Breaking News
light_mode

Peduli, Mbah Roso Ajak Masyarakat Sehat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
  • visibility 214


 
Lingkar Muria, PATI – Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Imam Suroso
atau yang akrab disapa Mbah Roso, terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk
hidup sehat. Sabtu (8/4/2018) lalu, Mbah Roso menggelar Sosialisasi tentang gerakan
hidup sehat di Lapangan Desa Pekalongan Kecamatan Winong. 
”Pola hidup sehat dan bersih harus
membudaya di kalangan masyarakat. Supaya masyarakat terhindar dari  bermacam penyakit. Gerakat hidup sehat bisa
dilakukan dengan hal-hal sederhana,” papar Mbah Roso kepada Jawa Pos Radar
Kudus.
Lanjut Mbah Roso, hal-hal sederhana
itu seperti membiasakan makan buah dan sayur, olahraga minimal setengah jam
sehari, perbanyak minum air putih, dan melakukan cek gula darah sebulan sekali.
”Menecegah lebih baik dari pada
mengobati. Bukankah begitu, dari pada bolak-balik berobat ke dokter,” imbuh politisi
PDI Perjuangan ini.
Selanjutnya, Mbah Roso pun memberi
perhatian terkait sejumlah makanan yang dinilai tak layak konsumsi. Seperti
ramainya produk makanan kalengan yang mengandung cacing di dalamnya.
”Kami sangat prihatin. Kini kami
sudah memanggil Kemenkes dan Balai Besar POM. Kami minta segera ditertibkan
karena selain jijik tentu itu mengerikan jika memang berbahaya. Oleh karena itu
entah kecolongan atau tidak kami minta segera ditindaklanjuti kalau perlu
segera ditarik jika berbahaya,”terangnya.
Bahkan agar kejadian serupa tidak
kembali terulang, kini DPR RI juga telah menggodok undang-undang tentang
pengawasan obat dan makanan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat payung hukum
dalam langkah kerja BPPOM.
Sementara itu salah satu tokoh
masyarakat yang hadir, Endro Dwi Cahyono juga berharap, agar pengawasan
terhadap makanan dapat dipertegas kembali. Dia juga meminta agar pengawasan dan
tindak lanjut bisa diteruskan hingga ke daerah-daerah. Agar masyarakat tak
menjadi korban.
“Pemerintah baik pusat hingga ke
daerah juga harus memberi penjelasan apakah benar berbahaya atau tidak sehingga
tidak membuat keresahan di kalangan masyarakat,” ujarnya.
Seperti diketahui, di kalangan
masyarakat bawah banyak bermunculan informasi yang kebenarannya belum teruji.
Bahkan dalam kasus makanan kalengan yang mengandung cacing, itu tidak berbahaya
apabila dimasak dengan suhu yang benar. (lil)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sky Badminton Hall Pati Targetkan Bina Pemain Muda

    Sky Badminton Hall Pati Targetkan Bina Pemain Muda

    • calendar_month Kam, 3 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 230
    • 0Komentar

      Azizul Fajri mendirikan Sky Badminton Hall Pati. Niat tulusnya ingin meramaikan olahraga bulutangkis di Kabupaten Pati. Dengan menyediakan fasilitas lapangan yang sesuai standar nasional. Demi menggairahkan anak-anak muda berlatih untuk berprestasi. PATI – Pecinta olahraga bulutangkis tidak perlu galau karena minimnya sarana dan prasarana olahraga tepok bulu ini. Sebab kini telah hadir tempat latihan […]

  • Ali Koroy Bocah Ternate Pahlawan Persipa Pati

    Ali Koroy Bocah Ternate Pahlawan Persipa Pati

    • calendar_month Kam, 10 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

      Sukacita pemain Persipa Pati merayakan gol kemenangan SIDOARJO – Ali Koroy menjadi bintang lapangan saat @persipaofficial berhasil menghajar @farmelfc dengan skor telak 6-3 Rabu (9/3/2022), di Stadion Gelora Delta Sidoarjo Jawa Timur. Pemain asal Ternate ini mencetak hattrick dalam pertandingan tersebut. Pertandingan berjalan ketat. Namun mental juara anak-anak Persipa layak diacungi jempol Jalan menuju […]

  • Suasana nongkrong di Angkringan Joss Desa Pasucen, Trangkil, Pati Jawa Tengah.

    Angkringan Joss Awalnya Dapur Disulap jadi Kedai Kopi

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Salah satu tempat ngopi asyik di Angkringan Joss Desa Pasucen, Trangkil, Pati Jawa Tengah. Tersedia kopi dari lereng Muria yang disajikan spesial di sebuah kedai yang awalnya adalah dapur rumah.

  • Belum Ada Pemain yang Resmi Direkrut, Persiku Kudus Dirujak Netizen di Sosmed

    Belum Ada Pemain yang Resmi Direkrut, Persiku Kudus Dirujak Netizen di Sosmed

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

      OLAHRAGA – Persiku Kudus awalnya sangat agresif dalam menyiapkan tim untuk Liga 2 musim 2024/2025. Namun hingga kini belum ada satu pun pemain yang resmi dikenalkan kepada public. Hal itu membuat sejumlah netizen membully tim berjuluk Macan Muria itu. Netizen membandingkan dengan situasi di Persijap Jepara, yang saat ini sudah memperkenalkan sejumlah pemain barunya […]

  • Persipa Pati Siap Hadapi PSDS Deli Serdang dalam Laga Penting Kabur dari Zona Degradasi

    Persipa Pati Siap Hadapi PSDS Deli Serdang dalam Laga Penting Kabur dari Zona Degradasi

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.391
    • 0Komentar

    PATI – Persipa Pati siap menghadapi tantangan berat melawan PSDS Deli Serdang dalam lanjutan kompetisi Liga Nusantara musim 2025/2026. Pertandingan yang berpotensi menentukan perolehan poin keduanya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (3/1/2026) di Stadion Moch Soebroto, Magelang. Kedua tim sama-sama berada di zona yang rentan dan membutuhkan tambahan tiga poin untuk menjauh dari posisi juru kunci. […]

  • Kabupaten Pati Raih Prestasi Ekonomi Kerakyatan, Gandeng Vicky Prasetyo untuk Hari Jadi

    Kabupaten Pati Raih Prestasi Ekonomi Kerakyatan, Gandeng Vicky Prasetyo untuk Hari Jadi

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 231
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Bupati Pati, Sudewo, Senin (9/6) malam, menyerahkan badan hukum Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih kepada perwakilan tiga desa. Keberhasilan ini menjadikan Pati sebagai kabupaten tercepat di Indonesia dalam pembentukan Kopdes, dengan 100% dari 406 desa telah terbentuk. Puncaknya, Sudewo juga menandatangani Nota Kesepahaman […]

expand_less