Breaking News
light_mode

Panen Padi Sawah Tadah Hujan Ramah Lingkungan di Pucakwangi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 19 Jun 2021
  • visibility 242

 

Kegiatan panen padi varietas unggul baru di lahan seluas lima hektare Desa Sokopuluhan, Pucakwangi, Pati

Upaya peningkatan pertanian di Indonesia
perlu dilakukan. Terlebih, selama masa pandemi Covid-19 ini, dalam dua tahun
terakhir satu-satunya sektor yang bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi adalah
pertanian.

PATI, Pucakwangi – Sepanjang
mata memandang tanaman padi menguning dengan bulir-bulir gabah yang terisi
penuh terhampar seluas lima hektare di sawah tadah hujan ramah lingkungan di
area sawah Dusun Playon, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Pati.

Pagi itu Balai Penelitian
Lingkungan Pertanian  (Balingtan)
mengadakan kegiatan panen bersama demfarm pengembangan padi sawah tadah hujan
ramah lingkungan, Kamis (17/6/2021).

Kegiatan ini antara lain
dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry
Djufry, dan sejumlah pejabat terkait. Ada pula sejumlah perwakilan petani
setempat.

Untuk diketahui, demfarm
pengembangan varietas unggul baru (VUB) padi sawah tadah hujan ramah lingkungan
ini mencakup luasan lima hektare dengan melibatkan delapan petani pemilik
lahan.

Bupati Pati Haryanto bersyukur,
di tengah pandemi covid-19, inovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan di bidang
pertanian masih bisa dilakukan.

Menurut Bupati,
pengembangan pertanian memang sangat cocok dilakukan di Pati, terutama inovasi
pengembangan VUB sawah tadah hujan. Bagus untuk dikembangkan di daerah
Pucakwangi, dan di daerah Jaken, Jakenan, Batangan, serta Juwana yang sebagian
lahannya kering. Adapun di wilayah utara seperti Trangkil, Wedarijaksa,
sebagian Pati, dan Tayu sebagian besar lahan irigasi.

Bupati menyebut, selama ini
hasil pertanian padi di Pati selalu surplus. Tidak kurang dari 250 ribu ton per
tahun. Dia berharap, pengembangan varietas baru di lahan tadah hujan ini bisa
semakin meningkatkan produksi.

“Mudah-mudahan temuan baru
ini meningkatkan hasil produksi pertanian,” harap dia.

Kepala Badan Litbang
Pertanian Fadjry Djufry menuturkan, upaya peningkatan pertanian di Indonesia
memang harus perlu dilakukan. Terlebih, selama masa pandemi Covid-19 ini, dalam
dua tahun terakhir satu-satunya sektor yang bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi
adalah pertanian.

“Semua sektor lain minus
sekarang. Kalau pertanian tidak bergerak, bagaimana mencukupi kebutuhan pangan
270 juta warga Indonesia? Awal pandemi ada lockdown, lalu menteri menyampaikan
Kementan tidak bisa berhenti. Karena itu kami tidak berhenti ke lapangan, bukan
berarti tidak peduli adanya covid,” tutur dia.

Berdasarkan rilis dari
Balingtan, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, yang merupakan
kepanjangan tangan dari Badan Litbang Pertanian, pengembangan VUB di sawah
tadah hujan Sokopuluhan ini mengimplementasikan teknologi Panca Kelola Ramah
Lingkungan (Ramli).

Panca Kella Ramli ini
terdiri atas lima komponen. Pertama, penggunaan VUB jenis Inpari 38, Inpari 39,
Inpari 41, dan Cisaat dengan jajar tanam legowo (jarwo).

Penanaman VUB dengan sistem
jarwo 2:1 dan 4:1 diyakini dapat meningkatkan populasi tanaman sehingga dapat
meningkatkan produksi.

Kedua, pemanfaatan air
permukaan dan sumur air dalam. Ketiga, pemupukan berimbang, keempat pemberian
bahan organik, dan kelima, pengendalian hama terpadu menggunakan pestisida
nabati.

Abdul Kholiq, satu di
antara petani setempat yang lahannya digunakan untuk uji coba pengembangan ini,
berterima kasih atas arahan dan bimbingan yang diberikan Balingtan. Meliputi
persemaian bibit, pengolahan lahan, hingga sistem penanaman jarwo.

