Breaking News
light_mode

Menjadi Guru Idola

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 10 Nov 2019
  • visibility 435
Ilustrasi ayobandung.com

Guru idola? Guru yang
diidolakan siswa tidak harus guru yang cantik, atau ganteng. Bukan guru yang
paling kaya atau paling pintar. Banyak kriteria untuk menjadi seorang guru
idola. Jika kedatangan sang guru sangat dinantikan oleh siswa, ini merupakan
langkah awal untuk menjadi guru idola. 

Di era sekarang, banyak hal yang diinginkan oleh pelajar untuk
mengidolakan guru sebagai panutannya. Guru dituntut untuk bekerja profesional.
Tidak mudah untuk menjadi guru profesional.

Banyak hal yang harus
terpenuhi kriteria-kriterianya. Jika hanya sekedar disukai siswa, mudah
didapat. Asalkan guru itu ramah, supel, dan peduli dengan siswa, otomatis akan
menjadi idola siswa. Apalagi jika ketika pembelajaran ada variasi dan tidak
membosankan. Yang diminta, guru jangan pernah marah terhadap siswa. Jelas guru
tersebut ada di hati para siswa.
Paham karakter
Satu hal yang harus
dimiliki guru idola adalah guru yang memahami karakter siswa satu-persatu.
Ketika pembelajaran sedang berlangsung, jika guru mendapatkan siswanya ada yang
berhasil mengerjakan tugas dan benar, maka tak segan guru memberikan pujian,
hadiah, atau sanjungan.

Hadiah yang diberikan
guru tidak harus berupa barang
atau benda. Hadiah
bisa berupa ucapan yang mampu membuat anak menjadi bangga.  Anak akan merasa senang dan puas akan hasil
kerjanya.

Dengan adanya hadiah,
pujian yang diberikan kepada siswa, dalam kesempatan lain anak tersebut akan
berbuat hal yang sama. Ingin mendapatkan sanjungan atau pujian. Dengan adanya
sanjungan, pujian atau hadiah, anak akan merasakan ada satu pembelajaran yang
lebih.

Guru yang ramah. Guru
yang tak pernah marah-marah kepada siswa. Guru yang selalu tersenyum jika
bertemu dengan siswanya. Guru yang peduli akan siswanya. Yang diharapkan siswa
adalah guru yang peduli terhadap anak. Kadang guru perlu mengajak siswanya
untuk saling bertukar pikiran.

Kadang anak juga ingin
diajak untuk bercanda bersama.  Ada
suasana keakraban yang tercipta ketika anak dan guru saling bersendau gurau (
kadang guru sering menggojlok
siswanya, agar tidak ada kesan guru begitu angkuh dan tiada peduli kepada
siswa).

Thomas
Gordon
seorang penyelenggara
berbagai kursus keterampilan yang tersohor di Amerika Serikat telah memberikan
beberapa definisi guru yang baik.
Begini
kutipan ciri guru yang baik menurut Thomas Gordon:

1. Tenang dan tidak
menunjukkan emosi yang menyala,
2. Tidak mempunyai
prasangka yang buruk kepada peserta didiknya,
3. Dapat menyembunyikan
perasaannya dari peserta didik,
4. Memandang semua
peserta didik sama,
5. Mampu menciptakan
lingkungan belajar yang menyenangkan, bebas, motivator, dan semangat,
6. Konsisten, tidak
berubah-ubah pendirian dan jarang melakukan kesalahan,
7.Pandai, bijaksana
dalam memperlakukan siswa dan mampu menjawab pertanyaan siswa,
8. Sanggup memberikan
bantuan secara maksimal kepada peserta didik.

Jika diperhatikan poin demi poin ke delapan ciri tersebut,
ternyata  guru yang baik harus lebih dalam segala hal dari
orang-orang pada umumnya. Harus lebih mengerti, lebih memiliki ilmu pengetahuan,
lebih sempurna dari orang-orang lain. Guru harus mampu mengatasi kelemahan
manusia lain!


Tidak akan ada manusia
biasa yang mampu menjadi guru sesuai ciri-ciri tersebut. Kalau ada, itu hanya
mitos atau cerita hayalan belaka. Akan tetapi dari delapan ciri tersebut,
beberapa poin di antaranya mungkin dimiliki oleh guru. Jika ada profil guru
yang memiliki ciri-ciri seperti di atas, adalah guru yang benar-benar guru,
guru  yang hanya berpikir dan bekerja,
untuk anak didiknya saja.

