Breaking News
light_mode

Atasi HIV/Aids Pemkab Jepara Bentuk Forum Peduli

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
  • visibility 878
Forum Warga Peduli Aids dibentuk di Desa Balong Kecamatan Kembang baru-baru ini 

JEPARA
– Berbagai cara dilakukan demi menekan angka penyakit menular HIV/Aids di
Kabupaten Jepara. Melalui Dinas Kesehatan, dibentuklah wadah bernama Warga
Peduli Aids (WPA). Tugasnya, WPA melakukan identifikasi potensi resiko di tiap
wilayahnya masing-masing.
Kepala
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), DKK Jepara, M. Fakhruddin
mengungkapkan, kecenderungan persebaran penyakit HIV/AIDS tidak hanya di
wilayah perkotaan, namun juga banyak ditemukan di wilayah pedesaan.
Untuk
mengatasi hal tersebut, tahun ini, pihaknya menargetkan 50 persen
desa/kelurahan yang ada di Jepara, sudah terbentuk forum WPA. Sedangkan untuk
tahun 2019, semua desa yang ada di Jepara sudah memiliki forum ini. “Saat ini
kami sudah bergerak terus, tiap minggu lebih dari dua desa kami datangi,”
tuturnya.
Pembentukan
forum tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan angka
kasus AIDS dan HIV di Kabupaten Jepara. Dikatakan, untuk tahun ini saja, hingga
bulan Juni 2018, terdapat 81 kasus HIV/AIDS di Jepara dengan korban meninggal
sebanyak 5 orang.
Dari
sisi pemeriksaan Voluntary Counselling and Tasting (VCT), saat ini semua
Puskesmas sudah bisa melakukannya. Sehingga tidak ada kesulitan lagi, bagi
masyarakat untuk memeriksaan kondisi tubuhnya.
Namun,
terkait dengan pengobatan, saat ini baru lima titik yang menyediakan, yaitu RSU
Kartini, Puskesmas Donorojo, Bangsri I, Mlonggo dan Pecangaan. Pihaknya  berharap, tahun depan semua Puskesmas sudah
memiliki fasilitas untuk melakukan pengobatan. Sehingga tidak ada alasan lagi
bagi masyarakat, dengan alasan jarak.
“Harapannya
kita bergerak menemukan, konsekwensinya akan mempermudah akses pengobatan.
Jangan sampai ada orang yang tidak mau berobat karena faktor jarak,” kata dia.
Libatkan Unsur Masyarakat
Dalam
pembentukan forum tersebut, semua pihak berkepentingan dilibatakan, sehingga
peran aktif dalam upaya pencegahan HIV AIDS bisa optimal. Mereka yang dianggap
berkepentingan tersebut di antaranya adalah dari unsur tokoh masyarakat,
penegak hukum dan keamanan, serta tokoh agama.
Sementara
itu, tugas utama dari forum WPA ini, yaitu melakukan identifikasi potensi
risiko HIV/AIDS, melakukan akses informasi dan layanan (penyuluhan, fasilitasi
pencegahan, test dan konseling HIV, dll), terakhir adalah zero stigma dan
diskriminasi. “Silahkan didata, yang memiliki risiko dan laporkan kepada bidan
desa,” tuturnya. (pur)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Pengisian Kekosongan Perangkat Desa untuk Tingkatkan Pelayanan 

    DPRD Pati Dorong Pengisian Kekosongan Perangkat Desa untuk Tingkatkan Pelayanan 

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 320
    • 0Komentar

    PATI – Kekosongan ratusan formasi perangkat desa (perades) di Kabupaten Pati menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Pasalnya, kondisi ini dinilai dapat mengganggu efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Menurut data yang ada, saat ini terdapat 601 formasi perades yang kosong di Kabupaten Pati. Rinciannya, 86 formasi sekretaris desa dan 515 formasi perangkat desa […]

  • Lautan Jadi Obat Menenangkan

    Lautan Jadi Obat Menenangkan

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Dea Safira Ayustina Rutinitas bekerja sebagai staf administrasi memang terasa membosankan. Bahkan bisa membuat pening di kepala. Hal itu yang dialami Dea Safira Ayustina. Untuk itu, perempuan kelahiran Pati, 3 Juli 1998 ini punya aktivitas sampingan. Aktivitasnya ini diyakini mampu membuatnya fresh kembali, usai penat melakukan berbagai rutinitas sebagai wanita karir. ”Obatnya ya ke pantai […]

  • SMAN 2 Pati Rajai Dance se Kabupaten Pati

    SMAN 2 Pati Rajai Dance se Kabupaten Pati

    • calendar_month Ming, 31 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Bersama Bupati Haryanto di acara penutupan Pragolo Fair ke II beberapa waktu yang lalu Pengembangan diri dance di SMA N 2 Pati, boleh dibilang merajai dance di Kabupaten Pati. Sebab, dalam kurun waktu dua tahun belakangan, pundi-pundi prestasi dance dari siswa-siswi di SMA yang berada di Jalan Ahmad Yani ini mendulang prestasi di berbagai ajang […]

  • Sudewo: Semua Masukan DPRD Pati Akan Jadi Ikhtiar Membangun Kabupaten Pati 

    Sudewo: Semua Masukan DPRD Pati Akan Jadi Ikhtiar Membangun Kabupaten Pati 

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 606
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati secara daring pada Jumat, 31 Oktober 2025. Agenda rapat hari ini adalah penyampaian pendapat atas laporan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket terkait pemakzulan Bupati Pati. Sebelumnya, Rapat Paripurna pertama telah membacakan laporan Pansus Hak Angket tentang kinerja Bupati Pati. Laporan tersebut dibacakan secara bergantian […]

  • Edy Wuryanto:  Program Magang Jepang Berpotensi Tingkatkan Kesejahteraan Warga Grobogan

    Edy Wuryanto: Program Magang Jepang Berpotensi Tingkatkan Kesejahteraan Warga Grobogan

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 352
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Anggota DPR-RI Komisi IX, Edy Wuryanto, mendorong Kabupaten Grobogan menjadi pusat pengembangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya untuk peluang kerja di Jepang. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers usai pembukaan Smart IKAPEKSI (Ikatan Pengusaha Kenshuusei Indonesia) di kantor DPC IKAPEKSI Grobogan, Senin (28/7). Edy Wuryanto menekankan pentingnya pemanfaatan program magang ke Jepang yang […]

  • Edy Wuryanto Minta Pemerintah Respons Kasus “Super Flu” Secara Terukur Tanpa Panik

    Edy Wuryanto Minta Pemerintah Respons Kasus “Super Flu” Secara Terukur Tanpa Panik

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.635
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta agar pemerintah memberikan tanggapan yang terukur dan berbasis sistem terhadap kasus “super flu” yang muncul di Indonesia, dengan tetap menjaga agar tidak memicu kepanikan di kalangan masyarakat. Yang disebut sebagai super flu dan tengah menjadi perbincangan adalah influenza A (H3N2) subclade K, sebuah varian baru […]

expand_less