Kick Off Sosialisasi MBG Bersama BGN, Edy Wuryanto Tekankan Program Strategis Nasional
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 1.686

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto dalam kegiatan kick off sosialisasi MBG Tahun Anggaran 2026 yang digelar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Gedung Dewi Sri Purwodadi, Senin (2/2/2026).
GROBOGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijadikan instrumen utama pemerintah dalam menangkal malnutrisi serta menekan angka stunting nasional hingga di bawah 15 persen.
Hal itu ditegaskan Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto dalam kegiatan kick off sosialisasi MBG Tahun Anggaran 2026 yang digelar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Gedung Dewi Sri Purwodadi, Senin (2/2/2026).
Menurut Edy, permasalahan stunting tidak hanya menyangkut sektor kesehatan, melainkan juga menjadi tantangan berat yang mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu, DPR RI dan pemerintah sepakat menetapkan MBG sebagai program strategis skala nasional.
“Ini bukan hanya soal makan gratis. Ini adalah intervensi negara untuk menyelamatkan generasi masa depan. Kalau gizinya buruk, maka kecerdasannya juga terganggu,” tegasnya.
Sasaran MBG, lanjutnya, dirancang untuk menjangkau kelompok yang paling rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia sekolah. Kelompok ini dinilai sebagai penentu utama kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi mendatang.
Edy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target yang jelas untuk menurunkan angka stunting secara drastis melalui penguatan upaya intervensi gizi sejak tahap awal. Target penurunan prevalensi stunting nasional hingga di bawah 15 persen menjadi prioritas utama.
“Presiden ingin stunting ini benar-benar ditekan. Target di bawah 15 persen itu bukan sekadar angka, tapi ukuran keberhasilan negara melindungi anak-anaknya,” ujarnya.
Meski demikian, Edy mengingatkan bahwa keberhasilan program MBG tidak bisa bergantung hanya pada pemerintah pusat. Ia menekankan perlunya kesamaan persepsi antara pemerintah daerah, pelaksana lapangan, dan masyarakat agar program berjalan sesuai target dan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Sosialisasi ini penting agar tidak ada salah tafsir. Program ini harus sampai ke mereka yang benar-benar membutuhkan dan dijalankan dengan kualitas gizi yang terjaga,” pungkasnya.
Diharapkan melalui sosialisasi ini, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Grobogan dapat beroperasi dengan efektif dan berkontribusi pada upaya nasional menekan stunting serta meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia ke depannya.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