Realitanya, guru adalah
manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Punya kekurangan dan kelemahan dalam
melaksanakan tugasnya sehari-hari. Itu sebabnya, di samping mengajar, seorang
guru juga sedang belajar. Guru juga bagian dari masyarakat yang memiliki
tanggung jawab dan beban moral tersendiri.

Jadi seorang guru juga
harus mampu menutupi segala permasalahan dari rumahtangganya atau dari
lingkungan dimana ia berada.
Guru harus bisa menutup
luka hatinya, meski dalam situasi membara. Jangan sampai emosi dan kesedihan di
bawa dalam kondisi pembelajaran.
[] 
Sarwiyani,
Guru SMP Negeri 1 Pucakwangi
, menjadi guru sejak 1983

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Dasar Jurang, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

    Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Dasar Jurang, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 289
    • 0Komentar

    PATI – Kasus penemuan jenazah laki-laki yang diidentifikasi bernama Kukuh Riyanto (34), warga Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Pati, yang ditemukan di dasar jurang dengan kondisi mengenaskan, telah terungkap sebagai kasus pembunuhan. Hasil autopsi yang dibantu Dokkes Polda Jateng menunjukkan penyebab kematian Kukuh adalah hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala, mengakibatkan perdarahan otak. Polisi telah […]

  • Bupati Pati Tindak Tegas Oknum Perusak Rumah Petani Pundenrejo

    Bupati Pati Tindak Tegas Oknum Perusak Rumah Petani Pundenrejo

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 358
    • 0Komentar

    PATI – Kasus pembongkaran paksa rumah petani di Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, yang diduga dilakukan oleh oknum PT Laju Perdana Indah (PT LPI) mendapat perhatian serius dari Bupati Pati, Sudewo. Bupati menegaskan akan menindak tegas para pelaku, termasuk aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. “Termasuk aktor intelektualnya juga harus ditindak tegas,” tegasnya. Peristiwa […]

  • DPRD Pati Umumkan Hasil Pansus Hak Angket Secara Terbuka Melalui Live Streaming

    DPRD Pati Umumkan Hasil Pansus Hak Angket Secara Terbuka Melalui Live Streaming

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 641
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati telah menyiapkan fasilitas live streaming untuk menyiarkan rapat paripurna penyampaian hasil panitia khusus (pansus) hak angket DPRD Kabupaten Pati. Rapat ini akan dilangsungkan secara terbuka agar masyarakat dapat mengikuti jalannya pembahasan. Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menyatakan bahwa masyarakat dapat menyimak detail acara melalui siaran langsung […]

  • Bupati Pati Apresiasi Perbaikan Signifikan RSUD RAA Soewondo, Revitalisasi Berlanjut 2026

    Bupati Pati Apresiasi Perbaikan Signifikan RSUD RAA Soewondo, Revitalisasi Berlanjut 2026

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 363
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, melakukan kunjungan kerja ke RSUD RAA Soewondo pada Jumat (27/6) lalu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan pelayanan dan sarana prasarana rumah sakit daerah tersebut. Sudewo memberikan apresiasi atas perubahan signifikan yang telah dicapai. “Saya menyaksikan langsung, pelayanan sudah mulai ramah, tidak judes. Fasilitas seperti ruang tunggu rawat jalan, […]

  • Lawan Rasa Takut dengan Belajar

    Lawan Rasa Takut dengan Belajar

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Quinta Fitri Maulani Quinta/DOKUMEN PRIBADI Kebanyakan rasa takut terhadap sesuatu mesti dihindari. Sepeti takut dalam hal pelajaran, namun berbeda dengan Quinta Fitri Maulani. Perempuan kelahiran Pati, 3 Mei 1996 ini mengaku, dulunya saat sekolah ia tak bisa dan cenderung takut terhadap Bahasa Inggris, maka dari itu perempuan yang tinggal di Dosoman Pati ini memilih melawan […]

  • Siswa As-Salafiyah Lahar Implementasikan Hablum Minannas Lewat Bantuan Bencana

    Siswa As-Salafiyah Lahar Implementasikan Hablum Minannas Lewat Bantuan Bencana

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.729
    • 0Komentar

    PATI – Sejak Jumat (9/1/2026), Kabupaten Pati dilanda serangkaian bencana mulai dari banjir hingga tanah longsor. Hingga saat ini, puluhan desa di wilayah Bumi Mina Tani masih terdampak oleh bencana hidrometeorologi tersebut. Kondisi tersebut menggerakkan hati siswa-siswi Yayasan As-Salafiyah Lahar, Kecamatan Tlogowungu, untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Pada Kamis (15/1/2026), saat acara peringatan Isra […]

expand_less