Breaking News
light_mode

Kick Off Sosialisasi MBG Bersama BGN, Edy Wuryanto Tekankan Program Strategis Nasional

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
  • visibility 1.910

GROBOGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijadikan instrumen utama pemerintah dalam menangkal malnutrisi serta menekan angka stunting nasional hingga di bawah 15 persen.

Hal itu ditegaskan Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto dalam kegiatan kick off sosialisasi MBG Tahun Anggaran 2026 yang digelar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Gedung Dewi Sri Purwodadi, Senin (2/2/2026).

Menurut Edy, permasalahan stunting tidak hanya menyangkut sektor kesehatan, melainkan juga menjadi tantangan berat yang mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu, DPR RI dan pemerintah sepakat menetapkan MBG sebagai program strategis skala nasional.

“Ini bukan hanya soal makan gratis. Ini adalah intervensi negara untuk menyelamatkan generasi masa depan. Kalau gizinya buruk, maka kecerdasannya juga terganggu,” tegasnya.

Sasaran MBG, lanjutnya, dirancang untuk menjangkau kelompok yang paling rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia sekolah. Kelompok ini dinilai sebagai penentu utama kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi mendatang.

Edy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target yang jelas untuk menurunkan angka stunting secara drastis melalui penguatan upaya intervensi gizi sejak tahap awal. Target penurunan prevalensi stunting nasional hingga di bawah 15 persen menjadi prioritas utama.

“Presiden ingin stunting ini benar-benar ditekan. Target di bawah 15 persen itu bukan sekadar angka, tapi ukuran keberhasilan negara melindungi anak-anaknya,” ujarnya.

Meski demikian, Edy mengingatkan bahwa keberhasilan program MBG tidak bisa bergantung hanya pada pemerintah pusat. Ia menekankan perlunya kesamaan persepsi antara pemerintah daerah, pelaksana lapangan, dan masyarakat agar program berjalan sesuai target dan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Sosialisasi ini penting agar tidak ada salah tafsir. Program ini harus sampai ke mereka yang benar-benar membutuhkan dan dijalankan dengan kualitas gizi yang terjaga,” pungkasnya.

Diharapkan melalui sosialisasi ini, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Grobogan dapat beroperasi dengan efektif dan berkontribusi pada upaya nasional menekan stunting serta meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia ke depannya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Pati Permudah Akses Adminduk Lewat Layanan Online Terintegrasi

    Pemkab Pati Permudah Akses Adminduk Lewat Layanan Online Terintegrasi

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 374
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk). Kini, masyarakat dapat mengakses layanan pembuatan KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran secara online dan terintegrasi hingga tingkat desa. Layanan jemput bola juga disediakan khusus bagi warga berkebutuhan khusus, terutama penyandang disabilitas. Bupati Pati Sudewo, saat mengunjungi stand Disdukcapil di CFD […]

  • Kawal Program MBG, DPRD Pati Minta Pengawasan SPPG Diperketat dan Diperbaiki

    Kawal Program MBG, DPRD Pati Minta Pengawasan SPPG Diperketat dan Diperbaiki

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 25.039
    • 0Komentar

    PATI – Dalam upaya mengawal keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati kembali mengangkat persoalan lemahnya sistem pengawasan pada penyelenggaraan Sistem Penyediaan Pangan Gratis (SPPG). Hal ini disampaikan dalam rapat kerja gabungan antara Komisi B dan Komisi D bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Menurut pengamatan dewan, pengawasan […]

  • Alif Sumadi Spesialis Peternak Murai Batu

    Alif Sumadi Spesialis Peternak Murai Batu

    • calendar_month Sab, 20 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Jadi Peternak Karena Kepincut Teman DOKUMEN PRIBADI Sebelumnya pekerjaan Alif Sumadi memang tak jauh dari dunia perburungan. Dia bekerja sebagai penjual jangkrik untuk pakan burung. Namun pekerjaan itu dia tinggalkan saat kepincut penghasilannya temannya yang sukses ternak burung. Rumahnya bisa dibilang gedongan, dibanding rumah di sekelilingnya. Di depan rumah terparkir satu unit mobil jenis minibus. […]

  • Kebakaran Melanda Gedung SDN 03 Kutoharjo, Tak Ada Korban Jiwa

    Kebakaran Melanda Gedung SDN 03 Kutoharjo, Tak Ada Korban Jiwa

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.827
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah kebakaran menghantam gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Kutoharjo, yang terletak di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, pada hari Sabtu (28/2/2026) sekitar jam 18.40 WIB. Saat insiden terjadi, lingkungan sekolah cukup sepi mengingat kegiatan belajar mengajar sudah berakhir. Api yang muncul dari salah satu segmen bangunan segera menyebar dan menimbulkan kekhawatiran […]

  • Makelar Ketela jadi Beban Pengusaha Tapioka

    Makelar Ketela jadi Beban Pengusaha Tapioka

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Ilustrasi ketela pohon yang menjadi bahan utama pembuatan tepung tapioka PATI – Makelar ketela atau singkong yang banyak berperan menentukan harga jual, membuat repot para pengusaha tepung tapioka di Kabupaten Pati. Hal itu diakui sangat mempengaruhi produksi tepung tapioka. Karena itu para pengusaha tepung tapiokadi  Kabupaten Pati bertekad membentuk kelompok Asosiasi Tapioka Pati (Atap). Asosiasi […]

  • Liga Dihentikan Persipa Gelorakan #DiurusCah-Cah Jilid 2

    Liga Dihentikan Persipa Gelorakan #DiurusCah-Cah Jilid 2

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Manager Persipa Pati Dian Dwi Budianto meninjau latihan tim/ Doc Persipa Kondisi sulit mulai dirasakan manajemen Persipa Pati, selama penghentian kompetisi Liga 2 tidak ada pemasukan padahal manajemen harus tetap mengeluarkan kewajiban untuk pemain dan pelatih. Karena itu manajemen menggelorakan #DiurusCah-Cah untuk membantu tim. PATI – Per bulan pengeluaran manajemen Persipa Pati untuk operasional tim […]

expand_less