Kholiq mengaku, sistem
jarwo ini merupakan hal baru baginya. Bahkan setelah 40 tahun bekerja sebagai
petani, baru kali ini dia mengenal sistem ini.

Ia mengaku sempat ragu
dengan sistem ini. Dia merasa banyak bagian lahan yang muspro karena penanaman
padi dengan sistem ini. Namun demikian, ia diyakinkan oleh pihak Balingtan
bahwa hasil produksi justru akan lebih baik karena sistem jarwo dapat
mengoptimalkan pemanfaatan radiasi surya serta memudahkan perawatan,
penanggulangan gulma, dan aplikasi pemupukan. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Buruk di Putaran Pertama Suporter Persijap Tuntut Kejelasan Manajemen

    Hasil Buruk di Putaran Pertama Suporter Persijap Tuntut Kejelasan Manajemen

    • calendar_month Rab, 27 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

      JEPARA – Suporter Persijap Jepara kompak melayangkan petisi kepada manajemen dalam hal ini PT Jepara Raya Multitama yang menjadi badan hukum Persijap. Ada enam tuntutan yang ditandatangani tiga perwakilan kelompok supporter, Jetman, Banaspati dan Curva Nord Syndicate. Tuntutannya mulai dari kejelasan status headcoach Jaya Hartono sampai kejelasan target manajemen di kompetisi Liga 2 musim […]

  • Impor Beras Bisa Lukai Petani

    Impor Beras Bisa Lukai Petani

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Komandan Kodim (Dandim) 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan menyebut, kebijakan impor beras dinilai akan melukai para petani di Kabupaten Pati. Sebab hasil panen di Kabupaten Pati setiap tahunnya saja justru surplus. Hal itu disampaikannya dalam panen raya padi di Desa Wotan Kecamatan Sukolilo, Pati, (Rabu, 7/2/18) bersama Menteri pertanian Andi Amran […]

  • Edy Supriyanta Diusulkan Jadi PJ Bupati Jepara Lagi

    Edy Supriyanta Diusulkan Jadi PJ Bupati Jepara Lagi

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

      Edy Supriyanta, PJ Bupati Jepara  JEPARA – DPRD Jepara mengusulkan 3 nama kepada Kemendagri untuk mengisi posisi Penjabat Bupati Jepara. Menariknya nama PJ Bupati Jepara saat ini Edy Supriyanta kembali diusulkan. Apakah layak dia memimpin Jepara lagi? Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif mengungkapkan kinerja PJ Bupati Jepara yang dijabat Edy Supriyanta cukup baik berdasarkan […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Serius Bina Sektor Perkebunan, Dorong Inovasi Pengolahan Buah

    DPRD Pati Minta Pemkab Serius Bina Sektor Perkebunan, Dorong Inovasi Pengolahan Buah

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 294
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk lebih serius dalam membina sektor perkebunan. Hal ini menyusul melimpahnya hasil buah-buahan dari petani kebun di wilayah tersebut, khususnya di kawasan lereng Gunung Muria. Ketua sementara DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyatakan kekagumannya atas keberhasilan para petani kebun. Ia mendorong […]

  • The Power of Rekanita IPPNU, Masker Gratis untuk Semua

    The Power of Rekanita IPPNU, Masker Gratis untuk Semua

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Aksi sosial yang dilakukan PAC IPNU IPPNU keling, Jepara  Pemerintah pusat telah mengimbau masyarakat menggunakan masker. Atas rekomendasi dari badan kesehatan dunia WHO. Semua masyarakat diharapkan memakai masker, terutama saat ke luar rumah. Masker menjadi salah satu bentuk pencegahan persebaran wabah virus corona sekarang ini. Disamping gerakan cuci tangan, budaya hidup sehat, serta menaati imbauan-imbauan […]

  • DPRD Pati Dorong Batik Tulis Asal Desa Soneyan Lebih Dikembangkan

    DPRD Pati Dorong Batik Tulis Asal Desa Soneyan Lebih Dikembangkan

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 241
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Maulana Andhika Prasetya, mendorong promosi batik tulis asal Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, melalui media sosial. Batik tulis Soneyan yang memiliki ciri khas motif topeng dan filosofi budaya, menurutnya, perlu dikenal lebih luas di masyarakat. “Kerajinan batik tulis Soneyan sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan merupakan warisan leluhur,” ujarnya. Maulana […]

expand_less