Breaking News
light_mode

Panen Padi Sawah Tadah Hujan Ramah Lingkungan di Pucakwangi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 19 Jun 2021
  • visibility 333

 

Kegiatan panen padi varietas unggul baru di lahan seluas lima hektare Desa Sokopuluhan, Pucakwangi, Pati

Upaya peningkatan pertanian di Indonesia
perlu dilakukan. Terlebih, selama masa pandemi Covid-19 ini, dalam dua tahun
terakhir satu-satunya sektor yang bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi adalah
pertanian.

PATI, Pucakwangi – Sepanjang
mata memandang tanaman padi menguning dengan bulir-bulir gabah yang terisi
penuh terhampar seluas lima hektare di sawah tadah hujan ramah lingkungan di
area sawah Dusun Playon, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Pati.

Pagi itu Balai Penelitian
Lingkungan Pertanian  (Balingtan)
mengadakan kegiatan panen bersama demfarm pengembangan padi sawah tadah hujan
ramah lingkungan, Kamis (17/6/2021).

Kegiatan ini antara lain
dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry
Djufry, dan sejumlah pejabat terkait. Ada pula sejumlah perwakilan petani
setempat.

Untuk diketahui, demfarm
pengembangan varietas unggul baru (VUB) padi sawah tadah hujan ramah lingkungan
ini mencakup luasan lima hektare dengan melibatkan delapan petani pemilik
lahan.

Bupati Pati Haryanto bersyukur,
di tengah pandemi covid-19, inovasi dalam mewujudkan ketahanan pangan di bidang
pertanian masih bisa dilakukan.

Menurut Bupati,
pengembangan pertanian memang sangat cocok dilakukan di Pati, terutama inovasi
pengembangan VUB sawah tadah hujan. Bagus untuk dikembangkan di daerah
Pucakwangi, dan di daerah Jaken, Jakenan, Batangan, serta Juwana yang sebagian
lahannya kering. Adapun di wilayah utara seperti Trangkil, Wedarijaksa,
sebagian Pati, dan Tayu sebagian besar lahan irigasi.

Bupati menyebut, selama ini
hasil pertanian padi di Pati selalu surplus. Tidak kurang dari 250 ribu ton per
tahun. Dia berharap, pengembangan varietas baru di lahan tadah hujan ini bisa
semakin meningkatkan produksi.

“Mudah-mudahan temuan baru
ini meningkatkan hasil produksi pertanian,” harap dia.

Kepala Badan Litbang
Pertanian Fadjry Djufry menuturkan, upaya peningkatan pertanian di Indonesia
memang harus perlu dilakukan. Terlebih, selama masa pandemi Covid-19 ini, dalam
dua tahun terakhir satu-satunya sektor yang bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi
adalah pertanian.

“Semua sektor lain minus
sekarang. Kalau pertanian tidak bergerak, bagaimana mencukupi kebutuhan pangan
270 juta warga Indonesia? Awal pandemi ada lockdown, lalu menteri menyampaikan
Kementan tidak bisa berhenti. Karena itu kami tidak berhenti ke lapangan, bukan
berarti tidak peduli adanya covid,” tutur dia.

Berdasarkan rilis dari
Balingtan, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, yang merupakan
kepanjangan tangan dari Badan Litbang Pertanian, pengembangan VUB di sawah
tadah hujan Sokopuluhan ini mengimplementasikan teknologi Panca Kelola Ramah
Lingkungan (Ramli).

Panca Kella Ramli ini
terdiri atas lima komponen. Pertama, penggunaan VUB jenis Inpari 38, Inpari 39,
Inpari 41, dan Cisaat dengan jajar tanam legowo (jarwo).

Penanaman VUB dengan sistem
jarwo 2:1 dan 4:1 diyakini dapat meningkatkan populasi tanaman sehingga dapat
meningkatkan produksi.

Kedua, pemanfaatan air
permukaan dan sumur air dalam. Ketiga, pemupukan berimbang, keempat pemberian
bahan organik, dan kelima, pengendalian hama terpadu menggunakan pestisida
nabati.

Abdul Kholiq, satu di
antara petani setempat yang lahannya digunakan untuk uji coba pengembangan ini,
berterima kasih atas arahan dan bimbingan yang diberikan Balingtan. Meliputi
persemaian bibit, pengolahan lahan, hingga sistem penanaman jarwo.

Kholiq mengaku, sistem
jarwo ini merupakan hal baru baginya. Bahkan setelah 40 tahun bekerja sebagai
petani, baru kali ini dia mengenal sistem ini.

