Breaking News
light_mode

Miris PSK Bertarif Murah di Batangan-Pati Diringkus

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 12 Des 2017
  • visibility 261
Lingkar Muria, PATI – Lima warung kopi (warkop)
berkedok prostitusi di Dukuh Mujil, Bumimulyo, Batangan, Pati diubek-ubek petugas
Mapolsek Batangan Selasa (6/12) pukul 23.00. Dari penggerebekan itu, ada empat
mucikari dan belasan botol minuman keras (miras) diamankan ke Mapolsek
Batangan.
Razia itu dilaksanakan Selasa (5/12) pukul
21.30-23.00. Petugas kepolisian merazia beberapa tempat prostitusi yang
berkedok warkop di Dukuh Mujil, Bumimulyo, Batangan. Polisi melakukan razia
malam hari karena waktu itu disinyalir rawan terjadi tawar-menawar pekerja seks
komersial (PSK) di dalam warung.
Satu persatu warkop digeledah oleh 15 personil
kepolisian yang telah dibagi beberapa tim. Setelah menggeledah lima warkop,
petugas kepolisian empat warkop diantaranya merupakan milik mucikari, bahkan
dari empat mucikari yang diamankan, tiga diantaranya bukan warga asli Bumi Mina
Tani.
Keempat mucikari itu yakni Panca Sri Lestari, 33,
warga Kedung Pring, Lamongan, Jawa Timur, Susanti, 34, warga Kembang,
Jepara,Warjani, 31, warga Sedan, Rembang, dan satu warga Juwana Pati yakni
Mukinah, 43. Sementara itu polisi menyita 11 botol miras di warung lainnya
milik Sukesi, 52, warga Juwana. Sukesi ini bukan mucikari, namun ia hanya
meneyediakan miras.
“Kelima pemilik warung itu kami gelandang ke Mapolsek
Batangan beserta barang bukti diantaranya botol miras. Setelah dibawa ke
mapolsek, mereka lantas dikembalikan namun harus wajib lapor,” ungkap Kapolres
Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih
kemarin.


Selain mengamankan lima pemilik warkop, pihaknya juga
memeriksa Jumainah, salah satu PSK sekaligus pemilik rumah. PSK itu diperiksa
untuk pemberkasan tindak pidana ringan (tipiring) mucikari di persidangan
selanjutnya. Sedangkan itu penjual miras dibina dan dipulangkan.
Endah mengatakan, operasi itu sebagai bentuk
kondusifitas wilayah hukumnya. Bahkan, pihaknya baru mengetahui jika warkop itu
tempat prostitusi. Sebelumnya belum pernah dirazia, ketika tercium aktifitas
esek-esek itu, pihaknya segera bergerak. Jika dibiarkan, bisa saja akan lebih
meluas warkop esek-eseknya.

“Untuk tarif yang dibanderol teman kencan PSK itu
bervariasi, mulai Rp 75 ribu, Rp 80 ribu, dan tertinggi Rp 150 ribu. Dari
penghasilan PSK itu, mucikari cuma mendapatkan imbalan  Rp10 ribu pertamu dari PSK. Dalam sehari,
rata-rata PSK mendapatkan 3-4 tamu dan penghasilan PSK setiap malam rata-rata
Rp 300 ribu,” urainya. (has)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Gelar Dua Rapat Paripurna Penting, Bahas APBD 2024 dan RPJMD 2025-2029

    DPRD Pati Gelar Dua Rapat Paripurna Penting, Bahas APBD 2024 dan RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 260
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menggelar dua rapat paripurna penting pada Rabu (18/6/2025). Rapat yang berlangsung di ruang sidang DPRD membahas dua dokumen krusial dalam tata kelola pemerintahan daerah. Agenda pertama adalah penyampaian penjelasan Bupati Pati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2024. Bupati […]

  • Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

    Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

    • calendar_month Jum, 28 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus PATI – Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018) malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga membuat […]

  • DPRD Harapkan Sekolah Proaktif Hubungi Lulusan yang Belum Ambil Ijazah

    DPRD Harapkan Sekolah Proaktif Hubungi Lulusan yang Belum Ambil Ijazah

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.667
    • 0Komentar

    PATI – Setelah melakukan sidak di SMPN 1 Tayu, Komisi D DPRD Kabupaten Pati mengungkapkan harapan agar pihak sekolah lebih proaktif dalam menangani masalah ijazah yang belum diambil oleh lulusan. Ketua Komisi D, Teguh Bandang Waluyo, menilai pihak sekolah seharusnya tidak hanya menunggu siswa atau keluarga datang untuk mengambil ijazah. “Kalau sudah dua atau tiga […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati : Budaya Hormat Kyai Dipojokkan, Tayangan TV Dinilai Hina Pesantren

    Wakil Ketua DPRD Pati : Budaya Hormat Kyai Dipojokkan, Tayangan TV Dinilai Hina Pesantren

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 272
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, geram dengan tayangan televisi swasta yang dinilai menghina dunia pesantren. Kader NU ini menegaskan bahwa budaya hormat kepada kyai bukanlah bentuk feodalisme, melainkan cerminan nilai adab dan akhlak. “Tayangan itu yang memojokkan seolah-olah kayak feodalisme. Kan adab santri seperti itu sama kyainya. Bahkan kita sama orang […]

  • Moncernya Putra-Putri Jepara di Arena Sepak Takraw PON Papua

    Moncernya Putra-Putri Jepara di Arena Sepak Takraw PON Papua

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

      JEPARA – Prestasi sepak takraw Jepara tak ada habisnya. Baik di level nasional maupun internasional. Terbaru putra-putri kebanggaan Kota Ukir berhasil menyumbangkan medali untuk kontingen Jawa Tengah di ajang PON XX Papua. Putra-putri yang berhasil menyumbang medali adalah Dini Mitasari dan Evana Rahmawati yang menyabet medali emas, di nomor regu event putri. Mereka tampil […]

  • DPRD Pati Dorong Peningkatan Sekolah Adiwiyata, Demi Generasi Peduli Lingkungan

    DPRD Pati Dorong Peningkatan Sekolah Adiwiyata, Demi Generasi Peduli Lingkungan

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 226
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati mendorong peningkatan jumlah sekolah adiwiyata di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, yang menilai pentingnya pembinaan terkait gerakan peduli dan berbudaya lingkungan di sekolah. “Pembinaan di sekolah sangat penting karena dapat mendidik para siswa untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya […]

expand_less