Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Dorong Revisi Permendag 8/2024: Batasi Impor Agar Produk Lokal Tidak Tertindas

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 26 Des 2025
  • visibility 1.467

JAKARTA – Fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menjadi perhatian publik di tengah situasi perlambatan ekonomi nasional. Menurut catatan Kementerian Ketenagakerjaan, periode Januari hingga November telah menyaksikan 79.302 pekerja kehilangan pekerjaan – dampak langsung dari pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar 5 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan bahwa penurunan kinerja ekonomi selama 10 bulan awal 2025 telah memicu peningkatan PHK di berbagai sektor.

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menilai angka PHK tersebut berpotensi terus naik hingga akhir 2025 dan meluas ke tahun 2026 jika pemerintah tidak segera mengambil langkah korektif.

“Ini bukan sekadar data statistik, tetapi gambaran nyata tekanan ekonomi yang dirasakan pekerja dan dunia usaha,” ujarnya.

Menurut Edy, sektor pengolahan adalah penyumbang terbesar terhadap PHK, diikuti oleh sektor perdagangan dan pertambangan. Salah satu faktor utama yang memicu adalah Permendag Nomor 8 Tahun 2024 yang membuka pintu lebar bagi impor. Akibatnya, produk lokal – terutama di sektor tekstil, alas kaki, dan industri padat karya – kalah saing dengan barang impor yang lebih terjangkau dan diminati oleh pasar domestik.

Selain itu, penurunan upah riil pekerja sejak tahun 2018 hingga 2024 seperti yang dicatat Bank Dunia telah menekan daya beli buruh. Hal ini terlihat dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal III 2025 yang hanya mencapai 4,89 persen, masih di bawah ambang 5 persen.

“Daya beli yang melemah berdampak pada penurunan konsumsi barang dan jasa, menekan produksi, dan berujung pada PHK lanjutan,” katanya.

Edy juga menyoroti tingginya biaya produksi yang membuat harga barang dan jasa kurang kompetitif. Kondisi ini membuat produk sulit diterima pasar, sehingga dunia usaha terpaksa melakukan efisiensi tenaga kerja.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang lemah juga memengaruhi pembukaan lapangan kerja dan kelangsungan usaha. Iklim investasi yang belum membaik menyebabkan jumlah lapangan kerja baru – terutama formal – sangat terbatas.

“Pemerintah harus segera memetakan persoalan PHK ini dan mengambil langkah konkret,” tuturnya.

Legislator Dapil Jawa Tengah III mendorong revisi Permendag 8/2024, dengan usulan pembatasan impor agar tidak menekan produk lokal, penurunan suku bunga perbankan untuk mendukung industri padat karya, pemberian insentif pajak dan harga energi, serta perpanjangan stimulus ekonomi seperti PTKP sebesar Rp10 juta.

Selain itu, Edy meminta pemerintah menyediakan pinjaman berbunga murah bagi perusahaan yang menghadapi kesulitan modal kerja, serta mendorong negosiasi ulang dengan kreditor bagi perusahaan pailit melalui dukungan atau penjaminan pembayaran utang agar usaha tetap berjalan dan lapangan kerja tidak hilang.

Dalam jangka menengah, perbaikan iklim investasi menjadi kunci untuk meningkatkan lapangan kerja. Edy mendorong pemberian insentif pajak dan kemudahan perizinan bagi investor baru, termasuk ajakan untuk mengelola aset perusahaan pailit dengan skema insentif pajak jangka panjang seperti kasus Sritex. Peran KBRI juga perlu dioptimalkan untuk mempromosikan peluang investasi di sektor potensial seperti pariwisata dan pertanian.

Edy mengingatkan bahwa peningkatan PHK akan berdampak langsung pada pengangguran terbuka dan kemiskinan. Data BPS Agustus 2025 menunjukkan bahwa pembukaan lapangan kerja hanya mencapai 1,99 juta, yang didominasi oleh sektor informal.