Ia mengaku sempat ragu
dengan sistem ini. Dia merasa banyak bagian lahan yang muspro karena penanaman
padi dengan sistem ini. Namun demikian, ia diyakinkan oleh pihak Balingtan
bahwa hasil produksi justru akan lebih baik karena sistem jarwo dapat
mengoptimalkan pemanfaatan radiasi surya serta memudahkan perawatan,
penanggulangan gulma, dan aplikasi pemupukan. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asistensi Kemendagri untuk Masa Transisi, DPRD Pati Berikan Dukungan Penuh

    Asistensi Kemendagri untuk Masa Transisi, DPRD Pati Berikan Dukungan Penuh

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.249
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B dan Komisi C DPRD Kabupaten Pati turut mendukung asistensi yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, yang bertujuan menjaga stabilitas penyelenggaraan pemerintahan di masa transisi kepemimpinan. Hal itu disampaikan setelah kedua ketua komisi, Muslihan dan Joni Kurnianto, menghadiri rapat koordinasi antara Pemkab Pati dan Kemendagri di Ruang […]

  • Antisipasi Tunggakan Pajak Miliaran di Keling dan Sekitarnya, Gerai Samsat Kelet Dibuka

    Antisipasi Tunggakan Pajak Miliaran di Keling dan Sekitarnya, Gerai Samsat Kelet Dibuka

    • calendar_month Jum, 2 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    DOKUMEN DISKOMINFO JEPARA JEPARA – Tunggakan pajak kendaraan di wilayah Kecamatan Keling dan sekitarnya cukup tinggi, nilai pajaknya mencapai miliaran rupiah. Untuk mengantisipasi adanya tunggakan tersebut, Badan Pengeloaan Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jateng bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara membuka Samsat Gerai Kelet, di Desa Kelet Kecamatan Keling atau di depan RSUD dr Rehatta. Pembukaan Gerai […]

  • Pati Bergelora, Ribuan Massa Dukung Ganjar-Mahfud di Kampanye Akbar

    Pati Bergelora, Ribuan Massa Dukung Ganjar-Mahfud di Kampanye Akbar

    • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 355
    • 0Komentar

    PATI – Kampanye akbar untuk pasangan capres-cawapres 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, yang digelar di Lapangan Kayen, Pati. Kampanye yang diadakan pada siang kemarin (29/01/2024) berhasil menarik ribuan massa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati. Lapangan Kayen dipenuhi oleh atribut berwarna merah, bendera, dan poster yang dibawa oleh para peserta kampanye. Peserta kampanye juga […]

  • MA Salafiyah Kajen Gelar Acara ‘Unjuk Kinerja’ untuk Kembangkan Mental Peserta Didik

    MA Salafiyah Kajen Gelar Acara ‘Unjuk Kinerja’ untuk Kembangkan Mental Peserta Didik

    • calendar_month Rab, 5 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 281
    • 0Komentar

    PENDIDIKAN – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen Kabupaten Pati mengadakan acara “Unjuk Kinerja” dengan tujuan melatih dan mengembangkan mental peserta didik agar memiliki wawasan dan karakter yang baik. Acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu – Kamis (5-6/6/2024), di halaman barat MA Salafiyah Kajen. Ketua Pelaksana, Ahmad Rofiq, S.Pd.I, menjelaskan bahwa tujuan “Unjuk Kinerja” […]

  • Polisi Tangkap Begal Berpistol di Demak

    Polisi Tangkap Begal Berpistol di Demak

    • calendar_month Sel, 25 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

      Barang bukti pistol air softgun yang digunakan untuk aksi begal diamankan. Tak butuh waktu lama begal berpistol di Demak berhasil dibekuk aparat kepolisian. Sebelumnya kawanan begal ini sudah beraksi sebanyak dua kali. Atas perbuatannya itu para pelaku diancam dengan hukuman 9 tahun penjara. DEMAK – Unit Reskrim Polsek Mijen Polres Demak berhasil menangkap 2 […]

  • Jadi Langganan Banjir, Tata Parkir Kapal Jadi Sorotan

    Jadi Langganan Banjir, Tata Parkir Kapal Jadi Sorotan

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

      Lingkar Muria, PATI – Banjir menjadi langganan di Kecamatan Juwana. Ada enam desa di kecamatan tersebut yang kerap tergenang banjir tiap musim penghujan tiba di kecamatan setempat. Meliputi Desa Kedungpancing, Bumirejo, Ketip, Doropayung, Jepuro, dan Tluwah. Khususnya Desa Kedungpancing terdampak banjir karena lokasinya yang berimpitan dengan alur Sungai Silugonggo. Kepala Desa Kedungpansing Didik Narwadi […]

expand_less