Breaking News
light_mode

Meski Dilarang Lewat Jalan Juwana – Wedarijaksa, Kendaraan Berat Masih Melanggar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 23 Jan 2018
  • visibility 242
BANDEL : Sebuah tronton masih nekad melintasi jalan kelas III di Jalan Juwana – Wedarijaksa beberapa waktu yang lalu

Lingkar Muria, PATI 
– Pemasangan pengumuman agar kendaraan berat tidak melintas di Jalan Juwana –
Wedarijaksa dinilai tidak tepat. Hal ini dikemukakan anggota komisi A DPRD
Kabupaten Pati Haryono. Dirinya menganggap kalau hal itu dilanggar tak menjadi
persoalan.
”Apalagi
disitu pertigaan tugu bambu runcing tak ada rambu-rambu kelas jalan.
Rambu-rambu tinggal gagangnya saja. Letaknya pun kurang strategis,” tutur
Haryono.
Seperti
diketahui Jalan Juwana – Wedarijaksa merupakan jalan kelas III. Tidak
diperuntukkan bagi kendaraan berat seperti tronton, fuso, truk gandeng dan
kendaraan besar lainnya, karena bisa mengakibatkan kerusakan jalan yang kian
parah karena melebihi tonase.
Di
ruas jalan tersebut terdapat banyak titik kerusakan jalan seperti di turut Desa
Langgenharjo, Dukutalit maupun Bakaranwetan. Jalan banyak yang berlubang,
apalagi saat musim hujan, lubang-lubang jalan tertutuip genangan air. ”Nah
akibat pelanggaran lalu lintas itulah jalan jadi rusak seperti ini. apabila
turun hujan ya jadinya begini. Banyak masyarakat yang mengeluhkan hal ini
supaya cepat ditangai,” imbuh politisi dari PKB ini.
Pantauan yang dilakukan wartawan, Sabtu (21/1)
lalu, sekitar pukul 14.00 ada dua kendaraan tronton yang melintas. Salah satu
pengemudi yang berhasil dihentikan saat ditanya mengaku warga Wedarijaksa dan
sudah terbiasa melintasi jalan ini, meskipun tahu melanggar. Seperti diketahui
dalam waktu sehari semalam, ada lebih dari 50 kendaraan berat yang melintasi
jalan ini.
Di
beberapa titik keberadaan rambu-rambu jalan memang penempatannya terlihat
kurang strategis. ”Seperti di depan Pasar Juwana Baru rambu-rambu larangan
belok tertutup beberapa spanduk. Dari jauh sudah pasti sopir tidak akan
melihat,” imbuh Haryono.
Untuk
itu pihaknya menginginkan supaya cepat diperbaiki, terutama soal rambu-rambu,
dan juga diberikan penindakan tegas bagi sopir yang masih nekat melanggar.
”Jalan
ini dibangun dengan uang rakyat. Tapi kalau ada keluhan seperti ini rakyat
tidak ditanggapi ya kebangetan. Apalagi pemerintah kan pelayanan rakyat,”
paparnya. 
Semantara
itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tri Haryama saat dihubungi wartawan mengungkapkan, pihaknya saat ini sudah mengupayakan untuk pembenahan
rambu-rambu jalan. ”Pekan depan sudah terpasang. Saat ini baru pemesanan.
Termasuk juga banner pengumuman,” kata Tri.
Setelah
dibenahi dan terpasang, lanjut Tri, baru bisa dilakukan penindakan bagi sopir yang
melanggar. Sementara itu saat ini pihak Dishub sudah mengupayakan tim untuk
terjun ke lapangan langsung. ”Ada tim yang siang dan malam. Mereka bertugas
melakukan sosialiasi,” imbuhnya. (mil) 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Jateng Siapkan Strategi One Way Lokal Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2025

    Polda Jateng Siapkan Strategi One Way Lokal Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2025

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 286
    • 0Komentar

    SEMARANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memastikan kesiapan strategi lalu lintas untuk kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025. Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah penerapan skema One Way Lokal di ruas tol tertentu, termasuk Gerbang Tol Kalikangkung, sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan kendaraan. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Sony […]

  • Keberadaan Prawoto, Dikaji dari Serat Centini

    Keberadaan Prawoto, Dikaji dari Serat Centini

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    KAJI SEJARAH : Sejumlah warga Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo dan sekitarnya saat mengikuti tadarus Serat Centhini Sabtu (31/8/2019) malam lalu. PATI, SUKOLILO – Malam suro (31/8/2019) malam lalu digunakan warga Desa Prawoto dan sekitarnya untuk berdiskusi. Mereka membedah Serat Centhini yang di dalamnya memuat informasi tentang Prawoto. Lantunan kidung mengalun dari beberapa orang tua yang […]

  • Komplotan Pencuri Gas Melon di Pati Dibekuk, Ratusan Tabung Gas Disita

    Komplotan Pencuri Gas Melon di Pati Dibekuk, Ratusan Tabung Gas Disita

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 357
    • 0Komentar

    PATI – Komplotan pencuri spesialis gas melon atau gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Pati berhasil dibekuk pihak kepolisian. Ratusan tabung gas melon pun disita sebagai barang bukti. Pelaku, dua warga Kecamatan Juwana berinisial SRK alias Lan dan SPN alias Komploh, telah menggondol ratusan tabung gas dari empat lokasi berbeda. “Anggota Polresta Pati berhasil menangkap […]

  • Dewan Pati Dorong Penggunaan Pupuk Kandang untuk Bantu Petani

    Dewan Pati Dorong Penggunaan Pupuk Kandang untuk Bantu Petani

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PATI – Menanggapi penurunan signifikan alokasi pupuk subsidi pada tahun 2024, anggota dewan Pati mendorong penggunaan pupuk kandang sebagai alternatif untuk membantu para petani. Pupuk kandang dinilai lebih terjangkau dan dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya terus meningkat. Suwarno, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDIP, mengusulkan agar pemerintah kabupaten memfasilitasi pelatihan bagi […]

  • Ungkap Jalur Peredaran dari Papua, Polda Jateng Selamatkan 18 Burung Kasturi Kepala Hitam di Juwana

    Ungkap Jalur Peredaran dari Papua, Polda Jateng Selamatkan 18 Burung Kasturi Kepala Hitam di Juwana

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.594
    • 0Komentar

    SEMARANG – Polda Jawa Tengah berhasil membongkar jaringan perdagangan satwa dilindungi yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Juwana, Kabupaten Pati. Bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng, petugas menyelamatkan 18 ekor burung kasturi kepala hitam yang diduga akan diperjualbelikan secara ilegal, sekaligus mengamankan tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Pengungkapan kasus tindak pidana konservasi ini […]

  • Utamakan Pemulihan Ekonomi Warga, DPRD Pati Minta Penataan Empat Taman Ditangguhkan

    Utamakan Pemulihan Ekonomi Warga, DPRD Pati Minta Penataan Empat Taman Ditangguhkan

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.519
    • 0Komentar

    PATI – Rencana Pemerintah Kabupaten Pati untuk melakukan perbaikan dan penataan terhadap empat taman pada tahun 2026 mendapat perhatian khusus dari DPRD Kabupaten Pati. Mengingat kondisi perekonomian masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya pulih, pihak legislatif meminta agar kegiatan tersebut ditunda sementara dan anggarannya dialihkan ke program yang lebih mendesak. Anggota Komisi C DPRD Pati, Muntamah, […]

expand_less