Breaking News
light_mode

Macan Tutul Keluar Hutan Lindung dan Tewas Dekat Kandang Sapi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 15 Jan 2020
  • visibility 163

Seekor macan tutul yang mengenaskan

Macan Muria. Hewan ini begitu lekat di telinga masyarakat di Jepara, Pati dan Kudus. Sempat disebut punah. Keberadaannya terpantau secara jelas dalam rekaman kamera trap yang terpasang di area hutan lindung. Temuan bangkainya di Plukaran, Pati menjadi alarm lagi tentang kekayaan Pegunungan Muria yang masih tersisa.

Macan tutul kembali bikin geger pada Selasa (14/1/2020). Warga di Desa Plukaran Kecamatan Gembong, Pati disebut menemukan
seekor macan tutul berusia 1,5 tahun dalam keadaan sudah menjadi bangkai. Macan tutul itu ditemukan dalam keadaan sudah dikerubuti lalat.

Sebelumnya macan tutul di kawasan
Pegunungan Muria menghebohkan masyarakat, karena rilis dari Yayasan Konservasi
Alam Nusantara (YKAN)  yang mengungkapkan telah mengabadikan gambar
belasan ekor macan tutul di radius 55 kilometer kawasan hutan muria.

Informasi yang dihimpun dari BKSDA
Jawa Tengah menyebutkan, satwa bernama latin Panthera pardus melas ditemukan mati pada Minggu (12/1) lalu. Macan
tutul itu berjenis kelamin jantan.

Proses evakuasi

Ditemukan mati di sekitar kandang
sapi, dengan kondisi anus berdarah. Macan tutul itu ditemukan oleh Siti, istri
dari Tarmuin, warga Dukuh Beji RT 3 RW 2, Desa Plukaran, Kecamatan Gembong.

“Lokasi ditemukannya kira-kira 50
meter dari kendang sapi. Bangkai macan tutul yang ditemukan dalam kondisi anus
berdarah tersebut kemudian dikuburkan oleh masyarakat, sehari setelah
ditemukan,” ujar Kepala BKSDA Darmanto dalam keterangan tertulis.

Balai KSDA Jawa Tengah baru
mendapat informasi mengenai kematian satwa dilindungi tersebut pada Senin, 13
Januari 2020 sore. Pihaknya pun langsung melakukan evakuasi.

Jelang tengah malam, sekitar pukul
23.30, bangkai macan tutul tersebut sampai di Kantor Balai KSDA Jateng,
diantarkan oleh petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) Pati dan Ketua
Paguyuban Masyarakat Pelindung Hutan (PMPH) Gunung Muria, Shokib.
Dibawa ke Semarang Zoo

“Selanjutnya, kami bersama Drh
Hendrik dari Semarang Zoo melakukan pemeriksaan kematian dengan rontgen dan uji
laboratorium lambung dan usus,” jelasnya.

Pada hari ini, Selasa (14/1/2020),
hasil pemeriksaan di Klinik Hewan Griya Satwa Lestari menyatakan, tidak
ditemukan adanya proyektil atau benda asing maupun luka baru di tubuh macan
tutul tersebut. Struktur tulangnya pun tidak mengalami perubahan.

“Selanjutnya, untuk mengetahui
penyebab kematian lainnya, direncanakan akan dilakukan uji laboratorium lambung
dan usus di Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas
Airlangga,” imbuhnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trip ke Puncak Sindoro, Wisata Asyik Hujan Meteor, Milky Way, hingga UFO ?

    Trip ke Puncak Sindoro, Wisata Asyik Hujan Meteor, Milky Way, hingga UFO ?

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Foto berlatar belakang milky Semesta alam memang penuh keindahan. Baik pesona alamnya hingga pesona angkasa. Yang satu ini orang belum banyak menyadarinya. Hampran gunung, pantai bahkan langit dibentangkan di atas kita dengan pesonanya masing-masing. Gunung dengan landscape panorama hijau dan negeri diatas awannya. Pantai dengan horizon dan gulungan ombak birunya. Sedangkan angkasa bertaburan bintang-bintang, galaksi, […]

  • DPRD Pati Desak Pemkab Perbaiki dan Perbaiki Halte yang Rusak

    DPRD Pati Desak Pemkab Perbaiki dan Perbaiki Halte yang Rusak

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 186
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memperbaiki kondisi halte-halte umum di wilayah Kabupaten Pati. Banyak halte yang tidak terpakai karena masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto. “Banyak halte yang tidak terpakai, sehingga perlu ada evaluasi. […]

  • Penyebab Kekalahan Persijap Jepara Atas Borneo FC

    Penyebab Kekalahan Persijap Jepara Atas Borneo FC

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 121
    • 0Komentar

    OLAHRAGA –  Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengakui anak asuhnya kalah pengalaman saat tumbang dari tuan rumah Borneo FC pada laga pekan ketiga BRI Liga 1 2025/2026. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (24/8/2025) sore WIB, Persijap Jepara harus mengakui keunggulan Borneo FC setelah tumbang dengan skor 1-3. Mario Lemos mengatakan Laskar […]

  • DPRD Pati : UMKM Butuh Perhatian Serius

    DPRD Pati : UMKM Butuh Perhatian Serius

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 178
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, menekankan pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mendorong perekonomian daerah. Menurutnya, UMKM memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan melalui penyediaan lapangan pekerjaan. “UMKM ini sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Yeti, yang baru saja dilantik kembali untuk periode lima tahun […]

  • Surat Suara Pilgub Mulai Disortir

    Surat Suara Pilgub Mulai Disortir

    • calendar_month Rab, 23 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    PATI – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah kian dekat. Saat ini KPU Kabupaten Pati telah memasuki beberapa tahapan penting. Tahapan itu diantaranya adalah penyortiran dan pelipatan surat suara. Rencananya kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 21 Mei hingga 25 Mei 2018. Ketua KPU Kabupaten Pati Much Nasich melalui anggota KPU divisi logistik Umi Nadliroh menyampaikan, terkait dengan […]

  • Dewan Kesenian Jepara Gelar Parade Drama Tradisional

    Dewan Kesenian Jepara Gelar Parade Drama Tradisional

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Workshop yang dilakukan oleh Dewan Kesenian Jepara  JEPARA – Kelompok seni tradisional di Kota Ukir bakal mengadakan parade drama tradisional, November mendatang.  Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara, Kustam Eka Jalu mengakatan, sedikitnya ada sekitar  10 kelompok kesenian tradisional yang berpartisipasi untuk menyuguhkan karyanya. Kelompok-kelompok itu adalah Ketoprak Amongjiwo (Dongos-Kedung), Kelompok Padamubal (Bangsri), Ketoprak Bangun […]

expand_less