Breaking News
light_mode

Kolak Sajian Berbuka yang Lengkap dan Islami

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 15 Apr 2021
  • visibility 283

 

selerarasa.com

Siapa tidak tahu kolak. Kuliner khas Ramadan ini begitu melekat bagi
kaum muslim di Indonesia. Menu kolak bahkan menjadi sajian wajib saat berbuka
puasa. Rasanya yang manis dan segar membuat tenggorokan dan perut seperti
dimanjakan dalam satu sendok kolak.

Kolak yang paling populer adalah kolak pisang. Namun seiring waktu kolak
berkembang lebih beragam. Ada kolak ubi, kolak singkong, hingga kolak kolang
kaling. Satu mangkuk kolak yang nikmat cukup sederhana pembuatannya. Bahannya terdiri
dari santan, gula merah atau gula aren, garam, dan bahan utama, misalnya pisang
atau ubi.

Dari bahan-bahan itu, kolak boleh disebut menjadi sajian berbuka yang
lengkap. Manis dari gula dan isian pisang atau ubi akan menghadirkan sensasi
yang segar dan mengenyangkan perut.

Karena identik dengan Ramadan, ada yang berpandangan sajian kolak ini
punya arti lebih dari sekadar menu berbuka. Sebagaimana kuliner yang
berkenaan dengan ritual Islam, seperti apem dan kupat, website sejarah
Historia menyebut, penamaan kolak juga dikaitkan dengan bahasa Arab.

Dwi Cahyono, arkeolog dan dosen sejarah Universitas Negeri Malang,
mengutip pendapat Kyai Hasbullah dari Pondok Pinang, Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan, bahwa kata kolak berasal dari bahasa Arab, yaitu kul laka artinya makanlah,
untukmu. Pendapat lain dari kata khala atau kholaqo. Kata ini
bisa diturunkan menjadi kholiq atau khaliq yang berarti
pencipta, pencipta alam semesta yang menunjuk kepada Allah Swt.

 “Selain berarti pencipta, dapat
pula berarti: Tuhan yang disembah, Pengatur dan Pemelihara, Pemberi bentuk, dan
Tuhan Yang Maha Perkasa. Sebutan ini dijadikan media untuk mendekatkan diri
kepada Allah,” ujar Dwi.

Unsur-unsur kolak pun dikaitkan dengan ajaran Islam. Pisang kepok yang
paling umum digunakan merujuk pada kapok, dalam bahasa
Jawa berarti jera. Penganan ini mengingatkan agar manusia jera berbuat
dosa dan segera bertobat kepada Allah Swt. 

Isian lainnya, ubi, dalam bahasa Jawa disebut telo pendem.
Filosofinya manusia harus mengubur kesalahannya dalam-dalam. Ada juga yang
menghubungkan dengan kematian. Kolak adalah media pengingat, suatu saat manusia
pasti mati dan kemudian dikubur (dipendem).

Unsur lain dalam kolak adalah santan. Dalam bahasa Jawa disebut santen,
kependekan dari pangapunten. Orang Jawa menggunakan kata ini sebagai
permohonan maaf. Kolak pun menjadi media pengingat agar manusia seantiasa
meminta maaf atas kesalahannya. (yan)

 

 

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak Festival Kajen VII Bedah Sebelas Buku

    Semarak Festival Kajen VII Bedah Sebelas Buku

    • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Salah satu acara Festival Kajen tahun 2021 ini PATI – Sekelompok pemuda Desa Kajen, Margoyoso yang tergabung dalam komunitas budaya Kaneman Kajen Jonggringan (Kanjengan) turut memeriahkan Haul Waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin. Haul Sang Wali diperingati setiap bulan Muharram.   Kanjengan menggelar serangkaian acara yakni bincang buku, peluncuran buku, kidungan manuskrip dan ngaji bareng di puncak […]

  • Sekolah di Pati Diduga Lakukan Pungli, Komisi D DPRD Lakukan Investigasi

    Sekolah di Pati Diduga Lakukan Pungli, Komisi D DPRD Lakukan Investigasi

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 362
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Pati tengah menyelidiki laporan dugaan pungutan liar (pungli) di sejumlah sekolah di Kabupaten Pati. Ketua Komisi D, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan keprihatinan atas praktik pungli yang membebani orang tua siswa. “Kalau ada unsur pidana, kami akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri atau Polresta Pati. Ini persoalan serius, karena pungli melanggar aturan […]

  • Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama Dilepas dengan Tradisi Pedang Pora

    Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama Dilepas dengan Tradisi Pedang Pora

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 268
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati menggelar tradisi pedang pora untuk melepas Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, S.I.K., M.H., yang mendapat tugas baru sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Kepulauan Riau. Acara penuh haru ini berlangsung Jumat (18/4/2025), dihadiri pejabat utama, personel, PNS, dan purnawirawan Polri. Pengalungan bunga dan penyerahan buket bunga kepada Kombes Andhika dan istri menambah […]

  • Tingkah Mahasiswa UIN Walisongo Jadi Badut Hibur Pasien Corona

    Tingkah Mahasiswa UIN Walisongo Jadi Badut Hibur Pasien Corona

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

      Aksi badut yang diperankan mahasiswa UIN Walisongo menghibur para peserta isolasi terpusat di rumah dinas Walikota Semarang. Gelak tawa pecah di pelataran rumah dinas Walikota Semarang, Minggu (1/8/2021). Sejumlah pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri terpusat tampak gembira. Hari itu mereka mendapat hiburan gratis dari para badut  yang merupakan mahasiswa UIN Walisongo Semarang. […]

  • Wabup Safin : Cukup Silaturahmi Virtual

    Wabup Safin : Cukup Silaturahmi Virtual

    • calendar_month Sen, 10 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Pati Saiful Arifin meminta masyarakat agar tidak risau untuk melakukan silaturahmi pada saat lebaran nanti. Untuk menghindari penularan Covid-19, pria yang akrab disapa Safin ini meminta masyarakat untuk cukup bersilaturahmi secara virtual saja. Hal ini mengingat perkembangan teknologi sudah sedemikian maju. Masyarakat juga telah dimudahkan dengan ragam fitur panggilan video di berbagai platform. […]

  • Ketua DPRD Pati Minta Pemdes Sosialisasikan Pemahaman Politik untuk Cegah Konflik

    Ketua DPRD Pati Minta Pemdes Sosialisasikan Pemahaman Politik untuk Cegah Konflik

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 300
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, meminta Pemerintah Desa (Pemdes) untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman politik. Hal ini disampaikannya mengingat perbedaan pandangan politik seringkali memicu konflik dan mengancam kerukunan antar warga. “Masyarakat perlu adanya edukasi politik yang baik. Peran Pemdes sangat dibutuhkan, agar desa tetap aman,” tegasnya. Khususnya menjelang Pemilihan Kepala […]

expand_less