Breaking News
light_mode

Segera Daftarkan Kebudayaan Muria jadi Warisan Nasional

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
  • visibility 190

 

 

Kegiatan monitoring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Kampung Budaya Piji Wetan

KUDUS – Kepala Bidang Kebudayaan
Disbudpar Kabupaten Kudus Roro Lilik Ngesti W, mengaku simpatik dengan apa yang
sudah dilakukan oleh masyarakat Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau. Rencananya
ia akan mengajukan legalitas kebudayaan masyarakat Muria ini sebagai warisan
nasional.

“Termasuk kebutuhan administratif
lainnya juga segera kami upayakan agar kebudayaan masyarakat Muria, khususnya
Piji Wetan Desa Lau ini bisa diakui secara nasional,” jelasnya saat mengikuti kunjungan
tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau,
pada Rabu (04/11/20).

Inisiator Kampung Budaya Piji Wetan
Desa Lau Muchammad Zaini menjelaskan agenda terdekat yang sedang disiapkan oleh
warga yakni peresmian. Bersamaan dengan itu, tim kreatif juga tengah menyiapkan
dokumen pemajuan kemajuan desa (DPKD) untuk bisa digunakan sebagai landasan
dalam mengurus dokumen administratif lainnya.

“Dengan DPKD itu juga nantinya kita
bisa memetakan secara lebih komprehensif potensi apa saja yang bisa kami angkat
dan bangun,” papar Wakil Ketua Lesbumi Kabupaten Kudus ini.

Untuk diketahui, upaya pemajuan
kebudayaan desa terus digenjot oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia (Kemdikbud RI). Salah satu langkah konkritnya yaitu dengan
mengadakan monitoring dan evaluasi (Monev) di Kampung Budaya Piji Wetan.

Hadir dalam acara ini Tim Monev
Ditjen Kebudayaan Eko Sukarno, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Kudus Roro
Lilik Ngesti W, Kasi Sejarah Permuseuman dan Kepurbakalaan Mitta Hermawati,
Anggota Badan Permusyawaratan Desa Lau Wagiman Sutrisno, serta tokoh masyarakat
Piji Wetan Desa Lau.

Ketua Tim sekaligus Kasubpokja
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Cagar Budaya Kemdikbud RI, Eko Sukarno,
mengatakan monitoring ini adalah tindak lanjut dari kegiatan Lomba Cerita Budaya
Desaku yang digelar pada Agustus-September 2020, kemarin
 

“Lomba itu dan monev hari ini
termasuk bagian dari pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk memberi
rangsangan kepada masyarakat untuk tetap berkarya di masa pandemi,” ujar Eko.

Sesuai dengan tagline yang diusung,
tujuan utamanya tentu supaya generasi muda bisa mengetahui budaya desanya.
Generasi muda diharapkan juga mengerti makna serta filosofinya dan mau
melestarikan budaya tersebut secara berkesinambungan dengan generasi
sebelumnya.

“Bila sudah begitu, ini diharapkan
bisa berkelanjutan menjadi aktivitas dan kegiatan yang produktif dan
memakmurkan masyarakat berbasis budaya,” imbuh Eko. (hus)

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Raya, Harga Jatuh Petani Bawang Merah Mengeluh

    Panen Raya, Harga Jatuh Petani Bawang Merah Mengeluh

    • calendar_month Sen, 6 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    PATI – Bukannya kegirangan yang dialami petani bawang merah, musim panen raya mereka malah mengeluh. Hal itu lantaran harga bawang merah yang jatuh. Saat panen begini harga jual dari petani justru mengalami penurunan jauh. Seperti yang dialami petani bawang merah di Desa Sidoarjo Kecamatan Wedarijaksa. Informasi yang dihimpun, saat ini harga jual bawang merah dari […]

  • Anggota DPRD Pati Joni Kurnianto Ungkap Pati Punya Potensi di Industri Olahraga

    Anggota DPRD Pati Joni Kurnianto Ungkap Pati Punya Potensi di Industri Olahraga

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 186
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati terus berupaya menarik investor untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah. Terutama dengan ketersediaan lahan yang luas dan biaya hidup yang relatif murah, Pati dinilai memiliki daya saing yang tinggi. “Kabupaten Pati memiliki lahan yang luas, masih banyak tersedia untuk investor,” ujar Joni Kurnianto, anggota DPRD Kabupaten Pati. “Kami mendorong agar semua pihak […]

  • Bupati Pati Jembatani Dialog Buruh-Pengusaha, UMK Pati Naik Jadi Rp 2.485.000

    Bupati Pati Jembatani Dialog Buruh-Pengusaha, UMK Pati Naik Jadi Rp 2.485.000

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.299
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati melakukan upaya menjembatani aspirasi buruh mengenai penyesuaian Upah Minimum Kabupaten (UMK) dalam pertemuan yang berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Pati, senin (22/12/2025). Acara yang menghadirkan serikat pekerja dan pengusaha bertujuan untuk mencapai keputusan seimbang yang mengedepankan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga kelancaran iklim usaha. Bupati Pati Sudewo menyampaikan bahwa pihaknya telah […]

  • Dinas Perikanan Jepara saat meninjau tambak bandeng di Donorojo Jepara.

    Cerita Bandeng Kartini dari Donorojo Jepara yang Dikenal Istimewa

    • calendar_month Sel, 3 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Jepara memiliki hasill budidaya ikan bandeng yang terkenal memilliki kuaitas sangat baik, yaitu bandeng kartlilnil di Ujungwatu, Donorojo.

  • Lesbumi PCNU Pati dan Jemaah Langgar Mbah Wiro Padi Kolaborasi Sukses Gelar Ngaji Budaya

    Lesbumi PCNU Pati dan Jemaah Langgar Mbah Wiro Padi Kolaborasi Sukses Gelar Ngaji Budaya

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 249
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pati bekerja sama dengan Jemaah Langgar Makam Mbah Wiro Padi Pasucen sukses menggelar acara Ngaji Budaya bertajuk “Jawa Njawani, Lesbumi Ngrukti”. Acara ini diadakan di halaman Langgar Makam Mbah Wiro Padi, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, pada hari Minggu (21/9/2025) malam, dalam rangka memperingati Maulid […]

  • Tongtek Berujung Tawuran di Sukolilo: Polisi Amankan Belasan Remaja dan Terapkan Restorative Justice

    Tongtek Berujung Tawuran di Sukolilo: Polisi Amankan Belasan Remaja dan Terapkan Restorative Justice

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.472
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah perkelahian antar dukuh yang dipicu oleh kegiatan “tongtek” (membangunkan sahur dengan musik keliling) sempat menghebohkan media sosial dan warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Insiden yang terjadi pada Minggu dini hari (22/2/2026) ini segera ditangani oleh Polsek Sukolilo, yang berhasil mengamankan sejumlah remaja yang terlibat. Peristiwa ini bermula sekitar pukul 02.30 […]

expand_less