Breaking News
light_mode

Asyiknya Belajar Mengolah Sampah Mahasiswa PPG UPGRIS

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 30 Mei 2023
  • visibility 290

 

Keseruan program mengolah sampah oleh mahasiswa PPG UPGRIS. 

Keseruan dirasakan anak-anak TPQ Al-Falah Perum BPI, Purwoyoso, Ngaliyan Kota Semarang, 17-25 Mei 2023. Mereka diajari cara memilah dan mengolah sampah, dalam program Gerakan Memilah dan Mengolah Sampah (GEMMES) yang dilakukan oleh Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas PGRI Semarang (Upgris).

SEMARANG – Kegiatan ini merupakan pelaksanaan mata kuliah Proyek Kepemimpinan PPG Prajabatan Gelombang 2 tahun 2022 Universitas PGRI Semarang Bidang Matematika dari Tim Kelas A yang beranggotakan tujuh mahasiswa, yang dilaksanakan pada 17-25 Mei 2023.


Ketujuh mahasiswa tersebut ialah Ana Muslihatun, Azizah, Destiana Putri Cahyani, Dimas Abdul Aziz, Eva Muzdalifah, Hanung Unggul Prastawa, dan Ma`rifatul Mukaromah.

 

Para mahasiswa dibantu dosen pendamping, yakni Achmad Buchori.


Koordinator Tim, Hanung Unggul Prastawa, mengatakan bahwa tujuan dari proyek GEMMES ini adalah meningkatkan kesadaran peserta TPQ, baik santri maupun pengajar atau ustazah, terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. 


“Kami juga memperkenalkan konsep pemilahan dan pengolahan sampah. Peserta TPQ belajar bagaimana membedakan sampah organik dan anorganik serta mengolah sampah organik dan anorganik secara bermanfaat,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (30/5/2023).


Dia menambahkan, GEMMES juga diharapkan bisa meningkatkan kreativitas dan wawasan terkait kepedulian lingkungan.


Hanung menyebut, hal ini dicapai melalui lomba pembuatan poster dengan tema “Peduli Lingkungan”, mewarnai tong sampah, dan pelatihan eccur (eco curtain).


“Peserta TPQ didorong untuk mengembangkan kreativitas mereka demi kebermanfaatan dalam menyampaikan pesan-pesan kesadaran lingkungan,” ujar dia.


Hanung menambahkan, tujuan lain dari kegiatan ini ialah membentuk kepedulian lingkungan yang berkelanjutan.


Dia mengatakan, TPQ Al-Falah Perum BPI diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu juga menginspirasi orang lain untuk ikut berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan.


“Secara keseluruhan, tujuan dari kegiatan GEMMES adalah untuk menciptakan kepedulian lingkungan yang holistik, melibatkan semua peserta TPQ, dan memberikan dampak positif dalam menjaga kebersihan, kelestarian, serta keindahan lingkungan di TPQ Al-Falah BPI Ngaliyan Kota Semarang,” papar dia.


Kegiatan diawali pada Rabu (17/5/2023) pukul 16.00 WIB dengan perkenalan tim dilanjutkan sosialisasi kepada peserta TPQ mengenai GEMMES. 


Peserta diberi pengetahuan tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik melalui presentasi yang disampaikan oleh Hanung sebagai Koordinator Tim. 


Keesokan harinya, Kamis (18/5/2023), peserta TPQ diajak mempraktikkan pemilahan sampah organik dan anorganik. 


Mereka juga mendapatkan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan komposter yang telah disiapkan.


Selanjutnya, Rabu (24/5/2023) dilaksanakan pelatihan eccur (eco curtain) dan pengadaan tempat sampah. 


Tim GEMMES yang dibantu ustazah TPQ memberi pelatihan tentang cara mengolah sampah anorganik berupa gelas plastik bekas menjadi karya seni berupa eccur. 


Selain itu, tim juga menyediakan tempat sampah yang berbeda untuk diwarnai bersama santri guna memudahkan pemilahan sampah organik dan anorganik.


Hari terakhir, Kamis (25/5/2023), dilakukan pengumuman lomba pembuatan poster dengan tema “Peduli Lingkungan”.