“Lapangan kerja formal yang sedikit dan tidak berkualitas akan memperburuk perlindungan pekerja dan meningkatkan risiko kemiskinan baru,” ujarnya.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp13.032 triliun selama periode 2025–2029 atau rata-rata Rp2.606 triliun per tahun. Dengan asumsi setiap Rp1 triliun investasi membuka 1.600 lapangan kerja, seharusnya tercipta sekitar 4,17 juta lapangan kerja per tahun.

“Faktanya, capaian pembukaan lapangan kerja kita masih jauh dari kebutuhan tersebut,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasib Persipa Muda di Tangan Kepala BKPP Pati

    Nasib Persipa Muda di Tangan Kepala BKPP Pati

    • calendar_month Kam, 27 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Jumani Saiful Arifin, Ketua Umum Persipa, secara resmi telah menunjuk Jumani menjadi manajer Persipa U-17 atau tim junior. Jumani, yang sehari-hari menjabat sebagai kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) ini akan mengemban amanat pembinaan pesepakbola muda di Bumi Mina Tani ini. ”Karena sifatnya pembinaan, Pak Jumani yang sangat menggemari sepak bola ini saya yakini […]

  • Bukan Pelajar, Aparatur Desa Ambil Peran Paskibraka di HUT ke-81 RI Juwana

    Bukan Pelajar, Aparatur Desa Ambil Peran Paskibraka di HUT ke-81 RI Juwana

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.720
    • 0Komentar

    PATI – Biasanya barisan pengibar Bendera Merah Putih di Alun-Alun Juwana diisi para pelajar. Namun pemandangan berbeda terlihat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Kali ini, kepala desa, sekretaris desa, hingga perangkat desa berdiri tegap dalam satu barisan mengemban tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera. Upacara dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan […]

  • Demokrat Pati Dapat Semangat Dari Ajang Rapimnas

    Demokrat Pati Dapat Semangat Dari Ajang Rapimnas

    • calendar_month Sab, 10 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Para pengurus Partai Demokrat Pati sebelum mengikuti Rapimnas di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor kemarin Lingkar Muria, BOGOR – DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati turut mengikuti kegiatan Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat kemarin. Selain ketua dan sekretaris, maupun fraksi, ada beberapa calon legislatif (caleg) baru yang juga […]

  • DPRD Pati Dukung Gerakan Pangan Murah untuk Kesejahteraan Masyarakat

    DPRD Pati Dukung Gerakan Pangan Murah untuk Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 253
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, melalui Komisi B, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi oleh pemerintah daerah. Dukungan ini diberikan sebagai upaya konkret dalam menjaga kedaulatan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pati. Menurut H. Sudi Rustanto, Anggota Komisi B DPRD Pati, kedaulatan pangan merupakan aspek […]

  • Komisi B DPRD Pati Apresiasi Rencana Pembangunan Pabrik Ikan

    Komisi B DPRD Pati Apresiasi Rencana Pembangunan Pabrik Ikan

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 316
    • 0Komentar

    PATI – Rencana pembangunan pabrik perikanan di Kabupaten Pati mendapat sambutan positif dari Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit. Pemerintah daerah tengah menjalin kerjasama dengan investor strategis, termasuk PT Sinar Mas Group dan investor dari Jakarta, untuk mewujudkan proyek ini. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Sudewo pada 11 Juni 2025, terungkap rencana pembangunan […]

  • Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Senilai Rp313 Juta Bagi Warga Terdampak Rob di Tunggulsari

    Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Senilai Rp313 Juta Bagi Warga Terdampak Rob di Tunggulsari

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.214
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk memantau secara ketat upaya penanganan banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Langkah ini diambil setelah dilakukan peninjauan langsung bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Selasa (23/6/2026). Penanganan difokuskan pada perbaikan empat bagian tanggul yang jebol dengan total panjang sekitar 450 meter, yang menjadi pintu […]

expand_less