para santri, untuk semakin mencintai tanah air. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Pati, Muntamah, dalam sebuah pernyataan. “Hari Santri adalah momentum kita bersama untuk mencintai bangsa ini. Semangat NKRI, Pancasila, dan keberagaman ini adalah satu, dan santri harus berperan dalam hal […]

  • DPRD Pati Miliki Jangka Waktu 30 Hari untuk Selesaikan Rekomendasi Resmi LKPJ Bupati 2025

    DPRD Pati Miliki Jangka Waktu 30 Hari untuk Selesaikan Rekomendasi Resmi LKPJ Bupati 2025

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.756
    • 0Komentar

    PATI – Setelah penyampaian Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten (LKPJ) Tahun 2025 oleh Plt. Bupati Pati, DPRD Kabupaten Pati akan melakukan proses pembahasan mendalam selama 30 hari kerja sebelum menetapkan rekomendasi resmi terkait hasil pelaksanaan kinerja daerah. “Setelah laporan disampaikan, DPRD mempunyai waktu 30 hari untuk membahas LKPJ tersebut. Nantinya akan keluar satu rekomendasi, yang mencakup […]

  • Surat Untuk A, dan Melihat Orang-orang Sengsara di Hari Tua

    Surat Untuk A, dan Melihat Orang-orang Sengsara di Hari Tua

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 223
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Naskah “Surat untuk A” dipentaskan anak-anak Teater Aliyah Salafiyah (Teasa) pagi kemarin. Pentas teater itu digelar dalam rangka peringatan hari pendidikan nasional yang jatuh kemarin di aula MA Salafiyah Kajen. Pemilihan naskah karya Siwigustin tersebut menjadi perenungan bersama di hari pendidikan nasional. ”Konflik-konflik dalam naskah itu tak lepas dari dunia pendidikan kita hari […]

  • Siti Subiati Resmi Dilantik Jadi Pj Sekda Pati, Langkah Strategis Ikuti Arahan KPK

    Siti Subiati Resmi Dilantik Jadi Pj Sekda Pati, Langkah Strategis Ikuti Arahan KPK

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.178
    • 0Komentar

    PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara resmi melantik Siti Subiati sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Pati. Acara pelantikan berlangsung di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati pada Kamis (21/5), setelah pengangkatan ini mendapat persetujuan resmi dari Gubernur Jawa Tengah sebagaimana tertuang dalam Surat Nomor 800.1.3.3/1183. Penunjukan ini merupakan langkah […]

  • Jalan Sehat Muslimat Pati, Deklarasikan Anti Hoax, Gibah dan Fitnah

    Jalan Sehat Muslimat Pati, Deklarasikan Anti Hoax, Gibah dan Fitnah

    • calendar_month Kam, 7 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    PATI – Bukan car free day, Alun-alun Simpanglima Kamis (7/3/2019) pagi penuh. Sepanjang mata memandang, jalanan di depan alun-alun penuh dengan ibu-ibu berbaju hijau dengan setelan kerudung warna putih. Mereka adalah ibu-ibu Muslimat NU Pati. Mereka sedang memperingati hari lahir (harlah) ke 73. Dalam peringatan itu digelar kegiatan jalan sehat. Selain jalan sehat, ibu-ibu ini […]

expand_less