Breaking News
light_mode

Menteri Lingkungan Hidup : Kudus Masuk Kategori Kota Kotor 

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 26 Des 2025
  • visibility 1.523

KUDUS – Penilaian terhadap kebersihan sebuah daerah bukan sekadar soal estetika, melainkan cerminan dari keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola lingkungan. Itulah yang kini menjadi perhatian di Kabupaten Kudus.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, secara terbuka menyebut Kudus masih masuk dalam kategori kota kotor karena belum mampu memenuhi standar penilaian yang ditetapkan pemerintah pusat.

Hal itu diungkapkan di sela kunjungan ke TPA Tanjungrejo, Jumat (26/12).

Saat ini, nilai kebersihan Kabupaten Kudus baru berada di angka 54 poin. Angka tersebut masih terpaut dari batas minimal 60 poin yang menjadi standar untuk memperoleh sertifikat kebersihan. Dengan capaian itu, Kudus dinilai belum layak keluar dari predikat kota kotor.

Meski demikian, Hanif melihat adanya langkah awal yang positif dari pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa Bupati Kudus bersama DPRD telah menginisiasi peningkatan anggaran pengelolaan sampah dari hulu yang direncanakan mulai tahun 2026. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Hanif pun optimistis Kabupaten Kudus dapat memperbaiki capaian nilainya. Pemerintah daerah ditargetkan mampu menaikkan enam poin hingga akhir bulan ini sebagai bagian dari proses evaluasi. Peningkatan tersebut menjadi penting karena masuk dalam rangkaian penilaian kota dan kabupaten yang berpeluang mendapatkan anugerah Adipura pada tahun mendatang.

Saat ini, tercatat sekitar 50 daerah di Indonesia yang telah mengantongi sertifikat kebersihan. Untuk meraih predikat Adipura, sebuah kabupaten atau kota harus mencapai nilai minimal 75 poin. Sementara itu, predikat tertinggi, yakni Adipura Kencana, hanya diberikan kepada daerah dengan nilai 85 poin, yang sejauh ini baru diraih oleh 10 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hanif menegaskan, daerah yang masih berstatus kota kotor tetap akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Menanggapi penilaian tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Seluruh elemen masyarakat di Kota Kretek harus terlibat aktif, mulai dari tingkat rumah tangga hingga dunia usaha.

Sam’ani juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan memilah sampah sejak dari rumah. Di sisi lain, pemerintah daerah telah melakukan langkah teknis di tempat pembuangan akhir (TPA), salah satunya dengan penutupan sampah menggunakan geotextile. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari rencana perubahan besar-besaran dalam sistem pengelolaan sampah di Kudus.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan di daerah, Sam’ani optimistis persoalan sampah di Kabupaten Kudus dapat diatasi secara bertahap. Upaya bersama ini diharapkan mampu mengangkat Kudus keluar dari predikat kota kotor sekaligus membuka jalan menuju pencapaian Adipura di masa mendatang.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Unit Tlogorejo Peduli, Salurkan Bantuan ke 12 Warga Kurang Mampu

    BRI Unit Tlogorejo Peduli, Salurkan Bantuan ke 12 Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 276
    • 0Komentar

    PATI – BRI Unit Tlogorejo, Pati, menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat sekitar dengan menyalurkan bantuan sembako kepada 12 warga kurang mampu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI untuk meringankan beban ekonomi warga yang membutuhkan. Kepala Unit BRI Tlogorejo, Mundhi Pranoto, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada para penerima di sekitar kantor […]

  • Pati Punya Tim Futsal Profesional Siap Bikin Kejutan

    Pati Punya Tim Futsal Profesional Siap Bikin Kejutan

    • calendar_month Kam, 6 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Kabupaten Pati kembali mencuri perhatian. Setelah heboh dengan kemunculan PSG Pati di Liga 2. Saat ini kompetisi kasta teratas futsal nasional bakal mendapat penantang baru dari Bumi Mina Tani yaitu tim Safin Futsal Club yang sudah mematok target tinggi finish peringkat 3. PATI – Safin Futsal Club (FC) menjadi pendatang baru di kompetisi Pro Futsal […]

  • Hilangkan Kejenuhan Dengan Masak

    Hilangkan Kejenuhan Dengan Masak

    • calendar_month Sen, 18 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Rosera Lisaria Citra Namanya Rosera Lisaria Citra. Biasa dipanggil Lisa. Dia adalah anak terakhir dari tiga bersaudara. Ia juga masih menjadi mahasiswa di STIE Bank BPD Jateng Semarang. Sukanya masak. Mulai dari sayur, cemilan, brownis kukus, pisang nugget, pisang bakar, Ice Cream, martabak manis dan lainnya. Menurutnya masak itu menyenangkan. Bahkan bisa menghilangkan Badmood. “Masak […]

  • DPRD Pati: Jalan Prawoto–Kudus, Jalur Penghubung Nyawa Ekonomi Warga Pati Selatan

    DPRD Pati: Jalan Prawoto–Kudus, Jalur Penghubung Nyawa Ekonomi Warga Pati Selatan

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.804
    • 0Komentar

    PATI – Kabar gembira hadir bagi seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Sukolilo. Setelah penantian panjang selama bertahun-tahun, pembangunan dan perbaikan ruas jalan penghubung Desa Prawoto menuju Kabupaten Kudus dipastikan akan mulai dikerjakan pada pekan depan. Kepastian pelaksanaan proyek strategis ini disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Siti Maudlu’ah. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Ungkap “Drama” Perpindahan Guru Bahasa Inggris

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Ungkap “Drama” Perpindahan Guru Bahasa Inggris

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 339
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati menyoroti permasalahan kekurangan guru Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tayu. Kondisi ini terungkap dalam rapat yang dihadiri oleh Kepala SMPN 1 Tayu, Sri Wahyuni. Sri Wahyuni menjelaskan bahwa dari total 41 guru di SMPN 1 Tayu, hanya empat yang merupakan guru […]

  • Giant Sea Wall: Langkah Strategis Jaga Keberlanjutan Sektor Perikanan Pantura

    Giant Sea Wall: Langkah Strategis Jaga Keberlanjutan Sektor Perikanan Pantura

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.159
    • 0Komentar

    PATI — Keberlangsungan hidup nelayan serta kemajuan sektor kelautan dan perikanan menjadi sorotan utama dalam pembahasan proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Proyek besar yang dirancang sebagai solusi atas banjir rob dan abrasi pantai ini diharapkan tidak justru menghambat roda perekonomian warga pesisir yang […]

expand_less