Breaking News
light_mode

Atasi HIV/Aids Pemkab Jepara Bentuk Forum Peduli

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
  • visibility 834
Forum Warga Peduli Aids dibentuk di Desa Balong Kecamatan Kembang baru-baru ini 

JEPARA
– Berbagai cara dilakukan demi menekan angka penyakit menular HIV/Aids di
Kabupaten Jepara. Melalui Dinas Kesehatan, dibentuklah wadah bernama Warga
Peduli Aids (WPA). Tugasnya, WPA melakukan identifikasi potensi resiko di tiap
wilayahnya masing-masing.
Kepala
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), DKK Jepara, M. Fakhruddin
mengungkapkan, kecenderungan persebaran penyakit HIV/AIDS tidak hanya di
wilayah perkotaan, namun juga banyak ditemukan di wilayah pedesaan.
Untuk
mengatasi hal tersebut, tahun ini, pihaknya menargetkan 50 persen
desa/kelurahan yang ada di Jepara, sudah terbentuk forum WPA. Sedangkan untuk
tahun 2019, semua desa yang ada di Jepara sudah memiliki forum ini. “Saat ini
kami sudah bergerak terus, tiap minggu lebih dari dua desa kami datangi,”
tuturnya.
Pembentukan
forum tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan angka
kasus AIDS dan HIV di Kabupaten Jepara. Dikatakan, untuk tahun ini saja, hingga
bulan Juni 2018, terdapat 81 kasus HIV/AIDS di Jepara dengan korban meninggal
sebanyak 5 orang.
Dari
sisi pemeriksaan Voluntary Counselling and Tasting (VCT), saat ini semua
Puskesmas sudah bisa melakukannya. Sehingga tidak ada kesulitan lagi, bagi
masyarakat untuk memeriksaan kondisi tubuhnya.
Namun,
terkait dengan pengobatan, saat ini baru lima titik yang menyediakan, yaitu RSU
Kartini, Puskesmas Donorojo, Bangsri I, Mlonggo dan Pecangaan. Pihaknya  berharap, tahun depan semua Puskesmas sudah
memiliki fasilitas untuk melakukan pengobatan. Sehingga tidak ada alasan lagi
bagi masyarakat, dengan alasan jarak.
“Harapannya
kita bergerak menemukan, konsekwensinya akan mempermudah akses pengobatan.
Jangan sampai ada orang yang tidak mau berobat karena faktor jarak,” kata dia.
Libatkan Unsur Masyarakat
Dalam
pembentukan forum tersebut, semua pihak berkepentingan dilibatakan, sehingga
peran aktif dalam upaya pencegahan HIV AIDS bisa optimal. Mereka yang dianggap
berkepentingan tersebut di antaranya adalah dari unsur tokoh masyarakat,
penegak hukum dan keamanan, serta tokoh agama.
Sementara
itu, tugas utama dari forum WPA ini, yaitu melakukan identifikasi potensi
risiko HIV/AIDS, melakukan akses informasi dan layanan (penyuluhan, fasilitasi
pencegahan, test dan konseling HIV, dll), terakhir adalah zero stigma dan
diskriminasi. “Silahkan didata, yang memiliki risiko dan laporkan kepada bidan
desa,” tuturnya. (pur)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Infrastruktur Pariwisata Kudus Siap, Promosi Masih Jadi PR

    Infrastruktur Pariwisata Kudus Siap, Promosi Masih Jadi PR

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 257
    • 0Komentar

    KUDUS – Kabupaten Kudus memiliki potensi wisata yang lengkap berdasarkan konsep 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, dan Activity). Namun, potensi tersebut belum termaksimalkan karena promosi dan penyebaran informasi yang kurang terstruktur dan masif. Hal ini diungkapkan oleh pengamat wisata, Eko Suseno. Eko menjelaskan, Kudus telah memenuhi unsur penting destinasi wisata yang kuat. Dari sisi daya tarik […]

  • Polres Jepara Musnahkan Ribuan Botol Miras Jelang Natal dan Tahun Baru 2023

    Polres Jepara Musnahkan Ribuan Botol Miras Jelang Natal dan Tahun Baru 2023

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Ribuan botol minuman keras dimusnahkan di depan Mapolres Jepara (22/12/2022) Untuk menjaga kamtibmas dalam momen Natal dan Tahun Baru nanti, Polres Jepara gencar melakukan razia minuman keras. Ribuan botol miras hasil razia itu dimusnahkan di halaman Mapolres Jepara, Kamis (22/12/2022) JEPARA – Alat berat menggilas ribuan botol miras berbagai merek. Miras tersebut merupakan hasil operasi […]

  • Bupati Pati Tindak Tegas Oknum Perusak Rumah Petani Pundenrejo

    Bupati Pati Tindak Tegas Oknum Perusak Rumah Petani Pundenrejo

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 347
    • 0Komentar

    PATI – Kasus pembongkaran paksa rumah petani di Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, yang diduga dilakukan oleh oknum PT Laju Perdana Indah (PT LPI) mendapat perhatian serius dari Bupati Pati, Sudewo. Bupati menegaskan akan menindak tegas para pelaku, termasuk aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. “Termasuk aktor intelektualnya juga harus ditindak tegas,” tegasnya. Peristiwa […]

  • Komisi A DPRD Pati Dukung Penguatan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah

    Komisi A DPRD Pati Dukung Penguatan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.551
    • 0Komentar

    PATI – Upaya membangun karakter dan integritas generasi muda perlu dilakukan sejak lingkungan sekolah. Salah satunya melalui pengenalan pendidikan antikorupsi agar nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab dapat tertanam dalam kehidupan siswa. Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri forum Pendidikan Antikorupsi yang berlangsung di SMPN 6 Pati. Menurut Kastomo, usia […]

  • Jalan Berliku Menuju Air Terjun Desa Papasan

    Jalan Berliku Menuju Air Terjun Desa Papasan

    • calendar_month Sab, 28 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Pemandangan Air Terjun Gembong yang masih jarang dijamah pengunjung Ada tiga air terjun di Desa Papasan Kecamatan Bangsri, Jepara. Salah satunya adalah Air Terjun Gembong 2. Deni Arfian, seorang videografer petualang akan berbagi cerita keseruannya mengunjungi tempat yang masih tersembunyi ini.  Laki-laki yang hobi berpetualang itu bernama Deni Arfian. Warga Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakis […]

  • Temuan Bangunan di Dukuh Cacah Bukan Makam Mbah Gamirah, Balai Arkeologi : Itu Bangunan Belanda

    Temuan Bangunan di Dukuh Cacah Bukan Makam Mbah Gamirah, Balai Arkeologi : Itu Bangunan Belanda

    • calendar_month Jum, 16 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta sedang mengamati beberapa temuan di lokasi punden Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati PATI – Setelah melakukan observasi selama dua hari, Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan, temuan warga berupa struktur bangunan di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo merupakan sebuah bangunan peninggalan kolonial Belanda. Bukan makam seperti yang diduga banyak pihak. […]

expand_less