Breaking News
light_mode

Lestari Moerdijat: Keragaman Pulau dan Suku Bukan Kelemahan, Tapi Kekuatan Indonesia

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 8 Des 2025
  • visibility 1.174

KUDUS – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (yang akrab disapa Rerie), menekankan pentingnya merawat kebhinekaan sebagai modal sosial terbesar bangsa Indonesia dalam menghadapi krisis multidimensi.

Pesan ini disampaikannya saat memberikan sosialisasi Empat Pilar MPR RI secara virtual kepada ratusan anggota Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK).

Acara yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan DPRD Kabupaten Kudus pada Minggu (7/12/2025) menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan global dan internal.

Dalam sambutannya, Rerie mengingatkan bahwa bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi krisis multidimensi. Faktor internal seperti penurunan penghargaan terhadap kemajemukan dan pemahaman agama yang sempit, serta faktor eksternal berupa arus globalisasi dan persaingan antar bangsa, menjadi tantangan yang nyata.

“Mau atau tidak mau, sadar atau tidak sadar, kita harus menyadari bahwa saat ini kita berhadapan dengan krisis multidimensi. Isu SARA, intoleransi, dan kekerasan atas nama agama jika terus didiamkan akan membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya penguatan National Character Building melalui empat konsensus kebangsaan: Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Secara khusus, ia menyoroti pilar Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi perekat di tengah keragaman geografis dan demografis Indonesia.

“Kita memiliki lebih dari 13.700 pulau, ratusan suku bangsa, dan keragaman budaya. Letak geografis dan bentang alam yang berbeda ini sesungguhnya bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang memperkaya kebinekaan kita,” tegasnya.

Politisi Partai NasDem ini menjelaskan bahwa keberagaman harus dimaknai sebagai modal sosial untuk membangun bangsa yang maju dan sejahtera. Ia memperingatkan bahwa jika keberagaman tidak dikelola dengan baik dalam bingkai persatuan, hal itu justru dapat memicu konflik dan perpecahan.

“Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi pada hakikatnya satu. Kesatuan adalah upaya untuk mempersatukan perbedaan suku, adat istiadat, ras, dan agama untuk menjadi satu yaitu bangsa Indonesia,” tambahnya.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk teman-teman disabilitas di Kudus, untuk terus mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan demi tercapainya keadilan sosial.

“Mempertahankan persatuan dan kesatuan adalah sebuah keniscayaan. Berbeda-beda dan bersatu mengisi perjuangan adalah mandat yang diberikan para founding fathers kepada kita sebagai penerus bangsa,” pungkasnya.

Acara sosialisasi ini berlangsung khidmat dan antusias, dengan kehadiran ratusan peserta dari FKDK yang berkomitmen untuk turut menjaga nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persiku Kudus Siapkan Strategi Khusus Redam Agresivitas Barito Putera

    Persiku Kudus Siapkan Strategi Khusus Redam Agresivitas Barito Putera

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 290
    • 0Komentar

    KUDUS – Persiku Kudus bertekad meraih poin penuh saat menjamu Barito Putera dalam lanjutan kompetisi Championship 2025/2026. Laga yang akan digelar di Stadion Wergu Wetan, Kudus, pada Jumat (10/10/2025) ini diprediksi akan dipenuhi ribuan suporter yang haus akan kemenangan. Pelatih Persiku Kudus, Alfiat, menegaskan bahwa timnya siap memberikan yang terbaik demi mengamankan tiga poin penting. […]

  • Daftar Temuan Bersejarah Balai Arkeologi di Jepara

    Daftar Temuan Bersejarah Balai Arkeologi di Jepara

    • calendar_month Ming, 27 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 518
    • 0Komentar

       Gunung Muria dari Desa Tempur Jepara/arlindhaa_ Kawasan semenanjung Muria memiliki sebaran situs-situs bersejarah yang kaya. Seperti yang ada di wilayah Kabupaten Jepara. Peninggalan masa Hindu-Budha itu diteliti dengan serius oleh Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta. JEPARA – Tim penelitian arkeologi menelusuri sejumlah tempat di Kabupaten Jepara yang diduga menyimpan situs bersejarah. Penelitian ini dilakukan pada […]

  • Anggota DPRD Pati, Muntamah Tekankan Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini

    Anggota DPRD Pati, Muntamah Tekankan Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Muntamah, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menekankan pentingnya pendidikan agama, terutama bagi anak-anak sejak usia dini. Sebagai anggota Komisi D, Muntamah menyatakan bahwa pendidikan agama merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter yang baik pada diri manusia. “Pendidikan agama adalah dasar untuk menciptakan manusia yang berkarakter,” tegasnya. Muntamah juga menyoroti […]

  • PPP Rumah Politik Kiai-Santri

    PPP Rumah Politik Kiai-Santri

    • calendar_month Sen, 28 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Istimewa “Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu partai warisan ulama yang menjadi bagian dari umat Islam. Karena itu harus kita perkuat PPP” Sekjen PPP Arwani Thomafi Secara historis, partai berlogo Kabah ini merupakan partai politik di Indonesia yang didirikan pada tanggal 5 Januari 1973, yang merupakan hasil fusi atau gabungan dari empat partai berbasis Islam pada […]

  • Anggota DPRD Pati Sayangkan Aksi Vandalisme Suporter, Imbau Dukungan Positif

    Anggota DPRD Pati Sayangkan Aksi Vandalisme Suporter, Imbau Dukungan Positif

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati sekaligus CEO Persipa Pati, Joni Kurnianto, mengecam tindakan vandalisme yang dilancarkan oleh suporter Kudus terhadap Persipa Pati, pada Rabu (2/10/2024). Ia menyayangkan aksi tersebut, mengingat seharusnya persaingan dalam dunia olahraga dijalankan dengan sportif dan saling menghormati. “Saya sangat menyayangkan aksi vandalisme ini. Sepak bola seharusnya menjadi wadah untuk menjunjung tinggi […]

  • Diduga Menghina Penjual Es Teh, Pendakwah Kondang Gus Miftah Panen Hujatan dari Netizen

    Diduga Menghina Penjual Es Teh, Pendakwah Kondang Gus Miftah Panen Hujatan dari Netizen

    • calendar_month Sel, 3 Des 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 260
    • 0Komentar

      NASIONAL – Sosok pendakwah kondang, Gus Miftah kembali menuai perhatian publik setelah tindakannya terhadap seorang pedagang es dalam sebuah acara bersholawat di Magelang, Jawa Tengah, dianggap tidak pantas. Dalam video yang beredar di media sosial, salah satunya diunggah akun TikTok @wawanfotochanel, terlihat Gus Miftah melontarkan candaan yang dinilai merendahkan pedagang tersebut. Bercanda sambil tertawa, […]

expand_less