“Dengan rasa syukur yang mendalam, proyek GEMMES berhasil berjalan sesuai rencana dan mendapatkan hasil optimal. Kegiatan ini harapannya berhasil meningkatkan kesadaran dan kepedulian peserta TPQ terhadap lingkungan,” ungkap Hanung.


Dia juga berharap proyek GEMMES ini menjadi contoh inspiratif bagi kelompok masyarakat lainnya dalam upaya keberlanjutan lingkungan. (ftw)

Editor : Arif

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWI-MUI Jateng Serukan Pemberitaan Covid Bernarasi Positif

    PWI-MUI Jateng Serukan Pemberitaan Covid Bernarasi Positif

    • calendar_month Sen, 12 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 295
    • 0Komentar

      Penandatanganan kesepakatan PWI-MUI Jawa Tengah PWI dan MUI Jawa Tengah sepakat untuk menonjolkan pemberitaan Covid-19 dengan narasi positif. Kesepakatan ini dalam rangka membangun optimisme publik menghadapi pandemi. Kesepakatan ini tertuang dalam empat butir seruan. SEMARANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyerukan bersama agar dalam pemberitaan […]

  • PKK Desa Kedungbulus dan KKN STAI Pati Sukses Ciptakan Probiotik RABAL untuk Budidaya Lele

    PKK Desa Kedungbulus dan KKN STAI Pati Sukses Ciptakan Probiotik RABAL untuk Budidaya Lele

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Kelompok Kerja Nyata (KKN) Tim 09 dari STAI Pati berkolaborasi dengan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kedungbulus berhasil menciptakan probiotik RABAL. Probiotik ini, hasil fermentasi ragi, tape, dan bakteri asam laktat, mengandung Lactobacillus casei dan Saccharomyces cerevisiae, bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, daya tahan tubuh, dan penyerapan nutrisi. Lebih dari itu, […]

  • Adu Penalti Warnai Drama Perebutan Juara

    Adu Penalti Warnai Drama Perebutan Juara

    • calendar_month Kam, 27 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Putra Rio Bakaran memastikan diri menjadi yang terbaik dalam Kejuaraan Sepakbola U 21 tahun 2018. Meladeni Sentana FC di partai puncak sore kemarin Selasa (25/9/2018) di Stadion Joyokusumo. Putra Rio akhirnya menang melalui drama adu penalti. Di waktu normal, skor satu sama kuat tak berubah hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. […]

  • Anggota DPRD Pati Prihatin atas Fenomena Sound Horeg yang Meresahkan Warga

    Anggota DPRD Pati Prihatin atas Fenomena Sound Horeg yang Meresahkan Warga

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 431
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyoroti fenomena sound horeg yang marak digunakan dalam karnaval keliling kampung. Beliau mengungkapkan keprihatinannya atas dampak negatif yang ditimbulkan, terutama keresahan warga. “Saya merasa ikut prihatin dan sungguh menyayangkan, karena ini juga tidak mencerminkan kearifan lokal sama sekali. Seharusnya dalam pesta apapun yang berbentuk karnaval harus lebih mengutamakan […]

  • Semarakkan Ramadan Pusat Investasi Pemerintah Gelar Bazar

    Semarakkan Ramadan Pusat Investasi Pemerintah Gelar Bazar

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 700
    • 0Komentar

    Kemeriahan Ramadan Fair 2023 Pusat Investasi Pemerintah (PIP) kembali menggelar Ramadan Fair 2023, bertembat di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tangerang. Acara ini memperingati Hari Kartini sekaligus menyemarakkan bulan Ramadan. JAKARTA— Sabtu (15/4/2023),Direktur Sistem Manajemen Investasi Kementerian Keuangan, Syafriadi membuka secara resmi Ramadan Fair 2023. Kegiatan ini berlangsung dalam rangka memperingati Hari Kartini dan menyemarakkan […]

  • Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 327
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Polemik pengelolaan tanah bengkok di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, mencuat ke permukaan. Diduga, hasil lelang tanah bengkok selama 16 tahun tidak pernah dilaporkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD), menyebabkan kerugian desa diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Yatno, seorang petani penggarap lahan bengkok selama 10 tahun, mengungkapkan bahwa ia dan beberapa warga […]

expand_less